
Rena segera keluar begitu ia selesai berganti pakaian. Austin pun langsung menggandeng tangan Rena dan mengajaknya turun.
"Ayo Ren, nanti kita terlambat. Abang sudah reservasi untuk jam 11.30," ujar Austin.
"Iya Bang. Rena mau ke dapur dulu sebentar, ada yang Rena lupa," ujar Rena sambil melepaskan pegangan tangan Austin dan setengah berlari ke arah dapur.
"Bi... Bi Sumi!" Panggil Rena.
Wanita paruh baya yang sudah berusia 50 tahun itu pun menoleh.
"Bi, nanti tolong berikan ini pada David di gerbang depan. Bilang sama dia, Rena nggak ada di rumah. Jangan tunggu Rena," ujar Rena sambil memberikan kotak makan yang telah di siapkannya untuk David.
"Ren, kamu ngapain lagi sih?" tanya Austin yang menyusl Rena di depan pintu dapur.
"Iya, Abang! Ayo!" Ujar Rena segera mengajak Austin menjauhi dapur agar tidak melihat kotak makan yang sudah di siapkannya untuk David.
Tentu saja Austin sudah melihatnya.Hanya saja ia membiarkannya. Baginya yang terpenting Rena tidak bertemu dengan David hari ini.
Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil yang langsung di kendarai oleh Tirta, supir di rumah mereka.
Mata mereka memandang keluar saat mobil mereka melewati pintu gerbang dan mobil David masih belum tampak. Namun tak berselang lama, mobil mereka berpapasan dengan sebuah mobil ferari dari arah yang berlawanan. Dan seketika itu juga Rena tahu, jika David yang berada di dalam mobil itu.
...*****...
__ADS_1
David seperti biasa mengendarai mobilnya menuju ke kediaman Alfaro untuk menemui Rena. Hari ini ia membawakan Handphone milik Rena yang tertinggal di rumahnya. Ia berharap bisa menghubungi Rena saat ia merindukannya.
Sesampainya di sana ia memarkir mobilnya di pinggir jalan di depan gerbang rumah Alfaro. Dengan sabar ia menunggu Rena.
Sebentar - sebentar di liriknya kaca spion mencari sosok gadis idamannya itu. Namun sosok Rena tidak hadir juga siang itu. Ia pun merasa heran.
Tiba - tiba seseorang mengetuk kaca mobilnya. Seorang pelayan membawa kotak makanan yang sama dengan yang di berikan oleh Rena kemarin untuknya dan sebotol air. David pun membuka kaca mobilnya.
"Maaf Pak David, Mbak Rena sedang tidak ada di rumah. Tapi Mbak Rena berpesan untuk memberikan ini buat Bapak. Dan kata Mbak Rena, Bapak tidak usah menunggu Mbak Rena." ujar pelayan yang masih muda belia itu.
Bi Sumi memang menyuruh salah satu pelayan untuk menyampaikan pesan pada David, karena ia sudah tidak kuat berjalan jauh ke luar pintu gerbang.
"Rena kemana?" tanya David pada pelayan wanita muda itu.
"Saya tidak tahu Pak. Mbak Rena pergi bersama dengan Pak Austin," ujar pelayan itu masih memegang kotak makan yang belum di terima oleh David.
Apa yang terjadi di antara mereka telah menjadi buah bibir di antara para pelayan wanita yang ada di rumah Alfaro. Diam - diam mereka mengintip dan memperhatikan apa yang David dan Rena lakukan jika mereka sedang bersama. Bahkan Agus pun kadang - kadang ikut bergabung bersama mereka memperhatikan tingkah kedua sejoli yang terpisah oleh pagar.
Sikap Austin pun menjadi perbincangan di antara mereka karena tidak seperti biasanya Pak Austin yang mereka kenal sangat toleran dan baik dalam memperlakukan orang, menjadi begitu keras terhadap seorang Alexander David Mahendra, sampai - sampai melarang adiknya untuk berhubungan dengan pengusaha sukses itu.
David menerima kotak makan itu dan mengucapkan terima kasih.
Kemana Austin membawa Rena? Apa ia sengaja melakukannya agar aku tidak bisa bertemu dengan Rena? Pikir David.
__ADS_1
David memutuskan untuk menunggu Rena kembali dan memakan makan siang yang sudah di siapkan Rena untuknya. David memakannya dengan perlahan, menikmati masakan Rena. Jika ia harus memilih masakan chef terkenal di hotel termewah sekalipun, ia akan tetap memilih masakan Rena. Apa pun yang di masak Rena, walaupun hanya mie goreng biasa, di mata David adalah yang terbaik.
Setelah selesai makan, David menelefon Alvin dan mengatakan jika ia tidak kembali ke kantor. Ia menyuruh Alvin untuk me-reschedule meetingnya hari ini, terkecuali yang bisa di lakukan dengan menggunakan vidio call. David terpaksa menyelesaikan beberapa pekerjaan di dalam mobilnya sambil menunggu Rena tiba.
Kini 4 jam sudah David menunggu Rena yang tak kunjung datang. David pun sudah tampak bosan menunggu di dalam mobil. Berbagai aktivitas sudah di lakukannya, mulai dari bekerja, bermain game sampe mendengarkan musik.
Alvin yang sangat kuatir akan keadaan Bosnya pun menghampiri nya bersama dengan Eddy.
"Pak, apa tidak sebaiknya Bapak pulang?" tanya Alvin yang merasa khawatir jika Bosnya itu masih bersikeras untuk menunggu Rena.
"Aku akan pulang jika sudah bertemu dengan Rena," ujar David.
"Tapi, kalau Mbak Rena tidak pulang bagaimana Pak?" ujar Alvin memberanikan diri.
"Apa mungkin ia tidak pulang? " batin David mulai ragu.
"Dia pasti pulang Alvin." ujar David tetap bersikeras.
"Pulanglah kalau semua pekerjaanmu sudah beres. Aku akan menunggu hingga mata hari terbenam, setelah itu baru aku akan pulang," ujar David akhirnya.
"Baik Pak. Kalau ada apa - apa tinggal hubungi saya, saya akan langsung datang," ujar Alvin kepada David.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika mssih banyak typho.
Jangan lupa untuk like, komen, dan vote.