
David tidak mengedipkan matanya melihat Rena yang tampil sangat cantik malam itu. Rena benar - benar tampil beda, tidak hanya cantik, sexy namun juga sangat menawan. Tak salah ia meminta Renaldy untuk menyiapkan Rena, ia benar - benar terpesona oleh penampilan Rena.
"Apa kabar Davsy?" sapa Renaldy saat jarak mereka sudah cukup dekat. Tetapi David seperti tidak mendengarkan Renaldy, ia terlalu fokus memandang Rena sampai ia tidak menghiraukan sekitarnya.
Rena pun tampaknya tidak bisa lepas memandang David, saat ia melihat Bosnya berdiri di ruangan itu, dengan pakaian rapi dan gaya rambut yang berbeda. David benar - benar tampil beda malam itu, tidak seperti Alexander David Mahendra yang angkuh dan sombong, walaupun kharisma dan wibawanya masih melekat dalam diri David.
"Davsy!" Panggil Renaldy sambil menepuk pundak David. Barulah David menoleh pada Renaldy yang telah berdiri di sampingnya dan tersenyum geli.
"Terima kasih Renaldy. You did a great job!" Ujar David pada Renaldy sambil tersenyum.
"Tentu Davsy, aku harap kalian bersenang - senang malam ini," ujar Renaldy sambil mengedipkan sebelah matanya, kemudian meninggalkan David dan Rena.
"Pak, ada apa sebenarnya? Kenapa saya harus berpakaian seperti ini?" Rena menayakan pertanyaan yang membuatnya penasaran sejak tadi.
"Saya ingin kamu menemani saya menghadiri launching film Damian malam ini," ujar David berjalan sambil mendekati Rena. Lauching film?
Damian adalah teman David dan David adalah seorang peyandang dana film tersebut. Oleh sebab itu, ia di undang Damian secara pribadi untuk menghadari acara lauching film buatannya.
Tapi apa seorang personal asisten harus berpenampilan seperti ini?
"Tapi, apa saya harus berpenampilan seperti ini, Pak?" tanya Rena yang tidak ingin menarik perhatian orang banyak dengan penampilannya. Ia benar - benar belum siap jika ada orang yang mengenali dirinya.
"Ya, karena kamu akan mendampingi saya sebagai teman kencan saya, pacar saya dan bukan sebagai asisten saya!" Ujar David sambil tersenyum. Dan saya mau, wanita saya tampil sempurna,"
"Apa Pak?" tanya Rena kaget.
Teman kencan? Pacar David? Apa ia tak salah dengar?
"Ya, kamu adalah pacar saya malam ini dan ini adalah perintah Rena!" Ujar David dengan nada yang mengancam.
"Tapi pak, saya tidak bisa... ujar Rena berusaha untuk menolak ia tidak ingin terlihat bersama dengan David di tempat umum apalagi terlihat sebagai pacar Alexander David Mahendra.
__ADS_1
"Kamu tidak punya pilihan lain, Rena. Ayo sekarang kita berangkat!" Ujar David tanpa mengindahkan protes Rena. Ia mengapit lengan Rena dan meletakkan di lengannya seolah Rena menggandeng tangannya!
"Tunggu Pak!" Ujar Rena sambil menahan kakinya dengan susah payah agar tidak berjalan maju bersama David.
"Apalagi Rena?" tanya David dengan kesal.
"Kenapa sulit sekali mengatur gadis ini? Gadis lain pasti akan dengan suka rela mau menjadi pacarku!" Batin David.
"Bapak cari saja wanita lain yang mau jadi pacar Bapak, saya yakin dengan senang hati mereka akan melakukannya," ujar Rena.
David kecewa mendengar penolakan dari Rena. Ia tidak suka Rena menolaknya. Apa Rena benar - benar tidak suka menjadi pacarnya?Pikir David.
"Saya tidak ada waktu lain lagi meminta wanita lain untuk menjadi pacar saya!" Ujar David sambil kembali berjalan dan setengah menarik tangan Rena.
"Pak!" Panggil Rena berusaha untuk menolak. Ia takut seseorang akan mengenalinya. Pasti akan banyak tamu undangan yang datang di acara launching tersebut, dan ia tidak ingin berada di sana.
David menghela nafas, ia tidak ingin orang lain yang menemaninya, ia hanya ingin Rena!
"Begini, Rena," ujar David kemudian berkata lagi, " Aku akan mengurangi masa kerjamu selama sebulan, jika kamu mau berperan jadi pacarku malam ini!"
"3 bulan!" Ujar Rena yang memandang hal ini adalah kesempatannya untuk bisa segera lepas dari kungkungan si David songong.
"Apa? 3 bulan untuk satu malam? Not a chance Rena!" Batin David.
"2 bulan kau ikuti perintahku dan aku tidak akan menawarkan lagi! Ya atau tidak?" ujar David sambil memandang tajam Rena. Rena hendak protes, Tapi David berkata, " Don't push your luck Rena!"
"Fine!" Jawab Rena akhirnya. Ia tahu tidak akan menang melawan David, toh ia Bosnya, ia bisa saja memerintahnya melakukan apa saja.
Lalu Rena berjalan masuk kedalam mobil David dengan kesal. Rena berharap tidak ada yang mengenalinya dengan dandanan yang seperti ini.
David hanya geleng - geleng kepala menatap pacarnya yang cantik berjalan di hadapannya.
Dalam hati, ia menyumpahi dirinya yang gampang sekali mengalah bila berhadapan dengan Rena. David pun masuk kedalam mobil dan Eddy segera mengendarainya menuju ke tempat acara.
__ADS_1
"Ingat Rena, kamu adalah pacar saya malam ini. Jadi berlakulah seperti kita sedang jatuh cinta," ujar David sambil tersenyum menang. Tentu saja David tidak akan melewatkan kesempatan untuk menggoda Rena. Melepaskan Rena untuk 2 bulan, adalah harga yang teramat mahal.
Rena memutar bola matanya.
"Baiklah Pak," jawab Rena.
"Pak? Aku ini pacarmu sayang? Panggil aku seperti orang yang sedang berpacaran!" Ujar David. David sangat senang bisa menggoda Rena malam ini.
"Arrrghhh!" Gerutu Rena dalam hati. Ia kesal David memanfaatkan perjanjian mereka malam ini untuk menggodanya. Namun, tanpa ia sadari pipinya bersemu merah mendengar David memanggilnya sayang. Apa ia juga harus memanggil David dengan sebutan sayang?
"Kita sudah sampai Pak," ujar Eddy kemudian ia keluar dan membuka pintu mobilnya.
David keluar dari mobil dan memberikan tangannya untuk membantu Rena keluar dari mobil.
Tampak kilatan lampu flash para pencari berita menyinari mereka berdua saat Rena meraih tangan David dan keluar dari mobil.
"Pak Alexander David Mahendra? Siapa teman kencan anda malam ini?"
"Pak David, ambil foto dulu Pak!"
"Pak David, siapa wanita yang sangat cantik ini yang sedang bersama dengan anda, Pak?
Terdengar para Reporter berita menanyakan David. Mereka sangat penasaran dengan wanita yang bersama dengan David malam itu, karena David salah satu pengusaha muda yang jauh dari gosip dengan banyak wanita, sehingga mereka semua menganggap, seorang wanita yang di bawa oleh David ke publik pastilah sangat istimewa.
Rena sendiri belum pernah mendapat publisitas seperti itu. Ia tidak terbiasa dengan banyaknya wartawan dan kamera foto yang merekam gambar dirinya dengan David.
David yang melihat Rena gugup pun segera memegang tangan Rena untuk menenangkannya dan tersenyum, membuat Rena ikut tersenyum dan merasa aman berjalan dengan David.
"Pak David, bagaimana perasaan anda akan bertemu lagi dengan Aleta kembali?" terdengar salah satu wartawan menayakannya.
Bersambung...
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, komen vote dan hadiahnya.