Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Tertangkap Basah


__ADS_3

"Apa kamu benar - benar melamarku? Di sini? Di tempat ini?" tanya Rena sambil memandang kolong meja, tempat mereka berdua berbaring.


"Aku bisa saja membelikanmu berpuluh - puluh cincin emas berlian atau mengadakan pesta yang sangat istimewa dan besar untuk melamarmu, tetapi itu sudah biasa di lakukan oleh orang lain," tutur David.


"Yang aku lakukan adalah memberikan hatiku untukmu, Ren." ujar David sambil mengelus pipi Rena dengan lembut.


"Kalau aku tidak mau?" tanya Rena ingin tahu, apa yang akan David lakukan jika ia menolak lamarannya.


"Kamu tahu, aku tidak suka menerima penolakan, sayang"


"Dan kalau kamu menolak aku, aku akan menjadikanmu pacarku selama - lamanya."ujar David lagi.


"Menjadi pacar David selamanya?" batin Rena.


"Apa aku punya pilihan lain?" tanya Rena, sambil memandang wajah David.


"Pilihanmu cuma dua sayang," jawab David.


"Apa itu?" tanya Rena ingin tahu.


"Yang pertama kamu mau menikah denganku dan menjadi istriku untuk selamanya atau kamu pilih yang kedua, untuk menjadi pacarku selamanya,"


"Ya, apapun pilihanmu, kau tetap jadi milikku sayang. Jadi, kau pilih yang mana?" tanya David yang sudah tidak sabar ingin mendengarkan jawaban dari Rena.


"Alexander David Mahendra, apakah kamu berpikir aku akan setuju menikah denganmu dengan lamaranmu yang seperti ini?" tanya Rena.


"Ya. Karena kamu tidak akan perduli dengan semua uang dan kekayaan yang aku punya. Aku tahu itu, karena kamu hanya akan memilih seseorang yang tulus mencintaimu," tutur David.


"Kalau kamu sudah tahu jawabanku, kenapa bertanya?" tanya Rena.


"Karena aku ingin mendengarkanmu untuk mengucapkannya," ucap David dengan penuh harap.


Rena memandang lekat manik mata David. Ia kemudian melingkarkan tangannya di leher David dan menariknya mendekat hingga ia bisa merasakan hangatnya hembusan nafas David di wajahnya.


"Ya, aku akan menikah denganmu Alexander David Mahendra." ucap Rena, di susul sebuah kecupan intense di bibir David.


Saat Rena melepaskan bibir David dan memberi jarak pada wajah mereka, raut wajah David benar - benar sangat bahagia. Matanya memandang Rena dengan berbinar - berbinar.


"Yang, apa kamu baru saja mengatakan ' Ya'?" tanya David seperti tidak percaya.


Rena tersenyum dan mengangguk.


"Ya, aku ingin menjadi Istrimu, Alexander David Mahendra," ucap Rena sambil menatap mata David.


Serta merta David langsung memeluk dan mencium wajah Rena dengan bertubi - tubi, kemudian mereka berdua saling pandang.


"Adrena Clarissa Putri, kamu membuatku menjadi pria yang paling berbahagia di muka bumi ini!" Ujar David kemudian mencium bibir Rena dengan lembut, mengulumnya beberapa saat sebelum ia melepaskannya.


"Terima kasih sayang," ujar David kemudian memeluk Rena dengan erat.


David melepaskan pelukannya dan memandangi wajah Rena di bawahnya. Ia benar - benar tak percaya jika Rena sudah mengatakan ' Ya' kali ini. Di belainya wajah dan rambut Rena yang ada di hadapannya hanya beberapa sentimeter saja.

__ADS_1


"Aku akan melamarmu hari ini juga di depan Austin dan akan menikahimu besok pagi," ujar David.


"Besok? Tapi kita belum menyiapkan apa - apa..." ucap Rena dengan terkejut.


"Percayalah Yang. Apapun bisa terjadi.." potong David, kemudian mendekatkan wajahnya dan mencium Rena dengan lembut, mengulum bibir Rena hingga Rena membalasnya.


Rena memejamkan matanya dan menikmtai belaian bibir David, menyesapnya dan membiarkan lidah David bergeriliya di dalam mulutnya, memperebutkan dominasi di antara mereka, saling memagut satu sama lain dan mereka tidak menyadari saat pintu di buka dan seseorang memasuki ruangan itu.


"Pak? Pak David?" terdengar suara Alvin mencari David.


Tentu saja David dan Rena sedang asyik bercumbu di bawah meja kerja dan tidak mendengar panggilan dari Alvin.


Alvin heran, tidak melihat David di ruang kerjanya, sehingga ia mencari David di ruang istirahat, namun tidak juga menemukannya. Ia kemudian melihat paper bag di samping meja kerja David dan mendekatinya. Saat itulah ia melihat dua pasanga kaki yang menyebul dari bawah meja. Secara spontan Alvin pun langsung menunduk untuk melihat apa yang terjadi.


"Pak David?!" Panggilnya dengan wajah yang terkejut karena menemukan Bosnya itu sedang bercumbu dengan seorang wanita di bawah meja kerja. Alvin pun tidak tahu jika wanita itu adalah Rena.


David dan Rena yang mendengar suara Alvin pun menghentikkan ciuman mereka.


"Ada apa Alvin?" tanya David denga kesal karena Alvin menganggunya dan Rena.


Rena tersenyum tertahan melihat wajah David yang kesal dan situasi yang mereka hadapi, tertangkap basah oleh Alvin saat mereka sedang bercumbu di kolong meja.


"Maaf Pak. Makan siang sudah siap, apa Bapak mau di hidangkan sekarang?" tanya Alvin dengan kikuk sambil memandang ke arah lain. Alvin merasa malu karena sudah memergoki Bosnya itu sedang bercumbu dengan seorang wanita.


"Kamu tidak melihat saya sedang apa?" tanya David yang masih kesal dengan Alvin, walaupun akhirnya ia tersenyum melihat wajah Rena yang menahan senyum.


"Lihat Pak," jawab Alvin.


David tersenyum geli menyadari apa yang mereka lakukan. Ia pun keluar dari kolong meja dan membantu Rena keluar dan berdiri.


Barulah Alvin mengetahui jika David sedang bersama Rena.


"Kamu menganggu saja Alvin! Apa kamu tidak tahu, kalau saya sedang melamar Rena?" ujar David dengan memandang Rena penuh arti.


"Melamar Pak? Di kolong meja?" tanya Alvin dengan reflek, kemudian cepat - cepat ia menutup mulutnya.


"Ada masalah?" tanya David mengarah ke arah Alvin.


"Tidak Pak. Tidak," jawab Alvin cepat - cepat.


"Sudah Yang. Ayo kita makan. Aku sudah masakin kamu makan siang buat kamu," ujar Rena menengahi sambil mengambil paper bag yang di bawanya, kemudian berjalan ke arah ke ruang rapat.


"Kamu masak buat aku, Yang?" tanya David dengan ekspresi tenang sambil berjalan mensejajari Rena.


"Iya, aku datang kesini membawakanmu makan siang," jawab Rena sambil tersenyum.


"Terima kasih sayang," ujar David sambil memeluk dan mengecup pipi Rena dari belakang.


Alvin berdehem.


"Maaf Pak. Makan siang yang sudah saya siapakan, bagaimana?" tanya Alvin kembali memotong pembicaraan David dan juga Rena.

__ADS_1


"Buat kamu saja, Alvin atau bagikan saja ke yang lain," ujar David.


"Baik Pak," jawab Alvin kemudian hendak berbalik pergi.


"Alvin.." panggil David pada Alvin, dan Alvin pun berbalik.


"Ya Pak?" jawab Alvin.


"Kalau kamu sudah selesai makan, tolong kamu urus segala sesuatu tentang administrasi pernikahan saya dan Rena, untuk besok pagi, detailnya, akan saya info lebih lanjut." ujar David sambil menatap Rena.


Rena dan Alvin sama - sama terkejut.


Rena menatap wajah David mencari kesungguhan dari raut wajah David dan David tidak menampakkan keraguan sedikit pun. Melihat situasi seperti itu Alvin pun tahu diri dan segera pamit dari ruangan kantor David.


"Baik Pak. Saya akan kembali nanti." ujar Alvin sambil lalu langsung putar badan keluar dari ruangan David.


Otomatis Alvin segera menghubungi koleganya yang bisa membantunya untuk mempermudah ijin pernikahan David.


"Yang, kamu serius?" tanya Rena.


"Aku sudah katakan bukan. Aku akan langsung menikahmu saat kamu mengatakan ' Ya' " jawab David.


"Dan aku sangat yakin dan serius Rena," ujar David lalu mengecup kening Rena dengan lembut.


"Ayo kita makan dulu. Setelah ini baru kita temui Abangmu untuk melamarmu," ujar David sambil tersenyum.


"Tapi Yang persia....." Rena hendak mengatakan butuh waktu untuk menyiapkan sebuah pernikahan.


"Kamu nggak usah kuatir sayang, aku akan mengurus semuanya untukmu dan menghadirkan pernikahan terindah buatmu," ujar David sambil menggenggam tangan Rena.


"Kamu percaya kan sama aku?" tanya David.


Rena menatap mata David sebelum akhirnya mengangguk.


"Ayo kita makan, aku sudah tidak sabar ingin mencicipi masakan calon istriku," ujar David sambil membuka kotak makan yang sudah di buka oleh Rena.


Rena tertegun, memandangi laki - laki yang ada di hadapannya yang dengan senangnya membuka kotak makan siang yang ia siapkan untuknya. Kemudian membuka kotak makan milik Rena dan mengajaknya makan siang bersama.


Rena memperhatikan David yang terlihat sangat lahap memakan makan siangnya, dan di lubuk hati Rena, ia tahu, David adalah Pria yang tepat untuknya dan ia percaya padanya.


...****************...


*Gimana - gimana kalian udah seneng kan akhirnya Rena menerima lamaran dari David? hehehe.


Yuk lah, sekarang gantian kalian yang senengin author dong dengan cara kasih like yang banyak, tinggalkan jejak baca kalian dan yang paling penting besok itu hari senin waktunya sajen vote jangan lupa kasih ke author ya hehehe. Ingat juga kasih hadiah 🌷 atau pun ☕ author tungguin nih.


Bisa nggak yah besok likenya nyampe 50 like atau pun lebih, biar author bisa kasih bonus triple Up untuk kalian*.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya.


__ADS_2