
"Ada keperluan apa dia kesini?" tanya Austin lagi.
"Katanya ingin bertemu dengan Bapak dan Mbak Rena," tutur Agus.
"Jangan biarkan dia masuk! Bilang saja aku dan Rena sedang tidak ada di rumah," ujar Austin yang masih belum menerima David yang di pikirnya telah memanfaatkan adiknya.
Agus pun mengikuti perintah dari Austin.
"Bilang pada Pak Austin. Saya akan tetap menunggu sampai Pak Austin atau Rena keluar," ujar David kepada para penjaga pintu rumah. Dan Dadiv pun menunggu di depan pintu pagar rumah keluarga Alfaro.
"Pak David bersikeras menunggu di depan pintu rumah;" lapor Agus pada Austin.
"Apa yang dia lakukan? Ada - ada saja! Mau sampai dia menunggu?" ucap Austin dalam batin.
"Biarkan saja dia menunggu, apapun yang terjadi jangan di perbolehkan dia masuk!" Ujar Austin tetap pada pendiriannya.
Austin pun kembali membaca buku yang sedang di gelutinya. Dalam hatinya berpikir David pasti akan pulang juga nantinya. Mana betah Alexander David Mahendra menunggu seperti itu.
Menjelang makan siang, Austin keluar dari ruang baca dan melihat mobil David masih terparkir di depan pagar rumahnya melalui kaca jendela di dekat tangga.
__ADS_1
Austin tentu saja terkejut. Sudah lebih dari tiga jam David berada di sana dan belum juga pulang.
Rena yang seharian berada di dalam kamarnya tidak mengetahui jika David berada di depan rumah. Setelah kejadian tadi pagi. Rena memilih untuk tinggal di dalam rumah dan mengikuti kemauan Abang Austin sampai emosi Kakaknya reda dan bisa menerima penjelasannya.
Hari sudah siang saat Rena turun dari lantai satu untuk makan siang. Austin sudah duduk di meja makan dan Agus sedang menyiapkan makanan di meja.
"Sini Ren, kita makan siang dulu," panggil Austin saat ia melihat adiknya menuruni tangga.
Rena tersenyum pada Austin dan duduk tak jauh darinya.
"Lihat Ren, Bi sumi sudah masak makanan kesukaan kamu," ujar David sambil mengambilkan sepotong ayam bakar madu ke piring Rena. Rena tersenyum saat melihat ayam bakar madu yang sangat lezat terhidang di sana.
Austin sangat senang Rena bisa kembali kerumah, selain ada yang menemaninya, ia juga bisa bertemu dengan adiknya itu. Mereka memang tidak memiliki siapa - siapa lagi, orang tua kakek dan nenek pun telah tiada. Hanya ada adik dari ayah mereka, yaitu Tante Alexa yang masih hidup. Namun mereka tidak bisa dekat dengannya karena Malvin Dirgantara.
Pada awalnya Rena tidak mengerti maksud pembicaraan penjaga rumah, sampai ia melihat salah satu mobil yang mirip dengan mobil David yang ada di rumah David terparkir di depan pagar rumah.
"Apa benar itu mobil David?" batin Rena.
Pagar rumah Alfaro tidaklah terlalu jauh jaraknya dari teras rumah mereka, sehingga mobil David dapat terlihat dengan jelas.
__ADS_1
Rena pun segera berdiri dan berjalan keluar untuk memastikan.
"Rena!" Austin memanggilnya, namun Rena tetap berjalan ke arah pintu pagar rumahnya.
Semakin dekat ia pun semakin yakin, jika mobil itu milik Alexander David Mahendra. Rena pun berjalan setengah berlari tidak menghiraukan panggilan dari Austin.
"David!" Panggil Rena saat ia mulai mendekati pagar besi yang mengitari rumahnya
David yang awalnya tidak mendengar suara Rena karena berada di mobil, akhirnya ia melihat Rena dari kaca spionnya dan ia pun langsung keluar.
"Rena!" Panggil David saat ia melihat Rena.
Rena berusaha membuka pintu pagar, namun di halangi oleh penjaga pintu yang mendapat perintah dari Austin untuk tidak membiarkan adiknya keluar pagar.
"Mbak Rena! Mbak, tidak boleh keluar!" Kata penjaga pintu melarang Rena mendekati pintu pagar.
"Sudah, tidak apa - apa, Ren!" Seru David pada Rena agar tidak memaksa keluar pagar.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.