
David sempat tertegun mendapat pertanyaan itu, namun ia tidak menjawab dan hanya tersenyum kemudian melangkah masuk kedalam gedung acara dengan menggandeng tangan Rena.
Rena sempat menangkap ekspresi wajah David saat wartawan itu menanyakan tentang Aleta.
Siapa Aleta? Apakah ia seseorang yang sangat berarti dalam hidup David? Apa itu alasannya David memintanya berpura - berpura menjadi pacarnya malam ini, karena ia akan bertemu dengan Aleta? pikir Rena.
"David, senang sekali kamu bisa hadir!" Ujar Damian saat mereka bertemu di dalam ruangan acara. Damian sedang bersama dengan Kenzi saat mereka berdua masuk tempat venue.
"Damian! Selamat atas lauching film perdanamu!" Ujar David menyalami Damian kemudian menyalalami Kenzi.
"Terima kasih David! Semua ini juga berkat bantuanmu!" Ujar Damian sambil tersenyum lebar.
"Siapa wanita cantik ini David?" tanya Damian dan Kenzi bersamaan saat melihat Rena. Damian maupun Kenzi tidak mengenali Rena. Tetapi Rena mengenal mereka sebagai teman - teman David yang datang ke Albatros bersama David dan beberapa orang temannya waktu itu.
"Kenalkan ini pacarku, Rena," ujar David memperkenalkan Rena sambil memegang pinggang Rena dengan lembut agar mendekat dan bersalaman dengan Damian dan Kenzi.
"Pacarmu? Beruntung sekali kamu David! Rena sangat cantik!" Ujar Damian sambil tersenyum, namun ia dan Kenzi tidak dapat menutupi keterkejutannya saat mendengar David memiliki seorang pacar.
"Apa kabar Rena? Saya Damian! Kalau kau butuh mencari pengalaman atau mau mencoba hal yang baru di dunia akting, kamu bisa menghubungi saya!" Ujar Damian sambil melirik ke arah David. Dan David memutar bola matanya, melihat kelakuan Damian yang tidak bisa lepas dari membujuk wanita untuk bermain dalam filmnya.
"Halo Damian, apa kabar?" tanya Rena. dan berkata lagi, " Baiklah Damian, akan saya ingat tawaranmu,"
Dan Rena pun mendapatkan pelotottan mata dari David.
"Hahaha... tenang David. Aku pasti akan meminta izin mu terlebih dahulu," ujar Damian yang tahu seorang David tidak akan melepaskan wanitanya begitu saja. Alexander David Mahendra akan sangat protektif terhadap wanita yang di sukainya. Ia dan Kenzi sangat tahu itu.
"David!" Tiba - tiba muncul seorang wanita cantik yang memanggil David dan menghampiri mereka. David menoleh dan terdiam sesaat melihat wanita itu. Mereka bersalaman dan wanita itu mencium pipi David.
"Aleta, apa kabar?" tanya David setelah beberapa saat.
Rena baru tersadar bahwa Aleta yang di maksud reporter tadi adalah Aleta Devanka, wanita cantik yang ada di depannya yang juga adalah pemeran utama film yang di sutradarai oleh Damian!
__ADS_1
Apakah David dan Aleta pernah bersama? Pikir Rena lagi.
Rena memperhatikan ekspresi mereka berdua yang terlihat canggung. Sementara Damian dan Kenzi memilih untuk diam, tidak ingin terlibat dengan sesuatu hal yang sensitif.
"Aku baik - baik saja David bagaimana denganmu?" tanya Aleta tanpa mengalihkan pandangannya dari David.
"Halo David," ucap seorang pria dengan berpakaian jas rapi berdiri di belakang Aleta dan memegang pinggang Aleta.
"Varrel," sapa David sambil mengangguk dan menyalami pria yang bernama Varrel tersebut.
Baru kali ini, Rena melihat sikap David yang canggung, biasanya ia selalu tampil percaya diri
dan berwibawa. Dan Rena ingin membantu David untuk menghilangkan kecanggungannya itu.
"Halo, anda pasti Aleta. Selamat atas launching film nya ya!" Ujar Rena sambil mengulurkan tangannya pada Aleta.
Aleta menoleh kepada Rena dan tersenyum kemudian menjabat tangan Rena, " Terima kasih, anda?" tanya Aleta.
"Apakah kalian berkencan?" tanya Varrel yang terlihat tertarik mengenai hubungan Rena dengan David.
David dan Rena saling menatap. Kemudian David meraih tangan Rena dengan tangan yang lain.
"Ya, kami sudah berhubungan selama beberapa bulan," ujar David kemudian mencium tangan Rena yang ada di genggamannya.
Jantung Rena sempat berhenti sesaat, saat David memperlakukannya dengan sangat manis. Namun, ia segera tersadar bahwa mereka hanya berakting.
"Oh, selamat David!" Ujar Varrel sambil tersenyum.
Rena dapat menangkap ada sesuatu yang janggal dari cara mereka bicara, namun ia tidak tahu apa.
"Baiklah, sepertinya acaranya akan segera di mulai, Kenzi, bisa kau antar David dan Rena ke tempat duduk mereka?" ujar Damian pada Kenzi. Dan Kenzi pun mengantar David dan Rena ke tempat duduk VVIP yang ada di depan.
__ADS_1
Mereka duduk di sebuah meja bundar bersama dengan Damian dan Istrinya, kemudian Kenzi, Aleta dan suaminya, Varrel.
Sepanjang acara lauching film tersebut, Rena sempat menangkap basah Aleta memandangi David, padahal ada Varrel suaminya di sampingnya. "Apakah David dan Aleta berselingkuh? Dan David membutuhkan dirinya untuk berpura - pura menjadi pacarnya untuk menutupi perselingkuhannya dengan Aleta?" Rena bertanya - tanya dalam hati.
"Nggak di makan, Ren?" tanya David saat Rena lebih banyak terdiam dari pada menghabiskan makanannya.
"Tidak Pa.... eh, aku masih kenyang," ujar Rena pelan. Ia hampir saja memanggil David, Pak!
"Aku suapin ya," ujar David lalu mengambil garpu dan pisau dari piring Rena. Lalu memotong daging steak yang ada di atas piring itu.
Rena pun memakan daging yang di suapi oleh David di mulutnya. Ia tidak ingin mepermalukan David dan menolaknya.
Dan tidak hanya itu saja, sikap David yang memanjakan Rena sepanjang acara itu. David bahkan membersihkan pipinya yang terkena noda makanan atau pun menggenggam tangannya selama acara berlangsung. Rena tidak pernah menyangka bahwa David akan memperlakukannya seperti itu. Ia berpikir ia hanya akan mendampingi David sebagai wanita cantik yang menemaninya, berhaha hihi dengan tamu - tamu yang lainnya kemudian pulang.
Hingga terbesit di pikiran Rena bahwa David sengaja mempertontonkan kemesraaan mereka berdua di depan Aleta dan Varrel.
Rena dapat merasakan sorot mata cemburu dari tatapan Aleta padanya. Tapi ia bisa apa? David sendiri yang melakukan itu semua, dan ia sudah berjanji untuk berakting menjadi pacar David malam ini.
Setelah acara sambutan dan lainnya, akhirnya ada acara bebas dengan Live music. Banyak tamu yang turun ke lantai untuk berdansa di iringi oleh alunan musik romantis.
"Aleta, ayo kita berdansa," ajak Varrel pada Aleta. Aleta terlihat enggan namun ia beranjak juga.
"Kalian tidak berdansa juga?" tanya Varrel pada David dan Rena.
"Mungkin..." Rena hendak menjawab mungkin lain kali, tetapi David terlebih dahulu menjawabnya.
"Tentu saja, ayo sayang!" Ujar David sambil menawarkan tangannya kepad Rena. Rena memandang David meminta untuk tidak berdansa, tetapi David hanya tersenyum dan berkata, " Sayang, tidak usah malu,"
Bersambung...
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.