
Rena berusaha melepaskan ikatan pada tangannya, namun ia tidak berhasil pergelangan tangannya terasa sakit oleh tali yang mengikat tangannya dengan erat.
Di samping itu, David dan juga Gilang sudah memasuki kawasan pelabuhan dan sedang mencari alamat gudang yang sudah di beritahukan oleh Varell. Saat itu cuaca sedang mendung, dan sebentar lagi sepertinya akan turun hujan. Akan tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat David untuk mencari Rena. Ia bertekad untuk menemukan Rena di hari itu juga.
Tiba - tiba saja Gilang menghentikkan mobilnya dengan mendadak.
"Ada apa Gilang?" tanya David dengan melihat sekeliling.
Gilang membuka telepon genggamnya dan membuka pesan gambar CCTV jalan tol, yang menangkap wajah Tompel dan juga Ricky serta mobil yang di gunakannya sebuah van berwarna hijau.
"Mobil itu, mobil yang di gunakan oleh Tompel." ujar Gilang sambil memperhatikan lingkugan di sekelilingnya. Ia pun kemudian memundurkan mobilnya dan mencari tempat parkir yang agak tersembunyi.
Sebelum keluar ia menghubungi anak buahnya yang lain, agar bisa ikut bergabung bersamanya.
Bastian yang sedang bersama Austin pun, melaporkan jika mereka tidak menemukan Aleta, Rena atau pun Tompel di rumah sewaan, dan mereka pun memutuskan untuk menuju ke pelabuhan.
"Kita tunggu bantuan, Pak. Karena kita tidak tahu ada berapa orang yang ada di sana," ujar Gilang saat David hendak keluar dari mobil.
"Aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi, Gilang, aku harus memastikan Rena baik - baik saja." ujar David, lalu keluar dari mobil.
"Pak...." Gilang pun menyerah dan mengikuti David yang berjalan mengendap - ngendap mendekati mobil Tompel yang terparkir di sebuah gudang.
Gilang memberi sinyal pada David untuk tetap di tempat sementara ia memeriksa mobil Tompel untuk meyakinkan jika benar itu mobilnya. Pintu mobil pun tidak terkunci, dan ia pun mulai membuka perlahan pintu mobil itu. Di lihatnya di jok bagian belakang terdapat noda darah yang masih belum kering benar.
"Semoga bukan darah Rena" ucap Gilang dalam batin.
Gilang pun kembali dalam tempat persembunyian David dan dengan kode dari Gilang, mereka berjalan mendekati sebuah jendela. Dari jendela itu, mereka bisa melihat Tompel dan juga Ricky sedang duduk menghadap sebuah meja.Dan Rena duduk tak jauh dari mereka dengan tangan terikat.
"Kurang ajar, akan ku bunuh mereka!" Ujar David dengan geram.
"Pak, sabar Pak!" Ujar Gilang berusaha menenangkan Bosnya.
"Mereka hanya berdua Gilang!" Ujar David.
__ADS_1
"Benar Pak, tetapi kita tidak bisa gegabah. Kita harus mencoba melepaskan Mbak Rena terlebih dahulu." ujar Gilang.
"Posisi Mbak Rena terlalu terbuka. Sangat berbahaya jika kita langsung masuk dan menyerbu sebuah tempat.
David pun akhirnya mengangguk setuju dengan Gilang. Gilang tidak akan mengambil resiko yang membuat nyawa Rena terancam.
Gilang memberi kode untuk mengikutinya. Melalui sebuah jendela yang terhalang tumpukkan barang, Gilang melihat jalan keluar ia membuka jendela itu dengan sebuah pisau swiss army.
"Saya akan mengalihkan perhatian mereka, dan Bapak bisa selamatkan Mbak Rena." ujar Gilang.
David mengangguk dan ia pun perlahan masuk ke dalam gudang itu, tanpa di ketahui oleh Tompel. Gilang pun bergerak ke tempat lain yang berjauhan dengan lokasi David.
Gilang berada beberapa meter di depan pintu gudang, dan ia pun menjatuhkan beberapa buah tong kosong yang ada di pinggiran gudang hingga menyebabkan bunyi yang cukup keras.
Tompel yang mendengar itu pun menyuruh Ricky untuk melihat ke depan.
"Cepat, kau periksa ada apa di depan!" Perintah Tompel.
Ricky keluar dari gudang dan mencari asal suara tersebut. Ia melihat beberapa buah tong berguling di jalanan di antara gudang. Ia pun bersiaga dan memeriksa ke sekeliling tempat itu. Gilang yang berada di tumpukkan tong yang lain, memperhatikan gerak gerik Ricky.
Saat Ricky sudah mulai mendekati tempatnya, Gilang berpindah ke belakang Ricky, dan dengan cepat ia menodongkan senjatanya ke pundak Ricky.
"Buang senjatamu!" Perintah Gilang.
Ricky mengangkat tangannya, lalu membuang senjatanya.
Gilang hendak memukul kepala Ricky untuk membuatnya pingsan, akan tetapi Ricky mengelak dan menendang senjata Gilang, sehingga mereka pun terlibat dalam perkelahian tangan kosong di gudang tong itu.
...*******...
"Ricky!" Teriak Tompel dari tempatnya berdiri, namun tidak ada jawaban dari luar. Ia pun menjadi waspada karena Ricky sudah terlalu lama berada di luar.
Karena curiga terjadi sesuatu,Tompel kemudian mendekati Rena dan hendak membuka ikatan Rena. Kesempatan itu di gunakan David untuk melumpuhkan Tompel. Dengan ujung ganggang pistolnya, David memukul Tompel hingga terhuyung - huyung dan menjtuhkan senjata Tompel. Tompel segera bangun dan membalas David, hingga David sempat terjatuh dan kehilangan senjatanya pula. Mereka pun sama - sama berkelahi dengan tangan kosong, hingga David memukul Tompel cukup keras dan ia pun terjatuh ke lantai.
__ADS_1
David segera berlari mendekati Rena.
"Sayang! Aku di sini!" Ujar David sambil membuka ikatan tangan Rena.
"David!" Teriak Rena dengan suka cita melihat David yang ada di sana dan menyelamatkannya.
Melihat Tompel yang segera bangun, David pun segera membawa Rena keluar dari gudang itu dan bersembunyi di belakang barang - barang yang bertumpuk di area pergudangan itu.
"Yang, apa kamu baik - baik saja?" tanya David sambil memeluk Rena. Rena pun mememeluk David melepas kerinduan.
"Apa mereka yang sudah menyakitimu sampai seperti ini?" tanya David yang khawatir melihat kondisi Rena. Ia pun memeriksa luka di kepala Rena dan pergelangan tangan Rena. Serta luka memar yang ada di wajah Rena.
"Aku baik - baik saja, Yang." jawab Rena yang tidak ingin membuat David khawatir.
"Alexander David Mahendra!" Keluarlah aku tidak takut padamu!" Teriak Tompel, sambil mencari David dan juga Rena. Di tangannya ia menggenggam sebuah senjata api.
"Kamu tunggu di sini, Yang," pinta David sambil menunjuk suatu tempat persembunyian. Ia berniat melawan Tompel sebelum Tompel menemukan dirinya dan juga Rena.
"Nggak Yang. Jangan pergi!" Ujar Rena sambil memeluk David. Ia tidak ingin David pergi meninggalkannya.
"Yang, aku bisa menghadapinya. Aku akan segera kembali," ujar David dengan yakin sambil menatap Mata Rena. Rena menggeleng tidak ingin melepaskan David karena ia baru saja bertemu dengan David dan tidak ingin berpisah lagi.
"I'm going to be okay," ujar David berusaha meyakinkan Rena kemudian mengecup bibir Rena.
Rena pun terpaksa melepaskannya dan menunggu David di tempat persembunyian yang di tunjuk olehnya.
Sementara itu, Ricky dan Gilang masih berkelahi dengan menggunakan benda apa pun yang dapat di gunakan untuk membela diri. Mereka saling hantam dan memukul dengan susah payah. Sampai akhirnya Gilang bisa melumpuhkan Ricky dan membuatnya pingsan.Akan tetapi Gilang pun mengalami luka yang cukup parah.
Bersambung...
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan juga hadiahnya.
__ADS_1