Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Tempat Istimewa


__ADS_3

"Ya ada Bang, tapi... gini loh Bang, Rena kan sudah janji mau masakin makan malam buat David...." ucapan Rena terpotong oleh Austin.


"Makan malam? Tadi bilangnya mau masakin makan siang, sekarang makan malam juga? Ya ampun Rena, apa David juga memperbudak kamu?" tanya Austin dengan intonasi yang tinggi, tidak suka dengan apa yang di dengarnya.


"Bukan begitu Bang. Abang dengerin dulu." Rena berusaha menerangkan pada Austin.


Austin menunggu penjelasan dari Rena. Karena, jika David memperbudak Rena, ia tidak akan tinggal diam.


"Rena pernah masakin David dan ternyata David suka masakkan Rena. Jadi Rena janji mau masakin David makan malam. Tapi, Rena pikir lebih baik Rena buatin makan siang aja buat David. Gitu Bang. Bukannya David memperbudak Rena." ujar Rena menerangkan pada Austin agar tidak terjadi salah sangka.


Austin berdecak.


"Kok kamu rajin banget masakin makanan buat David? Abang aja belum pernah kamu masakin!" Protes Austin.


"Abang mau Rena masakin? Nanti Rena kirim kesini ya Bang? Abang nggak usah beli makan siang," tawar Rena membujuk Kakaknya agar memberinya ijin.


"Emang kamu bisa masak?" tanya Austin sambil manaikkan satu alisnya. Seingatnya waktu remaja Rena tidak pernah belajar memasak.


"Bisa, sedikit - sedikit Bang," ujar Rena tersenyum.


"Ya udah, Rena pulang dulu ya Bang. Nanti Rena kirim masakannya ke sini! Dah Abang!" Ucap Rena lalu mengecup pipi Abangnya dan berjalan cepat keluar dari ruangan kantor Austin sebelum Austin melarangnya.


Austin hanya geleng - geleng kepala melihat tingkah adik satu - satunya itu.


Di luar ruangan kantor Austin. Gilang sedang berdiri menunggu Rena.


"Ayo Gilang, kita pulang!" Ajak Rena sambil berjalan ke arah lift..


"Pulang Mbak," tanya Gilang heran.


"Iya, pulang. Ayo cepat!" Jawab Rena sambil melihat jam tangannya.


Gilang pun segera mendahului Rena dan memencet akses lift turun. Tak sampai setengah jam, Rena sudah sampai di rumahnya dan langsung menuju ke arah dapur untuk bersiap - siap untuk memasak.


Rena berencana memasak makanan Indonesia. Ayam goreng serundeng, tumis acar kuning, balado cumi dan tahu goreng serta sambal yang di makan dengan nasi merah. Kali ini Rena membuatnya dengan beberapa porsi. Untung saja ada Bi Sumi yang membantunya untuk menyiapkan bahan - bahan yang Rena butuhkan.


Setelah sejam lebih memasak. Rena memasukkan semua yang ia masak ke dalam beberap kotak lunch box dan selebihnya ia akan berikan untuk pekerja di rumahnya.


Setelah semuanya beres, Rena segera naik ke kamarnya di lantai dua dan mandi. Ia mengenakan baju terusan berwarna maroon dengan casual vest berwarna cream, serta high hels senada berwarna cream.


Setelah di rasanya cukup, Rena pun melangkah keluar di temani oleh Gilang. Tak lupa ia menyuruh Tirta, supir keluarga mereka untuk mengantarkan lunch box untuk Kakaknya, Austin. Sedangkan Rena dan Gilang menaiki mobil menuju ke kantor David.


Akhirnya sampailah Rena dan Gilang di Mahendra Tower. Gilang memarkir mobil Rena di bassement di tempat khusus yang telah di sediakan untuk para petinggi perusahaan itu. Setelah itu, Gilang memandu Rena menuju ke ruang VIP, bukannya lift biasa.


Gilang tidak berkata, namun menujukkan kartu akses lift VIP yang ada di tangannya pada Rena sambil tersenyum.


"Ah, tentu saja Gilang pasti punya." batin Rena.


Mereka pun menaiki lift itu dan sampai cepat ke lantai 60 tempat kantor David berada.

__ADS_1


"Selamat siang, Mbak Rena," sapa Ratih sambil berdiri.


"Siang Ratih, Pak David ada?" tanya Rena.


"Ada Mbak. Biar saya kasih info kepada Pak David kalau Mbak Rena datang," ujar Ratih hendak mengangkat interkom di ruang kerja David.


"Nggak usah Ratih, biar saya masuk sendiri aja." ujar Rena sambil melambaikan tangannya, mencegah Ratih memberitahukan tentang kedatangan dirinya.


Rena sengaja tidak memberitahu David tentang kedatangannya karena ia ingin memberi kejutan untuk David dan Ratih pun mengerti maksud dari Rena.


"Gilang, kamu tidak usah masuk, saya hanya akan makan siang dengan Pak David," ujar Rena meminta Gilang untuk tetap berada di luar ruangan kantor David.


"Tapi Mbak...." protes Gilang di potong oleh Rena.


"Tidak apa - apa Gilang, saya kan sama Pak David dan ini, makan siangmu. Istirahatlah dulu." ujar Rena sambil memberikan Gilang kotak makan yang di sodorkan oleh Rena.


Gilang mengangguk dan Rena pun segera masuk ke dalam ruang kantor David.


Ruang kantor David tampak sepi dan setelah mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, Rena tidak melihat David di mejanya.


"Yang, ini aku Yang." jawab Rena sambil mendekat ke asal suara David, dan ke arah meja kerjanya.


"Aku disini Yang!" Terdengar lagi suara David dan Rena mengikuti asal suara itu.


Begitu sampai di meja kerja David, barulah Rena melihat David.


David sedang terlentang di bawah kolong meja kerjanya.


"Iya Yang, sebentar," ujar David, dan tak lama kemudian ia keluar dari kolong meja.


"Kamu lagi apa Yang?" tanya Rena heran melihat tindakan David.


"Kamu mau tahu?" tanya David sambil tersenyum.


Rena mengangguk.


"Sini Yang!" Panggil David.


Rena ragu - ragu, jadi dia masih diam saja di tempatnya.


"Sini Yang! Cepat!" Ujar David sedikit memerintah.


Rena pun melangkah mendekat dan langsung di tarik turun oleh David.


"Coba kamu masuk ke sana," ujar David sambil bergeser memberi ruang bagi Rena untuk masuk ke kolong.


"Untuk apa?" tanya Rena ragu.


"Lakukan saja!" Ujar David sedikit memaksa.

__ADS_1


Rena pun perlahan merebahkan dirinya dan masuk kedalam kolong meja dengan posisi terlentang seperti tadi yang David lakukan. Setelah itu David pun masuk dengan posisi yang sama, kemudian menyalakan lampu senter handphone di tangannya.



Anggap seperti ini 😁 kesibukkan Rena dan David di bawah kolong meja😂


"Lihat, aku menemukan apa yang kamu cari waktu itu," ujar David sambil menyinari ukiran nama 'Austin dan Rena'


Rena pun tersenyum dan menyentuhnya.


"Saat itu Abang Austin yang membuatnya." ujar Rena tersenyum seperti mengenang saat ia dan Austin berada di bawah kolong meja itu dan Austin yang membuat nama ukiran mereka. Dulu kolong itu terasa sangat lebih luas di bandingkan pada saat ia dan David berada di kolong meja itu.


"Pasti saat - saat itu adalah masa yang paling menyenangkan untukmu dan Austin," tebak David melirik ke arah wajah Rena.


"Ya, saat kita kecil segala sesuatunya terlihat mudah dan menyenangkan," ujar Rena sambil tersenyum kemudian, tiba - tiba Rena mengerutkan dahinya.


"Jadi kamu di kolong meja hanya untuk mencari ini?" tanya Rena ini.


"Tadinya. Tapi kemudian aku membuat ukiran ini." ujar David sambil menggeser senter handphonenya ke samping dan terlihatlah ukiran baru dengan tulisan nama ' David dan Rena'.


Rena tertawa dan menyentuh ukiran namanya dengan David.


"Kamu yang membuat ini?" tanya Rena dengan heran.


Rena merasa geli, karena seorang CEO perusahaan besar yang sangat sibuk punya waktu untuk melakukan hal seperti itu.


"Ya, tentu aku sayang. Siapa lagi?" jawab David sambil beranjak dan mengubah posis tubuhnya yang tadinya terlentang berubah menjadi menyamping menghadap Rena dengan siku kirinya menopang badan.


"Kenapa kamu melakukannya?" tanya Rena menahan tawanya.


"Karena aku tahu, tempat ini sangat istimewa di hatimu, dan aku juga ingin mendapatkan tempat istimewa di hatimu juga." ujar David sambil tersenyum.


"Kamu bisa aja, Yang!" Canda Rena kemudian tertawa.


"Ren, aku memang sudah menanyakannya berulang kali padamu, dan aku akan bertanya lagi." ujar David tampak serius menatap bola mata Rena.


"Menikahlah dengan ku, Ren." pinta David tanpa mengalihkan pandangannya dari manik mata Rena.


Rena tertawa kecil dan menutup munutup mulutnya.


"Aku serius Ren. Aku ingin kamu menikah denganku dan menjadi Ibu dari anak - anakku." ujar David sekali lagi dengan mimik wajah yang sangat serius.


Rena pun kemudian berhenti tertawa.


"Apa kamu benar - benar akan melamarku di sini? Di tempat ini?" tanya Rena sambil memandang kolong meja tempat mereka berdua berbaring.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.


__ADS_2