Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Melahirkan


__ADS_3

Yeay....👏👏 Akhirnya Novel keenam Author tamat juga 🤗 Sekali lagi saya sebagai penulis WPC (Wanita Pilihan Ceo) sangat berterima kasih kepada para reader yang sudah setia meluangkan waktunya membaca karya abal - abal ku ini. Much Love😘 Tapi tenang aja. Abis ini author bakalan buat extra partnya kok.


Author juga mau meminta maaf kalau ada banyak typho dan masih banyak sekali penulisan kata yang masih salah🙏Terima kasih yang sudah sering kasih Vote, koin, like dan komentarnya❤ Jangan lupa mampir di novel author yang lainnya ya!!


Happy Reading semuanya...🤗


...********...


David menyingkap selimut mereka yang menutupi tubuh mereka berdua yang sedang berbaring di atas ranjang, membuat Rena terpekik. Pasalnya mereka berdua tidak menggunakan sehelai benang pun.


David turun ke bawah dan mengecup lembut beberapa bagian di perut Rena yang telah membesar, Membuat Rena tersenyum geli.


Ya, Rena mendapatkan anugerah besar lain dengan kehamilannya yang baru ia ketahui sehari setelah David sadar dari komanya.


Setelah sadar dari komanya. David meminta Rena untuk melakukan tes kehamilan. Dan seperti yang telah David duga, hasilnya menunjukkan jika saat itu Rena sudah mengandung.


Rena sangat terkejut karena selama ini tidak menyangka jika ia tengah mengandung anak mereka selama 3 minggu dan David pun tidak memberitahukannya bagaimana ia mengetahui tentang kehamilannya itu.


Saat ini usia kehamilan Rena sudah berumur 38 minggu, yang berarti sebentar lagi dia akan segera melahirkan bayi yang ada di dalam kandungannya.


"Daddy love you...." ucap David sambil mengecup perut Rena beberapa kali, kemudian berpindah tempat dan mengecup perut Rena di bagian yang lainnya.


"Mommy also love you..." ucap David lagi kemudian mengecup perut Rena di tempat yang berbeda beberapa kali sambil sesekali melirik ke arah Rena yang sedang memandanginya dengan takjub.


"Kenapa sayang? Apa aku terlihat menarik, jika sedang berbicara dengan anakku?" tanya David sambil bangkit dan mendekati wajah Rena.


"Sangat. Sangat menarik," jawab Rena sambil menarik tengkuk David.


"Kamu akan menjadi Ayah yang hebat buatnya;" ujar Rena kemudian mengecup bibir David.


"Aku akan menjadi Daddy yang hebat buatnya dan anak - anak kita yang lainnya," ujar David yang tak mau kalah membuat Rena tertawa kecil.


Mereka memang sering berargument mengenai apa panggilan yang tepat bagi mereka oleh anak - anak mereka.


Rena menginginkan anak - anak mereka memanggilnya Ayah dan Bunda, sedangkan David memilih di panggil Daddy dan Mommy.


"I know Ayah..." balas Rena sengaja mengejek David.


"I'ts Daddy, sayang..." ujar David yang bersikukuh ingin di panggil Daddy.

__ADS_1


"Daddy..." ucap Rena sambil tersenyum genit pada Rena.


"Coba katakan lagi, Yang.... aku suka....sexy..." ujar David dengan bola mata yang menggelap.


"Daddy..." ucap Rena kali ini bermaksud untuk menggoda David.


Tak ayal David pun kembali memagut bibir Rena dan Rena pun membalasnya. Sebentar saja kamar mereka di penuhi oleh suara ******* yang saling memuaskan satu sama lainnya.


David memeluk erat Rena dari belakang, saat mereka baru saja selesai bercinta pagi itu.


"Aku mandi dulu yang," ujar Rena sambil melepaskan pelukkan David dan beranjak


David sebenarnya enggan melepaskan pelukkannya, namun ia tidak ingin melarang Rena dan memperhatikan Rena yang tengah mengandung anaknya berjalan menuju ke arah kamar mandi mereka.


Rena tidak berlama - lama untuk mandi. Setelah selesai ia pun segera mengeringkan tubuhnya dan David pun mandi setelahnya.


Saat Rena tengah berpakaian ia pun merasakan sakit di perutnya terasa kram dan kencang.


"Arrrrrgh..." rintih Rena.


"Yang...." panggil Rena sambil memegang perut bagian bawahnya. Namun, David tidak mendengarnya karena suara air pancuran yang di nyalakan di kamar mandi.


Rena berjalan perlahan sambil menahan rasa sakit ke arah kamar mandi, dan kembali memanggil David sambil membuka pintu.


David yang sedang mandi pun menoleh dan sangat terkejut melihat wajah pucat Rena.


"Yang, kamu kenapa?" tanya David sambil bergegas berjalan ke arah Rena sambil mengenakan handuknya.


"Arkghhhh.... sakit, Yang!" Rintih Rena.


David pun segera membopong Rena ke ranjang dan ia segera berteriak memanggil Jeffri dari depan pintu kamarnya.


Jeffri yang mendengar teriakan David pun langsung berlari ke arah David.


"Ada apa, Pak?" tanya Jefri dengan cemas.


"Rena! Dia kesakitan, sepertinya dia akan melahirkan. Tolong jaga, Rena. Aku berpakaian dulu!" Perintah David sambil berlari ke arah kloset.


"Telepon Eddy, untuk bersiap - siap dan segera hubungi rumah sakit!" Perintah David dari dalam kloset kepada Jefri.

__ADS_1


Jefri pun segera menelepon Eddy, untuk segera menelepon Eddy, untuk menyiapkan mobil dan juga menghubungi rumah sakit tempat Rena biasa memeriksa kehamilannya.


Sementara itu, Jefri juga mengambil koper kecil


yang David dan Rena telah siapkan, jika tiba waktunya Rena bersalin.


David mengambil sembarang pakaian yang dapat di raihnya dan langsung berlari kembali ke arah Rena. Kemudian ia menggendong Rena yang masih merintih kesakitan dan segera berjalan cepat untuk turun ke bawah.


"Sabar Sayang, kita segera ke rumah sakit," ujar David berusaha menenangkan Rena sambil berjalan cepat menuju ke arah mobil Eddy.


David tidak peduli, jika ia tidak mengenakan alas kaki dan segera masuk ke dalam mobil, di ikuti oleh Jefri di bangku depan. Eddy pun segera mengendarai mobilnya dengan kencang menuju ke arah rumah sakit.


"Nafas, Yang. huf....huf...huf..." ujar David sambil mencontohkan pernafasan yang telah Rena dan David pelajari dari terapis persalinan mereka, dan Rena pun mengikutinya.


Tangan Rena mencengkram tangan David dengan kencang setiap kali ia berkontraksi. Sedangkan Jefri sedang sibuk mengontak dokter rumah sakit untuk mempersiapkan persalinan Rena, apalagi ia telah melihat Rena pecah ketuban saat dalam perjalanan. Jefri mengetahui hal ini, karena sudah mengalami persalinan Istrinya.


Saat mereka telah sampai di rumah sakit, perawat telah menunggu mereka dan segera menaikkan Rena ke atas kursi roda dan membawanya ke ruangan persalinan, dimana dokter kandungan Rena telah menunggunya, David pun di perbolehkan masuk karena Rena telah mencampai pembukaan 7 saat mereka sampai di rumah sakit. Hal ini, tentu saja membuat heran, dokter, perawat dan juga Rena yang telah menunggunya.


David pun di perbolehkan masuk karena Rena telah mencapai pembukaan 7 saat mereka telah sampai di rumah sakit, hal ini tentu saja membuat heran dokter, perawat dan juga David. Karena Rena tidak mengalami kontraksi kecuali pagi ini.


"Ibu Rena, saya hitung sampai 3 dorong ya...1.. 2.. 3... push!"Perintah dokter pada Rena, saat di lihatnya pembukaannya sudah sempurna.


"Arrrrrghh!" Teriak Rena saat ia mendorong sang bayi sambil menggenggam tangan David dengan erat. Dan terdengarlah tangisan sang bayi di ruangan itu.


David dan Rena melihat saat bayi mungil itu di angkat oleh dokter dan di serahkan kepada perawat untuk di bersihkan.


"Selamat bayi anda sangat tampan," ucap dokter kandungan Rena dengan tersenyum.


"Kamu berhasil sayang," ucap David lalu mengecup kening Rena dengan lembut.


Walaupun lelah, senyum tersungging di bibir Rena. Mereka berdua tampak sangat bahagia. Apalagi saat perawat menyerahkan putra pertama mereka kepada David dan juga Rena.


"Bapak sudah ada nama untuk putra Bapak?" tanya perawat yang memegang kertas sambil mencatat sesuatu.


"Brayen Adams Mahendra" ucap David, sambil memandang wajah putranya dengan penuh kasih sayang.


David dan Rena pun kemudian saling berpelukkan, mereka kembali mengingat perjalanan panjang mereka yang di penuhi oleh lika liku, karena tidak ada kebahagiaan yang di dapat tanpa adanya pengorbanan dan itu semua telah mereka lalui bersama - sama.Hingga akhirnya bisa mendapatkan kebahagiaan yang sempurna seperti ini.


...***** TAMAT *****...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan juga hadiahnya.


__ADS_2