Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Informasi Tentang Rena


__ADS_3

Rena menelan ludah, mendengar pernyataan dari David. Tetapi ia harus bisa membuat David percaya bahwa ia dan Austin hanyalah teman biasa.


"Pak, saya dan Austin hanya berteman saja. Dan sudah saya katakan, saya menganggap Austin sebagai Kakak saya, dan begitu pula sebaliknya. Dan saya sudah berjanji untuk menemaninya hari ini." ujar Rena.


"Saya janji akan ke rumah Bapak nanti untuk membicarakan masalah kita, tapi saat ini ada hal lain yang harus saya lakukan," ujar Rena memberi pengertian pada David.


Tiba - tiba Alvin menelepon hand phone David. Awalnya David enggan mengangkat telepon Alvin karena ia sedang berbicara dengan Rena. Namun, karena Alvin tidak berhenti meneleponnya, dia angkatnya juga panggilan telepon dari Alvin.


"Ada apa?" tanyanya dengan kesal pada Alvin.


Alvin yang mengenali nada suara dari David yang sedang tidak ingin di ganggu pun langsung meminta maaf.


"Maaf Pak, saya ingin melaporkan tentang hasil pencarian identitas Mbak Rena," ujar Alvin.


Mendengar hal itu, David langsung bersemangat dan melirik ke arah Rena.


David bergeser beberapa langkah menjauhi Rena.


"Sudah kau temukan identitas aslinya? tanya David dengan suara yang rendah.


"Sudah Pak," jawab Alvin.


"Dan?" tanya David dengan tidak sabar.


"Untuk hal ini, saya tidak bisa bicara melalui telepon Pak. Bapak sekarang ada di mana? Biar saya yang menemui Bapak" ujar Alvin.


David melirik ke arah Rena yang sedang menunggunya, kemudian ke arah Austin yang juga sedang melihatnya dengan tidak sabar.


"Temui aku di rumah, aku segera pulang!" Ujar David pada Alvin, kemudian memutus sambungan telefonnya.


David melangkah mendekati Rena.


"Aku tunggu kamu di rumah nanti sore," ujar David kemudian mengecup pipi kanan Rena.


Rena tidak menduga David akan melakukan hal itu, sehingga ia pun tidak sempat menghindar.


"Mati aku!" Umpat Rena dalam hati sambil melirik ke arah Austin.


Mungkin saat itu keberuntungan sedang berpihak pada Rena, sehingga di antara dirinya dan Austin terdapat beberapa orang karyawan apartemen yang berjalan dengan membawa sebuah papan banner cukup besar. Rena pun bernafas cukup lega mengetahui Abangnya tidak melihat David menciumnya.

__ADS_1


"Rena, aku serius dengan yang aku katakan! Kalau kamu tidak datang nanti sore, aku sendiri yang akan menjemputmu," ucap David memecah perhatian Rena.


"Iya Pak," jawab Rena.


David pun berbalik ke arah pintu keluar, dari perjalanannya, ia masih menatap Austin dengan pandangan tajam, begitu pula Austin.


"Abang, ayo!" Ajak Rena sambil menarik lengan Austin yang masih melihat mobil David yang bergerak menjauh dari apartemen Rena.


"Kamu apa - apaan sih, Na! Kan, Abang udah bilang jangan berhubungan dengan dia! Kok kamu malah pergi sama dia?" ujar Austin dengan kesal.


Selama ini Austin sudah berusaha menutupi identitas asli Rena dari pencarian anak buah Malvin. Ia khawatir jika Rena berhubungan dengan David, identitas Rena akan segera terbongkar.


"Maaf Bang, Rena hanya mengerjakan pekerjaan Rena," ujar Rena mencari alasan.


"Memang kamu kerja dimana? Kok bisa sampai berhubungan dengan dia?" tanya Austin penasaran.


"Kita bicara di atas aja ya, Bang. Nggak enak juga kan kalau di dengar orang," ujar Rena sambil melihat sekeliling mereka. Saat itu lobby apartemen ada beberapa orang yang sedang berlalu lalang dan duduk di sofa yang di sediakan.


Austin pun menyadari hal itu dan ia pun mengangguk.


"Kita ke mobil aja, Na. Abang mau ajak kamu ke makam Ayah dan Bunda," ujar Austin dengan nada yang lebih lembut.


Rena tersenyum dan mengangguk.


"Kamu belum jawab pertanyaan Abang, Na. Kamu kerja di mana dan kenapa kamu bisa bertemu dengan David?" tanya Austin lagi, saat mereka sudah berada di dalam mobil dan Austin mengendarai mobilnya.


Aku harus bilang apa ke Abang? Pikir Rena.


Austin masih menunggu jawaban dari Rena.


"Aku kerja di... PT. HUBB, Bang." akhirnya Rena teringat salah satu perusahaan yang ia pernah datangi bersama Gita.


"Oh ya? Sebagai apa?" tanya Austin lagi.


"Marketing. Itu sebabnya Rena ketemu Pak David tadi. Ada berkas yang harus Rena berikan." ujar Rena.


Austin terlihat berpikir dan mengerutkan keningnya


"Bagus Na, kalau kamu sudah bekerja di sana, tapi yang Abang heran, kenapa David terlihat.. posesif sekali pada kamu?" ucap Austin mengungkapkan rasa herannya.

__ADS_1


"Itu... sebenarnya bukan begitu, Bang. Pak David mengira, Abang mau berbuat yang tidak - tidak sama Rena. Pak David juga kan nggak tau kalau Abang Kakak Rena." ujar Rena memberi alasan.


Austin pun mengangguk seperti menerima alasan Rena.


"Ya sudah Na, tolong kamu jaga jarak, hubungan kamu dengannya hanya untuk urusan pekerjaan saja. Jangan melibatkan dirimu dalam masalah," ujar Austin.


Austin menyadari, adiknya itu memiliki paras yang sangat cantik, yang bisa membuatnya dalam masalah apabila bertemu dengan pria - pria yang mempunyai kuasa seperti Malvin Dirgantara dan Alexander David Mahendra.


"Iya Bang," jawab Rena merasa lega.


****


David segera mengendarai mobilnya untuk kembali ke rumahnya. Ia mengendarai dengan sangat cepat karena tidak sabar ingin mengetahui siapa sebenarnya Adrena Clarissa Putri yang telah memikat hatinya.


Walaupun hatinya sedang kesal karena mengetahui Rena menghabiskan waktu dengan Austin, tetapi ia pun tidak bisa memaksa Rena untuk mengikuti semua kemauannya


Sesampainya di rumah ia menghentikkan mobilnya di halaman drive way rumahnya seorang pelayan langsung menghampirinya dan menangkap kunci mobil yang di lemparkan oleh David padanya. Pelayan itu pun langsung memasukkan mobil mewah David itu kembali kedalam garasi.


David melangkah masuk dan bertemu dengan Jery.


"Dimana Alvin?" tanya David langsung.


"Saya di sini, Pak." jawab Alvin yang sedang menghampirinya dari salah satu sofa di ruangan itu.


David berjalan menuju ke dalam ruang kerjanya di lantai dua di ikuti oleh Alvin. Alvin langsung membuka pintu kerja David dan David langsung duduk di bangku kerjanya. Sedangkan Alvin langsung menutup pintu ruang kerja itu dan berjalan menuju tempat David duduk.


"Apa yang kamu temukan mengenai Rena?" tanya David segera.


"Ini laporan keuangan dari Bagaskara dan Ayudiyah, orang tua angkat Rena dan juga data dari panti asuhan 7 tahun yang lalu," ujar Alvin.


"Saya menemukan bahwa Ayudiyah Bagaskara menerima transfer sejumlah uang dari suatu rekening pribadi di Swiss dari seorang yang bernama Jason Iskandar. Begitu pula panti asuhan mendapatkan dana yang besar 7 tahun yang lalu, juga dari orang seseorang yang bernama Jason Iskandar.


"Siapa Jason Iskandar?" tanya David.


"Hal itu, sudah saya selidiki, Pak. Tetapibsebelum itu Bapak harus menonton rekaman interogasi Mira Handono yang saya dapat dari Gilang," ujar Alvin sambil memverikan handphonenya pada David.


David langsung menerima Handphone Gilang dan memperhatikan rekaman video berdurasi sekitar 10 menit itu dengan seksama. Di akhir Video ekspresi wajah David langsung berubah.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.


__ADS_2