Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Rencana Penculikan Rena


__ADS_3

Ting!


Bunyi pintu lift akan segera terbuka. Mereka pun membuka mata dan tersenyum menyadari mereka sudah sampai di lantai kantor David. David menggandeng tangan Rena beranjak keluar dari dalam lift dan berjalan di lorong menuju kantornya.


"Selamat siang Pak, Bu" sapa Ratih sambil berdiri saat melihat kedua pengantin baru itu datang.


"Selamat siang Ratih," jawab David.


"O iya. Apa saya ada janji siang ini?" tanya David pada Ratih.


Ratih melihat jadwal di komputernya.


"Sepertinya tidak Pak. Tapi nanti coba saya konfirmasikan dengan Pak Alvin, jika ada jadwal baru yang masuk." jawab Ratih.


"Tidak usah. Tolong jangan ganggu saya selama dua jam ini. Saya ingin makan siang dengan Istri saya." ujar David.


"Dan tolong bilang pada Alvin juga," tambah David lagi.


"Baik Pak, akan saya sampaikan." ujar Ratih sambil mengangguk.


Rena pun masuk ke dalam ruangan kantor David bersama dengan David.


"Kamu masak apa buat aku hari ini?" tanya David sambil berjalan menuju ke arah meja rapat dimana kotak makan dari Rena itu sudah tersedia di sana.


"Aku membuatkanmu masakan rumah, aku harap kamu suka." ujar Rena sambil berjalan ke arah wastafel dan mencuci tangannya. David pun melakukan hal yang sama.


Setelah mereka duduk, Rena membukakan kotak makan David dan David pun langsung tersenyum lebar.


"Kelihatannya lezat," ujar David sambil menghirup aroma masakan rumah yang di buat oleh Rena. Hari itu, Rena memasakkanya semur daging, dengan sayur capcay dan tahu goreng tepung serta perkedel.


"Kamu pasti capek memasak ini buat aku," ujar David sambil menggenggam tangan Rena.


Rena menggeleng.


"Ini tidak sesulit yang kamu bayangkan," ujar Rena sambil tertawa kecil.


"Lagian di rumah banyak yang membantuku," tambah Rena sambil membuka kotak makannya.


"Yang, kamu bisa membuka jaketmu di sini," ujar David sambil melirik pada jaket panjang yang di kenakan oleh Rena.


"Uh... ah... nanti saja," jawab Rena dengan salah tingkah.


"Apa kamu sedang menyembunyikan sesuatu?" tanya David sambil menaikkan satu alisnya.


"Apa? Aku tidak menyembunyikan apa - apa. Ayo makan, nanti keburu dingin, tidak enak." ujar Rena mencoba mengalihkan pembicaraan sambil meraih sendok makan David dan menyuapinya dengan makanan yang di masaknya.


David pun menerima suapan Rena.


"Enak sayang, makasih ya." ujar David sambil mengunyah makanannya.


"Aku suapin lagi ya." ujar Rena sambil mengambil lagi satu sendok nasi dari kotak makan David dan menyuapinya.


"Duduk sini, Yang. Aku suapin kamu," ujar David sambil menepuk pahanya meminta Rena untuk duduk di sana.


Rena pun pindah duduk di pangkuan David dengan menyamping, sehingga ia masih bisa menyuapi David begitu pula dengan David.

__ADS_1


Mereka pun saling menyuapi satu sama lain, sambil sekali - kali tertawa karena bergurau. Setelah selesai makan. David berjalan ke arah meja kerjanya dan Rena mengikutinya.


David mengecek telepon genggamnya sebentar, sementara Rena duduk di dekatnya sambil menyandarkan pinggulnya di pinggir meja kerja David. Ia tampak gelisah.


Melihat hal itu, David menarik Rena dan mendudukkannya di pangkuannya.


"Apa yang kamu sembunyikan sayang?" tanya David sambil membuka kancing long coat Rena satu persatu.


"Sudah aku bilang tidak ada." jawab Rena sambil tersipu.


Namun David sudah terlanjur melihat gaun merah di balik jaket panjang yang di pakai oleh Rena.


"Buka Yang, aku ingin lihat apa yang kamu pakai di balik jaket itu." pinta David sambil mengecup pipi Rena.


"Aku memakai ini buat kamu, Yang." ujar Rena akhirnya mengakui. Ia pun beranjak dari duduknya dan mulai membuka long coat yang menutupi gaun seksi yang di kenakannya.


Gaun mini yang berwarna deep red yang terbuat dari bahan satin dengan model V neck yang dalam serta tali yang menyilang di bagian punggung membuat penampilan Rena terlihat sangat seksi dan menggoda.


Darah David langsung berdesir, jakunnya pun naik turun dan merasakan juniornya yang berkedut - kedut. Dan David pun meraih tangan Rena dan memainkan jemarinya.


"Kamu sangat cantik sayang," puji David sambil menatap lekat tubuh Istrinya yang terbalut gaun mini itu.


"Aku akan memberimu ekstra hari ini," ujar Rena memberanikan diri kemudian mengambil buku kasih sayang mereka dan kotak pengundian kemudian meletakkannya di depan David.


"Hmm... berapa banyak yang bisa aku undi hari ini?" tanya David sambil menyeringai. Bola matanya menggelap karena gejolak gairah yang ada di dalam dirinya.


"Satu sekarang dan satu lagi nanti malam," ujar Rena sambil melingkar - lingkarkan rambutnya dengan jarinya.


David bangkit dari duduknya dan berdiri di depan Rena. Ia kemudian mencium bibir Rena dengan penuh nafsu. Sementara tangannya sudah bergerilya di paha Rena dan naik ke atas menyingkap ujung gaunnya.


David tersenyum penuh arti, kemudian memasukkan tangannya ke kotak pengudian. Ia membuka gulungan kertas yang ada di tangannya sambil sesekali melirik ke arah Rena bagaikan pemangsa yang sedang mengawasi korbannya.


Setelah melihat nomor yang ada di gulungan itu, David membuka halaman buku mereka. Dan setelah melihat isi halaman buku itu, David menyeringai dan menatap Rena seperti pemangsa.


"Kamu akan sangat menyukai ini, sayang." ujar David dengan suara berat, kemudian menaruh buku itu di meja dan langsung mengangkat tubuh Rena keatas meja kerjanya, membuat Rena terpekik tertahan.


Tanpa memberi kesempatan pada Rena untuk bertanya, David ******* candunya dan merebahkan Rena di meja kerjanya. Kemudian ia menciumi tubuh Rena di setiap inchinya dan turun ke bawah.


Rena melirik ke arah buku mereka dan melihat halaman yang di buka oleh David dan ia pun menelan ludahnya menyadari apa yang akan di perbuat oleh David.


David menyeringai dan mengangkat kaki Rena ke atas untuk melepas pengaman segitiga satin merah milik Rena. Kemudian, perlahan ia menciumi kaki Rena, mulai dari pergelangan, naik ke betis dan terus naik, sambil melirik ke arah Rena dan akhirnya ia menarik kaki Rena yang ada di pundaknya sebelum ia menurunkan kepalanya disana. Menyantap apa yang ada di hadapannya.


Dalam sekejap saja deru nafas Rena sudah naik turun dan mulutnya mengeluarkan suara ******* yang sudah tidak bisa di tahan lagi.


"Daaaaviiiid...." desah Rena memanggil nama suaminya saat tubuhnya bergetar dan meremas rambut David dengan sangat kencang.


Skip. Adegan selanjutnya bisa di lanjutkan dengan versi kalian masing - masing😂😂😂


...*******...


Di kediaman Rumah Malvin Dirgantara pagi itu, Malvin baru saja terbangun dari tidurnya. Di sebelahnya Mira yang masih tertidur lelap. Di pandanginya wajah Mira, wanita yang telah di nikahinya seminggu yang lalu.


Mira telah mengikutinya selama 7 tahun lebih dan telah menyatakan perasaannya selama itu. Tetapi Malvin tidak pernah membalas perasaan cinta Mira selama ini. Ia hanya memanfaatkannya saja, karena Mira akan melakukan apa saja yang ia pinta.


Namun, di pagi itu ada perasaan bersalah di hati Malvin saat memandangi wajah Mira. Di singkapnya selimut yang menutupi tubuh Mira perlahan, menyingkap tubuh tanpa busana Mira.

__ADS_1


Sebuah gundukan tidak teralu besar namun mulai terlihat di perut Mira. Di rabanya perlahan gundukan itu sambil tersenyum, kemudian di kecupnya.


Calon jabang bayi yang ada di dalam perut Mira adalah anaknya, darah dagingnya. Walaupun ia hadir bukan di perut wanita yang sangat di cintainya. Tetapi perlahan ia mulai mencintai makhluk kecil yang berada di sana.


Mira menggeliat perlahan, namun tidak terbangun. Mungkin karena merasakan apa yang baru saja Malvin lakukan.


Telepon genggam Malvin bergetar memecah perhatiannya. Ia pun meraih telepon genggamnya itu dan membaca pesan yang tertera di dalamnya.


Semuanya sudah siap untuk malam ini, Pak.


Malvin pun menarik nafas dan menghembuskannya kembali.


Hari ini, ia telah menyuruh anak buahnya untuk menculik Rena, setelah selama satu minggu terakhir ini, ia sangat kesulitan untuk menemui Rena karena ketatanya penjagaan dari David untuk menjaga Rena. Dan hari ini, ia melihat kesempatan itu datang.


Malvin pun menolak untuk bekerja sama dengan Aleta. Ia melihat kebencian di mata Aleta kepada Rena, dan ia tidak menyukainya. Ia memutuskan untuk bertindak seorang diri, tanpa melibatkan Aleta.


Malvin berjalan ke arah luar balkon kamarnya dan medial nomor telepon Arka.


"Arka, aku tidak ingin ada yang terluka malam ini. Kerjakan dengan baik dan hati - hati." ujar Malvin mengingatkan Arka.


"Ya Pak," jawab Arka.


Malvin menoleh ke arah kamarnya dan memandangi Mira dari kejauhan.


"Maafkan aku Mira, aku harus melakukannya," ucap Malvin dalam batin.


Sementara itu, Arka yang baru saja memutus percakapan teleponnya dengan Malvin menarik nafas panjang.


Ia sebenarnya tidak ingin melakukan hal ini karena teringat akan janjinya dengan Almarhum Alfaro. Tetapi loyalitasnya kepada Bosnya itu, membuat ia mau tidak mau harus melakukannya. Ia berharap Bosnya itu tidak akan menyakiti Rena.


"Bos, kenapa tidak kita lakukan saja sekarang?" tanya Tompel.


"Tidak. Kau sudah dengar kan apa kata Bos, kan? Nanti malam sesuai rencana. Dengan banyaknya orang, penjagaan di sekitar mereka pasti akan semakin melonggar, dan di saat itulah kita bisa langsung membawanya." tepis Arka dengan tegas.


"Bukankah sudah terlambat jika di lakukan nanti malam?" ujar Tompel lagi berusaha meyakinkan Arka untuk melakukan aksi mereka saat itu juga. Ia terlihat sangat sangat tidak sabar.


"Hei Tompel! Apa kau tidak dengar dengan perkataanku?! Apa kau mau membantah perintahku?" tanya Arka dengan kesal pada Tompel dan mengangkat kerah baju Tompel.


"Maaf Bos maaf," ujar Tompel.


"Jangan membantah! Dan segera kerjakan apa yang aku suruh, mengerti?!" Tanya Arka sambil menatap tajam ke arah wajah Tompel yang ada di depannya.


"Si...Siap Bos, siap!" Jawab Tompel tergagap.


Arka tidak menggubris perkataan Tompel lagi dan segera pergi keluar ruangan itu dengan kesal.


...******************...


Yuk, tekan tombol likenya yang banyak. Ingat! Nggak boleh pelit - pelit😢Author juga udah kasih bab ini panjang banget loh. Jangan lupa kasih vote dan hadiahnya juga ya agar author lebih semangat lagi untuk nulisnya dan jangan lupa selalu tinggalkan jejak baca kalian ya🤗


Makasih...


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.


__ADS_2