
Rena segera beranjak dan mengikuti David. "Bapak tidak usah ikut biar saya sendiri aja, Pak." ujar Rena sambil berjalan di samping David. Ia merasa tidak enak merepotkan David.
"Kamu mau pulang sendiri?" tanya David sambil memandang Rena.
"Ya Pak,"
"Ini," ujar David sambil meraih tangan Rena dan memberikan sebuah kunci mobil.
"Saya nyetir sendiri, Pak?" tanya Rena heran melihat ada kunci mobil di tangannya.
"Katanya kamu mau pulang sendiri," ujar David sambil melipat tangannya di depan dada.
"Iya, tapi...." ujar Rena kikuk. Rena pikir ia akan pulang bersama dengan Eddy.
"Eddy tidak ada Pak?" tanya Rena ragu - ragu.
"Eddy libur hari ini," ujar David dengan wajah datar.
"Ayo, katanya mau pulang!" Ujar David lagi.
Aduh, gimana ini? Ia harus menyetir sendiri mobil David? Pikir Rena.
Rena pun menekan kunci mobil dan sebuah suara Bip terdengar dari antara mobil - mobil yang terparkir di garasi mobil rumah David.
Ia pun berjalan ke sana dan mendapati mobil lamborgini berwarna kuning menyala lampunya saat ia menekan kunci mobilnya. Rena menelan ludahnya.
"Pak, apa nggak ada mobil lain?" tanya Rena menoleh pada David yng sedang berjalan di belakangnya.
"Ada, kamu mau mobil yang mana?" tanya David sambil memandang garasi mobilnya.
Rena melihat arah pandang David dan mendapati sederatan mobil mewah yang terparkir di sana. Ferrari, Bugati, Rolls Royce, Koenigseed dan masih ada beberapa lainnya yang Rena tidak hafal nama - namanya.
"Sama saja!" Ucap Rena dalam batin frustasi.
"Saya naik taksi saja, Pak," ujar Rena sambil menyodorkan kunci mobil David, namun tidak di terima oleh David.
"Taksi, tidak bisa sampai ke sini," ujar David kemudian ia menambahkan, " Kalau kamu tidak percaya, coba saja."
Rena mencoba mencari taksi online, melalui handphonenya, namun setelah sepuluh menit menunggu, tak juga mendapatkan taksi yang ia cari.
"Gimana?" tanya David, menahan senyumnya melihat Rena tidak berhasil mendapatkan taksi. Rena pun pasrah dan mulai menaiki mobil lamborgini David di bagian pengemudi dan menyalakan mesinnya.
__ADS_1
Tiba - tiba David masuk dan duduk di sampingnya.
"Bapak mau apa?" tanya Rena.
"Saya tidak mengantarkanmu, tapi saya yang akan membawa pulang mobil ini setelah sampai di tempatmu," ujar David dengan cueknya sambil memasang sabuk pengaman.
"Ayo, sudah jalan!" Ujar David yang melihat Rena hanya terdiam.
Rena benar - benar di buat speechless oleh Alexander David Mahendra!
Rena mulai mengendarai mobil David. Meskipun, ia bisa mengendarai mobil, tetapi mengendarai mobil mewah David saat berada di sebelah David terasa sangat berbeda. Rena merasa kikuk dan grogi.
"Santai Rena, jangan grogi. Kami tidak ingin menabrakkan mobil ini bukan?" ujar David menoleh pada Rena yang sedang mengendarai mobilnya.
Rena melirik David sekilas dan menggigit bibir bawahnya. Kesal pada David namun juga merasa was - was mengendarai mobil mewah itu.
Jalanan saat itu, belumlah padat karena hari masih pagi dan orang banyak yang libur bekerja di hari sabtu.
Rena mulai terbiasa dan menambah kecepatan laju mobil itu. Ia pun mulai merasa lebih rileks dan mulai terbiasa tersenyum.
"Kamu ada janji dengan siapa?" tanya David yang memang ingin tahu, ia teringat percakapan telepon Rena yang samar - samar di dengarnya kemarin pagi,"
Apa ia menemui orang yang di panggilnya Abang kemarin? Sepertinya ia memang berjanji untuk menemuinya, pikir David.
Rena berdehem.
"Teman," jawab Rena singkat. Toh, tak semua rahasia harus Rena ia ceritakan pada David.
"Aku harap, ia bukan teman yang istimewa karena aku akan sangat cemburu!" Ujar David.
David tidak menutup - nutupi apa yang ia rasakan, ia pun sudah bertekad untuk mendapatakan hati Rena.
Rena langsung menoleh ke arah David, tidak percaya apa yang telah di dengarnya.
Apa iya baru saja mengatakan cemburu?
"Lihat jalanan di depanmu Rena!" Seru David memperingatkan Rena, dan Rena pun langsung memperlihatkan jalanan di depannya.
Tiba - tiba Handphone David berbunyi dan David pun mengangkatnya mengetahui siapa yang meneleponnya
"Halo Oma," sapa David pada Almalia Mahendra, Ibu dari Almarhum Ayah David.
__ADS_1
"Alexander David Mahendra! Kapan kamu akan mengenalkan pacarmu pada Omamu ini?" tanya wanita yang telah membesarkannya itu, melalui sambungan telepon.
David tertegun. Dari mana Omanya tahu mengenai hal itu? Batin David.
"Oma mengenai itu..." ujar David berusaha menjelaskan pada Omanya.
"Apa kau sengaja membiarkan Oma mu ini mengetahuinya melalui media?" tanya Oma pada David.
Media? Media apa? Dan David teringat pada pencari berita yang mengambil foto dirinya dengan Rena tadi malam di acara launching fil Damian.
Ia pun menepuk jidatnya.
Rena yang sedang menyetir menjadi tidak berkosentrasi melihat David yang terlihat gugup. David tersadar dan melirik ke arah Rena. Ia berdehem.
"Ya Oma, David rencananya akan memberitahu Oma mengenai hal itu, hanya menunggu waktu yang tepat saja," jawab David dengan rasa percaya diri. Di liriknya Rena sekali lagi.
"Kapan waktunya yang tepat David? Oma dan Opa akan segera kesana, kami sudah tidak sabar ingin bertemu dengan pacarmu itu!" Ujar Omanya sedikit menuntut.
"Bulan depan akan David perkenalkan, karena dia belum siap bertemu dengan keluarga," ujar David memberi alasan.
"Omong kosong David! Kalau kalian berani tampil di muka umum, mana mungkin kalian tidak siap memberitahukan pada keluarga. Kau bahkan tidak memberitahukan Audrey mengenai hal ini!" Ujar Oma sedikit kesal karena David sudah memiliki pacar namun tidak memberitahukan kepada keluarga, bahkan adiknya Audrey.
Audrey adalah adik David satu - satunya, tetapi saat ini ia tidak tinggal di kota B. Ia sedang kuliah di Australia dan pulang hanya satu bulan sekali.
"Oma dan Opa akan datang minggu depan, bawa pacarmu dan perkenalkan kepada kami!' Ujar Oma sebelum ia menutup panggilan teleponnya.
David menghela napas, ia sama sekali tidak menyangka Oma akan menanyakan hal itu.
David pun segera mengecek berita dan menemukan foto dirinya dengan Rena yang turun dari mobil dan berjalan ke karpet merah sambil berpegangan tangan. Mereka berdua saling tersenyum dan tampak sangat serasi, apalagi dengan pakaian mereka yang senada.
Di atas foto itu tertulis, "Siapakah wanita yang telah menarik perhatian pengusah muda Alexander David Mahendra?"
Foto itu memang mengambil angle Rena dari samping, bukan dari depan wajahnya. Walaupun ia terlihat sangat cantik, tetapi tentu sangat sulit untuk mengenali identitas Rena, karena Rena bukanlah selebriti atau pun publik figure yang dapat dengan mudah di kenali wajahnya.
Rena sangat terkejut dan mengerem mobil yang di kendarainya secara mendadak saat dari sudut matanya ia melihat berita yang sedang di baca oleh David.
Bruk! Jedaar!
Terdengar suara hantaman dari belakang bagian mobil!
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika kasih banyak typho.
Jangan lupa untuk selalu like, komen, vote dan hadiahnya.