Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Abian Syahlendra


__ADS_3

Tadi malam manager HRD meneleponnya dan memberitahukan bahwa Rena akan kembali ke Divisinya, dan ia tidak bisa membantah karena hal itu adalah perintah langsung dari Alvin, asisten Alexander David Mahendra, CEO Mahendra Enterprise.


Zelda tidak tahu pasti siapa orang yang ada di belakang gadis cantik yang duduk di depannya. Yang pasti dia adalah seorang petinggi di perusahaan tempatnya bekerja, entah itu Alvin atau Alexander David Mahendra sendiri.


"Bagaimana pekerjaanmu Rena, apa yang sudah kami pelajari selama seminggu ini?" tanya Zelda ingin tahu mengenai progres belajarnya selama ia mengikuti Manda.


"Saya sempat membantu Gita berunding dengan PT. HUBB Bu Zelda. Selain itu, saya perlu banyak belajar," jawab Rena tidak menyinggung perlakuan Manda. Rena memang tidak suka membicarakan keburukan orang lain.


Namun tentu saja Bu Zelda sudah mengetahui hal itu dari desas desus yang ia dengar dari Dika, asistennnya.


"Kelihatannya kamu cocok bekerja sama dengan Gita. Tadi pagi pun Gita sudah sempat meminta kamu untuk menjadi rekannya. Apa kamu setuju Rena?" tanya Bu Zelda.


"Ya Bu, saya senang bekerja sama dengan Gita. Kalau Ibu mengizinkan saya senang sekali bisa menjadi rekan Gita," ujar Rena dengan sopan.


Bu Zelda mengangguk.


"Baik Rena. Mulai sekarang kamu akan bekerja sama dengan Gita. Kalian saling support satu sama lain dan kalian berdua yang akan menghandle PT. HUBB untuk saat ini. Ibu Andini pun sangat senang dengan cara kerja kalian," ujar Bu Zelda dengan tersenyum. Ia berpikir jika Rena memang lebih baik bekerja sama dengan Gita dari pada bersama Manda.


"Terima kasih, Bu." ujar Rena dengan tersenyum. Ia senang sekali bisa bekerja sama dengan Gita.


"Oke Rena silahkan kembali ke ruanganmu, semoga kamu bisa memberikan yang terbaik bagi perusahaan kita," ujar Bu Zelda.


Rena pun beranjak dan menyalami tangan Bu Zelda, kemudian keluar ruangan kantor Manager Marketing dengan tersenyum.


*****


David sedikit kesal karena Rena menutup pembicaraan telepon mereka tapi ia tahu sudah waktunya untuk Rena bekerja. Ia sendiri yang menekankan karyawannya untuk selalu tepat waktu jika bekerja.


David mem - browsing halaman website dealer mobil langganannya dan mencari mobil untuk Rena. Ia berencana membelikan mobil untuk pacarnya itu. Ia tidak mungkin membiarkan Rena mengendarai motor lagi. Membayangkan Rena mengenderai motor saja sudah membuatnya khawatir.


Setelah beberapa saat ia pun mengontak pemilik dealer itu langsung dan memesan sebuah mobil untuk Rena. Ia menginginkan mobil yang di pesannya secara khusus bisa tersedia secepatnya.


Mengetahui bahwa Alexander David Mahendra yang mengontaknya langsung, bukan asistennya ataupun karyawannya yang lain. Pemilik dealer mobil itu langsung mengusahakan dan menjajikan akan mengirimkan mobil itu besok pagi. Sebenarnya David menginginkan mobil itu bisa tersedia hari ini, tetapi karena mobil yang di pesannya berwarna khusus, sehingga pemilik dealer hanya bisa mengusahakan hingga besok pagi, dan David pun setuju. David tersenyum membayangkan wajah Rena saat ia menerimanya.


Setelah menghadiri beberapa meeting penting hari itu, akhirnya tibalah makan siang yang di nantikan David. Ia menunggu Rena di kantornya tidak sabar. Sebentar - sebentar di liriknya jam di pergelangan tangannya.


****


Rena dan Gita senang sekali akhirnya mereka bisa bekerja bersama. Kebetulan memang hari itu Gita memang ada jadwal untuk closing deal dengan PT. HUBB.

__ADS_1


Rena dan Gita pun berangkat ke sana untuk bertemu dengan Ibu Andini.


Rena tersenyum geli, saat mengingat ia baru saja dari sana pagi ini untuk mengelabui Austin. Untung saja Abangnya itu mempercayainya.


Di depan ruang kerja Ibu Andini di lantai 55 di gedung PT. HUBB, Rena dan Gita menemui sekretaris Ibu Andini.


Namun hari itu, Ibu Andini datang terlambat karena ada suatu urusan yang mendadak dan urgent.


"Mbak Rena dan Mbak Gita bisa menunggu sebentar di ruang tunggu kami, Ibu Andini akan segera datang," ujar Erina, sekretaris PT. HUBB.


"Baik Mbak Erina, kami akan menunggu," ujar Gita.


Gita dan Rena pun menunggu di ruang tunggu tak jauh dari ruangan Ibu Andini.


Sekitar 10 menit kemudian, pintu ruang tunggu terbuka.


"Mbak Gita dan Mbak Rena dari Mahendra Enterprise?" terdengar suara seorang laki - laki. Rena sepertinya pernah mendengar suara itu, entah dimana. Dan saat menoleh, ia terkejut.


Laki - laki itu adalah orang yang dia tabrak tadi pagi di depan lobby gedung PT. HUBB.


Laki - laki itu mengenali wajah Rena itu pun tersenyum lebar.



Rena dan Gita saling pandang.


"Perkenalkan saya Gita," ujar Gita sambil menyalami Abian.


"Saya Rena," ujar Rena.


"Kita sudah pernah bertemu pagi tadi," ujar Abian sambil tersenyum.


"Ya, saya minta maaf sekali lagi karena menabrak anda tadi pagi," ujar Rena merasa tidak enak.


"Tidak apa - apa saya tahu anda tergesa - gesa," ujar Abian.


"Mari keruangan saya dan kita akan membicarakan proyek kerja sama kita," ujar Abian sambil membuka pintu dan mempersilahkan Rena dan Gita untuk berjalan menuju ke ruang kerja Abian.


Abian di usianya yang masih muda, sudah sangat lihat dalam bertransaksi bisnis. Ia pun akhirnya menyelesaikan proyek kerja sama mereka.

__ADS_1


"Terima kasih Pak Abian, kami lega sekali akhirnya kerjasama kita bisa berjalan lancar," ujar Gita.


"Saya pun ikut senang jika di kemudian hari kita bisa bekerja sama lagi," ujar Abian. Sambil bersalaman dengan Rena dan Gita. Ia pun mengantarkan kedua gadis itu keluar dari ruangannya.


"Maaf, bisa saya meminta nomor telepon kalian?" tanya Abian tiba - tiba. Ia belum memiliki nomor telepon Rena dan juga Gita.


"Tentu Pak," jawab Gita dan mereka pun saling bertukar nomor telepon.


Setelah itu, Rena dan Gita pun berjalan keluar menuju ke lantai dasar.


Rena melihat jam tangannya dan saat itu waktu telah menunjukkan pukul 12 siang. Ia sudah terlambat untuk janjinya dengan David. Ia yakin David pasti sudah menunggunya dengan tidak sabar. Namun Rena berharap David tidak mencarinya di Divisi Marketing.


Benar saja, tak lama setelah itu David meneleponnya.



"Rena, kamu ada di mana?" tanya David. Terdengar nada tidak sabar dari suaranya.



"Aku masih di tempat klien dan baru saja selesai meeting," jawab Rena sambil berjalan menjauhi Gita. Mereka berdua sedang menunggu mobil operasional kantor di lobby.


"Biar aku jemput sayang. Kamu ada dimana?" tanya David lagi.


"Di gedung PT. HUBB," jawab Rena.


"PT. HUBB?" ujar David dengan nada terkejut.



"Iya. Atau kamu mau menunggu aku di kantor? Aku dan Gita sedang menunggu mobil" ujar Rena.


"Tidak usah, kamu di sana aja. Aku jemput sekarang," ujar David.


Dan ia pun menutup percakapan teleponnya.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu like, komen, vote dan hadiahnya.


***** Selamat Menunaikan Ibadah Puasa *****


__ADS_2