
Malvin kembali dengan tergesa - gesa ke ruangan tempat acara berlangsung. Saat ia sampai di sana acara baru saja selesai dan tamu undangan sedang berjalan ke arah pintu keluar.
Malvin pun berjalan cepat ke arah pintu keluar mencari sosok Renatta Azaria, namun saat ia melihatnya, ia terlambat. Renatta telah masuk ke dalam mobil bersama dengan David dan tak ada yang dapat Malvin lakukan selain memukul tembok yang ada di sampingnya.
"Sialan kamu David!" Umpat Malvin tertahan sambil mengepalkan tangannya.
*****
David dan Rena tersenyum saat menaiki mobil. David sudah mengatakan pada Austin bahwa ia akan mengantarkan Rena pulang, dan Austin mengijinkannya.
"Mobilmu baru?" tanya Rena mengomentari mobil Roll Royce Phantom David yang belum pernah di tumpanginya itu.
"Aku membelinya untukmu," ujar David.
"Untukku?" tanya Rena heran.Ia tidak pernah meminta David untuk membelikannya mobil baru atau meminta David untuk mengganti mobilnya.
"Ya, kita akan membutuhkannya." ujar David sambil tersenyum.
"Bagaimana perasaanmu, Yang?" tanya David mengalihkan pembicaraan sambil mengelus rambut indah Rena yang tergerai.
"Rasanya.....campur aduk," ujar Rena.
"Maksudku memperkenalkan menjadi Renatta Azaria kembali, terasa canggung buatku. Aku tahu, itu adalah namaku. Tetapi, setelah memakai nama Adrena Clarissa Putri untuk sekian lama, rasanya..... cukup aneh," ungkap Rena.
"Bagiku sama saja memanggilmu Rena atau pun Renatta. Aku mencintai keduanya." ujar David sambil tersenyum menggoda.
"Dan jangan kuatir, orang juga akan terbiasa. Lagi pula tak lama lagi orang akan memanggilmu, Mrs. David," tambah David sambil menaikkan alisnya beberapa kali saat menyebutkan kalimat terakhirnya.
"Memangnya siapa yang akan menikah denganmu?" ucap Rena menanggapi godaan David.
"Kamu," jawab David tanpa ragu.
__ADS_1
"Aku tidak pernah mengatakan 'iya'." ucap Rena sambil memainkan sisi rambutnya yang terurai dengan jari tangannya.
"Memang kamu belum mengucapkannya sayang, tapi tubuhmu itu tidak bisa menolaknya. kita tertarik satu sama lain," tutur David dengan penuh percaya diri.
Rena tertawa mendengar ucapan David yang terlalu yakin itu.
David mengerlingkan matanya.
"Kamu menyangkal?" tanya David dengan memincingkan matanya.
"Bukannya menyangkal tapi hal seperti itu sulit di buktikan," ujar Rena tidak ingin mengakui ketertarikannya terhadap David.
"Membuktikannya sangat mudah," ujar David sambil bergeser mendekati Rena.
"Yang! Apa yang kamu lakukan? Ada Eddy!" Pekik Rena tertahan melihat gelagat David yang mendekati dirinya dalam jarak yang intim.
Rena berpikir David tidak akan melakukan apa - apa, jika ia tahu ada orang lain yang sedang bersama dengan mereka, namun David menyeringai merespon ucapan Rena.
Rena memekik tertahan dan menutup mulutnya, kemudian memukul dada David yang bergerak mendekat.
David pun mengaduh terkena pukulan tak keras dari Rena dan berpura - pura kesakitan.
Rena memutar bola matanya melihat tingkah David yang seperti anak kecil, kemudian ia tertawa pelan.
Belum lagi usai tawa Rena.David telah membungkam mulut Rena dengan sederet kecupan, sembari menarik tubuh Rena mendekat ke arah David.
Rena tidak berontak dan membiarkan David mengecup bibirnya. Ia sudah terbiasa dan menikmatinya.
"Katakan kalau kau tidak menginginknnya, Rena." ujar David saat ia berhenti mengecupnya.
"Aku memang tidak menginginkannya." ucap Rena sambil menggeleng dan menahan tawanya.
__ADS_1
Mendengar hal itu David pun merasa tertantang.
Di serangnya lagi bibir Rena. Kali ini dengan lebih kasar, namun Rena masih mengelak dan duduk menjauh. Melihat hal itu David menangkap tubuh Rena dari belakang dan mendekatnya erat.
"Lepaskan Pak David!" Seru Rena sambil tertawa.
"No way! You are mine Rena!" Jawab David terus mendekap erat Rena. Sementara Rena berusaha melepaskan dekapan David sambil tertawa.
"Oke, oke, oke! Aku menyerah!" Ujar Rena akhirnya karena tidak bisa melepaskan diri dari David setelah beberapa saat.
"Lepas Yang," pinta Rena lagi sambil berhenti tertawa dan mengatur nafasnya.
David pun melepaskan pelukannya dan menghadapkan Rena ke arahnya.
'Kamu cantik sekali malam ini, Yang." ucap David sambil memandang dan mengelus wajah Rena.
"Apakah kamu menginginkan sesuatu?" tanya Rena sambil tersenyum
David tersenyum dan menjawab, " Ya aku mau,"
David pun mencium bibir Rena dengan lembut, mengecupnya beberapa kali hingga Rena membalasnya, menautkan bibir dan bertukar saliva.
...********...
*Ayo...ayo para readerku yang mau crazy up, atau pun double up jangan lupa kasih like yang banyak yah. Ingat tinggalkan juga jejak komentar kalian. Author juga selalu menunggu sajen vote dan jangan lupa kasih hadiahnya juga berupa 🌷 dan ☕.
Makasih....🤗*
Bersambung.....
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.