
Rena pun mendekat dan ikut melihat foto yang di berikan oleh Oma David.
Foto yang ada di tangan David adalah foto keluarga David yang terdiri Oma, Opa, Mama, Audrey, yang saat itu berusia 5 tahun dan juga David kecil, yang berusia 8 tahun bersama Kakek Burhan, Nenek Shella, Alfaro, Syahnaz, Austin kecil yang berusia 4 tahun dan juga Rena yang di gendong dalam pelukkan Syahnaz Ibunya.
David dan Rena terkesiap, mereka berdua sama sekali tidak menyangka bisa melihat foto itu. Apalagi David sendiri tidak mengingatnya. Karena ia masih sangat muda pada saat itu.
David dan Rena saling pandang sebelum ia menarik ke atas foto kedua. Baik Rena maupun David tidak bisa mengalihkan pandangannya dari foto itu.
Foto seorang bayi perempuan yang sedang mengemut jarinya, menatap ke arah kamera di atasnya, sementara di sampingnya wajah tersenyum David kecil, sedang mendongak menatap kamera foto.
David dan Rena benar - benar tidak menyangka bahwa mereka pernah bertemu jauh sebelumnya, 22 tahun yang lalu dan mereka melihatnya dalam sebuah foto di hadapan mereka.
Audrey pun ikut mendekat dan memperhatikan foto - foto itu.
"Mungkin kalian memang berjodoh," gumam Audrey.
Opa dan Oma tersenyum, kemudian berkata, " Kami bahkan berencana menjodohkan kalian saat itu, kalau saja...."
Kalimat itu terhenti dan wajah Oma tiba - tiba menjadi murung begitu pula Opa, Audrey dan juga David.
Hanya Rena yang tidak paham apa yang terjadi. Matanya menatap foto - foto itu, kemudian ia mengambil foto pertama yang ia lihat bersama David.
Ia memperhatikan foto wanita yang sedang berdiri di dekat Audrey kecil dan ia mengenalinya.
Bukankah ini Ibu Andini? Apakah Ibu Andini adalah... Mama David? Pikir Rena dengan sangat terkejut.
...****...
Dalam perjalanannya pulang ke kota B, setelah mampir ke beberapa perusahaan David di kota C David sudah tidak terlalu murung lagi. Tampaknya, aktivitasnya selama mengecek perusahaan di kota C, David telah mengalihkan pikirannya.
Ia bernyanyi - nyanyi kecil mengikuti suara musik yang di hubungkan dengan Ipodnya. Musik berganti, lanjut dengan intro lagu sempurna dari Andra and The BackBone.
__ADS_1
"Untuk kamu, Rena...." ujar David kemudian mulai bernyanyi mengikuti alunan lagu itu sambil melirik sekali - kali ke arah Rena.
Kau begitu sempurna
Di mataku kau begitu kau begitu indah
Kau membuat diriku akan selalu memujamu
Di setiap langkahku..
Ku kan selalu memikirkan dirimu.
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu...
"David...." ucap Rena sambil menahan senyumnya melihat tingkah David.
Kemana larinya Ceo angkuh dan Songong yang dulu di kenalnya itu?
Kau adalah darahku...
Kau adalah jantungku....
Kau adalah hidupku...
Lengkapi diriku.
Oh sayangku, kau begitu sempurna, sempurna...
Di akhir lagu itu, David meraih tangan Rena dan mengecup punggung tangannya.
"Pak David, kenapa aku baru tahu ternyata kamu sangat romantis," ujar Rena menanggapi tingkah David.
__ADS_1
"Adrena Clarissa Putri, aku selalu romantis jika berhubungan denganmu," ujar David sambil mengedipkan sebelah matanya.
Rena tersenyum mendengar jawaban dari David dan mengingat - ngingat apa saja yang David telah lakukan padanya.
"Baiklah, karena kamu sudah sangat baik menyanyi untukku, aku akan mentraktirmu makan malam," ujar Rena.
"Hanya makan malam?" tanya David sambil mengerling nakal.
"Ya, memangnya mau apalagi?" tanya Rena.
"Untuk sekarang makan malam saja. Tapi aku yang pilih kan tempatnya," ujar David dan Rena pun setuju.
David melajukan kendaraannya dan tiba di kota B dalam waktu 2,5 jam. Ia pun langsung menuju ke salah satu restoran yang ada di sana. Namun sayang, karena sudah memasuki jam makan malam. Semua VIP Room telah terisi.Walaupun begitu mereka masih mendapatkan meja di restoran itu.
"Gimana, Ren?" David meminta pendapat Rena
"Ya sudah tidak apa, aku juga sudah lapar," jawab Rena mengiyakan meja yang tersedia untuk mereka.
Mereka berdua pun duduk di meja yang telah di sediakan. Untung saja meja mereka terletak di tempat yang tidak ramai dan tidak banyak di lalui orang.
Ini adalah kali pertama kali mereka berdua makan di depan publik, dan Rena pun tidak ada pilihan lain.
David pun sempat bertemu dengan beberapa koleganya di sana dan karena telah berjanji untuk merahasiakan hubungannya dengan Rena, ia pun memperkenalkan Rena sebagai temannya.
Setelah selesai menyantap makan malam mereka, David dan Rena beranjak meninggalkan restoran itu, ketika tiba - tiba seorang wanita memanggil nama David. Mereka berdua pun menoleh.
Bersambung...
Hai para readerku, Author mau mengucapkan selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin yah🤗
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
__ADS_1
Jangan lupa tekan tombol like, komen, vote dan hadiahnya.