
Mengandung adegan (21+), harap bijak dalam membaca! Untuk anak yang di bawah umur harap skip dulu!
Rena meringis kesakitan dan meremas bahu David dengan kencang, setiap kali David mendorong masuk miliknya yang makin dalam. Keringat membasahi pelipis gadis itu. David mengecup kening Rena untuk menenangkannya. Perlahan rintihan Rena menjadi *******. Semakin ia bergerak cepat, Rena mendesah semakin keras. Akhirnya Rena mendapatkan pelepasannya untuk kesekian kalinya dan David pun mendapatkan pelepasannya di dalam tubuh Rena. Tubuh David terkulai lemas di atas tubuh Rena setelah satu jam lebih mereka melakukan permainan.
Rena tersenyum bahagia setelah melakukannya bersama dengan David, suaminya. Meskipun tubuhnya merasakan sakit yang sangat saat pertama kali David menyatukan mereka. Setelah itu ia pun menarik selimut untuk menutup tubuh polos mereka dan merapatkan dirinya memeluk Rena dan Rena pun memeluk David, menyandarkan kepalanya di dada bidang David.
"Aku sayang kamu, Ren." ucap David kemudian mengecup pelipis Rena.
...********...
David terbangun dari tidur siangnya bersama Rena setelah bercinta untuk pertama kalinya bersama dengan Rena. Rena masih terlelap di sampingnya, tertidur dengan pulas tanpa sehelai benang pun di tubuhnya. Hanya selimut putih yang menutupi tubuh polos mereka bersama.
David mengelus lembut kulit wajah Rena, mengecupnya perlahan, membuat Rena bergerak dan menyingkap penutup tubuhnya, sehingga David dapat melihat kembali tubuh molek Rena yang baru saja di nikmatinya beberapa jam yang lalu.
Jakun David bergerak naik turun, saat ia merasa juniornya kembali menggeliat dan nafasnya menderu dengan cepat. Rena yang baru bangun dari tidurnya benar - benar tidak bisa menolak, ketika David kembali menyatukan tubuh mereka, kembali bermain dengan ritme yang membuat Rena serasa menaiki roller coaster.
Walaupun tubuh Rena masih terasa pegal - pegal, namun kali ini Rena tidak merasakan sakit seperti saat ia pertama kali melakukannya dengan David.
David melihat Rena sudah tidak kesakitan lagi, David pun merubah posisinya, mengarahkan kaki Rena ke depan dan menekannya hingga Rena mendesah tak tertahankan.
David pun menaikkan ritmenya saat menyadari mereka berdua sudah sama - sama sangat dekat dan akhirnya mendapatkan pelepasan yang hanya berjarak sepersekian detik antara satu sama lain.
"Kamu puas Yang?" tanya David saat mereka saling pandang dan setelah mereka telah sama - sama mendapatkan pelepasan.
Rena malu mengangguk sambil tersenyum.
"Kamu lapar?" tanya David lagi dan Rena pun mengangguk.
Mereka berdua pun sama - sama tertawa.
Aktivitas fisik mereka benar - benar menguras tenaga dan membuat mereka berdua lapar.
"Aku mau mandi dulu, setelah itu baru makan," ujar Rena.
"Aku juga mau mandi. Bagaimana kalau kita mandi sama - sama?" tanya David yang beranjak dan menggendong tubuh Rena ke arah kamar mandi.
Rena memekik karena kaget.Namun, membiarkan David membawanya ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi mereka saling menyabuni satu sama lain. Rena sudah tidak tampak malu lagi pada David. Toh, David sudah melihat dan menyentuh setiap inchi tubuhnya. Dan mereka berdua malah bermain air dan bercanda di dalam ruangan shower, sebelum akhirnya berjalan ke arah dapur dengan memakai bathrobe mereka.
...********...
Rena dan David sedang menikmati dessert mereka di ruang santai. Rena duduk di pangkuan David sambil memegang mangkuk es krim di tangannya. Sebentar - sebentar Rena menyuapkan sesendok ice cream ke dalam mulut David dan mulutnya sendiri sambil bergurau, kadang - kadang berebut sendok yang memang hanya ada satu bersama mereka.
__ADS_1
"Hayo, jangan curang!" Seru David yang melihat Rena menyedokkan ice cream ke mulutnya lebih banyak.
Rena hanya tertawa kemudian menyendokkan sendokan terakhir ice cream yang ada di mangkok itu untuk David.
"Kita mau sampai kapan ada di sini?" tanya Rena.
Mereka berdua sudah menginap semalam di pulau itu dan mereka hanya menghabiskan waktu berdua saja. Yanuar dan Yuli hanya datang saat waktunya membersihkan rumah dan mengantarkan makanan untuk mereka.
"Terserah kamu, sampai seterusnya juga nggak pa - pa," jawab David.
"Serius, Yang? kita mau sampai kapan terus ada di sini?" tanya Rena lagi.
Ia tahu, David pasti tidak bisa lama - lama untuk meninggalkan kantornya. Apalagi pernikahan mereka yang di laksanakan secara mendadak pasti tidak di persiapkan untuk cuti yang panjang.
David pun tampak berpikir.
"Mungkin 3 - 4 hari," jawab David.
Rena mengangguk, tidak keberatan.
"Setelah itu?" tanya Rena.
"Setelah itu, kamu tinggal bersama aku," ujar David, kembali mencuri kecupan di pipi Rena.
Rena tidak merasa heran dengan jawaban dari David. Ia tahu, David pasti akan memintanya untuk tinggal di rumahnya. Bagaimana pun mereka sudah menikah, dan Rena akan tinggal bersama suami.
"Kita jalan - jalan yuk, Yang. Aku ingin lihat - lihat pulau ini," ujar Rena sambil beranjak ke arah dapur dan menaruh mangkuk es krimnya di wastafel.
David pun melirik ke arah jam dinding dan ia pun beranjak.
"Ayuk!" Seru David sambil meraih tangan Rena untuk mengajaknya keluar.
Mereka berdua pun menjelajahi pulau itu. Di pulau itu ternyata terdapat dermaga kecil tempat kapal bersandar, ada dua buah kapal speed boat dan dua buah jetski terparkir di sana.
"Kita naik ini Yang?" ajak Rena sambil melihat kapal - kapal itu.
"Nanti sore saja, Sayang. Ini sudah terlalu panas," ujar David sambil merangkul Rena dan melanjutkan jalan - jalan mereka menyusuri pulau.
"Kamu dapat pulau ini dari mana?" tanya Rena.
"Temanku, dia sedang membutuhkan uang dan menjualnya kepadaku. Tadinya hanya ada satu rumah kecil di pulau ini, lalu aku ganti dengan sekarang yang telah kamu lihat," ujar David.
__ADS_1
"Aku pun baru dua kali datang kesini, saat memutuskan untuk membeli pulau ini, dan sekarang bersama dengan kamu," ujar David sambil tersenyum.
Saat mereka mendekati rumah sebuah helikopter mendekat dan mendarat di helipad mereka.
Alvin keluar dari helikopter itu sambil membawa beberapa barang di tangannya dan Yanuar membantunya membawa barang - barang yang lain.
"Selamat siang Pak, Bu," sapa Alvin dengan tersenyum.
"Siang Alvin. Bagaimana kedaan di kantor hari ini?" tanya David.
"Baik Pak, tidak ada masalah," jawab Alvin.
"Ini, saya membawa titipan barang dari Pak Austin buat Ibu. Dan ada beberapa surat juga buat Bapak," ujar Alvin sambil menunjuk barang - barang yang di bawa oleh Yanuar masuk ke dalam rumah.
"Oke Alvin, terima kasih," jawab David dan Rena.
Mereka pun masuk ke dalam rumah, David dan Alvin tampak serius berbicara di ruang tamu, sementara Rena membawa barang - barang titipan Austin ke dalam kamar.
Barang - barang yang di titipkan Austin sebagian besar adalah hadiah pernikahan yang di berikan oleh teman dan keluarga mereka.
Sambil menunggu David selesai berbicara dengan Alvin, Rena membuka sebagian hadiah yang di terimanya dari teman - temannya dan keluarganya. Dari Mama Ayudiyah Bagaskara, Tasya dan juga Gita. Ia membuka hadiah dari mereka dan tersenyum senang saat melihat hadiah yang mereka berikan.
Rena kemudian membuka hadiah dari Gita. Sebuah kartu ucapan tersemat di atasnya.
*Untuk cantik kesayangan dan suami, aku doakan yang terbaik untuk kalian, semoga langgeng terus sampe kakek dan nenek.
Hanya hadiah kecil yang bisa aku berikan, semoga kalian berdua menyukainya.
Love,
Regita Mikaila.
PS: Ku tunggu hasilnya nanti😉 *
...*********...
Para readerku, maaf baru Up sekarang dari kemarin revisi berulang kali gagal lolos review terus🤕, Maaf kalau Up nya sedikit telat beberapa hari ya.
Author minta tolong jangan pelit - pelit buat kasih likenya dong😢 jangan lupa juga tinggalkan komen kalian dan berikan sajen vote serta hadiah 🌷 atau pun ☕ author tungguin yah...🤗
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan juga hadiahnya.