
David merangkul pinggang Rena dan menuju ke lift VIP. Mereka pun sempat menyapa beberapa karyawan yang masih ada di Lobby kantor itu. Sesampainya di kantor itu, David langsung menarik Rena ke dalam pelukannya dan ******* candunya yang sedari tadi di tahannya.
Rena pun melingkarkan lengannya di leher David dan membalas ciuman panas David dengan sama panasnya.
Ding! Pintu lift pun terbuka di lantai 60 dan mereka pun masih asyik saling memagut bibir satu sama lain, hingga pintu lift tertutup lagi. Rena yang tersadar lebih dahulu segera melepaskan tautan bibir mereka dan tertawa kecil menyadari kelakuan mereka.
"Sabar Yang. Kita belum sampai ke kantormu," ujar Rena sambil memencet tombol buka pintu kemudian berjalan melenggak lenggok meninggalkan David, lalu menengok sesaat untuk menggodanya.
Untung saja Alvin sudah mengosongkan ruang kantor Bosnya itu, sehingga tidak ada orang lain di lantai itu termasuk Ratih yang pulang on time hari itu.
Melihat hal itu, David berjalan cepat menggendong Rena bride style membuat Rena memekik terkejut.
"Yang, apa yang kamu lakukan?" tanya Rena sambil tertawa.
"Menggendong Istriku." jawab David sambil mencium bibir Rena dan membawanya masuk ke dalam kantornya.
Ia pun menurunkan Rena di tengah ruangan kantornya yang temaram dan tampak indah dengan lampu - lampu yanga masuk dari jendela kantor David.
David menarik Rena dan menarik keningnya di kening Rena.
"Happy anniversary, sayang." ujar David sambil memandang kedua manik mata Rena.
Rena terkejut karena David mengingat hari itu. Hari jadian mereka sebagai sepasang kekasih. Rena pun tersenyum bahagia dan melingkarkan tanannya di leher David.
"Happy anniversary, Ayang Babe."jawab Rena sambil memanggil nama kesukaan David dan mereka berdua pun tersenyum.
"Aku punya sesuatu untukmu." ujar David sambil menggandeng tangan Rena ke arah meja kerja besarnya yang terbuat dari kayu yang sangat kokoh. Kemudian ia membuka lacinya dan mengluarkan sebuah amplop dan memberikannya kepada Rena.
"Apa ini?" tanya Rena.
"Bukalah," ujar David sambil bersandar di pinggiran meja kerjanya.
Rena pun membuka amplop itu dan menemukan secarik kertas yang berisikan jadwal penerbangan dari kota mereka menuju ke Los Angeles, California.
"Yang, apa kamu mau mengajakku jalan - jalan ke LA?" tanya Rena heran
"Ya, aku akan menunaikan janjiku, mengajakmu untuk pergi menaiki wahana yang ada di sana," ujar David sambil mengerlingkan matanya.
Rena teringat pada janji David untuk mengajaknya ke taman bermain yang ada di Jepang atau Los Angeles, jika mereka sudah menikah.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Brayen?" tanya Rena.
"Kenapa dengan Brayen? Tentu saja Brayen ikut sayang, dia akan senang sekali berjalan - jalan ke sana," ujar David.
Senyum mengembang di bibir Rena. Bagaimanapun ia tidak bisa di pisahkan lama - lama dari putranya itu.
"Baiklah,kapan kita akan berangkat?" tanya Reja sambil melipat kertas dari David dan menaruhnya kembali dalam amplop.
"Minggu depan," jawab David.Kemudian menarik Rena ke dalam pelukannya.
"Dan untuk sekarang aku ingin menikmati makan malam ku dulu...." bisik David sambil mengecup telinga Rena memagutnya dan memberikan kecupan di sepanjang garis leher Rena.
David membalikkan tubuh Rena dan mengangkatnya ke atas tepian meja kerjanya dan menahannya di sana dengan satu tangan di paha Rena dan tangan yang lainnya di tengkuk Rena.Membuat Rena menengadah sehingga ia bisa membenamkan bibirnya lebih dalam.
Rena merasakan denyutan di titik intinya saat David mengecup dan memberikan tanda kepemilikan di sepanjang leher dan bahu Rena, sementara tangan David bergerilya di pangkal pahanya dan menarik gaunnya ke atas, melepaskan gaun hitam yang melekat di tubuh Rena dengan sekali tarik.
David memandang dengan mata yang menggelap tubuh Rena yang hanya di balut dua buha kain lace yang sangat minim menutup area pribadi Rena dan sepasang stoking dengan garter belt yang membuat Rena tampak sangat menggoda.
"Apa kamu membawa buku kita?" tanya Davud sambil membuka jas yang di pakainya dan melemparkannya ke sembarang arah.
Rena meraih dasi David dan menariknya membuat David mendekat padanya.
Mendengar hal itu, David pun langsung naik langsung ke atas meja kerjanya dan merebahkan Rena di sana.
"Sayangku, malam ini aku akan membuat mu menjerit tak terkendali. Bersiaplah!" Ujar David sambil mengunci tangan Rena ke atas dan mulai mendaratkan kecupan demi kecupan di sekujur tubuh Rena.Malam itu di ruangan kantor David menjadi saksi percintaan panas mereka.
...*****...
Satu Minggu kemudian Alexander David Mahendra mengadakan acara makan siang keluarga dan mengundang beberapa sahabat terdekatnya sebelum mereka pergi ke California untuk liburan.
Siang itu Devan, Kanaya, Abian dan Austin terlihat sedang berbincang - bincang dan David pun mulai menghampiri mereka.
"Ah, Kalian sudah sampai rupanya!" ujar seorang laki - laki bertubuh gagah dan karismatik dengan suara besar maskulin, berjalan ke arah mereka sambil menggendong seorang bayi laki - laki yang tampak menggemaskan. Di sampingnya seorang wanita cantik berjalan mendampinginya.
"David, kemana saja kalian?" tanya Austin sambil menjabat tangan David yang baru datang kemudian meraih Brayen, bayi laki - laki yang sedang di gendong David.
"Come with uncle Austin," ujar Austin dengan mimik wajah yang lucu pada Brayen, keponakannya itu.
Abian dan Devan pun bersalaman dengan David dan wanita yang ada di sampingnya. Setelahnya Abian bergabung dengan Austin untuk bermain dengan Brayen, keponakannya juga.Karena Abian adalah adik tiri dari Alexander David Mahendra.
__ADS_1
"Pak David, Bu Rena.Ini Kanaya sahabat saya. Ay, ini Pak David dan Ibu Rena," ujar Devan memperkenalkan mereka.
"Apa kabar Mbak Kanaya? Kami sering mendengar Pak Devan bercerita tentang Mbak Kanaya," ujar Rena pada Kanaya sambil memeluk cium Kanaya.
"Baik, Bu. Saya sangat senang sekali bertemu dengan Ibu dan Bapak," ujar Kanaya.
"Dan saya ingin berterima kasih atas bantuan Bapak dan Ibu, tempo hari," ujar Kanaya lagi.
David dan Rena tersenyum.
"Tidak usah berterima kasih, Mbak Kanaya. Devan sudah saya anggap sebagai teman saya sendiri, dan saya tidak akan segan - segan membantu teman yang sedang kesulitan." ujar David pada Kanaya.
"Ternyata memang benar apa yang dikatakan Devan ya, Ren. Mereka ini memang mirip sekali dengan kita," ujar David dengan Istrinya sambil tersenyum.
Kanaya mengerutkan keningnya tidak mengerti apa yang di katakan David. Sedangkan Devan merasa kikuk dan memegang tengkuknya.
"Pak David bisa saja," gumam Devan untuk menghilangkan rasa kikuknya. David dan Rena tersenyum kecil melihat ke kikukkan Devan.
"Ayo di icipi makanannya. Kita makan siang santai saja, kebetulan memang kami sedang berkumpul bersama keluarga," ujar Rena sambil meraih lengan Kanaya dan mengajaknya berjalan menuju meja buffet yang menyediakan kudapan - kudapan yang tampak lezat.
Kanaya dan Rena mengambil masing - masing satu dan menyantapnya.
"Bagaimana kabarmu, Mbak Kanaya?" tanya Rena sambil tersenyum pada Kanaya.
Kanaya memandang sekilas wajah Rena.Ia yakin bahwa Rena sudah mengetahui perihal dirinya dan juga Elvano dari Devan.
"Saya.. merasa lebih baik sekarang," jawab Kanaya sambil tersenyum.
"Saya tahu yang Mbak Kanaya alami pasti sangat berat, tetapi Mbak Kanaya harus tetap kuat dan yakin kalau semua itu pasti akan berakhir dengan baik. Pesan saya, persiapkan diri Mbak Kanaya dengan baik dan pikirkan dengan baik segala sesuatunya sebelum mengambil keputusan," ujar Rena dengan tersenyum.
"Baik Bu, akan saya ingat pesan, Ibu," ujar Kanaya sambil mengangguk.
"Ayo kita bergabung dengan yang lainnya," ujar Rena sambil mengajak Kanaya berkumpul bersama yang lainnya di dekat kolam renang.
Rena memperkenalkan Kanaya kepada keluarganya yang lainnya dan Kanaya merasa sangat di terima di rumah itu.
Ya, kehidupan David dan Rena setelah memiliki Brayen menjadi sempurna dan mereka hidup berbahagia.
...******* TAMAT*******...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca Extra Part ini semoga, bisa mengobati rasa rindu para readers pada Kanaya dan Devan. Terima kasih juga yang sudah rela dan ikhlas memberikan vote dan hadiahnya... maaf saya tidak dapat memberikan balasan apa - apa selain doa semoga Allah selalu memberikan rezeki yang berlimpah pada para readers semua. Dan mohon maaf jika ada kekurangan dan sampai jumpa di cerita author selanjutnya. Cheers!