
**Hai..hai para readerku, Yuk, semangatin author dengan memberikan like dan komentarnya yah😄Ingat, jangan pelit - pelit hehehe.
Satu lagi jangan lupa juga berikan sajen vote dan hadiahnya yah..yah..yah..yah...
Happy Reading semuanya...🤗**
Ia teringat perkataan Austin, Kakaknya bahwa David sama saja dengan Malvin, yang berbuat licik dan menghalalkan segala cara. Dan Rena tidak ingin bersama seseorang seperti itu! Pengalaman di masa lalunya mengajarkannya untuk menghindari seseorang seperti Malvin dan David.
Tetapi bagaimana Rena harus menjawab pertanyaan dari David?
"Pak... saya... tidak bisa," jawab Rena.
Ia memutuskan untuk mengatakan saja terus terang.
David tertegun. Pertama kali baginya seorang wanita menolaknya. Di pandanginya Rena.
"Saya mau pulang Pak," ucap Rena, kemudian beranjak dari kursinya. Tanpa menunggu David, ia berjalan keluar dari restoran itu menuju ke parkiran mobil David.
David meletakkan beberapa lembar uang di atas meja dan berjalan menyusul Rena. Ia tidak berkata apa - apa.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil, namun David tidak menyalakan mesinnya.
"Rena, saya akan memberi kan kamu waktu untuk menjawab pertanyaan saya." ujar David sambil bersender di kursi pengemudi.
Apa? Rena mengerutkan keningnya.
"Maksud Bapak? Saya kan sudah menjawab pertanyaan Bapak..." tanya Rena tidak mengerti maksud perkataan dari David.
"Yang kamu katakan tadi bukanlah sebuah jawaban dari pertanyaan saya Rena!" Ujar David sambil menyeringai.
"Saya..." jari telunjuk David menutup bibir Rena menghentikannya dari bicara.
Rena memandang David tidak habis pikir dengan kelakuan pria yang ada di depannya. Jelas - jelas ia sudah menolak permintaannya untuk menjadi pacarnya!"
"Jadi kita mau kemana sekarang?" tanya David sambil menepuk kedua tangannya dan menstater mobil.
"Aku sangat lelah, dan aku hanya akan mengendarai mobil ini ke satu tujuan. Jadi, kita ke apartemenmu atau rumahku," tanya David lagi sambil menoleh ke arah Rena.
Rena tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Ia pun menjadi gusar.
"Bapak pulang saja, saya lebih baik pulang naik taksi!" Ujar Rena kemudian pulang hendak membuka pintu.
__ADS_1
Klek! David memencet tombol central lock yang ada di sisi pengemudi dan membuat semua pintu mobil terkunci ia tersenyum.
Rena mencoba membuka kunci pintu di sisinya,
namun tidak bisa terbuka. Mobil David memang di atur oleh central lock yang hanya bisa di buka dari sisi pengemudi saja.
"Tidak bisa Rena, kamu lupa? Kamu pacar saya malam ini, dan malam belumlah berakhir!" ujar David tersenyum penuh kemenangan.
"Bapak... Bapak mau menculik saya?" tanya Rena dengan kesal.
"Menculik kamu? Saya ini pacar kamu Rena, saya ingin mengantarkanmu. Jadi, kamu mau kembali ke apartemenmu dan aku menginap di tempatmu, atau kita kerumahku dan kita menginap di sana?" tanya David.
"Tentu saja di rumahku ada lebih banyak kamar yang bisa kau tempati, tetapi kalau kamu mau kembali ke tempatmu... aku akan senang sekali tidur bersama denganmu," ujar David dengan memasang wajah polos.
'AAARRGGHHH! Alexander David Mahendra, kamu benar - benar!' Umpat Rena dalam hati sambil memejamkan matanya.
David menahan tawanya melihat Rena begitu kesal dengan apa yang di lakukannya. Dan ia pun mulai mengendarai mobilnya.
"Peluk aku ya, kalau kita tidur bersama," ujar David sambil melihat jalanan yang ada di depannya, tetapi ujung bibirnya melengkung menahan senyuman.
"Ke rumah Bapak saja!" Ujar Rena dengan kesal dan melipat tangannya di depan dada.
Tentu saja Rena memilih tidur di rumah David dan pastinya di kamar yang berbeda dari pada tidur satu kamar dengan David di apartemennya!
"Kamar anda sudah siap Mbak Rena,' ujar Jery dengan sopan.
"Biar saya yang mengantarnya tugas kamu sudah selesai Jery!" Ujar David sambil beranjak dari duduknya.
"Baik Pak," jawab Jery, kemudian berlalu dari ruang keluarga ke tempat Rena dan David menunggu.
"Ayo Rena," ajak David. Rena pun berdiri dan mengikuti David berjalan ke suatu ruangan tak jauh dari sana.
"Ini kamarmu malam ini," ujar David sambil membuka pintu dan membiarkan Rena masuk ke dalam kamar.
Rena memandangi kamar yang cukup luas dengan interior mewah berjalan ke tengahnya dan meletakkan tasnya di atas ranjang. ia mengagumi interior kamar itu dan tidak menyadari David yang ikut masuk dan berdiri di belakangnya, sampai Rena melangkah mundur dan menabrak David.
"Apa yang Bapak lakukan disini?" tanya Rena yang menyadari David ada di dalam kamar bersama dengannya.
"Ini rumahku Rena, kenapa aku tidak boleh berada di sini?" tanya David memasang wajah angkuhnya.
"Tapi ini sudah malam, Pak. Sebaiknya, Bapak jangan berada di sini!" Ujar Rena sambil berjalan mundur, menjauh dari David.
__ADS_1
David tersenyum geli melihat ekspresi wajah tegang Rena.
"Baiklah aku akan pergi.... setelah mendapat kecupan selamat malam dari pacarku!" Ujar David menggoda Rena.
"Pak!" Ujar Rena Protes.
"Ayolah, Rena. Satu kali saja, di sini!" Ucap David sambil menunjuk pipi sebelah kanannya.
"Ingat kamu masih pacarku Rena!"
Rena memutar bola matanya dan menghela nafas.
Akhirnya Rena melangkah dengan enggan mendekati David. Ia kemudian berjinjit dan mengecup pipi David dengan sangat cepat, tetapi David tidak membiarkan Rena untuk melakukan itu saja.
David meraih pinggang dan tengkuk Rena, kemudian mencium bibir Rena dengan lembut selama beberapa detik sebelum ia melepaskannya.
"Selamat malam Rena, mimpi indah." Ujarnya kemudian berbalik keluar kamar meninggalkan Rena yang masih terbengong - terbengong dengan apa yang baru saja terjadi.
**** Flashback Off ****
David beranjak dari ranjangnya dan menuju ke kamar mandi mewahnya yang berada di dalam kamarnya. Ia melakukan aktivitas paginya sambil bersenandung. Setelah itu memakai baju renang dan menutupi badannya dengan bathrobe.
David berjalan keluar dari kamarnya di lantai dua menuju lantai satu dan ia melihat pintu kamar tempat Rena menginap di rumahnya.
Ia tersenyum dan membuka pintu kamar itu. Rena masih tertidur pulas dengan piyama Audrey, adik David. yang Jery siapkan sesuai perintah dari David.
Rena sedang tertidur dengan lelapnya. Ia sama sekali tidak menyadari David yang masuk dan berjongkok di dekatnya dan memandangi wajahnya dari dekat.
"Rena, aku akan merubah apapun alasanmu mengatakan tidak tadi malam. Aku akan membuatmu menyukaiku dan kamu akan menjadi milikku!" Batin David sambil memandangi wajah cantik Rena.
Alexander David Mahendra sudah bertekad untuk memenangkan hati seorang Adrena Clarissa Putri.
Ia pun mengecup kening Rena perlahan, berusaha untuk tidak membangunkannya.
Setelah itu ia keluar dari kamar itu dan menutup pintunya pelan - pelan. Jery yang berjalan tidak jauh darinya terkejut melihat David keluar dari kamar Rena.
"Pagi Jery!" Sapa David tersenyum sambil berjalan ke arah kolam renang di halaman belakang, melewati Jery yang tertegun melihat Bosnya itu terlihat sangat bahagia pagi itu.
Bersambung...
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.