Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Memberitahu pada Alvin


__ADS_3

David yang telah selesai mandi, keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang di lilitkan di pinggangnya.


Rena memalingkan wajahnya melihat tubuh David yang hampir tidak berpakaian itu.


"Sudah Na, kalau mau mandi? Bersih - bersih dulu ada pakaian Audrey di lemari, kamu pakai saja," ujar David sambil menunjuk sebuah lemari pakaian di sudut kamar.


Rena mengangguk dan segera masuk ke dalam kamar mandi.


"Rena...Rena..." gumam David sambil menggelengkan kepalanya, kemudian ia menuju kamarnya yang ada di sebelah.


Sebenarnya David semalam tidak bermaksud untuk tidur satu kamar dengan Rena. Ia hanya memindahkan Rena dari sofa di dekat kolam renang ke kamarnya Audrey. Tetapi saat ia meletakkan Rena di atas ranjang, Rena justru tanpa sadar menarik lehernya dan David kesulitan untuk melepaskan diri dari lengan Rena yang memeluknya dalam tidurnya. Sehingga ia pun tidak ada pilihan selain tidur di sana bersama dengan Rena.


Setelah memakai celana dan kaos pendek selutut, David keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur. Ia berniat membuat roti bakar untuk sarapan pagi mereka.


Tiba - tiba teleponnya berbunyi.


"Selamat pagi, Pak David," sapa Alvin saat David mengangkat teleponnya.


"Pagi Alvin, ada apa?" tanya David langsung.


Tidak biasanya Alvin menghubunginya di hari minggu pagi, jika tidak ada hal yang penting untuk di bicarakan.


"Saya ingin melaporkan bahwa Malvin telah menyisir kota B tadi malam untuk mencari informasi mengenai apa yang terjadi dengan Ibu Mira," ujar Alvin memberitahukan informasi yang di dapatkan dari anak buahnya.

__ADS_1


"Hmmm... apakah ia mendapatkan sesuatu?" tanya David dengan serius.


"Sampai saat ini sepertinya tidak Pak, karena Gilang dan anak buahnya telah membersihkan jejak mereka dengan sangat rapi. Dan sepertinya Ibu Mira tidak bercerita mengenai Mbak Rena kepada Malvin, karena yang ia targetkan tadi malam adalah rekan bisnisnya yang bermasalah dan orang - orang bayaran," lapor Alvin.


"Bagus. Kamu monitor hal ini Alvin. Dan satu hal lagi, aku membutuhkanmu di sini besok, jadi keberangkatanmu ke kota G di batalkan. Minta Pak Agra untuk berangkat ke kota G untuk mengawasi pembangunan hotel di sana," perintah David. Ia mengganti tugas Alvin dengan Agra, salah satu Eksekutif Komite di perusahaannya untuk keluar kota.


"Baik Pak. Nanti, saya akan informasikan kepada Pak Agra. Untuk Mbak Rena sendiri besok bagaimana Pak?" tanya Alvin. Alvin belum mengetahui jika David dan Rena sudah resmi berpacaran tadi malam.


"Rena, akan kembali ke bagian Marketing besok. Tolong, kamu urus segala sesuatunya," ujar David.


"Bapak yakin?" tanya Alvin sedikit heran dengan perubahan sikap Bosnya.


"Apa Pak David sudah tidak tertarik lagi pada Mbak Rena?" ucap Alvin dalam batin.


"Ya Alvin, saya yakin!" Ujar David.


"Alvin, Rena sekarang pacar saya. Pastikan dia mendapatkan perlakuan yang baik di sana, tetapi jangan sampai hal ini di ketahui oleh karyawan yang lainnya," ujar David memberitahukan permintaan Rena. David memang harus memberitahukan kepada Alvin mengenai hubungannya dengan Rena, walaupun ia bukan keluarga, karena Alvin adalah orang kepercayaannya.


Alvin sempat terkejut mendengar hal itu. Ia tidak menyangkan bagaimana David akhirnya berhasil mendapatkan Gadis yang keras kepala seperti Rena.


"Baik Pak. Selamat kepada Bapak dan Mbak Rena!" Ujar Alvin merasa senang dengan berita yang di dengarnya.


"Terima kasih Alvin!" Ujar David sambil tersenyum.

__ADS_1


Alvin memang karyawannya yang paling setia dan yang paling bisa di andalkannya.


"Alvin!" Panggil David tiba - tiba saat mereka akan menutup percakapan telepon mereka.


"Ya Pak?" tanya Alvin siap menerima perintah berikutnya.


"Mulai bulan ini, saya naikkan gajimu menjadi 25%!" Ujar David sambil tersenyum.


"Terima kasih Pak, terima kasih!" Ujar David dengan suka cita!


Alvin benar - benar sangat senang. Dalam hati ia berterima kasih kepada Rena, karena telah membuat susana hati Bosnya itu senang dan ia pun kecipratan!


****


Siang itu Arka duduk di dalam mobilnya memperhatikan gerak gerik Gilang yang sedang duduk di sebuah cafe. Gilang yang berpakaian kemeja hitam yang bagian tangannya di gulung sebatas lengan, terlihat sedang berbicara serius dengan seseorang.


Arka merasa ia harus bertemu dengan Gilang.


Kemurkaan Malvin, Bosnya membuatnya berpikir 10 kali lipat. Bagaimana tidak ia telah menyisir orang bayaran yang berada di kota B, namun tidak ada satu pun orang yang tahu. Sepertinya ini adalah pekerjaan seorang profesional, eksklusif dan rapi.Dan ini hanya di miliki oleh segelintir orang yang bekerja ekslusif yang ia kenal salah satunya alah Gilang Narendra.


Arka dan Gilang telah saling kenal cukup lama. Dahulu mereka berdua sama - sama bekerja pada Alfaro. Saat Alfaro mengalami kebangkrutan dan akhirnya meninggal, Gilang dan dirinya memilih jalan yang berbeda.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk selalu like komen, vote dan hadiahmya.


__ADS_2