Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Wajah Baru Mira


__ADS_3

"Ya... aku bicara jujur. Aku pikir dia itu pelayan di hotel itu, pakaiannya juga hampir sama dengan seragam hotel. Lihat!" Ujar Mira mencari akal sembari memundurkan video CCTV itu. dan menunjukkan persamaan baju wanita itu dengan baju pelayan yang sedang berada tak jauh dari mereka.


Malvin menatap mata Mira yang terlihat di antara perban yang menutupi wajahnya.


Mira memang benar, pakaian wanita itu mirip dengan seragam karyawan hotel yang ada di sana.


"Lantas kenapa kau mendorong dan menamparnya?" tanya Malvin ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi sebelum ia bertemu dengan Alexander David Mahendra siang ini.


"Karena... karena perempuan itu tidak mau mengambilkan aku air! Aku tidak tahu jika dia bukan pelayan di hotel itu," jawab Mira beralasan.


"Kasar sekali Mira! Hanya karena tidak di ambilkan air, lantas ia mendorong seseorang?" batin Malvin.


Malvin juga bukanlah seorang laki - laki yang lemah lembut, tetapi ia mengagumi wanita yang mempunyai kepribadian yang lemah lembut dan baik hati, seperti Renatta Azaria. Wanita yang masih di rindukannya sampai saat ini.


"Mira, itu bukan alasan kau berbuat kasar pada orang lain! Sekarang kau tahu itu, siapa wanita itu, dan lihat apa yang di akibatkannya padamu!" Ujar Malvin justru memarahi Mira.


"Maaf Malvin, aku tidak akan melakukannya lagi," ujar Mira merajuk. Ia takut jika Malvin sampai memarahinya.


Malvin hendak memarahi Mira lagi. tepat saat pintu kamar Mira terbuka dan masuklah Dokter dan dua orang perawat untuk melepas perban yang ada di kepala Mira Handono.


"Selamat pagi Pak Malvin. Kami senang anda ada di sini, kami akan membuka perban Mbak Mira," ujar Dokter pada Malvin sambil menyalaminya.


Malvin pun mereda dan menyalami dokter itu. Ia membiarkan dokter dan perawat itu untuk melakukan tugasnya dan menunggu hingga mereka selesai membuka perban di wajah Mira.


"Bagaimana?" tanya dokter yang merawat Mira sambil memegang cermin di depan wajah Mira yang telah direkontruksinya.


Mira memandangi wajahnya yang ada di depan cermin dan tersenyum. Ia sangat puas dengan hasil yang di dapatnya. Ia memegang dagunya yang terlihat agak lebih runcing dan hidungnya yang terlihat mancung membentuk sudut 106 derajat jika di lihat dari samping. Bentuk hidung yang sangat ideal. Belum lagi bentuk bibirnya yang sekarang menjadi terlihat lebih penuh dan mengundang selera.


Apa yang tidak bisa di beli dengan uang? Bahkan membuat wajah Mira tampak lebih cantik pun bisa di lakukan.


"Sangat bagus dokter.... apakah aku terlihat lebih cantik?" tanya Mira sambil mematut dan memuji dirinya di depan cermin.


"Anda terlihat sangat cantik, Mbak Mira!" Seru sang dokter. Tentu saja dokter itu akan mengatakan demikian.


"Malvin, bagaimana menurutmu? Apakah aku tampak lebih cantik?" tanya Mira yang sedang senang hatinya. Karena melihat wajah barunya dan ia juga lupa tentang kemarahan Malvin tadi.

__ADS_1


Malvin berjalan mendekati Mira dan tertegun saat melihat wajah Mira. Mira mengatakan bahwa ia ingin sekali memancungkan hidungnya, tetapi Malvin juga tidak menyangka bahwa Mira akan merubah bentuk dagunya menjadi agak runcing, dan wajahnya terlihat sangat berbeda.


"Kenapa Mira jadi mirip?" batin Malvin. Malvin memegang dagu Mira dan memperhatikan wajah wanita yang akan di nikahinya beberapa minggu lagi itu.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Malvin pada Mira.


"Aku sedikit melakukan perubahan pada wajahku, kau suka?" tanya Mira sambil tersenyum.


"Sedikit," batin Malvin heran.


Dokter berdehem kemudian berkata, "Kalau tidak ada yang lain yang ingin di tanyakan lagi. Saya akan kembali nanti untuk memberikan obat dan memeriksa Mbak Mira lagi,"


Dokter itu memang sengaja menghindari Malvin, karena ia tahu perubahan yang di lakukannya pada wajah Mira tidaklah sedikit seperti yang di bilang Mira. Dan ia pun segera keluar di ikuti oleh perawat yang bersamanya hingga tinggallah Malvin dan Mira di dalam kamar tersebut.


"Kenapa kau merubah wajahmu seperti ini?" tanya Malvin yang masih tidak habis pikir dengan apa yang Mira lakukan.


"Kenapa? Kau tidak suka?" tanya Mira dengan sedikit takut. Apa hasilnya tidak bagus? Pikir Mira sambil mengangkat cerminnya kembali dan meneliti wajahnya. Hidung mancung sempurna dengan tulang rahang yang ramping, membuat wajahnya terlihat lebih cantik di tambah dengan bibirnya yang tampak sensual. Bagaimana mungkin Malvin tidak menyukainya?


Mira tidak mengerti arti tatapan Malvin padanya.


"Seperti dia?" lalu ia mengangkat cermin bundar itu sekali lagi dan meneliti wajahnya.


"Astaga!" Pekik Mira saat menyadari wajahnya yang sekarang hampir mirip dengan Renatta Azaria.



*****


Malam itu David dalam perjalanan menuju ke Clube House tempat pertemuannya dengan Malvin Dirgantara. David di temani oleh Alvin, dan di antar oleh Eddy. David tidak bisa memenuhi undangan dari Malvin Dirgantara untuk bertemu di siang hari, itu sebabnya ia menemui Malvin malam itu.


Sesampainya di sana Malvin terlebih dahulu sampai dan menunggunya di ruang VIP.


Di depan ruang VIP yang sudah di tentukan. Darwin sudah berdiri di depan ruangan itu. David pun segera masuk ke dalam ruangan itu, sementara Alvin menunggu di luar bersama dengan Darwin.


"David, apa kabar?" sapa Malvin sambil tersenyum dan menyalami David.

__ADS_1


"Baik, apa kabarmu Malvin?" David balik bertanya.


"Seperti yang kau lihat," jawab Malvin lalu mempersilahkan David untuk duduk.


Mereka memesan minuman pada pelayan yang sedang menunggu di dalam ruangan itu.


Setelah pelayan pergi ruangan, menjadi hening.


"Malvin, ada perlu apa kau meminta berbicara empat mata?" tanya David langsung.


"Kau tentu tahu, apa yang akan aku bicarakan," jawab Malvin.


"Hmmm...tidak juga. Apakah ini mengenai calon istrimu?" tanya David tanpa basa - basi.


Malvin tersenyum dan belum sempat menjawab, saat seorang pelayan masuk membawakan pesanan minuman mereka.



"Mira memang telah berlaku tidak sopan terhadap kekasihmu, tetapi apa perlu kau yang melakukan itu terhadap Mira?" tanya Malvin langsung to the point.


Walaupun Malvin tahu,Mira memang keterlaluan saat itu. Tapi ia pun tidak bisa membiarkan David berlaku seperti itu tanpa memandang dirinya sebagai calon suami Mira.


David menatap Malvin sebelum ia menjawab pertanyaan dari Malvin. Ia pun berpikir jika Malvin belum mengetahui jika kekasih yang di maksud Malvin adalah Renatta.


"Calon istrimu telah melukai dan melakukan sesuatu yang telah mempermalukan dan menyakiti calon istriku, dan tidak ada seorangpun yang bisa lolos melakukan itu!" Ujar David.



"Wanitaku bahkan tidak melakukan kesalahan apapun. Apa pantas dia di perlakukan seperti itu. Jadi, Mira memang pantas menerima apa yang ia dapat. Dan Mira seharusnya merasa beruntung karena aku tidak melakukan lebih dari itu!" Ujar David tanpa gentar sedikit pun.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa, like, komen, vote dan hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2