
HAI...HAI PARA READER KU JANGAN PADA PELIT YA NGASIH LIKE, SAJEN VOTE DAN HADIAHNYA😔 KALAU ADA YANG MAU CEPET UPDATE KASIH KOMEN YANG BANYAK DONG! AUTHOR NGERASA SEDIH NIH😢 KALAU ADA YANG KOMEN LEBIH DARI 20. BESOK AUTHOR LANGSUNG UP 4 BAB SEKALIGUS DEH. AUTHOR MAKSA NIH HEHE..
MAACIW....
HAPPY READING....🤗
Suara ombak yang samar - samar dari pecahnya air laut di pantai di bawah mereka, dan hembusan angin pantai, membuat Rena menjadi lebih tenang, belum lagi wangi tubuh maskulin David yang memeluknya.
David menyenderkan punggungnya di sandaran sofa sehingga Rena pun ikut bergeser dan posisi mereka menjadi ikut setengah berbaring dengan kepala Rena bersender di dada David.
David melihat langit di atasnya.
"Lihat Na, langitnya sangat indah!" Ujar David sambil memperhatikan lukisan alam nyata di atas mereka.
Rena mengikuti arah pandang David dan mengiyakan. Langit memang begitu indah malam itu.
"Kamu perhatikan itu Na, itu adalah Ursa Mayor!" Ujar David sambil menunjuk ke arah utara.
"Apa?" tanya Rena yang sudah mulai mengantuk. Hembusan angin sepoi - sepoi dan hangatnya pelukkan David membuat matanya semakin berat.
"Ursa Mayor itu, nama sebuah rasi bintang yang berarti beruang besar!" Ujar David.
Rena berusaha memperhatikan arah yang di tunjuk David. Ia mengernyitkan matanya berusaha mencari gambar sebuah beruang besar di langit. Namun, tak juga di temukannya.
"Tidak ada beruang di langit," ujar Rena.
David tertawa, ingin di jitaknya kepala gadis cantik yang ada di dekapannya.
"Bentuknya memang tidak seperti beruang sungguhan, hanya menyerupai. Lihatlah di sebelah sana!" Ujar David sambil meraih tangan Rena dan mengarahkan jari telunjuk Rena ke arah salah satu titik yang bersinar di langit.
"Di sana dan di sana, dan ekornya di sebelah sana, panjang sampai bintang terang yang di ujung!" David masih berusaha menunjukkan rasi bintang itu pada Rena. Tetapi pikiran Rena yang sudah mengantuk benar - benar tidak dapat membayangkan sebuah beruang dari titik - titik yang di tunjuk David.
Rena hanya menjawab, " Oh iya,"
"Kamu tahu ada mitos mengenai rasi bintang itu?" tanya David yang masih bersemangat untuk bercerita. Ia memang masih mengingat apa yang telah di ajarkan Opanya saat masih kecil. Mereka sering duduk di bawah langit malam memperhatikan binatang - bintang. Dari Opanya lah David mengetahui tentang rasi bintang.
Rena menggeleng sambil menggaruk hidungnya yang terasa gatal. Kepalanya masih bersandar di dada David dan ia sudah benar - benar mengantuk.
__ADS_1
"Menurut Mitologi yunani Ursa Mayor adalah jelmaan dari seorang bidadari cantik yang bernama Callisto. Karena kecantikannya, Dewa Zeus pun jatuh hati padanya....." David mulai bercerita dan ia tidak menyadari, jika Rena sudah tertidur dalam dekapannya.
"... akhirnya Callisto dan Arcas anaknya di jadikan rasi bintang oleh Zeus," ujar David menyudahi setelah bercerita panjang lebar,"
"Ren? Rena?" panggil David namun ia tidak dapat mendapatkan jawaban dari Rena kecuali hembusan nafasnya yang teratur.
"Ya ampun gadis ini, di ceritain malah tidur!" Gerutu David dalam hati.
Rena terlihat sangat nyenyak dalam tidurnya hingga David tidak sampai hati untuk membangunkannya.
********
Rena terbangun pagi itu, oleh suara ombak yang memecah pantai. Ia membuka matanya dan tampak silau dengan sinar matahari yang menembus tirai jedela. Ia pun menutup kembali matanya. Kemudian mengerjap - ngerjapkan matanya, mencoba membukanya perlahan untuk menyesuaikan dengan terangnya cahaya pagi itu.
Rena melihat ruangan tempatnya tertidur dan ia tidak tahu dimana ia berada. Seingatnya ia berada di pinggir kolam renang bersama David tadi malam, tapi kenapa sekarang ia berada di atas ranjang?
Rena mencoba untuk duduk, namun sesuatu yang berat menahan pinggangnya.
Perlahan Rena membuka selimut yang menutupi tubuhnya, dan ia pun sangat terkejut menemukan tangan seseorang berada di pinggangnya!
Dengan reflek Rena langsung memindahkan tangan itu dan berbalik arah!
David yang sedang tidur pun melonjak berdiri mendengar teriakan Rena.
"Ada apa, Na?" tanyanya dengan waspada melihat sekeliling ruangan itu. Setelah tidak menemukan apa - apa ia pun memandang Rena.
"Kamu kenapa teriak - teriak? Ada apa?" tanya David dengan gusar namun juga khawatir.
"Ba.. Bapak ngapain di sini?" tanya Rena di antara takut dan juga gugup melihat reaksi David.
"Ya ampun Rena! Aku pikir ada apa!" Ujar David sambil bernafas lega sekaligus kesal karena Rena sudah mengagetkannya saat ia tidur.
"Bapak ngapain di sini?" tanya Rena lagi, sambil menatap David meminta penjelasan.
"Ya tidur Na! Emang kamu aja yang boleh tidur?" jawab David sambil menahan tawanya melihat ekspresi wajah Rena.
"Iya, tapi kenapa Bapak di sini dan bukan di tempat lain?" tanya Rena sambil menunjuk ranjang tempat mereka tidur.
__ADS_1
"Aku kan pacarmu, Na. Emang aku nggak boleh tidur sama kamu?" ujar David sengaja mempermainkan Rena.
Wajah Rena langsung memerah. Ia pun langsung memeriksa pakaiannya jika ada yang berubah atu tidak.
"Pak... semalam... semalam tidak terjadi apa - apa kan Pak?" tanya Rena dengan gugup.
"Ya ampun Ren, kamu lupa apa yang sudah terjadi tadi malam?" tanya David dengan mata membelalak.
Rena tidak menjawab.
"Kamu sama sekali tidak ingat?" tanya David dengan mimik wajah serius.
Rena menggeleng.
David mendesah dan wajahnya terlihat kecewa. Ia pun berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamar itu.
"Pak... Pak David... tadi malam apa yang terjadi Pak? Bapak kan sudah setuju untuk tidak...." tanya Rena tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.
"Coba kamu ingat - ingat apa yang sudah terjadi tadi malam.Aku mau mandi dulu. Aku masih lelah Rena," ujar David kemudian berjalan melewati Rena menuju ke dalam kamar mandi.
Lelah? Memangnya? Pikir Rena, wajahnya langsung memerah, sementara David tertawa tertahan di dalam kamar mandi.
"Rasain kamu, Na! Abis pagi - pagi sekali kamu sudah mengagetkan aku!" Batin David sambil mengerjai Rena.
Aduuuh! Sebenarnya apa yang sudah terjadi tadi malam? Kenapa Pak David berada di ranjang yang sama? Tapi kan Pak David sudah berjanji untuk tidak melakukan itu. Rena menunggu David sampai selesai mandi, sambil berdiri tidak tenang. Ia mematut dirinya di depan cermin dan meperhatikan bagian leher dan dadanya? mencari tanda - tanda merah di badannya.
"Katanya kalau suka begituan sudah ada tanda badanya?" batin Rena
Dan Rena sangat lega tidak mendaptkan sesuatu yang berbeda dari tubuhnya dan bagian kewanitaannya tidak terasa sakit seperti kata orang.
"Ah, Pak David pasti ngerjain aku!" Batin Rena.
Tapi ngapain juga ya dia tidur di sini? Kelihatannya kemarin ada beberapa pintu dan ruangan di rumah ini, pasti ada lebih dari satu kamar. Pikir Rena.
Bersambung...
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya.