
Rena segera mandi dan memakai pakaian kerjanya, kemudian keluar dari kamarnya dan tertegun mendapati Jefri, Alvin dan juga Gilang ada di sana.
"Pagi Mbak Rena," sapa Jefri, Alvin dan Gilang hampir bersamaan.
"Pagi," jawab Rena dengan heran.
"Ayo Yang, kita sarapan dulu," ujar David sambil menggandeng tangan Rena menuju meja makan yang sudah penuh dengan makanan yang di sediakan oleh Jefri.
"Tapi Yang, aku nggak sempat sarapan, sudah telat." jawab Rena sambil duduk di kursi meja makan saat David mendudukkannya di sana.
"Sudah tenang saja. Alvin sudah meminta izin ke Bu Zelda dan mengatakan kamu ada meeting dengan klien pagi ini." ujar David sambil menyendokkan nasi goreng ke atas piring Rena.
"Klien? Klien yang mana?" tanya Rena.
"Aku klienmu, sayang?" jawab David sambil tersenyum manis dan melirik ke arah Rena yang tidak bisa berkata apa - apa.
"Alvin, Gilang kalian juga makan sekalian," ujar David sambil menyuruh Alvin dan Gilang untuk duduk di meja makan bersama mereka.
Alvin dan Gilang pun mendekat menyendokkan nasi goreng yang beraroma lezat itu ke piring masing - masing.
Sambil menikmati sarapan mereka. Alvin membacakan jadwal David seperti biasanya.
"Peresmian hotel besok bagaimana persiapannya?" tanya David pada Alvin saat mereka telah selesai sarapan.
__ADS_1
"Sudah 99% persen, Pak. Dan segala sesuatunya sudah sesuai rencana," ujar Alvin memberikan laporan peresmian hotel David yang akan di buka besok.
"Bagus," ujar David.
"Ya, besok aku akan meminta kamu menemani aku ya," pinta David pada Rena.
Rena memandang David, ragu - ragu untuk menjawab.
Jika ia datang ke peresmian hotel itu bersama dengan David, berarti ia akan secara resmi mengumumkan hubungannya dengan David, dan semua orang akan mengetahui siapa dirinya.
"Alvin, Gilang dan juga Jefri bisa tinggalkan kami," ujar David pada mereka bertiga.
Alvin, Gilang dan juga Jefri pun segera keluar dari apartemen Rena dan menunggu di depan pintu apartemen Rena.
"Berikan aku waktu, akan aku pikirkan," jawab Rena. Ia masih belum bisa memutuskan hal itu. Karena bukan saja identitasnya akan terbongkar, tetapi hubungannya dengan David akan di ketahui oleh orang banyak, termasuk teman - teman kerjanya dan juga Kakaknya, Austin. Rena pun tidak bisa membayangkan akan semarah apa Abangnya itu jika nantinya ia akan mengetahui bahwa dirinya memiliki hubungan spesial dengan Alexander David Mahendra.
"Kamu tahu kan kalau aku mencintaimu? Dan aku tidak akan membiarkan hal buruk apapun terjadi padamu," ujar David sambil memandang manik mata Rena.
Rena mengedipkan matanya sesaat dan mengangguk. Rena tahu David memiliki perasaan padanya, dan ia pun merasakannya. Tetapi, ia belum bisa mengatakan hal yang sama pada David.
"Pikirkanlah, tapi aku sangat mengharapkanmu bisa mendampingiku besok," ujar David kemudian mengecup kening Rena.
"Aku siap - siapa dulu, Ren. Nanti aku akan berangkat bersama Alvin dan naik mobil Eddy. Kamu berangkat dengan Gilang?" tanya David meminta persetujuan Rena. Ia tahu Rena tidak akan mau berangkat ke kantor bersamanya dan Rena mengangguk.
__ADS_1
David menelepon Alvin dan menyuruh mereka untuk masuk.
Setelah mandi dan bersiap - siap. David bersama Alvin berangkat terlebih dahulu. Setelah itu, Jefri pamit untuk kembali ke rumah David dengan supir David yang lainnya.
Setelah semuanya berangkat, baru Rena berangkat bersama dengan Gilang menggunakan mobil BMW yang kemarin di pakainya bersama dengan David saat ke kota C.
Pada awalnya Gilang mengemudi dengan santai, akan tetapi setelah beberapa saat matanya terfokus pada sebuah mobil MVP hitam tak jauh dari mobil mereka. Gilang curiga mereka sudah di buntuti sejak keluar dari apartemen Rena. Untuk memastikannya Gilang berbelok secara tiba - tiba saat ada pertigaan di depannya dan ternyata mobil itu pun ikut berbelok dengan tiba - tiba mengikutinya.
"Ada apa Gilang?" tanya Rena yang terkejut dengan gerakan mobil Gilang yang tiba - tiba.
"Tidak ada apa - apa, Mbak. Hanya pindah jalur saja," alasan Gilang tidak ingin membuat Rena khawatir.
Mobil itu terus membuntuti mereka sehingga ia harus bermanuver menyalip beberapa kendaraan dengan cepat dan mengelabui dengan menikung saat mobil itu kehilangan pandangannya terhadap mobil yang di kendarai Gilang, dan Gilang pun berhenti di sebuah, gang."
"Gilang ada apa sebenarnya," tanya Rena yang merasa ada sesuatu yang aneh.
"Maaf Mbak. Saya kebelet sebentar," Alasan Gilang dan ia pun bergegas keluar dari mobil kemudian memeriksa apa mobil yang mengikuti mereka sudah menghilang.
Gilang melihat mobil itu, sudah melewati mereka dan tidak menyadari manuver Gilang. Gilang pun segera masuk ke dalam mobil kembali dan menyetir menuju Mahendra Tower dengan waspada.
Bersambung..
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.