Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Seberkas Kerinduan


__ADS_3

Ibu Andini bersama seorang laki - laki sepantarannya berdiri di depan pintu masuk restoran, menatap kepada David dan juga Rena. Ibu Andini tidak tampak terkejut melihat David dan Rena. Namun, Rena dapat menangkap kilatan rasa rindu dari tatapan Ibu Andini.


Wajah David langsung berubah menjadi dingin.


"David, apa kabar, Nak?" ujar Ibu Andini menyapa David dan tidak melepaskan pandangannya dari wajah David.


David tidak menjawab sapaan dari Ibu Andini dan langsung berjalan melewatinya.


"Bu Andini," sapa Rena sambil memandang ke arah Ibu Andini dan pria yang ada di sampingnya.


Ibu Andini mengangguk dan membiarkan Rena mengikuti David.


David segera membuka kunci mobil dan hendak langsung masuk ke dalam mobil masih dengan wajah dingin dan datar.


"Yang, biar aku yang bawa mobilnya. Aku, aku mau mencobanya," ujar Rena sengaja ingin memberi waktu David untuk menenangkan diri dan ia langsung mengambil kunci mobil di tangan David.


Rena langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi.


David tanpa berkata apa - apa langsung duduk di kursi penumpang dan diam tidak berbicara selama perjalanan pulang di apartemen Rena.


"Yang, mampir dulu biar aku buatkan kopi," tawar Rena. Ia tidak ingin David menyetir mobil dalam keadaan seperti itu. Sepertinya pertemuannya dengan Ibu Andini cukup menganggunya. David pun mengangguk dan mengikuti Rena masuk ke dalam gedung apartemen.

__ADS_1


Rena membuatkan black coffe kesukaan David dan menaruhnya di atas meja. Dan ia pun duduk di sampingnya.


"Di minum, Yang." ucap Rena sambil memperhatikan David yang menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa dan mendongakkan kepalanya. Dia seperti memikirkan sesuatu.


"Ren," panggil David tiba - tiba.


"Ada yang ingin aku ceritakan padamu," ujar David sambil menatap Rena.


"Ada apa? Kamu bisa cerita padaku?" tanya Rena sambil duduk menyamping menyandarkan bahunya di sandaran sofa.


"Kamu ingat, waktu aku bilang Mamaku meninggalkan kami?" tanya David dengan gelisah dan Rena pun mengangguk.


"Mamaku sebenarnya masih hidup, dan dia menikah dengan orang lain, setelah Papaku meninggal," ujar David menceritakan dengan berat hati.


Mata David mulai menggenang dan Rena mengenggam tangannya untuk menguatkannya. Rena sudah mendengar hal ini dari Audrey, tetapi ia memilih untuk mendengarkan cerita David dan membiarkan David mengeluarkan apa yang di pendamnya selama ini.


"Dan malam ini aku bertemu dengannya," ujar David kemudian menarik nafas dalam dan menghembuskannya.


"Mama mu... Ibu Andini?" tanya Rena perlahan.


"Dari mana kamu tahu?" tanya David.

__ADS_1


"Aku melihatnya di foto ini," ujar Rena sambil mengeluarkan foto yang di berikan oleh Opa dan Oma untuk David, dari dalam tasnya.


"Aku mengenalinya. Ini Ibu Andini. Direktur PT. HUBB," ujar Rena sambil menunjuk wajah Mamah David di foto yang ada di tangannya.


"Iya, dia memang Mamaku," ujar David sambil mengambil foto di tangan Rena dan melihatnya sesaat sebelum menaruhnya di atas meja. Rena dapat melihat seberkas kerinduan di mata David yang langsung di tepisnya.


"Kenapa kamu tidak menyapanya? Dia terlihat sangat rindu padamu?" tanya Rena


"Karena aku sangat membenci dia, Ren!" Ujar David dengan dalam. Matanya menampakkan kemarahan yang terpendam selama bertahun - tahun.


Walaupun Rena melihat sekelebat kerinduan di mata David, namun ia juga bisa melihat bahwa David masih menyimpan rasa sakit hati yang mendalam.


"Yang, tapi dia adalah Ibumu. Apapun kesalahan yang telah ia lakukan. Aku yakin ia punya alasan kenapa melakukan itu," ujar Rena.


"Tidak Ren! Kamu tidak akan pernah mengerti!" Ujar David dengan emosi.


"Kamu tidak tahu, bagaimana aku memohon - mohon padanya untuk agar tidak meninggalkan kami malam itu! Aku benar - benar memohon padanya, Ren!" Ujar David dengan emosi.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan juga hadiahnya.


__ADS_2