
Pagi itu, Rena terbangun setelah tidurnya yang nyenyak. Ini kali kedua ia menginap di rumah besar David.
Rena menarik ke atas bed covernya untuk menutupi tubuhnya yang memakai gaun tidur hitam yang sexy yang ia temukan di lemari tadi malam. Gaun tidur itu, sebenarnya terlalu sexy untuk ia kenakan, tetapi ia tidak menemukan baju tidur lain di lemari kamarnya.
Sinar matahari sudah mulai mengintip dari peraduannya. Namun, suasana masih terasa sunyi, tidak seperti di kamar apartemennya, yang sudah bisa mendengar suara keramaian dari kesibukan kota yang ada di sekitarnya.
Rumah David di kelilingi halaman yang luas sehingga keramaian dari luar tidak terdengar. Setelah beberapa saat Rena beranjak dari ranjangnya dan berjalan ke arah kamar mandi dalam yang ada di sana. Ia melakukan aktivitas paginya, setelah itu ia berjalan menuju ke arah lemari pakaian, mencari sesuatu yang bisa ia kenakan.
Jefri telah menyiapkan beberapa pakaian ganti yang sesuai dengan ukurannya. Ia bahkan sudah menyiapkan pakaian kerja untuknya.
Rena baru memperhatikan jika semua pakaian itu berlabel merek terkenal yang sering di lihatnya di mall - mall besar dan megah. Bahkan gaun tidur sexy yang di pakainya tadi malam bermerk Victoria Secret. Kemudian Rena menemukan satu stel pakaian olahraga berupa lengging dan tank top, dan ia teringat halaman rumah David yang luas. Dalam beberap menit saja Rena sudah berlari kecil mengitari halaman rumah David.
David yang pagi itu mempunyai jadwal olahraga dengan Hendri, Personal trainernya segera bangun begitu alarm di handphonenya berbunyi. Ia tampak sangat bersemangat dan segera menyelesaikan urusan paginya di kamar mandi, dan memakai kaos putih track suit pants abu - abu miliknya.
David tersenyum saat ia menuruni tangga dan berjalan menuju pintu kamar Rena.
"Rena, Rena...," panggilnya sambil mengetuk pintu.
"Mbak Rena sedang jooging di luar, Pak." ujar Jefri saat melihat Bosnya itu menghampiri kamar Rena.
"Rupanya gadis itu sudah bangun lebih pagi," ucap David dalam batin.
"Hendri apa sudah datang?" tanya David sambil berjalan ke arah Jefri.
"Sudah Pak. Mas Hendri sudah ada di ruangan GYM," jawab Jefri.
"Baru saja ada telefon dari dealer mobil katanya mobil pesanan Bapak sudah on the way," ujar Jefri lagi.
"Oh ya!" David baru teringat mobil yang di pesannya itu untuk Rena.
"Jefri, kamu segera panggil Rena untuk menemui saya di ruangan GYM, dia tidak boleh berada di luar untuk sementara!" Perintah David. Ia tidak ingin Rena melihat kedatangan mobil itu, sebelum ia memberitahunya sendiri.
Jefri langsung berjalan keluar mencari Rena, sementara itu David menelfon Alvin sambil berjalan menuju ke ruangan GYM di rumahnya.
Jefri mengontak bagian Security untuk mencari lokasi keberadaan Rena melalui kamera pengawas, dan segera menemuinya dengan menggunakan mobil Golf yang terparkir tak jauh dari ruang Security.
"Mbak Rena!" Panggil Jefri saat berada dekat dengan Rena yang masih berlari di halaman. Rena pun menghentikkan langkahnya.
"Ada apa Jefri?" tanya Rena sambil berdiri dan mengatur nafasnya. Rena mengusap keringat yang menetes di dahinya.
__ADS_1
"Di panggil Bapak, katanya di suruh ikut Bapak latihan di ruangan GYM," ujar Jefri menerangkan pada Rena.
"Latihan GYM? Latihan apa?" tanya Rena.
"Saya nggak tahu, Mbak. Tapi ada Mas Hendri di sana. Ayo Mbak naik sini, Bapak sudah menunggu," ujar Jefri sambil menunjuk bangku kosong di mobil golfnya.
Rena pun naik dan kembali kedalam rumah David, mengikuti Jefri keruangan GYM. Jefri membuka pintu ruangan GYM, dan mempersilahkan Rena untuk masuk.
"Pagi sayang," sapa David saat David melihat Rena memasuki ruangan GYM.
David terkesima melihat Rena berjalan dengan memakai pakaian sport yang membalut tubuh rampingnya dengan sempurna. Keringat menetes di dahinya dan rambutnya yang di kuncir messy pun memperlihatkan leher putih jenjangnya.
"Pagi Yang, kata Jefri kita mau latihan bareng. Latihan apa?" tanya Rena sambil berjalan mendekati David.
"Halo Rena, kita ketemu lagi!" Ujar Hendri yang saat itu bediri di sebelah David.
"Halo Hendri, kalian mau latihan apa hari ini?" tanya Rena sambil mengelap keringatnya.
"Kebetulan ada Mbak Rena, jadi kita bisa latihan couple workout. Gimana, setuju?" tanya Hendri.
"Oke, kalau begitu kita langsung mulai saja!" Ujar Hendri sambil menepuk kedua tangannya.
Ia pun melatih Rena dan David pagi itu, melakukan berbagai gerakan yang biasa di lakukan oleh pasangan mulai dari gerakan upper body, lower body, core dan cardio.
"Ayo Pak David, Mbak Rena, push up dan tos!" Seru Hendri saat menyemangati Rena dan David yang sedang melakukan gerakan push up, yang di kombinasikan dengan saling tos tangan.
David terlihat masih sangat santai melakukan gerakan itu. Tetapi Rena sudah beberapa kali terengah - engah setelah beberapa gerakan couple yang mereka lakukan.
"Udah Yang," ucap Rena saat akhirnya ia menjatuhkan dirinya di atas matras.
"Capek Yang?" tanya David sambil mengusap dahi Rena yang berkeringat.
"Hmmm," jawab Rena pendek sambil mengangguk pelan. Ia sedang menikmati rebahan di atas matras dengan bertengkurap.
"Minum Pak," ucap Hendri sambil memberikan dua botol air kepada David. Kemudian meninggalkan mereka berdua untuk beristirahat sejenak.
"Kita minum dulu, Yang," ajak David sambil mengelus kepala Rena dengan lembut.
__ADS_1
Rena pun beranjak dari posisi tengkurapnya dan duduk bersila. Ia menerima botol air yang di berikan oleh David kemudian meneguknya hingga habis.
"Masih kuat latihan lagi?" tanya David sambil merangkul gadis kesayangan itu.
"Aku udahan dulu hari ini, kayanya udah nggak kuat," jawab Rena.
David melirik jam tangannya yang sudah hampir jam 7 pagi.
"Oke, kita strech dulu ya, Yang." ujar David sambil menarik tangan Rena untuk mengajaknya berdiri dan melakukan streching dan cooling down.
David mengarahkan Rena untuk streching dan mengendurkan otot - ototnya setelah berolahraga. Dan David menggunakan kesempatan ini untuk menghilangkan kecanduannya pada bibir manis Rena.
Setelah menarik nafas panjang dan menghembuskannya, David langsung meraih pinggang Rena dan merangkulnya, kemudian mengangkat dagu Rena ke arahnya sebelum ia mendaratkan kecupan mendalam di bibir Rena.
Tubuh Rena bergetar merasakan kehangatan bibir David. Ia berusaha untuk menolaknya, namun akhirnya tidak kuasa untuk membalas kecupan dari David. Rena pun juga menginginkannya setelah ia dan David berlatih bersama dan saling bersentuhan selama beberapa kali.
Mereka berdua pun terbawa suasana hingga ciuman mereka berdua pun menjadi semakin panas, saling memagut satu sama lain dan memeluk dengan erat. Hingga suara ketukan di pintu menghentikkan aktivitas mereka.
"Maaf Pak, paket sudah ada di depan," lapor Alvin setelah membuka pintu dan menyembulkan kepalanya.
"Oke Alvin kamu tunggu saja di depan," balas David sambil memeluk Rena.
"Alvin menganggu saja!" Ucap David dalam batin.
"Baik Pak," jawab Alvin meninggalkan David dan juga Rena.
"Kalau begitu, aku mau mandi dulu," ujar Rena sambil menunduk. Pipinya memerah menyadari apa yang telah ia lakukan beesama David.
"Aku juga mau mandi, Yang. Mau bareng?" tanya David sengaja menggoda Rena.
"Yang kamu ini!" Seru Rena dengan wajah yang merona dan pergi meninggalkan David. David tertawa melihat Rena yang tersipu dan mengikuti Rena keluar dari ruangan GYM.
Bersambung...
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.