Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Aku Tidak Bisa Menerimanya


__ADS_3

"Ya! Kalau kamu sampai buka mata terlebih dahulu, terpaksa aku harus menghukummu," ujar David sambil mengerlingkan matanya.


Rena pun menutup matanya setelah berdecak dan berkata, " Baiklah..."


David menggandeng tangan Rena dan membimbingnya berjalan ke arah mobil BMW 3 series berwarna melbourne Red Metallic, sebuah mobil yang sangat cantik dan elegan. David saja terpesona saat ia pertama kali melihatnya tadi pagi karena lebih cantik dari perkiraannya.


"Yang, sekarang kamu boleh membuka matamu," ujar David yang berdiri di belakang Rena. Rena pun membuka matanya dan terkesima oleh sebuah mobil berwarna merah yang sangat indah.


"Yang, ini..." ujar Rena yang masih terkesima dengan penampilan mobil itu. Ia berjalan mendekati mobil cantik itu dan memegangnya.


"Ini mobilmu sayang, mulai sekarang kamu pakai mobil ini, jadi kamu tidak usah pakai motor lagi," ujar David sambil memberikan kunci mobil ke dalam genggaman tangan Rena.


"Maksudmu, kamu membelikan mobil ini untukku?" tanya Rena sambil memandang David. Ia hampir tidak percaya David membelikannya mobil, Rena tahu mobil itu harganya mahal.


"Iya sayang. Apa kamu mau pinjam mobil lamborginiku lagi?" jawab David sambil menggoda Rena.


"Aku tidak bisa menerimanya," ujar Rena sambil mengembalikkan kunci mobil itu ke tangan David. Lalu ia berbalik dan matanya mencari mobil Eddy.


Walaupun Rena sangat menyukai mobil itu, namun mobil itu sangatlah mahal. Ia tidak bisa menerimanya. Rena juga berpikir bahwa ia tidak berhak menerimanya, karena ia hanya akan menjadi pacar David selama 3 bulan, setelah itu? Ia bukan apa - apa bagi Alexander David Mahendra.


"Kenapa? Kenapa kamu tidak bisa menerimanya? Mobil itu aku pesanan khusus untukmu. Kamu tidak menyukainya?" tanya David sambil menarik tangan Rena dan menghentikan langkah Rena.


"Aku menyukainya," jawab Rena jujur.


"Tetapi tidak seharusnya kamu membelikan aku mobil itu. Aku bukan siapa - siapa dan hanya akan menjadi pacarmu untuk 3 bulan," jawab Rena sambil menatap David.


"Adrena Clarissa Putri, selama kamu menjadi pacarku, kamu adalah wanitaku, kamu milikku dan aku milikmu. Apapun yang aku berikan padamu, kamu pantas mendapatkannya. Bahkan jika kamu hanya menjadi pacarku untuk satu malam sekalipun, aku akan tetap membelikan kamu mobil itu. Jadi terimalah, karena aku tidak menerima penolakan!" Ujar David dengan suara tegas sambil menaruh kunci mobil itu di tangan Rena kembali.


"Tapi Pak..." ujar Rena, tapi di potong oleh David.


"Jangan keras kepala! Terima mobil itu atau aku yang akan mengantar jemputmu setiap hari!" Ujar David dengan kesal karena penolakan dari Rena.


"Kalaupun aku menerimanya, aku tidak bisa mengendarai mobil itu ke kantor," ujar Rena memberanikan diri.

__ADS_1


"Kenapa tidak?" tanya David.


"Karena, bagaimana mungkin karyawan fresh graduate seperti aku bisa membeli mobil semewah itu?" ujar Rena berusaha memberi alasan kepada David.


"Bilang saja kedua orang tuamu orang yang berada atau kamu juga bisa bilang kamu adalah penerus.... sebut saja Alfaro, sehingga orang tidak akan curiga," ujar David sengaja mengambil contoh Alfaro, nama Ayah Rena.


Rena tampak terperanjat dan kikuk mendengar nama Ayahnya, namun ia berpikir jika David hanya kebetulan saja menyebut nama Alfaro.


"Kamu tahu, aku tidak bisa bilang begitu," ujar Rena menatap David dengan sendu sepertinya Rena terbawa suasana saat David menyebut nama Ayahnya.


David menghela nafas. Ia kecewa jika Rena tidak menerima mobil pemberiannya, tetapi ia pun mengerti alasan Rena dan merasakan kesedihan Rena. Kali ini rasa sayangnya mengalahkan egonya.


Diraihnya tangan Rena.


"Baiklah Yang, aku akan membelikanmu mobil lain, yang biasa saja untuk kamu pakai ke kantor, karena aku tidak ingin kamu naik motor lagi," ujar David akhirnya mau mengalah.


"Tapi aku ingin kamu menerima mobil ini. Dan jangan pernah membandingkan harga mobil ini dengan 3 bulan yang akan kita lalui bersama, karena harga mobil ini tidak sebanding dengan setiap detik yang aku habiskan bersamamu," ujar David sambil menatap dua netra hitam Rena yang telah menghipnotisnya.


Jantung Rena berdebar kencang mendengar perkataan David. Apakah ia bersungguh - sungguh mengatakannya.


Rena mengangguk dan menyetujui perkataan David.


David mengecup kening Rena dan merangkulnya menuju mobil Eddy yang baru saja datang.


Sementara itu, beberapa ratus meter dari halaman depan rumah David dari jauh sudah ada yang mendokumentasikan kejadian itu menggunakan kamera dengan lensa jarak jauh.


"Sudah kau dapatkan foto mereka?" tanya seorang pria dengan tompel sebesar koin 500 perak di rahangnya.


"Sudah, akan aku kirimkan gambarnya sekarang," ujar pria yang memegang kamera sambil mengutak - atik laptop yang ada di pangkuannya.


Dan ia pun mengirimkan foto yang tadi diambilnya ke handphone Tompel, pria yang sedang duduk di sampingnya.


Setelah melihat hasil foto temannya itu, Tompel pun membuat panggilan telepon.

__ADS_1


"Ya?" jawab pria dari seberang panggilan teleponnya.


"Pagi Bos, saya telah mendapatkan foto wanita yang sedang bersama Alexander David Mahendra," lapor Tompel pada Arka, Bosnya.


"Cepat kirimkan padaku!" Seru Arka, ia pun juga ingin tahu siapa sebenarnya wanita yang di lindungi oleh Alexander David Mahendra.


"Sudah saya kirimkan sekarang, Bos," ujar Tompel sambil mengirimkan beberapa file foto Alexander David Mahendra dengan seorang wanita yang tampak sedang berbicara dan berangkulan.


Arka mulai menerima file foto itu, dan membuka satu persatu.


Ia tertegun menatap wajah gadis yang ada di foto di hadapannya.


Gadis ini sangat mirip sekali dengan Syahnaz, Istri mantan Bosnya Alfaro. Apakah gadis itu.....?


Sekelebat pikiran tentang anak gadis belasan tahun yang di cari oleh Malvin Dirgantara selama beberapa tahun belakangan ini kembali ke dalam ingatannya. Apa mungkin dia adalah Renata Azaria yang di cari oleh Malvin Dirgantara? Kalau benar dia adalah Renata Azaria, maka jelas alasan Mira menyerang gadis itu.


"Apa mereka masih di sana?" tanya Arka yang masih tersambung hubungan teleponnya dengan Tompel.


"Mereka baru saja berangkat dari halaman rumah," jawab Tompel sambil memandang mobil mercedez yang membawa David dan Rena.


"Kau ikuti mereka dan laporkan padaku!" Perintah Arka.


"Oke Bos!" Jawab Tompel, dan ia pun mengemudikan mobilnya perlahan mengikuti mobil yang di tumpangi oleh David dan Rena.


Mereka berdua memperhatikan bagaimana Rena turun di basement gedung Mahendra Tower dan mobil David melaju setelahnya.


Semua hasil foto dan pengintaian mereka pun di serahkan kepada Arka.


Bersambung...


Nantikan terus kisah mereka ya....!


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya.


...***** Selamat Berpuasa *****...


__ADS_2