Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Mira Di rawat


__ADS_3

"Kamu yakin ia yang melakukan ini padamu?" tanya Vanila pada Mira yang sedang di rawat di rumah sakit karena mendapatkan tamparan berkali - kali dari sekelompok pria tadi malam.


Vanila sedang memani Mira yang sedang di rawat di rumah sakit swasta. Wajah Mira di perban hampir menutupi seluruh wajahnya. rupanya 9 kali tamparan laki - laki kekar di wajah seorang wanita berakibat cukup fatal.


"Siapa lagi? Bahkan laki - laki itu mengancam untuk tidak mendekati dia!" Ujar Mira dengan kesal karena sahabatnya itu tidak percaya dengannya.


Mira terpaksa harus mendapatkan perawatan yang intensif, agar luka - luka di wajahnya tidak menjadi permanen. Dan ia sangat geram, karena tidak lama lagi ia akan menikah dengan Malvin, dan ia tidak ingin wajahnya menjadi jelek karena ulah Renatta!


"Tapi katamu, ia menanyakan siapa gadis itu sebenarnya, dan ia tidak tahu bahwa gadis itu adalah Renatta. Jadi bagaimana mungkin Renatta yang menyuruhnya? Dan aku rasa Renatta tidak akan mungkin melakukan itu, menyakiti seekor lalat saja ia tidak tega!" Ujar Vanila pada Mira setelah ia mendengar penuturan Mira akan apa yang terjadi.


"Kau membela dia, heh?" tanya Mira dengan kesal pada sahabatnya yang telah membela dan memuji kebaikan hati Renatta.


"Bukan membela Renatta,tapi coba kau pikirkan, apa Renatta berani melakukan ini, padahal kamu akan menjadi Istri Malvin?" tanya Vanila lagi.


"Mungkin dia sudah berubah!" Dalih Mira. Namun, ia memikirkan juga pernyataan Vanila yang memang masuk di akal.


Tiba - tiba pintu terbuka dan masuklah Alexa, mama Vanila yang juga Ibu tiri dari Malvin. Di belakangnya masuk Malvin Dirgantara.


Mereka berdua terlihat terkejut melihat kondisi Mira.


"Mira, bagaimana keadaanmu?" tanya Alexa dengan ekspresi khawatir sambil menggenggam tangan Mira.


"Aku...aku..." ujar Mira yang mulai terisak dan mulai menangis, seoalah - olah ia adalah korban.


"Siapa yang berani melakukan ini padamu?" tanya Malvin ia terlihat gusar. Melihat seseorang berani melakukan ini pada Mira. Bukan karena ia perhatian pada Mira, tetapi lebih kepada harga diri Malvin Dirgantara di injak - injak. Karena ada orang yang berani menyakiti seseorang yang akan di nikahi oleh seorang Malvin Dirgantara!


"Aku tidak tahu, siapa yang melakukan ini. Mereka sangat kejam!" Ujar Mira sambil menangis.


"Ada berapa orang mereka dan apa yang mereka mau?" tanya Malvin dengan geram.


Apa yang melakukan ini adalah saingan bisnisnya? Siapa mereka? Pikir Malvin.


"Ada 3 orang Malvin, mereka semua memukuliku," ujar Mira.


"Aku tidak tahu apa mau mereka. Tiba - tiba mereka datang dan langsung memukuliku tanpa berkata apa - apa," tambah Mira.


Mira tak mungkin mengatakan pada Malvin, bahwa Renatta yang telah menyuruh orang untuk menampar mukanya. Tidak, ia tidak akan membiarkan Malvin tahu bahwa Renatta telah kembali!


Vanila terperangah. Kenapa dia melebih - lebihkan? Batin Vanila sambil memutar bola matanya.

__ADS_1


"Kau yakin mereka tidak berkata apa - apa?" tanya Malvin.


Mira menggeleng.


Malvin merasa heran, biasanya orang - orang seperti mereka akan meninggalkan pesan atau ancaman. Ia yakin mereka adalah suruhan dari saingan bisnisnya, karena siapa yang berani menyakiti Mira kalau bukan orang - orang yang berpengaruh?


Malvin pun langsung menelepon asistennya, Darwin.


"Darwin, aku mau kamu selidiki siapa orangnya yang telah berani memukuli Mira dan apa maunya!" Ujar Malvin pada asistennya.


"Baik, Pak. Dimana kejadiannya?" tanya Darwin.


"Tadi malam di apartemennya. Cepat kamu selidiki siapa mereka!" Ujar Malvin dengan geram.


Siapa pun orang yang telah menginjak - injak harga dirinya tidak akan dia maafkan!


Mira yang melihat Malvin begitu geram, merasa hatinya berbunga - bunga. Ia merasa Malvin begitu perhatian padanya dan akan membalaskan dendamnya.


Tetapi ia pun was - was. Bagaimana jika Malvin menemukan orang itu dan mengetahui jika Renatta telah kembali? Akankah Malvin akan membalas perlakuan Renatta padanya?


"Apa yang Dokter katakan?" tanya Alexa penuh perhatian pada calon menantunya itu.


"Dokter memberikanku penghilang rasa sakit dan obat, tetapi mungkin aku harus menemui dokter bedah plastik," ujar Mira dengan wajah sendu.


"Ya, Mah. Aku akan bicara dengan dokternya," jawab Malvin. Walaupun ia tidak mencintai Mira, tetapi ia merasa iba karena ulah saingan bisnisnya Mira terkena getahnya.


Malvin pun pergi ke tempat dokter jaga, untuk menanyakan mengenai kondisi Mira.


Alexa pun pulang bersama Vanila setelah mengunjungi Mira selama hampir satu jam. Sedangkan, Malvin masih ada di rumah sakit, karena Mira memohonnya untuk menemaninya.


"Vanila, kamu pasti tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Mira?" tanya Alexa. Ia curiga Vanila mengetahui sesuatu yang di katakan Mira tadi. Ia sempat melihat wajah Vanila tadi saat Mira bercerita mengenai kejadian yang menimpanya.


"Ya, seperti yang Mama sudah dengar sendiri tadi," ujar Vanila berdalih.


"Vanila, cepat kamu katakan apa yang kamu ketahui. Kamu pasti tahu siapa yang melakukan itu pada Mira kan?" tanya Alexa ia merasa yakin anaknya itu mengetahui sesuatu.


"Mama, aku... aku juga tidak tahu," ujar Vanila terlihat gugup.


Tetapi Alexa tahu anaknya jika sedang berbohong. Ia sangat mengenal Vanila.

__ADS_1


"Jangan berbohong Vanila. Cepat kamu katakan apa yang kamu tahu!" Ujar Alexa memaksa.


Akhirnya Vanila pun menyerah setelah di paksa Alexa sepanjang perjalanan.


"Mira menyangka yang menyuruh mereka adalah..."ujar Vanila ragu.


"Siapa Vanila? Cepat katakan!" Tanya Alexa tidak sabar.


"Renatta...." jawab Vanila lirih.


"Siapa?" jawab Alexa tidak percaya dengan pendengarannya.


"Renatta Ma! Renatta Azaria, anaknya om Alfaro!" Ujar Vanila lebih jelas.


"Apa maksudmu Vanilla? Renatta kan sudah lama menghilang!" Ujar Alexa tidak percaya.


Vanila lalu memceritakan kejadian di hotel pada Mamanya dan Alexa mendengarkan.


"Apa benar dia mirip tante syahnaz?" tanya Alexa pada anaknya itu.


"Aku... aku nggak perhatiin, Mah. Saat itu udah crowded banget, orang - orang di sana pada nonton, dan aku bantuin Mira, jadi aku nggak memperhatikan dengan jelas wajah perempuan itu," ujar Vanila menjelaskan.


"Dari pihak hotel juga tidak memberitahu siapa nama perempuan itu?" tanya Alexa.


Alexa pun saat ingin tahu mengenai kabar keponakannya itu. Saat ia khawatir dengan keadaan Renatta keponakannya, karena tidak ada yang tahu keberadaannya. Bahkan Austin Kakaknya pun tidak mengetahuinya.


"Itu aneh Mah, dari pihak hotel seperti menutup - nutupi identitas perempuan itu, dan mereka mengatakan jika Mira lah yang memulai kejadian itu, bukan perempuan itu," ucap Vanila.


"Tapi apa iya Mah? Jika perempuan itu adalah Renatta, apa iya akan tega menyuruh orang untuk memukuli Mira? Mamah tau kan Renatta seperti apa?" ujar Vanila mengungkapkan keraguannya.


"Vanila benar, jika ia benar Renatta. Ia tidak akan berbuat seperti itu. Anak itu terlau baik hati untuk menyakiti orang lain." batin Alexa.


Sesampainya mereka di depan rumah, Alexa berkata, " Vanila, kamu masuk aja dulu. Mama mau kerumah teman Mama."


"Oke Mah," ujar Vanila tidak menanyakan lebih lanjut. Mamanya itu memang sering bergaul dengan banyak orang dan sering menghadiri acara - acara sosial.


Selepas kepergian Vanila, Alexa langsung menelepon Austin, keponakannya.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.


__ADS_2