Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Seperti Rencana


__ADS_3

Rena berdiri di depan cermin, menatap dirinya yang telah mengenakan kebaya pengantin putih tulang dan kain batik bernuansa coklat rancangan Rinaldy. Wajahnya telah di poles dengan make up flawless yang membuat wajah Rena tampak sangat cantik. Rambutnya di tata model sanggul modern dengan hairpin cantik berbentuk bunga yang terbuat dari berlian yang di rancang oleh seorang desainer terkenal di kota mereka.


Rena tidak tahu bagaimana David mempersiapkan semua itu dalam satu malam. Tetapi dari penuturan Rinaldy, David telah memesan semua yang telah di kenakannya itu sejak dua minggu yang lalu.


Rena hanya bisa tersenyum mengetahui David telah merencanakan semua itu jauh sebelum ia mengatakan 'Ya' untuk menikah dengan David.


Seperti rencana, ia akan menikah dengan Alexander David Mahendra pagi ini. Dan David benar - benar memenuhin janjinya untuk menyiapkan segala sesuatu dalam pernikahan. David meminta Alvin untuk menyewa Wedding Organizer terbaik yang mengerjakan segala sesuatunya untuk mereka.


Mereka telah mempersiapkan segala sesuatunya dari mulai perijinan, KUA, undangan, catering, dekorasi dan juga pakaian pengantin beserta keluarga yang terlibat di dalamnya. Bahkan Rena pun sempat mendapatkan perawatan pra pernikahan kemarin sore hingga malam di rumahnya.


Halaman rumah Rena telah di sulap menjadi tempat pernikahan yang sangat indah dengan begitu banyak dekorasi dan bunga yang di rangkai dengan indahnya. Entah berapa banyak rangakaian bunga yang di kirim di rumah itu tadi malam, sehingga wangi bunga begitu menyerbak ke seluruh rumah Alfaro pagi itu.


Seisi rumah pun ikut andil dalam persiapan pernikahan adik perempuan Bos mereka. Walaupun begitu, mereka tidak tampak lelah. Karena ikut menantikan hari berbahagia David dan Rena. Tidak banyak yang tahu dengan pernikahan mereka, hanya segelintir orang - orang terdekat yang di undang tadi malam. Mereka pun telah di info untuk tidak membocorkan pernikahan David dan Rena kepada publik sampai David dan Rena mengumumkan sendiri pernikahan mereka.

__ADS_1


Pernikahan Rena dengan David bukanlah pernikahan yang di selenggarakan secara besar - besaran dan dengan pemberitaan yang besar, tetapi merupakan pernikahan sakral dan tertutup, yang hanya di hadiri oleh keluarga dekat dan sahabat.Walaupun begitu, kesan mewah dan begitu elegan tetap terlihat dari dekorasi pesta dan makanan yang akan di sajikan. Semuanya menggunakan penyedia jasa terbaik.


"Ren..." panggil Austin di kamar pengantin Rena, tempat Rena menunggu waktu ijab dan kabul yang akan di laksanakan dalam waktu dekat.


"Abang," balas Rena saat menoleh dan melihat Kakaknya itu telah menggunakan setelah jas berwarna abu - abu tua dengan rompi cream dan kemeja putih dan dasi abu - abu muda.


Austin tersenyum saat mendapati Rena berjalan mendekatinya dengan pakaian pengantin yang terlihat sangat cantik.


"Kamu cantik sekali, Ren. David sangat beruntung bisa mendapatkanmu," puji Austin sambil memegang kedua tangan adiknya.


"Tidak Ren. Abang bicara jujur, kalau David tidak bersyukur mendapatkanmu, dan menyia - nyiakanmu, Abang tidak akan segan - segan untuk menghadapinya," ujar Austin sambil mengenggam erat tangan adiknya.


"Terima kasih Abang. Atas semua yang Abang lakukan untuk Rena," ucap Rena kemudian memeluk Austin.

__ADS_1


"Kamu tahu, Abang akan melakukan apapun untuk kamu, Ren," jawab Austin sambil tersenyum.


"Bersiap - siaplah, David sebentar lagi datang, Abang akan menunggu di luar." ujar Austin kemudian mengecup pipi Rena.


Rena mengangguk dan melihat Kakaknya itu keluar dari pintu kamarnya.


Di kediaman rumah David pun semuanya tampak sibuk mempersiapkan barang - barang seserahan yang akan di bawa oleh rombongan keluarga David.


Oma dan Opa sedang menikmati teh hangat dan roti bakar yang telah di siapkan oleh Jefri dan para pelayan yang lainnya. Semuanya pun telah sarapan sebelum mereka berangkat menuju ke kediaman Alfaro..


Ia pun sudah menunggaskan seluruh anak buahnya untuk mensterilkan lingkungan sekitar rumah mereka, sehingga tidak orang yang bisa mengamati kediaman rumah David dan begitu pula rumah Alfaro.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan membaca. Maaf jika masih banyak typho..


Jangan lupa untuk like komen dan hadiahnya.


__ADS_2