Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Pencarian Rena Part 2


__ADS_3

Walaupun David tidak pernah berpikir jika Aleta akan berbuat senekat itu, tetapi mendengar penuturan dari Malvin Dirgantara, bisa saja ia melakukan itu. Apalagi Aleta memiliki uang yang cukup untuk membayar Tompel.


David pun segera menghubungi Varell.


"Varell, dimana Aleta?" tanya David langsung tanpa basa basi.


"Aleta? Ada di Apartemennya mungkin. Aku juga tidak tahu" jawab Varell.


"Bisakah kau cari tahu? Aku benar - benar harus bertemu dengannya," ujar David.


"Ada apa sebenarnya? Apa kau dan Aleta akan kembali? Bukankah kau..." ucapan Varell di potong oleh David.


"Tidak Varell, aku hanya khawatir jika Aleta yang sudah menahan Rena," ujar David. Nada suaranya bergetar karena khawatir.


Varell mendesah.


"Aleta memang bisa berbuat nekat.Baiklah David, aku akan mencari tahu. Aku kabari nanti," ujar Varell kemudian menutup sambungan teleponnya.


David pun kembali ke rumahnya bersama dengan Austin anak buah Gilang dan anak buah Bastian, dan ia pun memonitor penyelidikkan dari sana.


Gilang melakukan penyelidikkannya selama berjam - jam dengan menggunakan semua koneksinya. Ia mendapati Tompel mendapatkan transfer dana yang cukup besar tadi malam dari Aleta. Sedangkan anak buah Gilang yang lain sudah berhasil mendapatkan foto Tompel yang sedang menaiki mobil bersama dengan Ricky melalui kamera CCTV lalu lintas yang di pasang di jalan bebas hambatan.


Di perkirakan mereka menuju ke daerah utara.


Jangkaun daerah utara pun masih cukup luas meliputi daerah pesisir dekat laut dan pelabuhan, ada juga daerah sekitar lapangan udara internasional. Belum lagi daerah yang lainnya cukup berkembang di sana.


"Gilang. Cek properti milik Aleta yang ada di daerah utara!" Perintah David.


Dan berkat bantuan dari Varell pula, mereka bisa mengetahui beberapa tempat yang di miliki oleh Aleta.


David dan Austin pun membagi anak buahnya ke beberapa tempat yang ada di sana untuk mencari keberadaan Aleta, Rena dan juga Tompel.


Austin dan Bastian pun menyelidiki rumah sewaana Aleta di dekat bandara. Sedangkan David bersama dengan Gilang mengecek sebuah gudang milik Varell yang sudah lama tidak terpakai di daerah pelabuhan. Kedua tempat itu saling berjauhan.


Dan yang lainnya masih berpencar untuk mempercepat waktu pencarian dan menyisir daerah utara.


David sangat khawatir dengan kondisi Rena jika ia di tangan Tompel dan juga Aleta. Berbeda dengan Malvin yang menculik Rena karena ia mencintai Rena dan tidak mungkin akan menyakiti Rena. Tapi Aleta sebaliknya, ia sangat membenci Rena dan David khawatir Aleta akan menyakiti Rena.


Bertahanlah Yang, aku pasti akan menemukannmu, meskipun nyawaku taruhannya Janji David di dalam hatinya.


...*******...


Rena pun baru terbangun dengan rasa pusing di kepalanya. Selain kepalanya terbentur saat kecelakaan mobil beberapa jam yang lalu, ia pun mendapatkan pukulan yang keras di tengkuknya setelah mereka menembak Arka.


Arka. Ya sekarang Rena sudah tahu nama laki - laki yang menculiknya dari hotel dan yang telah berusaha menolongnya tadi adalah Arka.

__ADS_1


Rena merasakan sakit di pergelangan tangannya, dan saat ia membuka matanya, ia tidak tahu dimana dirinya berada.


Ia di dudukkan di sebuah kursi dengan tangan terikat di belakang.


"Sudah bangun kau?" tanya Tompel, yang melihat Rena telah siuman dari pingsannya.


"Ya Tuhan, apalagi ini?" ucap Rena dalam batin.


Kenapa ia merasa seperti lepas dari mulut harimau dan masuk ke dalam mulut buaya?


Tompel pun mendekati Rena dan membukakkan sebuah botol air mineral. Kemudian mendekatkannya kepada Rena.


"Minum ini!" Ujarnya sambil menuangkan air itu ke mulut Rena. Rena mau tak mau meneguknya. Ia pun merasa sangat haus setelah tidak tahu beberapa jam ia sudah terikat di tempat itu.


"Apa yang kamu inginkan?" tanya Rena pada Tompel.


"Tentu saja aku ingin uang dan kekuasaan," ujar Tompel.


"Lepaskan aku dan aku akan memberimu uang," pinta Rena sambil meringis. Kepalanya masih terasa nyeri dan berkedut - kedut.


"Menarik. Tapi kalau suamimu tahu, aku sudah melakukan ini padamu. Aku tidak akan mempunyai kesempatan untuk hidup. Jadi maaf, kutolak tawaranmu itu!" Ujar Tompel sambil tertawa mengejek.


"Lepaskan aku, dan aku akan bilang pada Suamiku untuk melepaskanmu," ujar Rena berusaha membujuk Tompel dan juga Ricky yang memandangi mereka dari tempatnya duduk.


Mereka semua menoleh ke arah asal suara.


Rena sangat terkejut melihat Aleta Devanka ada di sana dan berjalan menuju ke arahnya.


Apakah Aleta yang sudah merencanakan semua ini? Pikir Rena dengan terkejut.


"Aleta, apa... kamu yang sudah merencanakan semua ini?" tanya Rena hampir tidak percaya.


Aleta tertawa lepas.


"Kamu ini naif sekali Rena.... atau harus ku panggil kau Renatta Azaria?" ujar Aleta dengan tertawa mengejek.



Aleta kemudian memberi tanda agar Tompel dan Ricky meninggalkanya berdua saja. Tompel dan Ricky pun keluar dari bangunan gudang itu.


"Tapi... tapi kenapa Aleta? Apa salahku?" tanya Rena pada Aleta.


"Salahmu? Kenapa kau harus hadir dalam hidup David?! Kalau tidak ada kau, David pasti akan selalu mencintaiku!" Hardik Aleta pada Rena.


"Kamu tidak tahu Rena, bagaimana aku selalu merindukan David setiap malam." gumam Aleta seperti pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Sadarlah Aleta! Kau sudah menikah dan kau mempunyai Farhan!" Ujar Rena berusaha merubah jalan berpikir Rena.


"Aku terpaksa menikahi Varell karena aku sedang mengandung Farhan! Dan aku tidak menginginkan itu!" Ujar Aleta dengan memandang tajam Rena.


"Aku mengingingkan apa yang kamu punya Rena? Suamimu. Hanya itu yang aku mau Rena!" Teriak Aleta pada Rena.


"Aleta, sadarlah. Lepaskan aku dan kita bisa bicara baik - baik," bujuk Rena.


"Apa melepaskanmu? Dan membiarkan kamu kembali pada David? Jangan pernah bermimpi Rena! Karena aku sudah punya rencana lain untukmu...." Ujar Aleta sambil memandang Rena dengan tatapan jahat.


"Aleta, apapun yang akan kamu lakukan padaku, David pasti akan mengetahuinya. Jadi, lepaskan aku Aleta." bujuk Rena lagi.


"David tidak akan pernah tahu, karena Malvin Dirgantaralah yang sudah menculikmu dan bukan aku."


"Dan kau tahu Rena, saat dia sedang berkabung karena kehilanganmu, aku akan berada di sana untuknya, menenangkannya dan memastikan aku akan selalu ada bersamanya," ujar Aleta dengan wajah yang berpura - pura bersimpati.


Aleta memang seseorang artis kawakan yang pandai berakting..


"Dia tidak akan pernah percaya padamu Aleta!" Ujar Rena dengan lantang! Rena tidak ingin Aleta memanipulasi David.


"Diam kau!" Teriak Aleta sambil menampar wajah Rena dengan sangat keras hingga kuping Rena berdenging.


"Dia pasti akan percaya padaku!" Teriak Aleta dengan emosi.


Tiba - tiba telepon genggam Aleta berbunyi, dan ia segera mengangkatnya.


"Dimana kau?" tanyanya pada orang yang ada di telefon.


"Cepatlah! Aku sudah bosan melhat wanita murahan ini!" Ujar Aleta sambil menutup pembicaraan teleponnya.


"Tunggulah di sini Rena. Aku akan segera kembali," ujar Aleta lalu beranjak pergi.


...**********...


Stopp....✋ Para reader ku jangan lupa kasih like dan sajen votenya dong😢 Ingat! Jangan pelit - pelit yah😁


Komentarnya juga jangan lupa di perbanyak yah, udah mau menjelang beberapa episode terakhir nih😭😭 Hadiah sekutum bunga mawarnya author tunggu ya. Ada nggak ya yang mau ngasih🌷☕😃


Makasih....


Bersambung..


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jagan lupa untuk selalu like, komen, vote dan jjga hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2