Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Gilang Dan Austin


__ADS_3

Mereka bukan saja mengetahui jika ia adalah Renatta Azaria Putri Alfaro, tetapi identitasnya sebagai Adrena Clarissa Putri pun terbongkar, berikut pekerjaan apa saja yang telah di lakukannya, seperti bekerja di Pub hingga menjadi asisten Alexander David Mahendra.


"Kamu tidak terlihat senang," ujar David menebak sura intonasi Rena.


"Aku tidak suka dengan publisitas seperti ini." jawab Rena.


"Aku mengerti. Tapi kamu tidak perlu kuatir, biasanya hal ini juga akan memudar dalam beberapa hari," ujar David mecoba menenangkan pada Rena.


"Aku harap juga begitu," ujar Rena.


"Kamu telepon ada apa, Yang?" tanya Rena.


"Siang ini kamu ada acara?" David malah balik bertanya.


"Tidak. Ada apa?"


"Aku ingin mengajak makan siang bersama Mama,"


"Ya, tentu saja. Aku sangat senang sekali bisa bertemu dengan Ibu Andini."


"Aku jemput nanti, Ya?"


"Aku bisa berangkat sama Gilang nanti," jawab Rena.


Ya, David memang mulai menugaskan Gilang Narendra untuk menjaga Rena sejak tadi pagi.


"Tidak apa, nanti aku yang jemput. Gilang bisa ikut bersama kita. Mobilmu di tinggal saja di kantor?" ujar David.


"Oke, aku akan siap - siap sebentar lagi. Aku hanya perlu bicara dengan Abang sebentar," ujar Rena.


"Oke sayang, sampai ketemu nanti ya, I love you," ucap David.


"Love you too Yang, bye." balas Rena kemudain memutus sambungan teleponnya.


"Gilang, aku mau ke ruangan Abang Austin sebentar," ujar Rena pada Gilang.


"O iya, nanti siang kamu juga ikut bareng aku dan Pak David ke rumah Ibu Andini," ujar Rena pada Gilang.


Gilang yang sedang berkomunikasi dengan anak buahnya yang sedang bertugas pun segera beranjak.


"Baik Mbak Rena. Apa kita nanti bareng Eddy?" tanya Gilang.


"Ya, Eddy nanti yang akan jemput kita," jawab Rena.


"Kamu bisa tunggu di sini saja, Gilang. Aku hanya sebentar saja ke ruangan Abang Austin." ujar Rena merasa Gilang tidak perlu menemuinya.


"Tidak apa - apa, Mbak. Sudah menjadi tugas saya." jawab Gilang, tetap berjalan mengikuti Rena.


Rena mengetuk ruang kantor Austin.


"Abang, sibuk kah?" tanya Rena sambil mengintip ke dalam ruang kantor Austin. Di lihatnya Austin sedang berbicara dengan Bastian.

__ADS_1


"Ren, masuklah!" Ujar Austin sambil memberikan kode pada Rena untuk masuk menggunakan tangannya. Rena pun melangkah masuk di ikuti oleh Gilang.


"Ada apa?" tanya Austin melihat ke arah adiknya kemudian Gilang.


Austin mengerutkan keningnya menatap Gilang.


"Ini Gilang, Bang. David yang memintanya untuk menjaga aku. Kata David, Abang sudah tahu," ujar Rena memperkenalkan Gilang pada Austin.


Austin memang belum bertemu dengan Gilang pagi ini, karena ia berangkat lebih pagi untuk meetingnya.


"Ya, David sudah bilang tadi malam," jawab Austin sambil berdiri, ia kemudian menjabat tangan Gilang.


"Bukankah kamu pernah bekerja pada Ayah?" tanya Austin berusaha mengingat - ingat wajah Gilang.


"Benar Pak Austin. Dulu saya pernah bekerja pada Pak Alfaro," jawab Gilang dengan sopan.


"Dan setelah itu, kamu bekerja pada David?" tanya Austin.


"Benar Pak,"


"Baiklah, dan tolong jaga adik saya baik - baik," ujar Austin. Austin merasa sangat lega, David menugaskan Gilang untuk menjaga adiknya, ia ingat Gilang adalah salah satu anak buahnya yang loyal.


"Siap Pak, saya akan jaga Mbak Rena dengan baik.


"Kenalkan ini Bastian," ujar Austin memperkenalkan Bastian pada Gilang.


"Apa kabar Bastian?" ucap Gilang. Tentu saja Gilang sudah tahu siapa itu Bastian. Karena ia bekerja di bidang yang sama dengannya. Dan lagi, pernah menyelidiki Bastian sebelumnya.




"Baik Gilang, bagaimana denganmu? Senang rasanya bisa bekerja sama dengan orang yang sehilai dirimu?" ujar Bastian yang telah menyelidiki tentang sejarah Gilang yang merupakan mantan anak buah Alfaro dan di latih oleh salah seorang Elite senior di pasukan khusus.


"Seperti yang kau lihat," jawab Gilang sambil tersenyum.


"Aku mau memberikan ini Bang, Berkas PT. Tugu Bersama. Semuanya sudah beres,"


"Dan aku juga mau ijin makan siang dengan David. David mengundangku untuk makan siang bersama dengan Mamanya," tutur Rena.


"Tentu. Salam buat David dan Ibu Andini," ujar Rena sambil mengambil berkas dari tangan Rena.


Rena sedikit tertegun menyadari Kakaknya mengetahui perihal Ibu Andini, Padahal ia belum pernah menceritakannya.


"Tetap waspada Gilang," ujar Austin sambil melirik sekilas ke arah Gilang.


Dan Gilang pun mengangguk.


"Silahkan masuk, Mbak Rena." ujar Gilang membukakan pintu mobil bagi Rena sementara matanya melalang sekitar loby Mahendra Enterprise Tower mencari jika ada tanda - tanda yang mencurigakan. Rena pun masuk kedalam mobil Roll Royce Phantom David.


Setelah di rasa aman, Gilang pun masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang bagian depan bersama Eddy.

__ADS_1


"Aman Gilang?" tanya David.


"Aman Pak," jawab Gilang.


"Gimana Yang, apa kamu sudah siap bertemu dengan calon mertua?" tanya David sambil melihat ke arah gadis yang baru saja masuk ke dalam mobilnya.


"Ya ampuuuun, aku kan bukan pertama kali bertemu dengan Bu Andini," batin Rena sambil memutar bola matanya, heran dengan pertanyaan David.


"Kenapa begitu?" protes David, melihat Rena memutar bola matanya.


"Yang, aku kan sudah sering sekali bertemu dengan Ibu Andini," ujar Rena menerangkan keheranannya.


"Tapi kan ini beda Yang. Hari ini kamu akan bertemu dengan Ibu Andini, sebagai Mamaku, bukan klienmu." ujar David sambil memencet hidung Rena dengan gemas. Dan Rena pun mengaduh sambil memegang hidungnya yang baru saja di pencet oleh David.


Gilang dan Eddy yang melihat dari kaca spion pun hanya bisa menahan tawanya.


Mereka pun akhirnya sampai di keluarga Syahlendra. Ibu Andini yang sudah menanti kedatangan mereka pun langsung membukakan pintu.


"Ayo, ayo, masuk!" Seru Ibu Andini dengan gembira sambil memeluk David, kemudian Rena.


"Ternyata memang benar, kamu anaknya Syahnaz!" Ujar Ibu Andini saat memeluk Rena.


"Iya Bu, saya memang anak Syahnaz. Maaf waktu itu saya tidak berterus terang," ujar Rena meminta maaf.


"Tidak apa - apa, David sudah menceritakan apa yang terjadi," ujar Ibu Andini.


"Ayo kita masuk ke dalam, Om Arya sudah menunggu kalian," ajak Ibu Andini.


Mereka pun masuk ke bagian dalam rumah dan Gilang pun mengikuti mereka.


Sesampainya di ruang makan, Arya Syahlendra yang melihat kedatangan mereka pun segera beranjak dari duduknya.


"Kalian sudah datang!" Ujarnya sambil menyalami dan memeluk David dan Rena.


"Bagaimana kabar kalian? Semuanya baik? Sehat?" tanya Arya Sayhlendra dengan ramah.


"Baik Om," jawab David sambil tersenyum.


Rena yang melihat David tersenyum tulus pada Arya Syahlendra pun ikut tersenyum. Ia senang karena David sudah mulai bisa menerima hubungan Arya Sayahlendra dengan mamanya.


"Abian mana Mah, belum datang?" tanya Arya Syahlendra pada Ibu Andini.


"Belum. Mungkin sebentar lagi," jawab Ibu Andini.


"Halo semua!" Tiba - tiba terdengar suara Abian dari arah ruang tamu dan sosoknya pun muncul di depan ruang makan.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk like, komen dan vote.

__ADS_1


__ADS_2