Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Keselamatan Rena


__ADS_3

David tahu, Malvin Dirgantara tidak akan gegabah melawannya, tetapi jika Malvin masih menginginkan Renatta, Malvin mungkin tidak akan segan - segan menghalalkan segala cara. Dan David sangat mengkhawatirkan keselamatan Rena.


"Gilang, suruh orangmu untuk menjaga apartemem Rena malam ini, Pastikan ia baik - baik saja," perintah David.


"Baik Pak, saya akan segera mengerjakannya. Ada hal lain, Pak?" tanya Gilang.


"Laporkan perkembangannya langsung kepada saya!" Ujar David.


"Baik Pak. Saya Permisi. Saya akan segera mengkoordinir anak buah dan melaporkan langsung kepada Bapak." ujar Gilang, kemudian ia keluar dari ruang kerja David.


David mengambil telepon genggamnya dan menelepon Rena.


Rena yang sudah sangat mengantuk dan bersiap - siap hendak tidur pun mengangkat telepon dari David.


"Halo?"


"Yang, lagi apa?" tanya David sambil tersenyum mendengar suara Rena yang mengantuk.


"Lagi mau tidur, ada apa Pak David?" tanya Rena sengaja memanggil David dengan sebutan Pak.

__ADS_1


David tersenyum mendengar Rena meledeknya. Belum - belum ia sudah kangen ingin melihat wajah Rena yang saat ini pasti sudah sangat mengantuk. Seandainya Rena ada di depan matanya, pasti sudah di peluknya gadisnya itu.


"Aku cuma ingin dengar suaramu," ujar David.


"Sekarang kan sudah dengar, sudah ya," ujar Rena dengan cueknya. Matanya sudah mengerjap - ngerjap menahan rasa kantuknya.


"Jangan di tutup, Yang. Aku belum selesai bicara," ujar David.


"Ada apa lagi? Apa tidak bisa besok bicaranya?" tanya Rena yang sudah benar - benar mengantuk.


"Yang, mulai besok ada seseorang yang akan mengantar jemputmu. Namanya Gilang, kalau ada apa - apa kamu bicara sama dia ya," ujar David memberitahu Rena mengenai Gilang.


"Kurang lebih. Kamu kan pacarku sayang, aku tidak ingin kamu menyetir mobil sendirian. Kamu lihatkan apa yang terjadi dengan mobil kuning kesayanganku?" ujar David bercanda, tidak memberi tahu pada Rena apa yang sebenarnya terjadi.


"Itu kan tidak di sengaja. Lagian kamu juga yang menggangu konsentrasiku." ujar Rena cemberut, kesal. Karena David masih mengungkit perihal mobil lamborgini yang di tabraknya. Ia pun kesal dengan kejadian itu. Gara - gara tabarkan mobil lamborgini! Sekarang ia harus menjadi pacar dari David!


"Ya sudah, makanya besok Gilang yang akan menyetir mobilmu. Jadi aku tidak perlu khawatir lagi," ujar David.


"Lihat besok saja. Sudah ya, aku ngantuk sekali," ujar Rena.

__ADS_1


"Selamat tidur sayang, jangan lupa mimpiin aku," ujar David sambil menahan senyumnya.


"Kamu juga jangan tidur malam - malam. Pekerjaanmu masih bisa di kerjakan besok," ujar Rena mengingatkan David. Ia mengira jika David masih sibuk bekerja di ruang kerja di rumahnya saat itu.


"Iya sayang, sebentar lagi aku tidur, sampai besok ya Yang," ujar David.


"Ya sudah, aku tidur duluan," ujar Rena kemudian menutup percakapan teleponnya dengan David.


Rena merebahkan kepalanya di atas bantal mengingat David, laki - laki yang dulu ia benci karena kearoganannya.


Sekarang ia tak habis pikir karena hampir setiap hari ia menghabiskan waktunya bersama dengan David. Dan Rena pun teringat kembali saat ia mencium David beberapa jam yang lalu.


Rena menutup matanya kemudian memegang bibirnya dan tersenyum karena masih merasakan bibir David yang menyesap bibirnya dengan lembut. Tak lama nafas Rena pun menjadi tenang, dan ia pun tertidur.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2