Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Kedatangan Aleta


__ADS_3

David berhenti di depan pintu kamar mandi.


"Bener ya, nanti malam kita mulai undi." ujar David tersenyum penuh dengan kemenangan.


"Iyaaaaa, udah kamu mandi dulu!" Ujar Rena sambil menutup pintu kamar mandi.


Rena tersenyum dan menggelengkan kepalanya saat mendengar David mrnghidupkan keran shower sambil bersenandung.


Rena sedang menyiapkan makanan yang telah di masak oleh Yuli di atas meja makan saat David keluar dari kamar.


"Kita makan, Yang." ajak Rena sambil menghampiri David dan mengajaknya duduk di kursi meja makan.


"Kamu masak?" tanya Rena.


"Nggak Yang. Kali ini aku nggak masak. Aku lapar sekali," jawab Rena dengan suara pelan.


Rena malu mengatakannya karena ada Yuli yang di sana sedang melayani mereka, karena apa yang mereka lakukan sebelumnya benar - benar menguras tenaganya.


David hanya tertawa.


"Nggak papa Yang, aku tau kamu sudah bekerja keras," ujar David sambil mengedipkan sebelah matanya. Membuat Rena merona.


David menarik Rena mendekat dan berkata, " Kita istirahat malam ini. Ngundinya nanti saja kalau kita sudah berada di kota B." ujar David sambil mengecup pipi Rena beberapa kali di kanan dan kiri, membuat Rena malu karena di lihat oleh Yuli.


...*****...


Keesokan harinya David dan Rena kembali ke kota B dan Alvin menjemputnya di gedung Mahendra Tower. Setelah itu, mereka langsung kembali ke rumah David.


"Nyonya Alexander David Mahendra, selamat datang di rumah kita," ujar David sambil menggendong Rena bridle style masuk ke dalam rumah.


"Selamat datang pengantin baru!" Sambut Audrey yang melihat Kakak dan Iparnya masuk kedalam rumah dengan tersenyum.


"Hei, Audrey!" Sapa Rena dalam gendongan David. Tetapi David tidak berhenti saat melewati adiknya, dan hanya menyapanya saja sambil menggendong Rena naik ke lantai dua.


"Sudah siap masuk ke kamar kita?" tanya David saat mereka berhenti di pintu kamar David.


Rena memang belum pernah masuk ke kamar David, walaupun ia sudah beberapa kali menginap di rumah itu.


"Ada yang istimewa?" tanya Rena.


"Ada. Sangat istimewa. Karena sekarang ada yang menemani aku untuk tidur," jawab David sambil membuka pintu kamarnya. Mereka pun masuk kedalam dan David menurunkan Rena di pinggir ranjang.


Rena melihat ke sekeliling kamar David yang sekarang telah menjadi kamar milik mereka berdua. Kamar itu sangat besar dua kali lebih besar dari pada kamar Rena yang ada di bawah. Sebuah ranjang besar ada di tengah - tengah ruang kamar, sebuah meja rias, sofa, televisi dan sebuah walking closet di salah satu sisi ruangan. Di sebelahnya terdapat sebuah pintu, yang Rena tebak adalah kamar mandi dalam.

__ADS_1


David menarik Rena menuju closetnya dan mengajaknya masuk ke walking closet itu cukup besar untuk menampung pakaian untuk dua orang. Di sisi sebelah kanan terdapat beberapa pakaian wanita dan Rena mengenali beberapa pakaian itu, dan selebihnya seperti pakaian baru.


"Ini baju - bajumu dan ini baju - bajuku," ujar David sambil menunjuk sisi - sisi dalam closet itu.


"Curang! Kenapa baju - bajumu lebih banyak," kelakar Rena


"Tenang sayang, besok kamu bisa berbelanja dan memenuhi lemarimu," ujar David sambil memeluk dan mengecup kening Rena.


David kemudian menunjukkan kamar mandi mereka yang sangat luas dengan bathub dan ruang shower yang modern.


Hari itu seluruh penghuni para pelayan dan penjaga yang bekerja di rumah David semuanya mengucapkan selamat atas pernikahan mereka.


David sedang duduk menunggu Rena keluar dari kamar mandi, dan di tangannya sudah memegang buku Kamasutra yang di berikan oleh Gita untuk mereka.


Rena yang baru keluar dari kamar mandi seketika tertegun, karena melihat David yang sudah menunggunya di atas ranjang.


David kemudian memberinya kode untuk mendekat.


"Sudah siap untuk mengundi?" tanya David sambil mengangkat sebuah kotak kecil yang berisi banyak gulungan kertas.


Rena menelan ludahnya.


"Kamu sudah siapkan untuk mengambil nomor?" tanya David.


"Kamu saja, Yang." ujar Rena sambil tersenyum.


David menyeringai senang dan memasukkan tangannya kedalam kotak itu, memutar isinya dan mengambil satu gulungan kertas. Ia pun menunjukkan gulungan itu pada Rena sebelum ia membukanya.


Rena berharap semoga itu bukanlah gaya - gaya yang sulit yang harus mereka praktekkan malam ini.


"25!" Ujar David, sambil menujukkan nomor 25 di kertas yang di gulung itu.


Rena juga sangat penasaran dengan isi buku di halaman 25 itu, dan ia pun menunggu David untuk membuka halaman buku itu.


Sesaat kemudian, David menatap Rena dengan pandangan yang nakal, kemudian berkata, "Sepertinya kamu yang akan memimpin malam ini sayang,"


Ia pun membalikkan buku ke arah Rena dan memperlihatkan pose yang akan mereka lakukan malam itu. Dan Rena menelan ludah melihat gambar yang ada di sana.


"Sekarang kamu pakai ini dan aku akan menjadi milikmu malam ini," bisik David dengan suara berat maskulinnya di telinga Rena sambil memberikan lingerie pemberian dari Gita kepadanya.


Maaf author skip dulu ya adegan cenat cenutnya😁


...******...

__ADS_1


Malvin sedang berada di kamarnya bersama dengan Mira saat Garda, Asisten Rumah Tanggannya memberitahukannya bahwa ia mendapatkan kunjungam dari seorang perempuan. Mira saat itu, masih tertidur di atas ranjanganya setelah selesai bercinta dengannya beberapa saat yang lalu.


Malvin dan Mira baru saja menikah dua hari yang lalu dalam sebuah acara pernikahan yang di gelar sangat mewah dan megah di salah satu hotel ternama yang ada di kota itu dan Mira sudah tinggal bersama dengan Malvin sejak saat itu juga.


"Siapa?" tanya Malvin pada Garda.


"Aleta Devanka, Pak." jawab Garda menyebutkan nama perempuan yang mengunjunginya sore itu.


"Suruh dia masuk. Aku akan ke bawah sebentar lagi," ujar Malvin lalu menutup pintu kamar.


Malvin yang melihat Mira masih tertidur dengan lelap dan ia pun segera berganti pakaian dan berjalan ke luar kamar untuk menemui Aleta.


Ia bertanya - tanya apa yang ingin artis itu inginkan di rumahnya.


"Selamat sore Pak Malvin Dirgantara," sapa Aleta saat Malvin masuk ke dalam ruang tamu.


"Selamat sore," sapa balik Malvin.


"Ada angin apa ini, sampai saya kedatang seorang wanita secantik Aleta Devanka di rumah saya?" tanya Malvin tersenyum sambil menyalami tangan Aleta.


Ya, kedatangan Aleta Devanka di rumah Malvin karena Aleta sudah mengetahui identitas Adrena Clarissa Putri sebagai Renatta Azaria, dan ia pun telah mendengar desas - desus mengenai Malvin Dirgantara yang sangat mencintai Renatta Azaria.Oleh sebab itu, ia datang bertemu dengan Malvin untuk memastikkan jika berita itu benar dan ia berharap Malvin mau di ajak kerja sama dengannya.


"Maaf kalau saya menganggu waktu anda. Karena ada yang ingin saya bicarakan dengan anda. Saya harap anda punya waktu," ujar Aleta langsung saja.


"Ya, ada apa?" tanya Malvin dengan penasaran apa yang ingin di bicarakan oleh Aleta padanya.


"Bisa saya bicara di tempat yang lebih pribadi? Atau di taman anda pun boleh," tanya Aleta.


"Sebenarnya di sini pun tidak apa - apa. Tetapi kalau anda mau ke taman, silahkan." ujar Malvin sambil menunjukkan jalan ke arah taman yang ada di belakang rumahnya.


"Pak Malvin, apakah anda masih mencintai Renatta Azaria?" tanya Aleta langsung saat mereka sedang berjalan ke arah taman.


...*****...


**Author mau minta maaf ya, karena up nya sehari cuma 1 bab dulu dan selalu telat up nya karena author bulan ini sedang sibuk banget. Dan jangan lupa tetap ikutin terus kisah novel David dan Rena ya.


Makacih**....


Bersambung...


Terima kasih Sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa like, komen, vote dan juga hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2