Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Bertemu Ibu Andini


__ADS_3

"Apa yang David katakan mengenai saya?" tanya Ibu Andini sambil mencoba tersenyum.


Rena terdiam. Ia bimbang untuk mengatakan apa yang David katakan tadi malam.


"Mungkin menurut David dan Mbak Rena, saya adalah Ibu yang tidak bertanggung jawab yang meninggalkan anak - anaknya," ujar Ibu Andini pelan.


"Saya akui saya memang bersalah. Saya memang menikah lagi dengan Mas Arya, tetapi saya tidak pernah untuk meninggalkan anak - anak saya. Saya sangat mencintai anak - anak saya.


"Setiap hari saya selalu berusaha untuk menemui mereka, tetapi sangat sulit karena Opa menaruh penjagaan yang sangat ketat pada mereka. Sampai akhirnya saya harus pindah ke kota B ini untuk mengikuti Mas Arya, suami saya. Dan saya jarang sekali bertemu dengan mereka terutama David. Karena David tidak mau menemui saya." ujar Ibu Andini dengan tatapan mata sedih.


"Mbak Rena, apakah David masih sangat membenci saya?" tanya Ibu Andini dengan tatapan sendu, rasa penyesalan yang dalam terbesit di matanya.


"David masih sangat terluka dengan kejadian saat Ibu meninggalkannya malam itu,"


"Saya rasa David tidak membenci Ibu, dia hanya... belum bisa menerima apa yang telah terjadi, karena rasa sakit yang dalam," tambah Rena.


Seandainya ada yang bisa ia lakukan untuk membantu David dan Ibu Andini agar bisa saling memaafkan dan melupakan kejadian yang telah lalu, batin Rena.


"Saya tahu, saya memang menghancurkan hatinya malam itu, tapi saya tidak ada pilihan lain, karena kalau saya tidak meninggalkan mereka dan membawa mereka bersama dengan saya, mereka akan di coret namanya dari keluarga Mahendra. Dan saya tidak ingin itu terjadi,"


"Amanat terakhir dari Almarhum Mas Devan, Papa David, adalah menjadikan David dan Audrey sebagai pewaris perusahaan Mahendra. Itu sebabnya saya tidak bisa membawa mereka pergi bersama saya," ujar Ibu Andini dengan sedih.

__ADS_1


"Saya mengerti, Bu. Tapi sepertinya Ibu harus banyak bersabar, karena David masih membutuhkan waktu untuk bisa memaafkan Ibu," ujar Rena.


"Tidak apa Mbak Rena. Saya akan menunggu, sampai kapan pun. Tetapi alasan saya ingin bertemu dengan Mbak Rena adalah saya ingin meminta tolong pada Mbak Rena," ujar Ibu Andini.


"Minta tolong apa, Bu?"


Ibu Andini mengeluarkan sepucuk surat dari dalam tasnya dan memegangnya.


"Saya minta tolong, Mbak Rena memberikan surat ini pada David. Saya tahu, ia tidak ingin melihat, berbicara atau berkomunikasi dengan saya, tetapi kalau saya bisa meminta tolong pada Mbak Rena,agar David mau membaca surat ini..." pinta Bu Andini pada sambil menyerahkan surat itu kepada Rena.


Ibu Andini berharap, Rena bisa membujuk David untuk membaca surat itu. Karena ia melihat bagaimana perlakuan David pada Rena.


"Baiklah Bu, akan saya coba," jawab Rena sambil menerima surat itu.


Rena melihat laki - laki yang semalam di lihatnya bersama dengan Ibu Andini berjalan ke arah mereka. Dan Gilang yang melihat hal itu pun langsung bersigap dan berdiri di dekat Rena.


Melihat sikap bodyguard Rena, Ibu Andini pun langsung memperkenalkan laki - laki itu.


"Mbak Rena, ini suami saya, Arya Syahlendra."


"Saya Adrena Clarissa Putri, Pak Arya." ujar Rena sambil menyambut uluran tangan Arya Syahlendra, suami Ibu Andini.

__ADS_1


Syahlendra? Apakah Abian Syahlendra...?


Rena baru menyadari bahwa Abian Syahlendra adalah anak Ibu Andini dengan Arya Syahlendra! Oleh sebab itu, Abian menyebut David dengan sebutan Kakak.


"Senang berkenalan dengan anda Mbak Rena, saya harap kami tidak merepotkan anda," ujar Pak Arya ramah.


"Sama sekali tidak, Pak. Saya dengan senang hati membantu, jika saya bisa," jawab Rena.


Rena pun baru mengetahui jika Arya Syahlendra adalah Direktur dan pemilik rumah sakit terbesar di kota itu.


Dan ternyata Arya Syahlendra adalah cinta pertamanya Ibu Andini. Sehingga saat Devan Mahendra, Papa David meninggal dunia, dan Ibu Andini bertemu kembali dengan Arya Syahlendra setahun kemudian, cinta mereka berdua terjalin kembali.


Dan saat itu pun Arya Syahlendra telah bercerai dari Istrinya, sehingga mereka pun memutuskan untuk menikah.


Setelah bercakap - cakap cukup lama, Rena pun mohon diri, dan kembali ke kantornya.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2