Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Pendapat Gilang


__ADS_3

Yah, Arka baru tahu bagaimana Bosnya itu masih menunggu seorang Renatta Azaria. Apa yang akan terjadi jika ia mengetahui gadis itu sudah kembali dan di miliki oleh Alexander David Mahendra? Dan Arka sangat yakin David tidak akan menyerahkan gadis itu begitu saja kepada Malvin Dirgantara.


"Kalau kau sudah tahu, lebih baik kau mundur kawan," ujar Gilang memperingatkan Arka dengan kata - kata yang dalam.


"Bukan aku yang memutuskan itu," ujar Arka.


"Kau bisa kalau kau mau," balas Gilang.


"Katakan, apakah dia adalah Renatta Azaria?" Arka akhirnya menanyakan pertanyaan yang sudah menunggu di ujung lidahnya.


Gilang tertawa.


"Apakah kau butuh aku untuk menjawab pertanyaan itu? Kau tidak punya aset untuk menjawab pertanyaanmu sendiri?" tanya Gilang dengan masih tertawa, menyadari Arka masih membutuhkannya untuk memastikan identitas asli Rena.


"Berhenti bicara berputar - putar! Dan katakan saja apa yang kau tahu!" Ujar Arka.


Arka gelisah ia ingin segera mengetahui pasti jika gadis itu dalah Renatta Azaria.


"Lalu apa?" tanya Gilang berhenti tertawa.


"Seandainya ia pun adalah Renatta Azaria, apa yang akan kau lakukan? Ingat, kau terikat janji pada Alfaro!" Ujar Gilang sambil menatap tajam ke arah Arka.


Apa yang Gilang katakan mengingatkan Arka pada kejadian apa yang terjadi 7 tahun yang lalu.


"Alfaro, sudah tidak ada. Begitu pula dengan janjiku hanyalah tinggal kata - kata usang," ujar Arka sambil menatap anak buah mereka yang sama - sama bersiaga. Apakah akan terjadi malam ini?


Ia dan Gilang tidak pernah menjadi lawan selama 7 tahun belakangan ini. Kedua Bos mereka memilih tidak ingin bersinggungan satu sama lain. Namun sepertinya, hal itu tidak dapat di hindari lagi.


"Ah, seharusanya gadis itu tak perlu kembali, hanya membuat masalah saja!" Batin Arka.


"Alfaro, mungkin sudah tidak ada. Tapi janji itu masih berlaku selama gadis itu masih hidup" Ujar Gilang.


"Dan aku adalah orang yang menepati janji," tambah Gilang sambil menatap Arka.


"Kau tidak dapat hidup hanya dengan menepati janji, Gilang!" Ujar Arka sambil tertawa lepas.


"Tidak. Tapi paling tidak aku hidup dengan harga diri," ujar Gilang kemudian meneguk minumannya.

__ADS_1


Arka membayar minuman mereka dan berdiri.


"Sampai nanti Gilang, jaga dirimu baik - baik," ujar Arka sambil berbalik dan meninggalkan Gilang di meja bar. Anak buah Arka pun ikut meninggalkan bar itu.


Mereka sama - sama tahu, lain kali mereka bertemu tidak akan ada pembicaraan seperti itu lagi.


Gilang kemudian mengendarai mobilnya ke dalam kediaman Alexander David Mahendra. Ia harus menyampaikan sendiri hal itu langsung kepada David.


Penjaga rumah David yang telah mengenal Gilang memperbolehkan Gilang untuk masuk.


Saat itu, sudah jam 10 malam dan Jefri membukakan pintu untuknya.


"Malam Jefri, Bapak ada di rumah? Ada hal penting yang harus saya sampaikan," ujar Gilang pada Jefri.


"Malam Gilang. Duduklah," ujar Gilang kemudian ia berjalan ke lantai atas menuju kamar David.


Jefri paham, jika Gilang sudah mengatakan ada hal penting, ia tidak akan bertanya lagi.


David yang baru saja selesai mandi membuka pintu saat mendengar ketukan di pintu kamarnya.


"Gilang ingin berbicara dengan Bapak. Katanya ada hal penting yang harus di sampaikan," ujar Jefri memberitahukan pada David.


"Ada apa Gilang datang malam - malam begini?" pikir David.


"Suruh ia menemuiku di ruang kerja," ujar David dan Jefri mengangguk kemudian pergi ke bawah untuk memanggil Gilang.


David menunggu di ruang kerjanya.


"Selamat malam, Pak. Maaf menganggu waktu Bapak," ujar Gilang saat ia memasuki ruang kerja David di lantai dua.


"Duduklah Gilang, ada hal penting apa?" tanya David langsung tanpa basa - basi langsung. Biasanya ia akan melapor pada Alvin, jika tidak terlalu urgent. Sehingga David berkesimpulan ada hal yang sangat penting yang harus di sampaikan Gilang padanya.


"Ini mengenai Mbak Rena," ujar Gilang.


"Kenapa dengan Rena?" tanya David langsung duduk tegak di kursinya.


"Identitas Mbak Rena sudah di ketahui oleh pihak Malvin Dirgantara," ujar Gilang melaporkan.

__ADS_1


David tidak tampak terkejut, namun ia tampak sangat ingin tahu dengan apa yang terjadi.


"Kamu yakin? Darimana kami tahu?" tanya David pada Gilang.


Gilang menceritakan pertemuannya dengan Arka dan ia sangat yakin jika Malvin akan mengetahui keberadaan Renatta dalam waktu dekat.


"Apak Malvin Dirgantara masih mencari Renatta Azaria selama ini? Bukankah dia akan menikah bulan depan?" tanya David pada Gilang.


"Tidak banyak yang tahu, tapi kabar yang saya dengar, Pak Malvin masih meminta Asistennya Darwin, untuk mencari terus keberadaan Renatta Azaria. Bahkan, tahun lalu pun ia sempat bersiteru dengan Jason Iskandar, paman Renatta sebelum beliau meninggal. Ia menuduh Pak Jason yang telah menyembunyikan Rena darinya."


David mendengarkan penuturan Gilang, karena Gilang adalah salah satu dari beberapa orang yang ia rekrut untuk bekerja padanya saat ia mengembangkan usaha di kota ini. Saat itu, Gilang baru saja kehilangan pekerjaannya karena kebangkrutan perusahaan Alfaro.


"Menurutmu apa yang akan terjadi, jika Malvin mengetahui jika Rena adalah Renatta Azaria?" tanya David. Ia ingin tahu pendapat Gilang, karena Gilang mengetahui kejadian di masa lalu dalam keluarga Alfaro.


"Saya tidak tahu pasti, Pak. Tetapi saya yakin Pak Malvin akan mencoba untuk menemui Mbak Rena, paling tidak untuk mengecek sendiri kebenaran berita itu. Yang saya takutkan adalah jika Malvin akan memaksa Mbak Rena seperti dulu," ujar Gilang.


"Apa maksudmu? Apa yang Malvin lakukan pada Rena saat itu? Apakah dia menyakiti Rena?!" Tanya David dengan nada suara yang tinggi.


"Setelah Alfaro meninggal, Malvin mengambil Renatta secara paksa, dan memaksanya untuk tinggal di rumahnya. Saat itu, karena pengurangan karyawan dan perusahaan Alfaro mengalami kebangkrutan, hanya tinggal beberapa orang dari kami yang masih bertahan di keluarga Alfaro. Ibu Syahnaz meminta kami untuk menemaninya ke tempat Malvin Dirgantara untuk meminta Renatta Azaria agar di kembalikan, tetapi Malvin Dirgantara tidak mengizinkan kecuali Syahnaz memberinya ijin untuk menikahi Renatta. Dan Ibu Syahnaz tidak memberikan ijin itu, karena Renatta masih sangat muda. Hingga akhirnya Ibu Syahnaz meninggal karena memikirkan Renatta."


"Lalu bagaimana Renatta bisa lolos?" tanya David wajahnya terlihat sangat geram oleh perbuatan Malvin Dirgantara.


"Saat pemakaman Syahnaz. Renatta di perbolehkan untuk pulang, di sanalah Renatta berhasil melarikan diri dengan bantuan Ibu Alexa,"


"Alexa?" tanya David sambil mengerutkan dahinya.


"Alexa adalah Ibu tiri dari Malvin Dirgantara sekaligus adik dari Alfaro. Tantenya Renatta dan Austin," ujar Gilang menerangkan.


"Sesuai perintah, saya menyerahkan Renatta pada Jason Iskandar sore itu dan saya tidak tahu lagi keberadaan Renatta sampai beberapa hari yang lalu Bapak menyuruh saya untuk menginterogasi Ibu Mira," ujar Gilang.


David menghela nafas. Ia baru saja tahu apa yang sebenarnya terjadi. Pantas saja Rena berusaha menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2