Wanita Pilihan Ibunya

Wanita Pilihan Ibunya
Bab 134. Di Kamar Askelan 3


__ADS_3

Di Kamar Askelan 3


“Waktu itu, Tuan Askel juga dijebak oleh seseorang di rumah kayu di atas bukit! Dia memang diduga tewas sebelumnya, kalau bukan aku yang menolongnya, mungkin memang benar-benar dia akan tiada!”


Kini Lintani yang tertegun, lalu, meminta Mo untuk menceritakan bagaimana detailnya kejadian waktu itu.


Lalu, Mo pun bercerita, dia tidak tahu apa yang terjadi di rumah kayu di atas bukit waktu itu. Dia hanya kehilangan Askelan sejak pagi sementara pria itu harus mencoba jas baru yang sudah dipesan untuk pelantikan sebagai CEO keesokan harinya.


Mo mempercayakan seseorang untuk mencari informasi tentang keberadaan Askelan, karena dia tahu ada beberapa orang yang tidak menyetujui penobatan itu, hingga memungkinkan, bila putra Elliyat memiliki seorang musuh. Pada esok paginya, barulah seorang kepercayaannya memberikan kabar, tentang sesosok mayat yang ditemukan di rumah kayu.


“Jadi, Askelan ternyata belum meninggal?” kata Lintani setelah Mo berhenti bercerita.


“Ya, kata dokter yang memeriksanya, ada seseorang yang memberi suntikan mati ke dalam tubuhnya, orang itu adalah Dex, bahkan dia diberi obat perangsang juga. Di rumah sakit, aku segera menemukan kantung mayatnya dan membuat sebuah laporan jika Askelan sudah sembuh, aku bekerja sama dengan dokter itu untuk menukarnya dengan gelandangan yang tewas yang kami temukan di jalanan waktu itu.”

__ADS_1


Lintani mengangguk-angguk sambil meminum teh manis, sementara Mo terus menyelesaikan masakannya dan menghidangkan di atas meja di hadapan Lintani.


“Ayo! Makanlah Nona kau sudah tidak mual lagi di pagi hari, kan?”


“Ya, terima kasih tiba-tiba saja aku tidak nafsu makan!”


Lintani kembali ke kamar dan, meninggalkan teh manisnya yang belum habis di atas meja. Dia melihat Askelan yang masih tertidur dengan telungkup di atas tempat tidurnya. Dia mendekat, berjongkok sebentar untuk melihat wajahnya.


Dia bergumam, “Apakah itu kau Tuan Askel? Jadi, begitu caranya kau hidup kembali dari katianmu. Aku pikir tidak mungkin ....!” Air mata mulai menetes saat berkata.


Lintani berkata sambil berdiri, mengusap air matanya kasar berjalan ke ruang ganti setelah menekan remote control. Dia menyibakkan beberapa jaket dan mantel bulu tebal pada bahian gantungan baju, menempelkan sidik jarinya di sana, seketika semua laci dan lemari senjata yang ada di balik pakaian itu pun terbuka.


Dia meraba semua senjata-senjata itu satu persatu, dengan air mata yang terus menetes.

__ADS_1


“Mengapa dia tidak mau jujur kalau memang dia sudah tahu semuanya, apakah karena itu dia mencintaiku, karena rasa bersalahnya? Dan bukan karena cinta murni seperti yang aku pikirkan selama ini? Bodohnya aku!”


Lintani berhenti sejenak dan menghapus kasar air mata di pipinya. Hatinya kembali sakit, sesakit rasa saat melepaskan ibunya untuk selamanya, tapi, ini lebih perih lagi. Hati seperti disayat dalam sayatan kecil dan darahnya mengalir ... karena sangat pedih, hingga darahnya tidak lagi berwarna merah melainkan berubah sebening air matanya saat ini.


“Tahukah kau Tuan Askel? Aku sangat menderita dan mendendam pada pria itu selama delapan tahun lamanya, aku tidak tahu apakah kau di jebak atau tidak, yang aku tahu kau sangat jahat!”


Lintani berjongkok, dengan wajah menelungkup, dan kembali berkata, “Kenapa kau tidak bertanya siapa aku, dan bertanya mengapa aku ada di sana, waktu itu? Kenapa ....? Dan kau, menyebutku wanita ja Lang secara sembarangan saja. Aku bukan ja Lang! Aku wanita baik-baik dan tertindas, tapi aku harus menebus semua itu selama delapan tahun di penjara, bahkan aku kehilangan anakku! Ah, ya! Itu anakmu, Tuan Askel. Itu ... Anakmu, kan?”


Lintani berdiri lagi, lalu, mengambil satu buah Magnum dan mengisinya dengan peluru hingga penuh. Dia menghadap ke cermin besar yang ada di sana sambil menghunuskan senjata. Perasaannya berkecamuk penuh luka tapi juga penuh cinta, melihat kenyataan perutnya yang membuncit di cermin itu.


“Apa yang akan kau lakukan dengan senjata itu?”


Bersambung

__ADS_1


🙏 Terus dukung karyaku, jangan lupa like 👍 nya ya ....❤️🙂


__ADS_2