
Dejavu Tapi Karma
“Lin! Kau harus memaafkan kami, kita bisa menjalin hubungan baik antar saudara atau sebagai teman juga tidak masalah!” kata Rauja, “Aku sangat menyesali perbuatanku! Apakah kau masih membenci kami padahal kami sudah bersujud seperti ini di hadapanmu!”
Beberapa orang yang melewati lobby, melihat kejadian langka dan menarik untuk dibuat video, hingga mereka pun mulai merekam kejadian di sana. Di mana ada seorang yang terlihat kaya, tapi begitu sombong tengah meremehkan dua orang lemah, padahal keduanya sudah berlutut di hadapannya.
Sebuah video kadang terlihat tidak seperti kenyataannya. Banyak spekulasi yang muncul di dalamnya. Tidak ada yang tahu, siapa yang salah atau benar di antara orang itu.
“Bukankah kalian sendiri yang memutuskan ikatan saudara denganku? Bahkan melihatku jijik karena aku lemah di hadapan kalian waktu itu. Apakah kalian belum puas melihatku tertindas selama delapan tahun di penjara!”
Beberapa orang yang mendengar pembicaraan itu, pun saling berbisik-bisik mengomentari sesuai persepsi mereka sendiri.
Mo mencoba menahan Lintani yang terlihat emosi, dengan memegang tangannya, tapi Lintani menenangkannya, seraya memberinya isyarat jika dirinya akan baik-baik saja. Wanita itu tidak tahu siapa dua orang yang sedang bersujud sambil menangis di kaki nonanya itu.
“Apa kau bilang? Aku sama sekali tidak mengerti maksudmu, dan jangan menuduh Kami, yang sudah memasukkanmu dalam penjara, semua bukan salah kami! Aku berani bersumpah, aku tidak melakukannya!”
“Sungguh, satu mulut saja cukup untuk mengatakan sebuah kebohongan, tapi butuh banyak mulut untuk membuktikan sebuah kebenaran. Bukankah yang penting bagi orang seperti kalian, adalah siapa yang benar-benar salah, tanpa peduli pada kebenaran? Jadi, untuk apa kau bersumpah?” ucap Lintani mematahkan keyakinan Rauja. Intinya adalah, Lintani tidak lagi peduli.
Semua yang dikatakan Rauja tidak semua salah, tapi juga tidak semuanya benar. Dia memang tidak tahu kalau akan ada drama penjebakan.
Waktu itu, Dex hanya menyuruhnya untuk membawa seorang wanita, untuk menghibur seorang pria kaya, dan akan membuat videonya sebagai modal, untuk menjadi bintang di masa depan. Tentu saja Rauja mengusulkan agar Haifa melakukannya. Namun siapa sangka Haifa malas dan menyuruh Lintani saja yang melakukannya.
Ketika pada akhirnya terjadi drama penjebakan, Rauja benar-benar tidak tahu. Dia mengetahuinya setelah Lintani berada di penjara, Dex yang mengatakan semuanya pada Lux hingga dia bersyukur, karena Haifa tidak menjadi korban.
__ADS_1
“Ya, yang aku katakan sekarang adalah kebenaran!” sahut Rauja tidak mau kalah.
“Begitukah? Tapi, semua sudah terlambat, aku tidak mungkin memaafkan orang yang tidak tulus, yang meminta maaf hanya karena hal lain.”
“Apa maksudmu hal lain itu, Lin? Aku tidak mengerti?” kata Haifa. Dia kini berdiri sedangkan Rauja masih bertahan dengan posisinya.
Lintani merasa tidak perlu menjawab pertanyaan itu, sebab orang seperti mereka, tidak akan meminta maaf dan bersujud padanya dengan tulus.
Rauja dan Haifa melakukan itu setelah mengetahui kebenaran tentang Bukit Shaw dan menjalin hubungan kekerabatan dengan Lintani akan sangat menguntungkan dari segi apa pun juga.
Lintani berjalan, meninggalkan kepalsuan yang nyata di hadapannya, tapi, baru dua langkah dia berjalan, Rauja memegang tangannya, dengan keadaan masih berlutut di lantai, “Lin! Dengarkan aku!”
Pada saat bersamaan, Lintani menjadi tidak seimbang karena perutnya yang besar dan tarikan yang tiba-tiba itu.
“Nona!” teriak Mo.
Kejadian itu begitu cepat, membuat Lintani tergeletak di lantai hanya dalam hitungan detik saja.
Secara mengejutkan juga seorang pria dengan gerakan cepat, menghampiri Lintani, merengkuh tubuh dan segera mengangkatnya.
Sementara Lintani memejamkan mata. Demi merasakan sakit dan mulas yang tidak tertahankan, di sekitar bawah perut, hingga dia membutuhkan seseorang untuk menjadi bahan pelampiasan. Dia meringis saat merasakan tubuhnya seolah melayang, dia segera membuka mata.
“Elan ....” lirihnya. Matanya kembali terpejam setelah menyebut nama pria yang sudah mengangkat tubuhnya. Dia menghirup udara dalam-dalam untuk memenuhi rongga pernapasan dengan aroma tubuh pria itu. Sebenarnya dia sangat rindu.
__ADS_1
Nalar dan kondisi yang membuatnya tidak peduli dengan rasa benci, hingga dia lebih erat memeluknya, lebih kuat mencengkeram kerah jas Askelan, sambil merintih kesakitan.
Ada darah dan juga cairan yang mengalir di antara kedua paha Lintani, membuat Askelan semakin mengeratkan giginya, hingga terlihat rahangnya mengeras.
Dia sudah pernah merasakan hal ini sebelumnya, tapi, sakitnya saat akan melahirkan, tetaplah sakit di atas sakit, yang semua wanita tidak akan pernah terbiasa menanggungnya.
“Jode! Kau tahu apa yang harus kau lakukan, kan?” kata Askelan sambil berjalan.
“Ya, Tuan!” kata Jordan sambil melihat pada Rauja dan Haifa yang terlihat sangat ketakutan.
Kedua wanita itu berteriak keras memanggil nama Lintani, berulang kali saat kedua tangannya di cangkram kuat oleh Jordan dan dibawa keluar rumah sakit secara paksa. Setelah itu Jordan meminta anak buahnya untuk mengikat kedua tangan wanita itu dan, membawanya pergi ke salah satu markas mereka.
Mereka tidak menyangka akan ada Askelan di sekitar dan sama sekali tidak menyadari jika tarikan tangan selemah itu akan membuat Lintani terjatuh.
Haifa merasa Dejavu pada dirinya sendiri tapi berupa karma. Dia yang dahulu sering melakukan hal itu pada Lintani demi meraih simpati Askelan, kini terjadi sebaliknya. Namun, darah yang mengalir deras di kaki Lintani itu nyata, sementara dirinya dahulu, selalu berpura-pura.
Askelan langsung dibawa Lintani masuk begitu saja, ke dalam ruang pemeriksaan ibu hamil yang tak jauh dari sana. Mo mengikuti tuannya dari belakang dengan perasaan cemas. Dia menyalahkan dirinya sendiri yang tidak waspada.
“Maafkan aku Nona ....” lirihnya sambil melihat wajah Lintani yang terus terpejam dan pucat pasi.
Dokter ahli kandungan dan para perawat sudah mengerti siapa Askelan dan memahami keadaan yang mereka hadapi saat ini, hingga dengan cepat mereka melakukan persiapan untuk kelahiran secara normal.
Bersambung
__ADS_1
❤️❤️❤️👍Jangan lupa like