
Dia Pantas Mendapatkannya
Sesampainya di dalam, dia kembali membaringkan tubuhnya secara perlahan pula. Dia mengusap, mencium perut, rambut dan menatap wajah Lintani yang tertidur, sampai puas. Dia bertahan di sana dan akan pergi setelah lewat tengah malam.
Keesokan harinya, Lintani terbangun dengan heran, bagaimana dia bisa berada di kamar dan tertidur dengan nyenyak. Dia ingat betul kalau kemarin masih di mobil setelah pulang dari salon. Namun, perasaan anehnya segera hilang setelah melihat barang belanjaannya di dekat tempat tidurnya.
‘’Mungkin saja Bibi dan Paman yang telah memindahkanku” gumam Lintani.
Hari-hari terus berjalan dan, hal seperti itu selalu terjadi hampir setiap malam. Namun, Lintani tidak pernah sadar, jika Askelan datang saat dia tidur. Pria itu, menemani, membelai dan mencium beberapa bagian tubuhnya, sampai puas. Lalu, kembali ke villanya sendiri saat sudah lewat tengah malam.
Jordan yang terlihat begitu lelah dengan hubungan tuannya, dia yang menjadi pengikut dan harus setia ke mana pun Askelan pergi, sering bolak balik antara kota dan pantai Loyola, membuatnya lebih dan terus berharap Lintani segera kembali.
“Kembalilah, Nona, aku sudah lelah!” Dia selalu berharap seperti itu, setiap kali Askelan meminta untuk menemaninya ke villa Loyola.
\*\*\*\*\*\*\*
Di tempat yang berbeda, sedang terjadi pertengkaran antara Yasmin, Petra dan Haifa. Semua terjadi, setelah dilakukannya pengumuman secara resmi melalui konferensi pers dan ditayangkan di mana-mana.
Pengumuman itu berupa mengesahkan kerja sama, antara Perusahaan Harrad Tower dengan Perusahaan Shaw untuk mengolah tanah di Bukit Shaw. Melegitimasi kepemilikan tanah atas nama Lintani Sharain Shaw.
“Bagaimana ini bisa terjadi, katakan padaku!” kata Haifa di depan Yasmin dan Petra, di ruang kerja Yasmin malam itu.
“Aku tidak perlu menjelaskan semuanya padamu. Kau tidak memiliki hak apa pun setelah tanah itu menjadi milik Lin secara sah!” kata Yasmin.
“Kenapa kau melakukannya, Yas? Kenapa? Apa kau tidak ingat bagaimana kau di permalukan karena Askelan memilih bersamanya?” kata Haifa lagi
__ADS_1
“Tidak, pada kenyataannya dia tidak bersalah, kalau dipikir dari awal, mereka memang sudah sah, saat menikah demi Bibi Elle waktu itu! Jadi tidak seharusnya aku membencinya!”
“Dan, kau Pet! Kau sudah menjanjikan bagian itu, mengapa jadi seperti ini, kesepakatan kita?” Haifa berkata sambil melempar salinan dokumen yang sudah ditandatangani oleh Yasmin, Aston dan Askelan sebagai pihak Harrad Tower.
“Aku juga tidak bisa berbuat apa-apa, Hai! Bukti gelang yang aku miliki tidak ada artinya karena sudah ada tato di tubuh Lin!”
“Kau bodoh, Pet!”
“Kau yang bodoh, Hai! Bagaimana kau tidak tahu jika gelang kayu itu sebenarnya milik Lin? Dan bukankah dia saudaramu, tapi, kenapa kau tidak tahu kalau ada tato itu di tubuhnya dan tidak mencarinya saat dia pergi?” Kata Yasmin, dia bisa mengatakan semua itu setelah dia membaca file yang dikirimkan Askelan padanya.
Yasmin begitu sedih, menyadari betapa besar pengorbanan dan penderitaan yang di dapatkan Lintani selama hidupnya. Oleh karena itu dia menganggap jika bukit itu memang pantas menjadi milik Lintani sepenuhnya.
Sedangkan dia rela hanya mendapatkan keuntungan hanya sepuluh persen saja. Perusahaan Shaw tetap bisa berdiri saja, dia sudah sangat beruntung.
Sebenarnya Yasmin dan Petra termasuk orang yang ikut menyakiti Lintani saat itu. Namun, menyadari ketidak berdayaan Lintani dan kebaikannya, yang tidak mau membalas perbuatan mereka. Membuat Yasmin dan Petra merasa kecil di hadapannya. Padahal dia sudah menjadi istri Askelan, membuat mereka malu dan ingin bertemu Lintani untuk meminta maaf.
Berbeda dengan Haifa, dia sudah terlanjur kejam, hingga gengsi untuk mengakui kesalahannya pada Lintani. Namun sekarang, dia mengetahui bahwa, tidak akan mendapatkan apa-apa jika tetap bertahan dengan kebenciannya. Haifa tampak mulai memikirkan ucapan Petra dan Yasmin.
Namun, Lintani tidak pernah muncul di depan umum, dia bagai bayang-bayang sekarang. Tak tersentuh dan tak terlihat kecuali cahaya benar-benar terang benderang.
“Aku melihat Lin terakhir kali beberapa pekan yang lalu, dan dia hamil!” kata Yasmin pada Petra.
“Benarkah? Kalau begitu, tunggu sampai kelahiran bayinya, aku yakin akan ada berita besar nanti, dan kita bisa bersiap untuk bertemu dengannya nanti!” Petra berkata sambil tersenyum.
“Ya! Kalau begitu, kita harus mempersiapkan hadiah istimewa untuk bayi Lin dan Tuan Askel mulai dari sekarang!”
__ADS_1
“Mulai dari sekarang? Apa kau gila, apa tidak sebaiknya kita membuat bayi kita sendiri?”
Kedua orang itu duduk di sofa yang ada di ruangan itu, sambil berpelukan, mengabaikan Haifa yang terdiam dan masih memikirkan Lintani, dia harus membicarakan sebuah rencana dengan ibu dan ayahnya.
“Apa kalian mau bercinta di saat seperti ini? Hah!” katanya sambil berlalu pergi dan menutup pintu ruang kerja Yasmin dengan kasar.
Haifa segera menemui ibu dan ayahnya di rumah, untuk membicarakan Lintani dan rencana untuk meminta maaf.
“Apa kau yakin, mau meminta maaf padanya setelah semua yang sudah kita lakukan?” tanya Luxor.
Rauja mengangguk mantap mendengar pertanyaan suaminya itu, segala usaha harus mereka coba walaupun, harus menjadi orang rendahan dengan cara meminta maaf kepada Lintani, gadis yang sudah di perlakukan dengan buruk dan diperalat sedemikian rupa.
“Tapi, Bu. Bagaimana caranya kita bisa menemuinya? Tuan Askel saja melarang kita untuk menampakkan diri di hadapan semua keluarga Harrad. Aku takut dengan ancaman yang kedua Ayah, kalau dia akan benar-benar mengeluarkan kita dari kota ini kalau tidak menepati perjanjian itu!”
“Ya, aku juga ingat itu!” tandas Rauja.
“Bagaimana kalau kita menggunakan cara seperti saat dia masih kecil dulu?” kata Haifa.
“Ya, gunakan saja cara itu! Kita menghibur orang dengan menggunakan kostum seperti yang pernah Lin lakukan dulu! Dan kalau dia berada dekat dengan kita, barulah kita minta maaf padanya!” Sahut Haifa bersemangat.
“Baiklah!”
Bersambung
❤️❤️❤️👍🙂❤️❤️❤️🙏
__ADS_1