
Tidur Nyenyak Lagi
Askelan kesal setengah mati, saat harus mengendalikan diri untuk tidak peduli, tapi, dia tetap datang juga pada akhirnya. Rupanya dia kurang puas menugaskan seorang penjaga bagi wanita pilihan Ibunya itu. Namun, ketika sudah sampai di sana, dia hanya mendapatkan laporan tentang penyekapan Lintani dari pengawalnya.
Pengawal Lintani baru hendak bertindak di saat yang sama dengan kedatangan Askelan, dia langsung bergerak cepat hingga Lintani bisa diselamatkan sebelum terluka.
Askelan membawa Lintani ke apartemen pribadinya dan, membaringkan tubuhnya di tempat tidur di ruangan yang terletak di samping kamarnya. Dia tahu, tidak perlu memberi apa pun pada gadis itu karena dia akan sadar dengan sendirinya saat pengaruh obat sudah hilang.
Lintani terbangun di tengah malam saat dia merasa ada yang melingkupi tubuhnya hingga dia merasa nyaman. Antara sadar dan tidak saat dia ingin meraih guling, tapi, guling dan bantalnya sedikit keras, serta ada aroma harum bercampur keringat menyebar di sekelilingnya, tapi, aroma itu tidak buruk, bahkan terkesan maskulin. Selain itu dia merasa sangat mengantuk dan tubuhnya terasa pegal juga kaku, hingga dia melanjutkan kembali tidurnya.
Keesokan harinya, Askelan terbangun kembali dalam keadaan bugar. Dia tidur sangat nyenyak tadi malam dengan Lintani dalam dekapannya. Dia tidak menyadari jika dia cepat sekali memejamkan mata begitu merebahkan dirinya di samping wanita pilihan Ibunya.
Askelan beranjak dengan perlahan agar Lintani tidak terbangun karena dia akan malu jika gadis itu tahu dia bisa tidur nyenyak, setelah memeluknya, padahal, dahulu dia mati-matian menolak untuk tidur bersama.
Dia merasa lega saat tahu Lintani belum juga bangun, sedangkan dirinya sudah siap pergi bekerja. Dia menghubungi Mo, agar datang hari ini, untuk membantu wanita pilihan Ibunya itu, bersiap-siap ke hotel Morena secepat mungkin. Dikarenakan, perjalanan ke sana memakan waktu cukup lama.
Saat Mo tiba di apartemen itu, Askelan sudah pergi dan Lintani pun baru saja terbangun. Gadis itu menggeliat kan tubuhnya dan matanya mengerjap beberapa kali melihat Mo ada di kamarnya tengah menyiapkan sarapan.
__ADS_1
“Nona sudah bangun? Apa Nona baik-baik saja?” tanya Mo begitu melihat Nona mudanya membuka mata.
Lintani pun mengangguk.
“Apa Nona tidak pusing, atau mual?”
Lintani menggelengkan kepalanya.
“Kenapa Nona tidur di sini lagi?” tanya Mo sambil menarik selimut dari tubuh Lintani dan melipatnya.
Askelan merasa tidak nyaman jika harus masuk ke kamar pribadi gadis itu. Ada aroma wanita yang memunculkan minat kelelakiannya begitu masuk ke sana dan, dia tidak ingin terjerumus hingga bisa melanggar janjinya sendiri. Oleh karena itu dia memilih membaringkannya di sana. Apalagi membawa orang lain ke kamarnya sendiri itu lebih tidak mungkin lagi.
“Ayo minum dulu, Nona ... ini air kelapa sudah saya hangatkan di campur madu, untuk menghilangkan pusing.”
“Terima kasih, tapi kenapa Bibi datang sekarang?”
Lintani berkata sambil meminum air kelapa yang sudah disiapkan oleh Mo di atas meja kecil dekat tempat tidurnya.
__ADS_1
“Apa Nona lupa punya janji hari ini dengan Nyonya Elle?”
“Ya! Hampir saja aku lupa!”
Lintani menepuk jidatnya dan dia segera bergegas membersihkan diri, lalu, makan sarapannya. Dia bersikeras memakai baju pengantinnya kalau sudah berada di sana karena dia merasa canggung bila harus menuruni apartemen, dengan pakaian yang pasti akan menarik perhatian semua orang. Mo sudah membujuknya, tapi dia tetap menolak.
Lintani segera turun setelah Mo merias wajahnya, dia tidak keberatan saat asisten rumah tangga itu merapikan dan memotong sedikit rambutnya, lalu, menghiasinya dengan beberapa jepit sederhana. Penampilan yang akan tampak sempurna bila mengenakan baju pengantinnya.
Setelah selesai, Lintani dan Mo segera bergegas turun dan berjalan dengan cepat memasuki mobil jemputan yang sudah menunggunya seperti biasa.
Gadis itu tidak membawa tas dan pakaian ganti untuk bekerja karena hari ini dia tidak akan datang ke sana lagi, dia sudah cukup mendapat pelajaran setelah kemarin malam dia dibius oleh seseorang. Apalagi dia pasti akan terlambat karena jarak yang begitu jauh dari hotel sampai ke pabrik.
Dia tidak tahu apa yang terjadi setelah itu karena dia pingsan. Dan, orang yang bisa memberikannya penjelasan hanya Askelan.
Askelan sudah mempersiapkan semuanya dengan baik, sejak dua hari yang lalu hingga dia tidak pulang ke rumah. Tidak akan ada orang yang datang ke sana selama tiga hari ini, karena tempat itu tertutup untuk umum. Walaupun, Hotel Morena terletak di pinggiran kota, tapi hanya orang-orang tertentu saja yang datang ke sana, mengingat tempat itu adalah bangunan bersejarah yang dijaga keberadaannya.
Bersambung
__ADS_1