Akan Kubalaskan Dendamku

Akan Kubalaskan Dendamku
IT'S SHOW TIME


__ADS_3

Pesta malam itu nampak begitu mewah dan meriah sekali, begitu banyak hidangan-hidangan lezat dan mewah disediakan oleh keluarga pak Dewantoro untuk acara penyambutan Ericka, tapi kini menjadi acara pertunangan Pricilia.


"Maaf ya sayang, acaramu jadi berantakan karena dijadikan pesta pertunangannya Pricilia, haha!" ledek Pramudya kepada Ericka.


Gadis itu hanya membalasnya dengan sebuah senyuman saja, sebenarnya Pramudya sudah memiliki firasat jelek melihat reaksi Ericka yang begitu santai, tapi dia tidak memperdulikannya, karena larut dalam euforia ini.


"Nikmatilah pestanya sebentar lagi.." gumamnya sambil tersenyum simpul.


Dan kini tibalah saatnya pak Dewantoro dan Elena memperkenalkan calon menantu mereka itu bersama keluarganya, semua orang nampak berdecak kagum mendengar kabar itu.


Bagaimana tidak, dua keluarga dari kerajaan bisnis terbesar di negeri ini akan bersatu, mereka tidak bisa membayangkan bisnis apa yang akan mereka bangun nanti setelah menjadi satu keluarga.


"Jadi, kami memutuskan untuk melaksanakan pertunangan mereka malam ini juga. Karena sesuatu hal yang baik tidak boleh ditunda bukan, haha!" ujar pak Dewantoro tertawa senang.


Mereka semua yang hadir juga ikut senang, persiapan pertunangan sebentar lagi selesai, Pricilia sudah berganti gaun yang lebih mewah lagi, karena dia ingin mengambil kesempatan ini untuk tampil lebih cantik didepan semua orang.


"Aku akan membuat pestamu ini lebih meriah lagi, tunggu saja aku akan membuatmu lebih terkenal lagi" gumam Ericka sambil menatap kearah mereka.


"Nona, wanita itu sudah datang.." bisik Milah kepada Ericka.


"Bagus, bawa dia kepadaku" sahutnya.


"Baik.." balas Milah.


Ericka bertemu dengan salah satu gadis yang menjadi korban calon tunangan Pricilia, yaitu Aldy. Seharian ini ternyata dia mencari gadis-gadis yang pernah menjadi korban lelaki itu dan mengumpulkan mereka semua, salah satunya Erina gadis yang sudah ditipu ratusan juta oleh Aldy.


"Terima kasih sudah datang memenuhi undanganku.." sambut Ericka dengan hangat.


"Sama-sama, aku malah senang bisa bertemu denganmu.. Dan bisa melihat kehancuran mereka, sungguh biadab sekali mereka menggunakan pestamu untuk kepentingan mereka sendiri.


Mereka benar-benar pasangan yang serasi, tidak menyesal aku memutuskan lelaki penipu itu, sekarang kita lihat dua pasangan biadab ini hancur bersamaan. Sekarang katakan padaku, apa yang harus aku lakukan kepada mereka?" tanya Erina.


"Mudah saja, provokasi saja mereka.." senyum Ericka.


Erina bisa menangkap maksud dari Ericka, dia berencana membuat mereka melangkah lebih hancur lagi daripada pertunangan ini, Erina datang menemui Pricilia yang masih berdandan di kamarnya.


"Halo.." sapanya sambil tersenyum penuh arti.


"Siapa kau?! Kenapa kau bisa masuk kesini?!" tanya Pricilia tidak senang.


"Aku bukan siapa-siapa, aku datang untuk menyapa calon tunangan kekasihku.." ujarnya sambil tersenyum sinis.


"Apa maksudmu?!" tanya Pricilia mulai emosi.


"Aku rasa anda bisa mengerti maksud dari perkataanku, Nona. Aldyku itu kekasihnya banyak, salah satunya aku.. Aku tak begitu serius dengannya, aku hanya bersenang-senang saja padanya.


Makanya aku heran, lelaki playboy itu bisa memutuskan menjalin hubungan serius dengan wanita lain, aku datang karena penasaran saja. Aku sarankan saja, jika tidak ingin dia lepas darimu, ikat dia kuat-kuat, biar tidak berkeliaran mencari bunga lain" ujar Erina.


Setelah itu dia langsung pergi dari tempat itu, dia bisa tersenyum puas bisa memprovokasi wanita itu, selanjutnya lelaki bajingan itu, pikirnya geram.


Sementara itu Pricilia masih memikirkan ucapan wanita tadi, sejenak dia ragu dengan ucapan Erina tadi, tapi dia mikir juga jika seorang Aldy Putra Pratama adalah seorang playboy adalah hal wajar saja, karena dia tampan dan kaya.


"Tapi aku jadi kepikiran juga, sih.. Kalau dia tidak didekati lebih dekat lagi, bisa-bisa dia lepas dariku. Aku harus bisa mengambil hatinya agar dia menjadi milikku seorang" gumamnya khawatir.


Dia pergi dari kamarnya menuju kearah pesta itu berlangsung, dia sempat melewati sebuah kamar yang sedikit terbuka, dia melihat Aldy sedang memeluk Erina dengan eratnya, Erina tahu kalau Pricilia melihatnya, dia tersenyum sinis kearah Pricilia.


Pricilia melihatnya begitu marah dan emosi, dia berencana melabrak mereka tapi tangannya ditarik oleh seseorang, dia melihat Ericka disampingnya.


"Apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku! Akan aku hancurkan wanita brengsek itu, berani-beraninya dia memeluk kekasihku!" teriak Priclia kesal.


Untungnya Ericka berhasil menariknya jauh dari tempat itu, jika tidak Aldy pasti tahu karena mendengar suara teriakannya, bisa-bisa rencana mereka berantakan.


"Aku tak peduli, tapi aku takkan terima jika pestaku malam ini hancur berantakan olehmu! Ingat, kamu dan ibumu itu sudah mengambil alih pestaku seenaknya aja dengan rencanamu ini!


Aku tak akan diam kali ini kalau tingkahmu itu bisa membuat malu keluarga ini, jika kau tidak terima wanita itu merebut lelaki itu, minta dia nikahi kau sekarang juga!


Mungkin dengan cara begitu dia bisa lepas dengan wanita manapun, setidaknya dengan sebuah ikatan resmi membuatnya mikir berulang kali jika ingin selingkuh" ujar Ericka mulai mempengaruhi Pricilia.


Gadis itu yang tersulut emosinya tidak bisa berpikir panjang, dia langsung mengiyakan ucapan Ericka. Pricilia langsung pergi menemui ibunya dan mengutarakan keinginannya.

__ADS_1


Tentu saja itu membuat Elena terkejut dan tidak semerta-merta menyetujuinya, akhirnya Pricilia menceritakan pertemuannya dengan Erina dan kejadian tadi yang dia lihat, tentu saja itu membuat Elena geram dan marah.


Tapi dia juga tak ingin kehilangan calon mantu kaya itu, dia akhirnya menyetujui keinginan Pricilia. Dengan ditemani oleh Pramudya, mereka bertiga menemui Aldy yang masih bersama Erina.


"Ka-kalian?!" Aldy terkejut melihat kedatangan mereka bertiga.


Sedangkan Erina berpura-pura sedang merapikan pakaiannya seolah-olah mereka selesai melakukan sebuah 'permainan', padahal mereka tadi sedang membahas bagaimana caranya Aldy bisa melunasi hutang-hutangnya kepada Erina.


"Apa yang kau lakukan disini berduaan dengan wanita lain, Aldy!" teriak Elena marah.


"I-Ibu, ma-maaf! Ini hanya salah faham saja" ujar Aldy berusaha menjelaskan semuanya.


"Salah faham apanya?! Jelas-jelas kami melihat dengan kedua mata kami sendiri melihat kalian berdua disini?!" sambung Elena lagi.


"Bu-bukan seperti itu, Ibu! Kami hanya-" Aldy berusaha menjelaskannya.


"Jangan panggil aku Ibu lagi! Aku bukan ibumu ataupun ibu mertuamu, jadi hentikan saja semuanya disini. Dan lihat, penampilan kalian yang acak-acakan ini!" geram Elena melihat mereka berdua.


"Bukan, ini..." Aldy sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi, dia sudah kepergok berduaan dengan mantan kekasihnya itu.


Padahal pakaiannya acak-acakan karena habis dipukuli dan ditarik oleh Erina karena kesal dan marah padanya.


"Sudahlah, Bu.. Kita putuskan saja hubungan mereka ini" sahut juga Pramudya.


Bukan hanya Aldy saja yang terkejut mendengar ucapan Pramudya, Elena dan Pricilia juga terkejut tiba-tiba dia berkata begitu.


"Ja-jangan lakukan hal itu! Aku tidak akan menemuinya lagi, aku janji! Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan agar kalian percaya padaku" ujar Aldy memelas.


Karena dia tidak ingin kehilangan targetnya, dia juga tak bisa melunasi hutang-hutangnya kepada Erina maupun gadis lain jika mereka datang menagih janji, sedangkan Elena dan Pricilia juga tak sampai berpikir ingin melepaskan anak itu.


"Dasar bocah ini, kenapa dia sampai berbicara seperti itu!" gumam Elena kesal dalam hatinya.


Sedangkan Pramudya yang dipelototi oleh Elena dan Pricilia hanya diam saja, berpura-pura tidak tahu sambil memainkan ponselnya.


"Baiklah, kau harus menikahi Pricilia malam ini juga! Mungkin ini adalah satu-satunya cara agar kau tidak berhubungan dengan gadis manapun lagi!" ujar Elena sambil meninggalkannya diiringi oleh Pricilia dan Pramudya.


"Akh! Ini semua gara-gara kamu! Coba kamu bisa bersabar sedikit saja, ini tidak akan terjadi!" bentak Aldy kesal kepada Erina.


"Tapi, bagaimana dengan orang tuaku?" tanya Aldy panik.


"Aku yakin mereka juga setuju.." ujar Erina tersenyum penuh arti.


Ditempat lain, Ericka sedang menemui orang tua angkat Aldy. Dia memperkenalkan diri dengan baik, setelah itu dia sedikit mengarang cerita tentang begitu pedulinya dia dengan Pricilia meskipun mereka saudara tiri.


"Saya dan keluarga tau sejarah hubungan Aldy dengan beberapa wanita lain, jika Aldy menyakiti hatinya keluarga kami tidak akan diam saja" ucapnya mengakhiri ucapannya.


Tidak lama kemudian, Aldy datang dengan sedikit tergesa-gesa membuat kedua orang tua angkatnya heran kebingungan, dia menceritakan semuanya dengan apa yang terjadi tadi.


Dia tidak sadar jika di sana masih ada Ericka dan mendengar ucapannya itu, Ericka memanfaatkan momen itu dengan berpura-pura kaget.


"Apa?! Kau benar-benar bajingan! Kau sudah menyakiti hati saudaraku!" teriak Ericka menarik perhatian sejumlah orang.


"Te-tenang, Nona.. Kita bisa bicarakan ini baik-baik" ucap orang tua Aldy itu.


"Ibu, Ayah... Orang tua Pricilia menginginkan pernikahan malam ini, jika tidak mereka memutuskan hubungan ini sepihak..." ujar Aldy pelan.


"Kau ini! Sehari saja kau tidak membuat masalah, bisa tidak sih?!" geram pasangan Pratama itu.


"Kita tidak bisa melakukan hal itu, ini menyangkut nama baik Pratama. Apalagi disini begitu banyak orang-orang penting dan para wartawan, aku tak ingin nama keluargaku hancur gara-gara permasalahan yang kamu buat ini!" bentak tuan Pratama.


"Kalau begitu nikahkan saja mereka.." sahut Ericka.


Mereka semua terdiam, dan memilih menyetujui pernikahan itu daripada menanggung malu akibat perbuatan anak angkat mereka itu.


Setelah berdiskusi, kedua keluarga itu memutuskan untuk menikahkan keduanya tanpa persiapan matang. Dan jadilah pesta meriah penyambutan Ericka menjadi pesta resepsi pernikahan mereka.


Setelah ijab qobul dengan mas kawin seadanya dulu, mereka melakukan resepsi itu tanpa malu mengumumkan pernikahan itu, mereka juga tak peduli dengan kasak-kusuk dari para tamu membicarakan mereka.


"Jangan-jangan pengantin wanitanya sudah tek dung duluan"

__ADS_1


"Tidak mungkin, bukankah pengantin lelaki itu baru datang ke Indonesia?"


"Siapa tahu kan, kita mana tahu apa yang terjadi"


Begitulah kira-kira ucapan-ucapan yang dilontarkan oleh beberapa tamu undangan, sedangkan para wartawan mulai menulis cerita dengan berbagai sudut pandang.


"Baiklah, saya kira ini sudah cukup main-mainnya.. Sekarang kita mulai saja permainan intinya.


IT'S SHOW TIME!" teriak Ericka memberikan kode untuk menayangkan sebuah pertunjukan didepan mereka semua.


Didepan mereka sudah terpasang layar tidak tau kapan ada di sana, didepan layar itu juga ada alat proyeksi untuk memutarkan sebuah video di sana, terlihat ada beberapa video syur Aldy dengan beberapa wanita yang tentu saja wajah-wajah mereka sudah diblur untuk menjaga reputasi mereka.


"Huuuuu!"


Mereka di sorakin oleh beberapa tamu dan wartawan juga, mereka tidak menyangka akan menerima tontonan seperti itu dari seorang anak konglomerat besar di negeri ini.


"Dasar bajingan kamu yah, kamu sudah mempermalukan kami dengan tingkahmu ini!" teriak pak Pratama menampar Aldy didepan semua orang.


"Tidak, Ayah! Semuanya bohong! Itu semuanya palsu!" teriak Aldy membela diri.


"Diam! Kami bukan Ayah dan Ibumu, sana pergi! Kembali ke orang tua kandungmu!" teriak pak Pratama murka.


"A-apa?! Jadi dia bukan anak kandung mereka?" gumam Elena tidak percaya.


"Bangsat! Ternyata yang aku nikahi itu seorang penipu mesum!" teriak Pricilia kesal sekali.


"Bagaimana bisa aku menikahkan adikku dengan penipu bajingan ini?!" Pramudya juga terlihat syok.


Sedangkan pak Dewantoro hanya terdiam saja, dia sepertinya malu karena memiliki menantu seorang penipu, sedangkan para tamu undangan pun tak henti-hentinya bersorak mengejek keluarga itu.


"Huuuu! Memalukan! Udah anak pungut, bertingkah lagi!" ujar salah satu tamu di sana.


"Kalian telah menipuku! Bagaimana bisa kalian membohongi kami dengan mengatakan jika lelaki bajingan ini anak kalian!" teriak Elena murka kepada orang tua angkat Aldy.


"Kami tidak pernah menipu siapapun! Dia memang anak kami meskipun dia hasil dari adopsi, kami tidak ingin memberitahukan semuanya tentang identitas aslinya karena memikirkan reputasinya kelak.


Siapa tahu anak tak tahu diri ini akan menghancurkan nama baik kami dengan segala tingkahnya ini, jika tahu dia akan seperti ini mungkin kami tidak akan menerimanya.." ujar ibu angkat Aldy itu sambil terisak.


Membuat sebagian tamu di sana, merasa iba juga melihatnya. Bagaimanapun juga mereka mungkin salah satu korban anak itu juga, melihat itu Elena tak bisa berkata-kata lagi, dia pusing melihat kenyataan ini.


"Baiklah, sekarang pergi! Pergi kalian semua disini!" teriak Elena pusing karena merasa tertipu.


Sedangkan Pricilia menangis dipelukan beberapa temannya, seolah-olah dia yang paling tersakiti. Elena pun mendapat simpati dari beberapa orang karena telah telah ditipu seorang lelaki mesum macam Aldy.


"Eits! Tunggu dulu, pertunjukan belum selesai!" terdengar suara entah dari mana asalnya.


Semuanya celingukan mencari arah suara itu sambil bergumam akan ada tontonan apalagi sekarang, mereka sudah tak sabar lagi melihat kehebohan selanjutnya.


Dan benar saja, kali ini mereka diperlihatkan sebuah tontonan yang lebih menakjubkan. Pricilia melakukan bisnisnya dengan cara kotor, dia mengadakan kontrak bisnis dengan menjajahkan badannya.


Terlihat beberapa video dia melakukan transaksi bisnis dengan beberapa perusahaan dengan melakukan tubuhnya sebagai modal, dan parahnya beberapa pembisnis itu ada yang datang ke pesta itu.


Mereka malu dan langsung kabur dari tempat itu, bagi yang datang bersama istrinya langsung dihajar habis-habisan oleh istrinya di sana.


"Dasar wanita jal*ng! Ternyata kau sama saja dengan suamimu itu, kalian pasangan mesum!" teriak salah satu istri pengusaha yang suaminya pernah membuat perjanjian itu dengannya.


Semua orang terlihat begitu marah dan murka kepada kedua keluarga konglomerat itu, seketika nama baik mereka hancur oleh anak-anak mereka, di tempat lain Ericka tersenyum puas melihat kehancuran mereka.


"Ayo, Pricilia! Kita pergi!" Aldy menarik tangan Pricilia dengan kasar.


"Tidak, lepaskan! Aku tidak mau pergi!" teriaknya tidak terima.


"Mau kau suka atau tidak, kini kau sudah jadi istriku, haha!" ujar Aldy menunjukkan wajah aslinya seperti apa.


Dia tak perlu berpura-pura lagi, dia terus menarik tangannya sampai ke mobilnya dan melaju pergi entah kemana. Sedangkan di sana kekacauan terus terjadi, bahkan suasana jadi chaos seketika.


Semua orang bertengkar satu sama lain, sedangkan pihak keamanan mencoba mendamaikan suasana di sana, pak Dewantoro pergi entah kemana.


Sedangkan Elena menangis histeris dengan semua kekacauan ini, sedangkan Pramudya sudah kabur duluan. Ditempat lain, Ericka tersenyum puas melihat kekacauan yang dibuatnya itu.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung


__ADS_2