Akan Kubalaskan Dendamku

Akan Kubalaskan Dendamku
Ericka Dan Sebuah Kisah


__ADS_3

Ericka dan semuanya dikumpulkan di sebuah aula yang begitu besar, mereka tidak tahu dimana mereka sebenarnya ditempatkan. Semuanya di dikurung di dinding tebal dan tak ada matahari yang masuk kedalam ruangan itu.


Jangankan pintu keluar, jendela dan ventilasi saja tidak punya. Rata-rata mereka semua datang dari berbagai tempat, daerah bahkan negara yang berbeda, sama seperti Ericka.


Terlihat dari bentuk fisik mereka, ada yang dari Afrika, Asia timur, Asia tengah dan juga Asia tenggara. Dan banyak juga dari berbagai negara Eropa lainnya, mereka mempunyai latar belakang yang berbeda dan tentunya kehidupan mereka sebelumnya berbeda juga.


Hanya satu kesamaan mereka di sana, mereka adalah korban penculikan ataupun juga korban paksa. Mereka diharuskan bekerja di sana siang dan malam tanpa digaji ataupun mendapatkan fasilitas yang layak.


Mereka hanya diberikan kamar yang sempit dan tidur berdesakan, memakai pakaian lusuh, juga makan dan minum seadanya. Mereka diberikan waktu istirahat hanya satu jam itu pun untuk waktu makan saja, satu jam juga di bagi tiga waktu untuk sarapan, makan siang dan makan malam.


Setelah itu mereka dipekerjakan layaknya budak, tiada henti dan tidak boleh malas-malasan. Mereka terkadang harus mencari celah untuk beristirahat, atau sekedar untuk ke toilet ataupun untuk mengambil air minum.


Jika tidak mereka akan kelelahan bekerja, mereka diawasi 24 jam disana. Kamera Cctv dipasang disetiap sudut untuk mengawasi mereka, belum lagi para penjaga dan pengawal yang terus-menerus memperhatikan setiap gerak-gerik mereka.


Satu-satunya waktu yang ditunggu-tunggu oleh mereka adalah waktu istirahat, jam 12 malam mereka berhenti bekerja dan langsung pergi tidur. Bangun kembali jam 6 pagi, sarapan dan langsung bekerja.


Waktu mereka sangat sedikit sekali, jika sarapan dan mandi mereka harus terburu-buru, jika terlambat sedikit mereka akan mendapatkan hukuman.


Pernah beberapa kali ada yang datang terlambat, mereka dihukum dikurung disebuah ruangan sempit dan gelap juga dingin. Bahkan hanya diberikan makan sehari sekali.


Ada juga yang mencoba memberontak dan melawan mereka, tapi hasilnya sangat fatal. Mereka ditangkap dan tak pernah kembali, banyak rumor mengatakan jika dibunuh dan mayatnya dibuang, bahkan juga rumor-rumor yang tak kalah mengerikan lainnya.


Jangankan untuk kabur, jalan keluar saja mereka tidak tahu. Bahkan mereka tidak tahu saat ini berada dimana, yang mereka tahu mereka berada di luar negeri.


Karena mereka semua memakai bahasa asing, yaitu bahasa Inggris. Dan semua orang memiliki fisik yang berbeda, maka dari itu hidup mereka berkelompok mencari orang-orang yang dikirakan berasal dari negara atau tempat yang sama dengan mereka.


Kelompok yang paling kuat adalah kelompok berkulit putih, dan kedua kelompok berkulit hitam dan ketiga adalah kelompok orang asia bermata sipit. Lelaki dan perempuan mereka bercampur sesuai dengan kelompoknya.


Sedangkan Ericka, Belinda dan Annie tidak memiliki kelompok manapun. Mereka memilih untuk menjauh dari mereka, karena ketiga kelompok selalu bersitegang.


Dan karena itu juga mereka jadi bahan bullying dan pesuruh mereka, sudah sebulan lamanya Ericka di sana dan diperlakukan sama oleh mereka semua.


Dia sudah biasa mendapatkan perlakuan yang sama sejak dia masih kecil, jadi dia sudah biasa mendapatkan hinaan dan cacian bahkan mendapatkan pekerjaan yang lebih berat dari itu.


Suatu malam saat mereka sedang beristirahat, Ericka terbangun dari tidurnya karena ada yang mengetuk pintu kamarnya.


Krieett!


Suara pintu kayu tua itu berderit memecah kesunyian, ada sosok yang masuk ke kamarnya. Karena gelap Ericka tak bisa melihat siapa mereka, yang dia tahu ada orang masuk lebih dari satu orang terlihat dari bayangannya.


"Bangunlah dan ikut dengan kami" terdengar suara lelaki di sana.


Ericka langsung merapatkan diri Kedinding, dia takut lelaki itu akan melakukan sesuatu hal yang dia takutkan.


"Si-siapa kalian? Dan mau apa?" tanyanya dengan gugup.


"Ericka, jangan takut ayo ikut bergabung dengan kami" terdengar suara Belinda di sana.


Ericka cukup lega karena ada salah satu temannya di sana.


"Belinda, siapa mereka? Dan kita mau kemana?" tanya Ericka masih penasaran.


Saat ini mereka sedang menyusuri sebuah lorong gelap, tak ada cahaya yang menyinari lorong itu. Mereka saling berpegangan tangan agar tak terpisah dari rombongan.


"Diamlah, Ericka. Jangan berisik, nanti kita ketahuan" ujar Belinda berbisik kepadanya.


"Tapi, Belinda. Kita mau kemana? Dan tolong jelaskan siapa mereka ini?" tanya Ericka, dia penasaran dengan mereka semua dan apa yang sedang mereka lakukan.


Dia takut jika ketahuan mereka semua akan mati di sana dan harapan untuk berkumpul lagi dengan keluarganya akan sirna, dia tidak ingin seperti Belinda menua di sana.

__ADS_1


"Nanti, kau akan tahu jika sudah sampai" kata Belinda.


Mereka melihat diujung lorong panjang dan gelap itu ada sinar menerangi, mereka mempercepat langkah mereka hingga sampailah dia di sana. Dan terlihat semua siapa saja orang-orang yang bersamanya tadi.


Ericka terkejut dan tubuhnya gemetar, bagaimana tidak di sana dia bersama ketua geng dan koloni-koloninya. Mereka terdiri dari ketua, wakil dan beberapa anggota ketiga geng yang paling berkuasa, termasuk juga ada Belinda dan Annie.


"Ada apa ini? Tolong jelaskan, jangan buat aku takut!" ujar Ericka terduduk lemas, melihat wajah-wajah sangar itu.


"Jangan takut, kami tidak akan menyakitimu" jawab salah satu ketua geng itu, seorang lelaki berkulit putih.


"Kami ingin menjelaskan sesuatu kepadamu, dan tolong dengarkan baik-baik. Pertama kami bukan orang jahat, kami sengaja membuat image seperti itu karena itu yang diinginkan para bajing*n itu.


Menginginkan kita terpecah belah dan bertarung, menjadi hiburan dan tontonan bagi mereka yang bosan setiap harinya mengawasi kita, sungguh biada*b sekali mereka!" ujarnya menjelaskan.


"Tapi mereka tidak tahu, yang mereka hadapi ini manusia bukan binatang. Jika binatang saha bisa melawan apalagi kita.


Kami berpura-pura menjadi yang mereka inginkan dan merahasiakan ini semua orang kecuali kita yang ada disini, karena tidak semua orang baik dan berpihak pada kita.


Banyak pengkhianat disekitar kita, maka dari itu jangan mudah percaya orang. Setiap malam kami selalu berkumpul disini, merencanakan banyak hal agar bisa melawan ataupun kabur dari tempat ini.


Tapi tak ada satupun yang berhasil, semuanya ketahuan dan ditangkap. Dan sampai saat ini mereka tidak kembali, salah satunya kakak saya..." ujar seorang wanita berkulit hitam menangis.


Satu persatu mereka menceritakan kisahnya kepada Ericka, mungkin yang lain sudah tahu dengan kisah masing-masing tapi Ericka belum. Jadi dengan sabar mereka harus memperkenalkan diri dan menceritakan kisah mereka masih-masing.


KISAH AYUMI DAN HIRO


Beberapa belasan tahun yang lalu, kisah Ayumi dan Hiro, kedua sahabat ini berasal dari jepang. Ayah Ayumi seorang pembisnis hebat dan seorang pekerja keras.


Dia membangun perusahaan kontraktor bangunan, karena sebuah pengkhianatan yang dilakukan anak buahnya yang melakukan korupsi di perusahaannya, membuat bisnisnya berlahan bangkrut.


Dana yang dikorupsi merupakan dana investasi seorang pengusaha dari Inggris, mereka menjalankan kerjasama itu dengan dikenalkan oleh istrinya.


Ayumi merupakan anak dari pernikahan pertama tuan Tanaka, Istrinya meninggal setelah melahirkan Ayumi. Dan ayahnya menikah lagi setelah usianya tiga tahun.


Kini tuan Tanaka terlilit hutang dan perusahaannya terancam bangkrut, sedangkan istrinya tidak peduli dan masih menjalankan hidup penuh glamornya.


Pada suatu hari, sang istri baru mengetahui bahwa ada cara lain untuk melunasi hutang mereka termasuk menambah modal usaha mereka, yaitu dengan memberikan anak gadisnya.


"Apa kamu gila yah?! Dia itu anakku, satu-satunya yang kumiliki! Takkan aku biarkan dia pergi dariku, apalagi harus menjadi budak lelaki jahat sepertinya!" tuan Tanaka marah pada istri mudanya itu.


"Jangan begitu sayang, dengarkan aku. Aku yakin dalam beberapa tahun kemudian bisnismu akan kembali maju lagi, dan kamu pasti bisa menebus Ayumi kembali.


Dengan begitu hidup kita akan menjadi aman, dan baik-baik saja" bujuk istri mudanya itu.


"Tidak bisa! Aku tahu kamu tidak terlalu menyayangi anakku, tapi tidak seperti ini caranya. Aku akan mencari jalan lain, tidak akan kubiarkan anakku menderita" ujar tuan Tanaka meninggalkan istri mudanya itu.


Sang istri nampak begitu gelisah sekali, saat ini dia juga punya banyak hutang menumpuk dan harus dilunasi. Karena usaha sang suami bangkrut, dia harus memenuhi hidupnya dengan cara berhutang.


"Aku sudah tak punya waktu lagi, tak ada cara lagi selain itu. Soal dia aku bisa mencari alasan dan akan menenangkan hatinya kelak" ujar wanita muda itu tersenyum sinis.


Sementara itu, disebuah sekolah dasar ada seorang anak perempuan cantik yang rambutnya dikepang dua berdiri sendirian didepan kelasnya dengan wajah murung.


"Ayumi, apa yang kau lakukan disini sendirian. Ayo masuk kelas, sebentar lagi jam pelajaran akan dimulai" ujar seorang anak lelaki menyapanya.


"Hiro, kau mengagetkanku saja!" ujarnya samb berlalu masuk ke kelas.


"Ada apa? Kenapa sedih begitu?" tanya Hiro.


Ayumi dan Hiro berteman baik sejak mereka TK sampai masuk SD selalu bersama, bahkan duduk selalu berdekatan.

__ADS_1


"Aku sedih, karena akhir-akhir ini ayah sangat sibuk. Tidak ada waktu untuk bermain apalagi menemani aku belajar" ujar Ayumi nampak murung sekali.


"Mungkin ayahmu sibuk bekerja, ayahku juga begitu. Tapi ibuku selalu menemaniku jika tidak ada ayah" ujar Hiro sumringah.


"Tapi ibuku tidak seperti itu..." ujar gadis kecil itu sedih.


"Tidak apa, jika ingin bermain dan belajar bersama kamu bisa datang ke rumahku" ucap Hiro dengan polosnya.


Ayumi kembali tersenyum, dia senang sahabatnya itu selalu bisa diandalkan. Meskipun masih kecil Hiro bisa menjaga Ayumi dengan baik.


Pernah sekali, Ayumi tidak dijemput ayahnya saat pulang sekolah. Bahkan supirnya disibukkan oleh ibu tirinya dengan mengantarnya berkeliling tidak jelas tujuannya apa.


Sehingga Hiro mengajaknya pulang bersama, orang tuanya pun tak keberatan. Bahkan mereka kasihan melihat Ayumi yang kurang perhatian dari keluarganya.


Saat itu, kedua anak itu sudah pulang sekolah. Mereka duduk bermain di taman yang tidak jauh dari sekolah mereka. Ibu Hiro sedang sibuk dan akan sedikit terlambat menjemputnya.


Ibunya sudah berpesan agar Hiro dan Ayumi menunggunya di sebuah minimarket milik pamannya diseberang taman itu, tapi mereka tidak mau takut merepotkan sang paman.


Dan memilih bermain di taman, mereka sedang duduk dan bercerita banyak hal. Diujung jalan ada sebuah mobil menghadap kearah mereka, didalam mobil itu ada beberapa orang lelaki dewasa sedang mengamati mereka.


"Yang mana bos anak itu?" tanya seorang lelaki kepada temannya yang duduk didepan.


"Anak perempuan itu, jika anak lelaki itu mencoba melawan kita bawa saja sekalian. Anggap saja bonus, biar kita dapat komisi besar, haha!" ujar para bandit itu.


Sementara itu kedua anak kecil itu tidak menyadari mereka sedang dalam bahaya, asik bermain dan bercerita.


"Hiro, jika aku hilang apa kau akan mencariku?" tanya Ayumi, entah kenapa gadis kecil itu bisa bertanya seperti itu.


"Tentu saja, aku kan Hiro (Hero)! Aku akan menyelamatkanmu dari para monster, huaaahh!" serunya sambil memperagakan seorang monster.


Keduanya berteriak tertawa bersama, saling berlarian ke sana kesini tanpa sadar menabrak seseorang didepannya.


"Ah! Maafkan saya paman" ujar Ayumi merasa bersalah karena menabrak seseorang.


"Tidak apa gadis manis, paman ada makanan enak. Kamu mau?" tanya seorang lelaki didepannya.


Hiro langsung menarik tangan Ayumi, dia merasa kalau paman tua itu jahat. Dia menatap tidak suka pada lelaki itu.


"Jangan pergi ,Ayumi. Sebentar lagi ibuku datang" ucap Hiro.


"Tapi aku lapar, Hiro. Dan paman ini baik" ujar Ayumi polos.


Ayumi hendak mengikuti lelaki itu kearah mobilnya, Hiro menarik Ayumi tetapi lelaki tua itu menarik Ayumi dan memasukkan paksa kedalam mobilnya.


Hiro berteriak, dia memukuli lelaki itu dengan tangan kecilnya. Dengan mudahnya lelaki itu menangkapnya dan memasukkan Hiro kedalam mobilnya.


"Seperti dugaan kita ,anak lelaki itu pasti tidak akan membiarkan temannya pergi. Untung besar kita, haha!" ujar para penjahat itu sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Hiro, maafkan aku. Seandainya aku tidak ikut dengan paman itu mungkin kita tidak akan disini" ujar Ayumi menangis.


"Tidak apa, sesuai janjiku. Aku akan melindungimu dari para monster, dan mereka itu adalah para monster!" teriak Hiro kecil.


Karena takut suaranya terdengar dari luar dan membuat kehebohan, keduanya dibius oleh para lelaki kejam itu hingga tertidur lama hingga keluar dari negara mereka.


Keduanya tertidur dalam dekapan masing-masing, saling melindungi dan berjanji akan terus bersama.


...----------------...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2