Akan Kubalaskan Dendamku

Akan Kubalaskan Dendamku
Happy Wedding


__ADS_3

Ericka sudah berada di apartemennya lagi, dia mengintip kedalam kamarnya Azzam, anak itu sudah terlelap tidur mungkin kelelahan akibat acara tadi siang, sedangkan Ceu Lina lagi sibuk beberes sebelum istirahat.


Ericka masuk kedalam kamarnya, dia menghempaskan tubuhnya keatas kasur dan mencoba memejamkan matanya, dia mengingat kejadian tadi sore saat Aaron berbicara dengannya.


Ericka cukup bingung dengan sikapnya akhir-akhir ini, apalagi setelah mendengar Aaron beristighfar dia sempat mengira kalau Aaron sudah mualaf, tapi dia tepiskan pikirannya itu, rasanya tak mungkin karena Aaron adalah pemuda Atheis yang tak percaya dengan Tuhan.


Dia hendak bertanya soal itu, tapi lelaki itu buru-buru pamit mau pulang apalagi Stanley dan Jessy sudah menunggunya sejak tadi, kesempatan untuk menanyakan hal itu tertunda.


Dia ingin menanyakan hal itu kepada sang kakak, tapi dia mengurungkan niatnya. Berpikir kalau itu bukanlah masalah besar baginya, mungkin Aaron terbiasa dengan lingkungan muslim, pikirnya.


.


.


Beberapa hari telah berlalu, Aaron sudah memantapkan hatinya tanpa ragu untuk memilih keyakinannya yang baru, bukan hanya karena cinta tapi juga karena keindahan agama itu sendiri.


Jessy dan Stanley sangat mensupport keinginannya itu, meskipun keyakinan mereka akan berbeda kelak, tapi hubungan mereka tetap berjalan baik dan semakin dekat saja. Bahkan mereka melihat begitu banyak perubahan positif daripada Aaron sendiri.


Aaron ditemani oleh Jessy dan Stanley juga beberapa orang-orang kepercayaannya mendatangi sebuah Masjid, salah satu masjid agung terbesar di kota tempatnya tinggal saat ini, dan di masjid ini begitu banyak orang-orang yang bersyahadat dan menjadi mualaf, dan salah satunya nanti adalah Aaron.


Sementara itu, Reva dan Nico mengajak Ericka pergi ke sebuah masjid untuk mengikuti sebuah pengajian rutin setiap hari Jumat, ini untuk pertama kalinya Ericka ikut pengajian didalam masjid, biasanya dia ikut pas diadakan didalam rumah saja.


Dan ternyata di sana juga ada Rendy dan Andriana, bahkan William, Geraldine bahkan Erick juga. Ericka merasa ada sesuatu yang dirahasiakan darinya sama semua orang, tapi dia tak ingin menebak sendiri.


Semua para lelaki muslim mengikuti ibadah sholat Jumat berjamaah di dalam masjid itu, sedangkan para wanita menjalankan ibadah sholat zhuhur berada ditempat lain didalam masjid itu.


Setelah itu, didalam masjid dipenuhi oleh beberapa jamaah lelaki, Aaron masuk kedalam ditemani oleh Jessy dan Stanley juga. Dia ditemani juga sama Nico, Rendy dan juga yang lainnya.


Mereka mengutarakan keinginan mereka untuk menemui pak Ustadz dan lainnya, dan juga mengenalkan Aaron kepada semua orang. Setelah mendengar cerita langsung dari Nico dan Aaron sendiri, akhirnya proses syahadat dilakukan juga.


Saat proses akan dilakukan, semua orang yang berhubungan dengan mereka ikut masuk kedalam untuk menyaksikan proses syahadatnya itu, para wanita duduk paling belakang termasuk Ericka juga berada di sana.


"A-apa?? Ini beneran, kan? Gak lagi ngerjain aku?" tanyanya bingung kepada semua orang.


Dia menatap semua saudaranya di sana, mereka hanya tersenyum dan menangis terharu, dia pun tak kuasa menahan tangis harunya. Ternyata apa yang dia pikirkan selama ini adalah benar, firasatnya kalau Aaron mau log in ternyata betul terjadi.

__ADS_1


Setelah mengucapkan Syahadat semua orang berteriak takbir dan mengucapkan hamdalah juga, begitu bahagia dan lega yang Mereka semua rasakan, Aaron bahkan terlihat menangis bahagia.


.


.


Malam harinya, tak menunggu lama acara pengajian telah dilakukan didalam apartemennya Aaron, bukan didalam unitnya dilakukan pengajian itu, tapi didalam sebuah auditorium yang memang diperuntukkan bagi penghuni apartemen jika memiliki sebuah acara, boleh menggunakan tempat itu.


"Kenapa Aaron menolak acara yang kalian siapkan?" tanya William penasaran.


Kini mereka semua sudah datang dan berada didalam ruangan itu, semua tamu nampaknya sudah pada datang, acaranya terlihat sederhana tapi tetap terlihat berkelas.


"Anak itu ingin mengurus dirinya sendiri, katanya mau mandiri. Dia ingin acaranya dilakukan secara sederhana saja, seperti pengajian seperti ini, sekalian mau aqiqah an juga katanya.." jawab Nico.


"Sederhana tapi tetap aja berkelas kalau dia yang bikin acara, liat aja lauk prasmanannya.. Ada bistik, ikan bakar, ayam pop, kambing guling.." ucap William sambil merunut semua menu yang ada diatas meja.


Nico hanya menggeleng melihat tingkahnya saat memperlihatkan smua menu makanan itu, entah mengapa sejak tak ada kejadian aneh ataupun tak ada masalah besar lainnya, mereka semua berubah menjadi konyol semua seperti itu.


Sementara semua wanita-wanita berada ditempat berbeda, dibalik ruangan itu, karena ruang auditorium dibagi menjadi dua, satunya tempat pengajian bapak-bapak dan ditempat lain tempat para ibu-ibu.


Sekarang tak ada beban lagi dipundaknya, satu lagi yang belum dia laksanakan yaitu melamar wanita yang dia cintai, salah satu tujuan hidupnya saat ini.


Tapi dia masih menahannya, dan meminta yang lain untuk tidak membicarakan tentang hal itu kepada Ericka sebelum dia siap. Waktu terus berjalan, satu bulan sudah berlalu hari pernikahan William dan Geraldine akhirnya dilaksanakan.


Di sebuah gedung mewah milik keluarga William, pemberian dari sang mendiang kakeknya, yaitu opa Harja. Tidak semua harta pemberian opa mereka wakafkan, sebagian mereka pergunakan untuk kepentingan bersama.


Seperti gedung mewah itu, siapapun keluarga mereka yang ingin mengadakan acara boleh mempergunakannya, dan sekarang ini waktunya dia mempergunakannya untuk hari pernikahannya.


"Anak itu benar-benar yah, kenapa pula akadnya milih di KUA? Kan dia mampu bawa penghulunya kesini!" ujar Rendy tak habis fikir dengan cara berpikirnya William.


"Katanya biar kekinian.." sahut Erick dengan gelak tawanya.


"Kekinian apanya, orang memilih menikah di KUA agar bisa berhemat dan juga bisa menggunakan uangnya untuk keperluan yang lebih penting lainnya. Lah dia? Bahkan dia justru bisa membiayai pernikahan masal yang mewaah malah!" balas Rendy lagi.


"Bukan begitu, William melakukan hal itu demi Geraldine. Gadis itu anak tunggal, ayahnya tak tahu dimana keberadaannya, sedangkan sang paman gak mau menjadi walinya meskipun dia setuju dan mengijinkan mereka menikah..

__ADS_1


Jadi tak ada wali dari keluarga yang bisa menikahkannya, jadi William berinsiatif untuk mengajaknya menikah di KUA, biar mereka menikahnya diwalikan sama hakim saja, demi menjaga nama baik istrinya itu.


Jadi dia lakukan semua itu demi kebaikan Geraldine juga, dia tak ingin istrinya itu dipermalukan dihari pernikahan mereka ini. Alhamdulillah acara akadnya berjalan lancar, sekarang kita tunggu mereka datang, sebentar lagi acaranya mulai.." ucap Nico menjelaskan.


Rendy hanya mengangguk saja, dia malu telah berpikir buruk tentang saudara sepupu jauhnya itu, ternyata William bukanlah orang yang berpikiran sempit yang selama ini mereka pikirkan.


Acara berjalan lancar, begitu mewah dan meriah. Meskipun mereka hanya menggunakan waktu lebih kurang dari sebulan dan semuanya dikerjakan sendiri konsepnya, pesta berjalan lancar dan diluar ekspektasi semua orang.


"Kalian berdua hebat, gak nyangka aku, Will.. Gw pikir lu bakalan bikin acara biasa, gak taunya luar biasa begini!" puji Rendy.


"Makanya jangan ngeremehin orang, hehe! Btw, thanks ya udah pada datang dan doanya juga.." ucap William kepada Rendy dan lainnya juga.


Semuanya terlihat bahagia dan senang, semuanya bisa menikmati pesta itu dengan hati yang gembira dan ber euforia bersama.


.


.


Satu Minggu telah berlalu, William dan Geraldine memutuskan untuk melakukan honeymoon di London saja. Sedangkan Nico juga berniat ingin pergi ke sana juga, karena sudah lama sekali dia tidak datang untuk memeriksa usaha dan bisnisnya yang ada di sana.


Dia juga datang bersama Reva dan baby R, sekalian untuk berlibur bersama. Dia kasihan melihat istrinya itu nampak kelelahan merawat sang putra yang mulai aktif itu, Reva memang sengaja ingin merawat sendiri anaknya.


"Ini kenapa pada ngintilin orang lagi Honeymoon sih?!" protes William, kebetulan mereka berangkatnya bareng.


"Ish, siapa juga yang ngintilin situ! Negaranya memang sama, tapi tujuannya berbeda! Weee.." ejek Reva.


"Sama-sama London ini juga!" sungut William.


"Udah, kenapa pada ribut sih! Malah seneng loh bisa pergi sama-sama juga.." Geraldine dan Nico hanya menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah keduanya, sedangkan baby R tertawa lucu melihat mommy nya sambil digendong Daddy nya.


Mereka sudah berada didalam pesawat, sementara yang lain mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing, tanpa diketahui oleh yang lainnya, Aaron juga lainnya sudah berangkat ke London setelah hari pernikahannya William dan Geraldine.


Kira-kira apa yang akan direncanakan oleh Aaron disana yah?


...----------------...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2