Akan Kubalaskan Dendamku

Akan Kubalaskan Dendamku
Happy Ending ( Tamat )


__ADS_3

Saat ini di kota London, musim gugur telah datang..


Beberapa dedaunan sudah menguning dan berguguran di tanah, daun-daun yang tadinya berwarna hijau mulai berubah warna menjadi kuning, coklat bahkan ada yang berwarna merah bata, sesuai dengan jenis pohon atau tanaman tersebut.


Reva dan Nico bersama baby R sedang menikmati musim gugur di kota London, mereka sedang berjalan-jalan disekitaran taman di kawasan Richmond Park, menikmati perubahan warna dedaunan yang mulai berguguran.


Nico sedang mendorong stroller baby dengan berlahan sambil sesekali bercanda dengan baby R yang ada didalamnya, dari kejauhan ada beberapa pengawal mereka yang berjaga, mereka sedikit menjaga jarak demi kenyamanan sang bos bersama keluarga kecilnya itu.


Sedangkan ditempat lain, William dan Geraldine sedang menikmati teh hangat ditemani beberapa cookies disebuah restoran mewah sambil menikmati pemandangan di musim gugur itu.


Sedangkan Aaron sendiri nampak begitu sibuk sedang mengurus sesuatu, dia mendapatkan kabar jika Ericka akan datang ke London untuk menemani sang kakak selagi Nico sibuk mengurusi perusahaannya di London itu.


"Aku dapat kabar dari Rendy dan istrinya, bahwa dia akan berangkat ke London dalam beberapa hari lagi, menemani Reva sekaligus liburan juga.


Apa kau yakin akan melakukannya segera, disini? Sudah memberitahu keinginanmu ini kepada tuan Nico, mungkin kau butuh bantuannya.." ucap Stanley kepada Aaron.


"Tidak perlu, aku punya cara sendiri.. Aku ingin membuat semuanya berkesan, dan akan membuat kenangan indah seumur hidupnya nanti.." ucap Aaron.


"Pastikan lamarannya diterima dulu, baru kau berencana ini itu! Kan sayang udah heboh duluan gak taunya ditolak," goda Jessy.


"Tentu saja sudah aku pastikan dengan semua itu, tinggal menyiapkan semua persiapan ini.." ujar Aaron pasti.


"Kau akan melamarnya dimana?" tanya Jessy penasaran.


"Aku beberapa bulan lalu membeli sebuah bungalow dipinggiran danau yang begitu cantik, disekelilingnya taman-taman alam yang begitu indah. Sangat tepat sekali jika kita kesana di musim gugur ini..


Karena kita bisa menikmati pemandangan indah disekitar taman-taman itu, pohon-pohon yang dedaunannya mulai berubah warna serta angin lembut meniup daun-daun yang sedang berguguran, merupakan pemandangan yang indah. Di danau juga ada beberapa Angsa putih dan cantik di sana, aku yakin semua akan nyaman dan betah tinggal di sana.." ucap Aaron sambil membayangkan hal baik yang akan terjadi nanti.


.


.


Beberapa hari kemudian, sesuai jadwal Ericka datang ke London. Di bandara dia sudah dijemput oleh beberapa orang suruhan Nico untuk mengantarkannya ke rumah peristirahatan mereka di sana.


Disepanjang jalan Ericka melamun sambil menikmati pemandangan kota London menuju rumah kakaknya itu, dia mengingat kembali kenangan-kenangan selama dia berada di London beberapa tahun yang lalu.


Di saat dia disekap dan dijadikan kuli paksa bekerja disebuah pabrik yang tersembunyi, teman-temannya dulu, apa kabar mereka semua? Pertama kali bertemu dengan Stanley dan akhirnya bertemu dengan Aaron tanpa diduga.


Sampai akhirnya dia berhasil menguatkan diri dan belajar banyak tentang kehidupan bersama Aaron, Stanley dan Jessy disini, di kota ini, kota London..


Sesampainya di rumah, dia sudah disambut sang kakak dengan keponakan tercintanya. Dia diperlakukan dengan baik oleh beberapa pelayan di sana, entah mengapa dia merasa kembali lagi ketahun-tahun sebelumnya saat bersama dengan Aaron.


Dimana dia diperlakukan dengan baik bak nona muda, begitu juga saat bersama kakaknya saat ini, tidak disangka bisnis Nico di kota ini begitu besar sampai dia bisa memiliki sebuah paviliun besar, sebuah rumah bergaya Mediterania dengan design ala Eropa dan tetap English style fashionnya.


"Wah, si Ryonza benar-benar udah jadi tuan muda! Keren banget kamu, udah kayak pangeran aja, hehe.." ucap Ericka sambil memperhatikan keponakannya itu.


Saat ini baby R didandani oleh mommy dan fashion stylist pribadinya langsung dengan dandanan ala pangeran muda di musim gugur, kemeja putih berenda dibagian lehernya serta celana panjang hitam dan sepatu pantofel mini, begitu lucu dan menggemaskan.


Beberapa hari Ericka berada di London menikmati masa liburannya, sedangkan baby R memiliki pengasuhnya sendiri di sana, Reva bisa menikmati liburannya dengan tenang bersama anak dan adiknya.


Dia begitu bahagia, bisa menemani sang suami yang akan menghabiskan kurang lebih satu bulan berada di sana, karena kesibukan Nico yang padat, maka dia meminta Ericka untuk datang juga.


Sebenarnya ada tujuan lain mereka mengajak Ericka datang, dan beberapa surprise yang akan mereka berikan kepadanya satu hari nanti, kini mereka sedang menyiapkan surprise party itu, tentu saja tanpa diketahui oleh Ericka.


Sesekali Ericka pergi keluar sendiri, menikmati nostalgia saat-saat dia berada di sana dulu. Dia tak menyangka akan kembali lagi ke kota ini, dia berjalan di sekitaran blok tempat restoran-restoran yang berjualan makanan dan minuman.


Dia melewati restoran tempat dia pertama kali bekerja paruh waktu, dia berhenti sejenak mencoba mengingat semuanya, dari dalam restoran itu ada seorang pelayan melihatnya berdiri tak jauh dari pintu, pelayan itu keluar lalu menyapanya.


"Nona, apa anda ingin mampir mencoba menu masakan kami?" tanya pelayan itu ramah.


"Tentu, boleh saja.." jawab Ericka dengan ramah juga.


Dia memasuki restoran itu, ada beberapa dekorasi dan tempat yang sedikit berubah. Ditambah lagi menu makanannya agak berbeda dari ingatannya, restoran pizza itu berubah menjadi restoran halal.

__ADS_1


"Apakah pemilik restoran ini sudah berganti? Seingatku dulu, pemiliknya adalah seorang koki pizza dan beberapa makanan khas Italia, kenapa sekarang menunya berubah?" tanya Ericka penasaran.


"Betul, Nona... Itu sudah cukup lama, pemilik yang lama bermasalah karena mempekerjakan pekerja ilegal dari imigran gelap dan memperlakukan mereka dengan buruk juga.


Sekarang ini pemiliknya adalah seorang muslim, makanya dia menjual makanan-makanan halal lainnya, dan dia juga membantu para pekerja ilegal sebelumnya dan menjadikan mereka pekerja di restorannya saat ini, emm.. Dan itu termasuk saya," ucap pelayan itu, dia nampak begitu lebih muda dari Ericka.


"Apa tidak masalah kalian bekerja disini? Bukankah status kalian disini, emm.." Ericka ingin mengatakan jika mereka adalah pekerja ilegal tapi rasanya tak tega.


"Tidak apa, semua urusan administrasi negara sudah dibantu oleh bos kami ini, dia begitu baik sekali.. Ah, kebetulan dia ada disini, sebentar saya panggilkan dia.." ucap pelayan itu bersemangat.


"Ah, tidak! Bukan seperti itu.." padahal Ericka hanya ingin bertanya saja, tapi siapa tahu pelayan itu bereaksi lain.


Tidak lama kemudian sang pemilik restoran datang, saat melihat Ericka pemilik restoran itu langsung berhenti melangkah, dia sedikit terpaku menatap gadis itu, memastikan jika yang dia lihat saat ini merupakan orang yang sama yang dia pikirkan saat ini.


Pemilik restoran berjalan sedikit lebih cepat ingin memastikan jika gadis itu merupakan teman lamanya yang sudah lama tak ada kabarnya.


"Ericka?! Apa kau Ericka?!" seseorang menyebutkan namanya, membuat Ericka sedikit terkejut dan menoleh kebelakangnya.


"Astaga, apakah kau Annie? Temanku?!" Ericka tak kalah kagetnya.


"Apa yang kau lakukan disini?!" tanya Ericka speechless.


"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan disini? Haha!" Annie bertanya balik sambil tertawa.


"Aku sedang liburan disini, sekalian bertemu dengan saudaraku. Apakah kau bekerja disini?" tanya Ericka, kemudian dia melihat pelayan tadi dibelakang Annie yang nampak terkejut ternyata Ericka kenal dengan bosnya.


"Katakan saja begitu, hehe.." jawab Annie ambigu.


"Nyonya, Nona ini yang aku katakan tadi.." bisik pelayan itu kepada Annie, dan sedikit terdengar oleh Ericka.


"OMG, ternyata kau adalah pemilik restoran ini!" Ericka benar-benar terkejut mengetahui jika teman satu perjuangan dulu sudah sesukses ini.


"No, but my husband.. Dia seorang muslim, o ya! Apa kau sudah bertemu dengan Belinda? Dia sekarang tinggal bersama kami, aku memaksanya tinggal bersamaku. Aku tak ingin meninggalkan dia sendirian di panti jompo, dan suamiku setuju!" ucap Annie bercerita.


"Kau kenal dengannya, nanti kita juga akan bertemu lagi dan saat itu juga kau akan mengetahuinya.." ucap Annie lagi.


"Siapa dia, apa aku mengenalnya?" tanya Ericka.


Annie hanya mengangguk malu, Ericka benar-benar mendapatkan kejutan yang sangat tak terduga hari ini, dimana dia telah dipertemukan dengan teman lamanya, seandainya dia tak ikut masuk kedalam restoran ini, mungkin dia tidak akan pernah tau keberadaan temannya itu.


.


.


Beberapa hari kemudian, Nico dan Reva mendapatkan undangan dari teman bisnis Nico untuk menghadiri acara pesta musim gugur di Bungalow milik temannya itu.


"Kau ikut juga ya Ericka, setidaknya jika aku dan Nico harus menyapa para tamu lainnya, kau bisa menjaga Ryonza!" ucap Reva santai.


"Ish, aku diajak cuma buat jadi babysitter nya Ryonza aja! Lagian kalian kan tamu, kenapa mesti repot pada nyapa-nyapa segala sih?!" protes Ericka.


"Yang punya acara adalah teman bisnisnya Nico, dan yang datang juga pasti para rekan bisnis kami yang sudah pasti saling mengenal, udah! Pokoknya kamu harus ikut, dan pakai gaun yang sudah aku siapkan!" ucap Reva, lebih tepatnya perintahnya.


Mau gak mau Ericka memakai gaun itu dan ikut dengan mereka, sebenarnya ada sedikit keganjilan yang dia rasakan, jika sebenarnya dia ikut kenapa harus memakai gaun semewah ini, apalagi babysitter nya Ryonza juga ikut, agak aneh menurutnya..


.


Mereka menuju Bungalow tempat pesta itu dilakukan, mereka melewati beberapa taman Nasional yang begitu indah, dan melihat ada beberapa rusa berkeliaran di daerah sana, membuat Ericka sedikit terhibur.


Mereka sudah sampai ke taman itu, didepannya ada danau besar dan terlihat ada beberapa Angsa sedang berenang didalam danau itu, sungguh pemandangan yang indah.


Pesta itu berkonsep outdoor, di taman samping Bungalow yang didepannya langsung merupakan sebuah danau cukup besar, dihiasi beberapa dekorasi cantik dan elegan, beberapa bunga-bunga cantik dipajang di sana.


Ericka diajak oleh Reva masuk kedalam Bungalow dengan alasan membantunya merapikan pakaiannya, padahal pakaiannya sendiri menurut Ericka tak bermasalah, tapi dia menurut saja.

__ADS_1


Reva membawa Ericka kesebuah ruangan cukup luas, tapi anehnya itu bukan kamar ataupun kamar mandi, tapi merupakan sebuah ruangan yang didesain untuk seseorang, karena ruangan itu terdapat meja bundar dengan dua kursi, ada lilin cantik sudah menyala, dan sebuah cake yang dihiasi dengan ukiran cantik dan tertulis namanya.


"Kak, maksudnya apa ini?" tanya Ericka tak mengerti.


Saat dia menoleh kebelakang, dia melihat Aaron berdiri tak jauh dari Reva. Mereka tersenyum penuh arti, kemudian tanpa berkata apa-apa Reva meninggalkan keduanya berada di ruangan itu.


"Aaron, apa ini? Apa pesta ini kau yang buat dan semua ini?" Ericka meskipun terkejut karena melihat Aaron berada di sana tapi dia tetap ingin bertanya soal semua ini.


"Ericka, dengarkan aku.. Duduklah, agar kau lebih sedikit santai dan tidak tegang, kau mau minum dulu?" tawar Aaron, dia menuangkan air teh ke cangkir porselen cantik dihadapan Ericka.


Gadis itu nampak bingung, masih mencerna apa yang terjadi. Kini dia merasa sedang melakukan pesta minum teh ala-ala kerajaan Inggris saja.


"Aku minta maaf sebelumnya jika ini semua mengagetkanmu, tapi aku dan lainnya telah menyiapkan ini smua dari jauh hari untuk menyambut kedatanganmu..


Ericka, sebelumnya aku meminta maaf jika aku tak bisa berkata-kata indah dan tak bisa merangkai kata yang romantis untuk menyakinkan mu atas perasaanku kepadamu..


Emm, apa kau tak keberatan jika aku menggendongmu turun kebawah?" tanya Aaron hati-hati, cukup lama dia menunggu jawaban gadis itu setelah ditatap dengan seksama oleh Ericka.


"Gak boleh! Aku bukan pengantinmu sehingga kau bisa turun ke lantai bawa sambil menggendongku," ucap Ericka tegas.


"Aku tau, apa perlu ku jadikan pengantin baru kau mau? Hehe, maaf jika permintaanku tadi berlebihan. Em, aku tutup matamu saja yah.. Aku mau memberimu kejutan dibawah.." ucap Aaron.


Ericka mengangguk setuju, dia yakin tidak mudah bagi Aaron dan lainnya menyiapkan ini semua untuknya, maka tidak salah juga baginya untuk mengikuti maunya, toh bukan hal yang susah untuk dilakukan.


Ericka turun dari lantai bawah dengan mata tertutup, dia berjalan hati-hati dengan dituntun oleh Aaron. Mereka sekarang sudah berada diluar, Aaron menuntunnya menuju panggung yang menghadap banyak orang.


Kemudian dengan hati-hati Aaron membuka penutup mata Ericka, gadis itu berlahan membuka matanya dan terkejut dengan apa yang ada dihadapannya saat ini.


Selain ada Reva dan Nico juga baby R, di sana juga ada Rendy dan Andriana, entah sejak kapan mereka sampai. Di sana juga ada William dan Geraldine juga Erick, ada tante Sonia, Stacy dan om Seno yang nampak mengobrol akrab dengan om Richard sedangkan Azka nampak curi-curi pandang kearah Stacy.


Ternyata tak cukup di sana kejutannya, disampingnya Jessy dan Stanley, ada beberapa teman-temannya dulu. Si kembar Setella dan Stelly, dan ada juga teman-teman seperjuangan saat dia masih terkurung didalam pabrik ilegal milik mr. Robert dulu.


Annie berdiri disampingnya Belinda, dibelakangnya ada Zain sedang memeluknya dari belakang, tunggu dulu.. Apakah Zain suaminya Annie? Sepertinya begitu, terlihat juga di sana ada Zahrah bersama Ayumi, tapi Hiro tidak ada, apa dia benar-benar meninggalkan Ayumi, entahlah..


Sementara tak jauh dari mereka, ada Malika bersama Marco mereka nampak mesra, sepertinya telah terjadi sesuatu di hati mereka, dan beberapa orang yang dia kenal juga.


Ericka menangis terharu saat melihat orang-orang terdekatnya berada di sana, orang-orang yang peduli dengannya, dan orang-orang yang benar-benar tulus dengannya.


Kemudian, Aaron menariknya berjalan ketengah panggung dan tiba-tiba berlutut dihadapannya, dia mengambil kotak cincin dari saku jasnya, dan mengeluarkan cincin berlian dan dihadapkan kearah Ericka.


"Ericka Victoria binti almarhum Dewantoro Wijaya, apakah kamu mau menikah denganku dan menjadi pendampingku seumur hidupmu, sampai kita menua bersama?" pinta Aaron dengan gugupnya.


Ericka diam sejenak, dia tidak tahu harus berkata apa, ini benar-benar diluar perkiraannya, dia menatap semua orang yang menunggu harap-harap cemas. Dia menoleh kearah dua kakaknya, Reva dan Rendy mengangguk setuju.


Melihat itu Ericka menjadi lega, setidaknya hubungannya direstui dan yakin dia akan bahagia, tak menunggu lebih lama lagi, dia langsung menjawab pertanyaannya si Aaron.


Cup!


Semua orang terkejut termasuk Aaron sendiri, Ericka memberi jawaban dengan sebuah kecupan dibibir lelaki itu, wajah Aaron langsung merona, sedangkan Reva dan Nico sibuk menutupi mata baby R dengan apa yang mereka lihat, padahal anaknya masih bayi belum mengerti apapun.


Sedangkan yang lain terlihat menggoda mereka berdua sekaligus mengucapkan kata selamat kepada keduanya, dengan tangan gemetaran Aaron memakaikan cincin ke Jari manisnya Ericka.


Semua orang nampak bahagia berkumpul dihari yang sangat spesial untuk mereka.


"Ibu, tugasku sudah selesai menjaga anak bungsumu.. Kini hiduplah dengan tenang bersama ayah di sana," ucap Reva dalam hati sambil mengusap air matanya.


Sedangkan Rendy masih menatap haru kedua saudarinya itu, mereka yang selama ini berjuang bersama dengannya kini sama-sama telah bahagia dan menemukan arti hidup mereka masing-masing..


...----------------...


......TAMAT......


Terima kasih buat dukungan kalian selama ini, tanpa dukungan kalian saya tidak akan sampai sejauh ini, dan jangan lupa tunggu karya saya yang lainnya juga, terima kasih.. Love you all 😘🥰🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2