Akan Kubalaskan Dendamku

Akan Kubalaskan Dendamku
Langkah Rendy Menguasai Perusahaan


__ADS_3

Pagi itu, Pricilia dikejutkan dengan ketukan suara pintu kamarnya.


"Siapa sih pagi-pagi sudah ganggu aja? Aku paling males keluar kamar kalau masih pagi begini," katanya sambil menggerakkan badannya malas.


Pricilia masih tidur pagi itu, sudah biasa dian bangun siang. Dia nampak kesal sekali, ritual tidurnya diganggu.


"Ada apa? Jika tak penting awas kamu yah!" katanya tajam melototi pelayan didepannya.


"Maaf Nona, tuan Pramudya ingin menemui anda" kata pelayan itu terlihat gugup.


"Kenapa dia mencari ku? Tumben tuh anak pake acara manggil segala?" katanya heran.


Pricilia bergegas turun menemui Pramudya yang nampak kusut masai, wajahnya ditekuk dan matanya menatap Pricilia tajam.


"Ya ampun Pram, kamu apain nih kamar berantakan banget?" ujar Pricilia kaget dengan keadaan kamar Pramudya yang seperti kapal pecah itu.


"Gak usah pura-pura kaget kamu? Kamu 'kan yang bikin semua ini berantakan?" cecar Pramudya.


"Ngomong apa sih kamu? Jangan ngasal yah, aku dari semalam gak keluar kamar tau?!" Pricilia tidak terima disalahkan atas semua kekacauan ini.


"Terus siapa lagi yang berani masuk kamarku dengan semua kekacauan ini kecuali kamu, ayo ngaku aja Pric gak ada gunanya kamu bohong." Ujar Pramudya berusaha menahan emosinya.


"Kamu kenapa sih? Eh, di rumah ini bukan hanya kita berdua yah. Ada banyak orang disini!" teriak Pricilia emosi disalahkan terus.


Tiba-tiba pintu kamar didorong kencang dari luar, Elena datang dengan ekspresi wajah marah.


"Apa-apaan ini, pagi-pagi sudah bikin keributan! Bisa tenang sedikit gak sih?!" ucapnya dengan garang.


"Ini Bu, Mas Pram dari tadi marah-marah terus, salahkan Pricilia karena kamarnya berantakan." Kata Pricilia dengan nada merajuk.


Elena baru menyadari kamar anaknya itu berantakan sekali.


"Kamu apakan kamarmu Pram? Kenapa berantakan sekali? Ini seperti bukan kamu saja," ucap Elena nampak terkejut dengan pemandangan didepannya itu.


"Bu, kalian tahu sendiri kalau aku gak suka kamarku berantakan atau kotor. Terus bagaimana bisa aku yang buat semua ini?!" katanya kesal.


"Terus kamu salahkan Pricilia atas semua ini?" tanya Elena lagi.


"Siapa lagi yang berani masuk kamarku kalau bukan dia," katanya sambil mendelik tajam kearah adik kembarnya itu.


"Kan sudah aku bilang, bukan aku!" teriak Pricilia kesal.


"Sudah diam kamu Pric, sana keluar dan mandi kamu. Ini sudah mau siang masih aja di kasur kamu," ujar Elena pada anaknya itu.


Pricilia agak beda sifatnya dengan Pramudya, Pricilia kebalikannya Pramudya. Jika Pramudya anaknya rajin dan suka kebersihan.


Maka, Pricilia anaknya malas dan suka tak peduli dengan keadaan kamarnya. Membuat pekerjaan para pelayan di rumah itu bertambah.

__ADS_1


Bagaimanapun juga para pelayan di rumah itu akan sibuk mengurus keduanya, jika satunya ingin kamar selalu bersih dan satunya malah selalu bikin berantakan.


Ujung-ujungnya para pelayan itu juga yang harus bolak-balik ke kamar mereka itu.


Pricilia kesal dengan perintah ibunya itu, dia meninggalkan kamar Pramudya sambil membanting pintu kamar tersebut.


"Coba jelaskan kembali, apa yang terjadi sebelumnya?" tanya Elena dengan tenang.


Pramudya menjelaskan semuanya, dari awal dia pulang sampai masuk ke kamarnya yang sudah berantakan itu.


"Mungkin kamu masih mabuk Pram, sehingga tidak sadar kamu sendiri yang bikin kamarmu berantakan" ujar Elena mencoba berpikir logis.


"Bu, kalau benar Pram mabuk dan tak sadar bikin kamar berantakan, terus kenapa pula aku harus membuang atau menghancurkan file-file penting lain didalam laptopku sendiri." Pramudya benar-benar stress dibuatnya.


"Jadi maksudmu semua pendataan penting perusahaan yang kamu simpan di laptop itu hilang?" tanya Elena dengan nada tak percaya.


"Iya Bu ..." jawab Pramudya lirih, dia tidak tahu lagi harus berbuat apa.


"Apa kamu tidak menyimpan ditempat lain juga? Emang semuanya hilang? Data perusahaan Pram? Kamu yakin?" Elena masih tak percaya dengan semuanya.


Pramudya terduduk lesu, dia tak bisa menjawab semua pertanyaan ibunya itu.


*


Sarapan pagi sudah siap, semua orang sudah berkumpul untuk sarapan bersama.


Pramudya nampak gugup sekali didepan pak Dewantoro, dia takut sekali akan kena masalah nanti.


"Bagaimana persiapan presentasi mu Pram? Apa sudah siap semuanya?" tanya pak Dewantoro.


"Su-sudah siap Yah" katanya berusaha tenang, tapi tak berhasil.


Melihat itu, pak Dewantoro tersenyum. Dia mengira Pramudya hanya grogi saja, karena hari ini adalah presentasi nya yang pertama setelah menjabat sebagai pemimpin tinggi di perusahaannya.


"Hari ini Ayah akan mengajak Rendy ikut bersama kita, dia akan melihat-lihat dulu perusahaan kita.


Biarkan dulu dia beradaptasi, dia akan banyak belajar nantinya tolong kamu bimbing saudaramu itu yah?" pinta pak Dewantoro.


Semua orang kaget mendengarnya, yang benar saja Rendy akan ikut?


"Tapi sayang, apa tidak terlalu cepat untuk dia datang? Dia juga belum wisuda kan?" kata Elena mencoba mencegah suaminya itu membawa Rendy.


"Tidak apa, biarkan dia melihat-lihat dulu biar tidak kagok nantinya.


Kamu tahu sendiri, Rendy itu anaknya penyendiri dia juga tidak suka keramaian. Dia harus banyak bergaul dengan orang-orang.


Agar bisa memimpin perusahaan itu, jika dia tak mau bergaul dengan orang, bagaimana caranya dia menggaet koleganya?

__ADS_1


Kamu tenang saja, aku harap kamu dan lainnya ikut membantunya beradaptasi dan membawanya juga ke dunia sosial mu itu" jawab pak Dewantoro.


Elena tak bisa membantah suaminya lagi, dia tahu betul sifat suaminya itu. Sangat tegas dan konsisten sekali.


Disudut ruangan itu, Rendy mendengar percakapan mereka. Dia tersenyum mendengar keputusan ayahnya itu.


Dia menghampiri mereka yang lagi asik makan sarapan mereka.


"Rendy, anak Ayah kemarilah, mari kita sarapan bareng disini" kata pak Dewantoro.


"Baik Yah, terima kasih. Halo semua, selamat pagi" sapa nya dengan ceria.


"Hai, pagi" jawab mereka dengan malas.


Elena dan anak-anaknya dibuat terkejut lagi dengan kehadiran Rendy, tumben ini anak mau sarapan bareng.


Biasanya ini anak kalau tidak duluan sarapannya, maka dia akan terakhir sarapannya setelah orang-orang selesai makannya.


"Mulai hari ini Rendy akan sarapan bareng kita, dia harus membiasakan diri berkumpul dengan orang banyak.


Dimulai dari rumah dulu, setelah itu kantor dan baru yang lainnya. Aku harap semuanya mengerti dan saling mendukung yah" pinta pak Dewantoro.


Semuanya tersenyum terpaksa, makanan dan minuman di sana berasa pahit bagi mereka.


Sedangkan Rendy tersenyum puas melihat mereka tampak gelisah dan gusar begitu.


"Aku penasaran, bagaimana cara Pramudya melakukan presentasinya nanti? Aku juga ingin melihat ekspresi pria tua ini melihat anak kesayangannya ini melakukan kesalahan." Ujarnya dalam hati.


**


Di siang hari, saat di kantor.


Mereka sedang menyiapkan rapat internal antar direksi-direksi besar di perusahaan tersebut.


Mereka ingin melakukan perkenalan kepada Rendy, calon pemimpin perusahaan. Yang sekarang ini masih dipimpin Pramudya.


Saat semuanya lagi sibuk, Pramudya juga sibuk dengan laptopnya.


"Bagaimana ini bisa hilang semuanya? Padahal aku sudah menguncinya dengan sandi pin dobel ekstra.


Mana di sana ada beberapa foto dan videoku yang-" dia tak bisa berpikir lagi.


Dia masih mengutak-atik laptopnya berharap file-file penting itu kembali.


Rendy mengawasinya dari balik pintu, tersenyum dengan hasil kerjaannya itu.


"Langkah keduaku berhasil, sekarang langkah selanjutnya" katanya dengan menyunggingkan bibirnya.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung


__ADS_2