Akan Kubalaskan Dendamku

Akan Kubalaskan Dendamku
Kedatangan Reva Dan Kejutannya


__ADS_3

Ericka diminta untuk menyampaikan kata sambutan dan ucapan terima kasih atas penghargaan yang dia dapatkan.


"Halo semuanya, terima kasih atas respon baiknya. Aku benar-benar bersyukur dan berterima kasih dengan apa yang aku dapatkan sekarang.


Aku tidak tahu harus berbicara apa, jujur saja ini pertama kalinya bagiku berbicara didepan orang banyak.


Maaf jika kata-kataku kurang pantas." Ericka sempat berhenti bicara, dia bingung harus berbicara apa.


Bi Mirna cemas kalau Ericka salah bicara, karena anak ini tidak pernah berbicara dengan orang-orang, apalagi didepan orang banyak.


Sementara para guru dan pembimbing lainnya juga cemas dengannya, karena Ericka ini berbeda dengan temannya yang lain.


Tidak dengan Julia dan teman-temannya, dia berharap Ericka melakukan kesalahan. Dia masih tak terima dikalahkan si upik abu.


"Ma-maafkan saya, sa-saya..." Ericka terbata-bata berbicara, demam panggung melandanya.


pandangannya nanar, perutnya terasa mual dan tiba-tiba kepalanya pusing.


"Ya Tuhan, selamatkan aku" Ericka membatin.


Melihat Ericka nampak kesusahan, Mc berinisiatif untuk mengambil alih posisinya.


"Maaf ya semuanya, harap maklum. Menurut para guru lainnya, Nona Ericka memang jarang berbicara depan orang.


Jadi, dimaklumi saja kalau dia mengalami demam panggung, haha!" kata MC, dia berbicara seperti itu ingin mencairkan susana.


Tapi tidak dengan yang lain, mereka pikir Ericka benar-benar payah. Apa benar mungkin anak itu pemenang penghargaan bergengsi itu?


Susana menjadi ricuh, bi Mirna menghampiri Ericka dan ingin membawanya turun dari podium.


"Tunggu!" Terdengar suara lantang dari kursi tamu undangan.


Semua orang menoleh kearah suara itu, termasuk Ericka dan bi Mirna yang masih di atas podium itu.


Seorang wanita cantik bangkit dari duduknya, memakai gaun hitam panjang dengan belahan cukup panjang dari paha ke kakinya itu.


menunjukan kaki jenjang putih mulusnya itu, memakai high heels warna merah dengan perhiasan cukup mewah.


Penampilannya cukup memukau, semua orang terpanah dengan kecantikannya.


Saat dia berjalan kearah podium, beberapa orang berbisik membicarakannya.


"Itukan Reva?! Revalina"


"Iya benar, itu Model terkenal"


"Apa yang dia lakukan disini?"


Yah, itu adalah Reva kakaknya Ericka, saat dia menerima telpon dari bi Mirna ada rasa kekhawatirannya pada adiknya itu.


Apalagi dia baru mendengar perlakuan semua temannya terhadap adiknya, dia tidak terima.


Dia memutuskan untuk hadir ke acara kelulusan dan wisudanya Ericka.


"Lihat Ma, itu Reva! Akh, aku ingin sekali sepertinya!" ucap Julia terlihat senang sekali.


Julia sangat mengidolakan Reva, dia juga bercita-cita menjadi model seperti idolanya itu.

__ADS_1


"Manfaatkan momen ini Julia, setelah acara ini dekati dia" gumamnya girang.


Reva sudah naik ke atas podium bersama Ericka dan bi Mirna, di sana juga masih ada MC.


Saat Reva berdiri di samping Ericka, ada kemiripan di wajah mereka.


Mereka semua yang ada di sana berpikir, benar-benar bagus sekali make up Ericka bisa begitu mirip dengan Reva, sang model terkenal.


Julia mencibirkan bibirnya, dia tidak suka idolanya berdiri di sampingnya.


Saat itu MC dan yang lainnya tak tahu kalau Reva akan datang, mereka pikir ini adalah kejutan untuk para murid yang ada di sana.


"Wah! Ini benar-benar kejutan sekali, terima kasih Nona Reva sudah hadir di acara kami ini. Apakah anda ingin menyampaikan sesuatu?" tanya MC.


Mereka masih berpikir Reva datang hanya sebagai tamu saja, dan naik podium untuk menyemangati Ericka saja yang tadi terlihat gugup.


"Terima kasih sudah membiarkan saya masuk dan berbicara disini.


Dan saya sangat mengapresiasi pihak sekolah dengan acara yang cukup mewah ini." Semua orang bergemuruh memberikan tepuk tangan kepada Reva.


Terutama Reva dan teman-temannya, mereka senang sekali bertemu dengan idola mereka.


Cuma mereka tak senang idola mereka berdiri di samping dengan si upik abu itu.


"Saya datang kesini bukan sebagai tamu undangan, atau sekedar menyapa saja.


Saya datang untuk menghadiri acara kelulusan dan wisuda adik kesayanganku" ucap Reva.


Semua orang riuh penasaran, siapa sebenarnya adik model terkenal ini?


Ah, kalau seandainya mereka tahu ada adik model ini bersekolah disini, mereka sudah pasti ingin sekali berteman dengannya.


Aku takut nanti dia dirundung karena dianggap pembohong, haha!" Ada sedikit penekanan dikata terakhirnya.


Semua orang tertawa dengan candaan Reva, mana mungkin seperti itu ya 'kan? pikir mereka.


"Kalau boleh tahu, siapa adik anda Nona?" tanya MC, di amini semua orang.


Mereka semua ingin tahu, siapa sih adiknya?


"Baiklah, adik kesayangan dan kebanggaan ku ada disini. Didepan kalian semua,


yah Ericka Victoria Wijaya adalah adik kandungku.


Sesuai dengan nama asliku juga, Revalina Wijaya.


Aku senang bisa berdiri di sampingnya, yang memilik prestasi yang sangat baik ini. Ini cukup membuatku sangat bangga padanya" ucap Reva.


Dia melirik adiknya itu, dia memeluknya dengan erat penuh kehangatan.


Dia menghujaminya dengan ciuman, membuat Ericka malu. Bi Mirna tersenyum, dia terharu dengan kedekatan mereka berdua.


Semua orang terkejut dengan pernyataan Reva barusan yang mengatakan bahwa Ericka adalah adiknya, adik kandungnya.


Semua orang heboh dibuatnya, para guru dan pembimbing bingung dibuatnya. Karena mereka tak pernah melihatnya sebelumnya.


Sedangkan para murid dan wali murid lainnya juga heboh tak percaya.

__ADS_1


Ada yang iri, cemburu dan kesal. Dan banyak juga yang terharu, bahagia dengan pernyataan tersebut.


Karena masih banyak orang baik disini, seperti teman-temannya yang lain mereka tak ingin berurusan dengan Julia dan lainnya.


Makanya mereka diam saja, tetapi tetap saja salah karena membiarkan kejahatan didepan mata.


Mata Julia merah, berkaca-kaca menahan tangisnya. Bukan karena terharu, tetapi menahan amarahnya.


Dia tidak terima dengan pernyataan itu semuanya, dia kali ini benar-benar harus melakukan sesuatu kepada Ericka.


"Wow sangat mengejutkan sekali, benar-benar berita yang luar biasa.


Sekali lagi kami ucapkan selamat atas penghargaan yang diterima oleh Nona Ericka" ucap MC.


"Boleh saya menambahkan sesuatu?" tanya Reva.


"Boleh, silakan." MC memberikan Mik nya pada Reva.


"Sebagai tanda apresiasi saya kepada sekolah dan kepada adik saya ini.


Saya ingin mengadakan pesta untuk adik saya, untuk penghargaannya yang dia terima ini.


Saya mengundang semua orang yang ada disini untuk menghadiri acara tersebut.


Untuk waktu dan tempat nanti akan diberitahukan oleh manajer saya lewat sekolah saja yah." Kata Reva tersenyum lalu pergi bersama Ericka dan bi Mirna.


Semua riuh bergembira menyambut undangan tersebut, dan banyak juga yang cemburu dengan Ericka.


Siapa tahu gadis yang mereka rundung itu adalah adik seorang Model idola.


Ditambah dia juga pintar dan prestasi, kecantikan yang selaku tertutup dengan kesendirian dan kesedihan itu.


"Bagaimana ini, kita datang apa gak yah? Aku ingin sekali datang.


Tapi gengsi juga, karena dia pernah kita rundung. Ah! Aku ingin lihat pesta yang dibuat oleh Model terkenal itu." Kata salah satu teman Julia.


"Iya kau benar, pasti banyak juga para selebriti yang datang.


Bagaimana pun juga, Ericka adiknya Reva sang Model idola. Pasti banyak teman-teman kakaknya itu yang selebriti datang" sambung temannya lain.


"Diam kalian! Biarkan aku berpikir dulu" kata Julia.


Hati dan otaknya tidak sinkron, hatinya ingin ikut tetapi otaknya tetap bertahan dengan penolakan tersebut.


"Julia bayangkan jika kita ikut, kita bisa melihat pesta dan bertemu para selebriti.


Dan siapa tahu kau bisa berkenalan dengan mereka, 'kan bagus untukmu." Kata temannya lagi.


"Kenapa, apa kau masih ingin membalas si upik abu?


Itu mah gampang, nanti kita akan membuat rencana yang bagus untuknya" sambung temannya dengan senyuman sinis.


Julia menyunggingkan bibirnya, terlintas dibenaknya rencana-rencana jahat yang akan dia berikan untuk Ericka.


"Hehe! Kau benar, mari kita datang ke pesta itu" katanya seraya menyunggingkan bibirnya sinis.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2