
“Itu berarti benar ya?”
Rasyi masih bingung, “Apanya?”
“Kamu suka kak Fares kan?”
Jelas sudah. Bagus Rasyi tidak sadar kalau dia suka si breng... itu! Dia tahu sekarang.
Kurang ajar! Anj...! Sialan!!
Harus... pergi.
...)( )( )( )( )( )( )( )( )( )( )(...
“Sup, bro?”
“You early today?”
Apa kabar, katanya? Lebih cepat dari biasanya, katanya? Si breng..., tahu apa?
Senyum. Jawabannya, bangunku terlalu pagi, “I woke up early so... yaeh. I‘m here.”
“Donchu think you're too serious ‘bout school? LOL.”
‘Apa kamu tidak pikir terlalu serius untuk sekolah?’
Jawabannya, “Guess so. Heheheh.”
Memang begitu. Tujuan ke sini cuman buat belajar, sialan. Kalau gak... bakal ingat....
Jangan mikirin! Belajar!!
Dia sudah gak ada suka lagi. Sudah gak ada harapan.
“Harun~”
Lagi.
“Can I sit here~?” Apa dia bisa duduk di sini?
“No! I'm sitting here!”
“Me!”
Mereka berebutan kursi lagi. Kayak orang gila.
“Nobody will sit there! Sit anywhere else!!” Guru datang ya.
‘Tidak ada yang duduk di sana. Duduk di tempat lain.’
Kalimat itu selalu kedengaran. Muak.
Belajar dimulai. Materi yang sudah pernah dibaca. Dua minggu. Semua sudah bisa aku kejar.
Terus apa? Tidak ada apa-apa lagi?
Apa? Kenapa orang ini duduk di samping?
Cewek ini juga sering suka ribut. Tiap hari cari perhatian. Kalau gak bisu, gak sudi biarin dia duduk di sini.
Dia kasih tulisan?
[Good morning, Harun :)]
Selamat pagi, katanya?
Kasih senyum, “Morning.”
Orang aneh. Senang cuma gitu aja.
Tidak nyaman....
Pelajarannya begitu. Gurunya ngajarin terlalu lama. Unggulnya gak ada sama sekali dari pelajaran sini selain lebih cepat.
Kapan bisa selesai? Ini sudah jam berapa. Tidak ada jam tangan....
Ada yang ketuk tanganku. Si bisu kasih tulisan.
[Is something bothering you?]
‘Ada sesuatu yang mengganggumu?’
Semua. Dia tanya saja, ganggu. Padahal sudah enak tidak ngomong.
Bilang ‘tidak’ saja, “No, not at all.”
Jangan ganggu. Mending diam saja! Jangan lihat ke sini!
Cepat.
Ini terlalu lama.
Cepat!
__ADS_1
“That for today.”
‘Hanya itu untuk hari ini’?
Kelas sudah selesai?
“And don't forget, tomorrow we're doing the science experiment. Gather yourself a group of two. Don't be late.”
'Jangan lupa, besok ada eksperimen sains. Kumpulkan sendiri kelompok dua orang. Jangan telat.'
Sialan. Mulai detik ini aku harus siap-siap senyum.
“Harun, wanna partner up with me~?”
Satu orang sudah minta pendapatku mau atau tidak berpasangan dengannya. Dua, tiga orang datang.
“How about me? Guarantee, we'll get A+ tomorrow.”
'Bagaimana dengan aku? Dijamin, kita akan dapat A+ besok'?
“I will help you a lot more. Believe me!!”
'Aku bakal bantu kamu lebih banyak. Percaya aku!!'?
Gini terus. Hentikan sekarang saja. Tentukan sendiri pasangan sains, jadi tidak ada yang protes.
Kalau ditanya mending siapa. Miley.
“Miley,” aku harus senyum lebar, “Would you be my partner tomorrow?”
Cuma langsung tanya apa dia mau jadi pasangan sains-ku besok. Tapi Miley kayak tidak percaya. Dia tidak mau?
“You won't?” tanya lagi, mau atau tidak.
Dia geleng-geleng kencang. Nulis.
[I will!]
Selesai, dia mau.
“Thanks,” kasih senyum lagi. Terus buat mereka, “Sorry. I'm already with Miley. Don't be mad, 'kay?”
Kalau aku bilang maaf dan melas buat mereka jangan marah, seharusnya bisa.
“If Harun says so....”
Kalau aku bilang gitu? Bohong. Muka sampah yang tidak bisa diam gitu saja tidak bisa ditutup.
Padahal sudah tidak bisa fokus belajar sepanjangan tadi. Sekarang orang-orang ini.
“See you,” cepat saja aku pergi.
Lagi, ketukan itu. Si Miley itu.
[Thank you, for asking me to be your science partner :D]
'Terima kasih sudah minta aku jadi pasangan sains-nya'?
Itu cuma gara-gara kamu lebih diam daripada yang lain.
“You're smart. Why would I not? Hehehe,” bercanda sedikit, bilang dia pintar dan ada alasan apa aku tidak mau tanya.
Sudah kan? Aku mau pergi.
[Here.]
'Ini'?
Kali ini, dia kasih buku catatan. Buat apa?
[You didn't follow the lesson very much, I guess. Please use my note.]
Dia kira aku tidak ikuti banyak pelajaran hari ini. Jadi dia minta buat aku pakai catatannya....
Apa-apaan itu? Cewek ini mikir orang bisa ikutin semua kemauannya dia?
“No, it’s OK. I don’t need it,” Tidak. Aku tidak butuh itu.
Tidak butuh barang sampahmu.
Lambai sedikit, “See ya.”
Pergi. Jangan berkumpul lagi dengan mereka di jam istirahat. Empat puluh lima menit. Buat makan dan istirahat lainnya.
Hari ini, tidak lapar. Mending ke perpustakaan saja.
Ambil dulu kartu anggotanya di loker.
Oh, ada yang jatuh. Pasti surat tidak guna lagi. Sialan! Rasanya mau langsung dibuang⏤jangan. Aku, ke sini bukan buat musuh. Cuma belajar. Belajar.
Masukkan lagi ke loker. Buangnya di rumah saja.
Sekarang....
__ADS_1
Cih.
“Sial....”
Kenapa malah nemu kotak ini?
Ini, kotak jam tangan yang dikasih Rasyi. Aneh, bisa ditaruh di sini. Padahal ke sini, cuma buat bisa lupa dia.
“Gak guna.”
Tapi, aku... buka kotaknya.
Rasyi cinta aku⏤tidak lagi.
Kami seharusnya... tidak.
Sekarang Rasyi sudah jadi sampah basi. Harus aku buang. Harus... buang jauh.
Jam sialan!
Buang saja!
TANG!
Apa? Si bisu?
Dia lihatin aku dari tadi? Waktu buang jamnya ke tong sampah juga?
Senyum, sekarang! “Is there a problem? You have been watching me....”
Pasti ada masalah. Dia melihat ke sini terus. Mau cari masalah apa dia? Cewek ini, lihat ke arah tong sampah. Buat apa?
“It's broken. Don't think about it much,” bilangin aja itu rusak. Jangan terlalu mikirin. Sekarang, aku pergi, “Now, see you later, then.”
Aku mau pergi. Sekarang⏤
Ke, kenapa si bisu ini?! Sembarangan tarik-tarik tangan!
Harus tanggapi pakai tenang. Kalau marah-marah lagi, malah cari perhatian.
Senyum. Senyum! “What?”
[Don't throw it yet!]
‘Jangan dibuang dulu’?
Dia kenapa ngambil jamnya lagi?!
[My uncle can fix it. Let me bring it to him.]
'Pamanku bisa perbaiki itu. Biarin aku bawa ke dia.' Ap⏤
“No!!”
Sial. Aku malah rebut jamnya dari dia. Bakal lebih susah buat aku buang ini sekarang.
Jangan jadi orang aneh. Senyum sekarang!
“I... I'll buy a new one later,” aku bisa beli yang baru nanti.
Tolong jangan tanya lagi.
Sekarang dia kasih kertas?
[If you have time, I will accompany you to that store.]
'Kalau kamu punya waktu, aku bisa temanin ke toko itu.'
Di dalam kertas itu, toko aksesoris jam tangan.
Tulisan dia lagi.
[That's my uncle's. Just tell me if you need to go there. I'm open anytime.]
'Itu punya pamanku. Kasih tahu aja kalau kamu butuh ke sana. Aku bisa kapan aja.'
[Okay?]
Huuuh, sudahlah, “Yeah. Thanks.”
[Then, enjoy your lunch time ^-^]
'Nikmati waktu makan siangmu.'
Hei, dia... akhirnya pergi.
Cewek aneh.
Aku taruh saja jam sama kertasnya balik ke loker.
__________________________________
^^^Matilah kalian para pembaca yang tidak bisa bahasa inggris! KUA HAHAHA!^^^
__ADS_1
^^^Tenang, semuanya udah diartikan sama Harun kok~ Kita belajar sama-sama ya, kalau ada yang salah komentar aja~ Author juga manusia~!^^^
^^^Love love you~ <3^^^