Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 11 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

...Berseteru...


Semua kelompok mulai mengerjakan tugas sesuai hewan yang mereka pilih. Terlihat mereka tengah telaten membelah hewan-hewan tersebut. Tak terkecuali dari kelompok 3. Allena kelihatan lihai menangani hewan yang dipilihnya di bantu Alvian.


"Iiuuhh.. lu nggak lihat sih itu ha? Allena kaga jijik apa ngebelah tu hewan. Jijik gue tu hiii". Cicit Zee mengedikan tubuhnya karena merasa jijik melihat Allena yang dengan santainya membela tikus yang dipilihnya tadi.


Sementara Airin yang di sebelahnya hanya menanggapi dengan tersenyum canggung. Airin masih merasa malu hanya untuk sekedar mengobrol dengan mereka.


Airin merasa minder satu kelompok dengan mereka yang notabennya anak-anak yang berasal dari kalangan atas. Merasa tidak pantas untuk satu kelompok dengan mereka.


"Terus kalau lo jijik emang lo mau ngapain aja. Berleha-leha gitu? Santai-santai nggak ada kerja. Iya?". Imbuh Gamma.


"Ya nggak lah. Ngapain aja kee buat apa kee.. yang penting gue nggak sentuh-sentuh tu hewan. Nggak mau, jijik tau nggak hii nggak mau pokoknya gue". Cetus Zee yang masih terus melihat Allena dan Alvian. Jijik tapi ngeliatin terus ya Zee😂😂


"Ya terus lo mau ngapain?". Ucap Gamma.


"Ya apa aja lah, yang penting jangan sen...


"Woy udah berantemnya. Sini bantuin, malah pada ribut lo pada". Seru Alvian seketika.


Mereka yang mendengar Alvian memanggil langsung mendekati meja kelompok mereka. Jangan sampai Alvian jadi murka.


"Kalian ini bukannya bantuin malah pada ribut. Kapan kelarnya kalo gitu? Mau kita di hukum sama Bu Preti?". Cetus Alvian dengan galaknya.


"Yaudah sih! Kalau gitu sini gue bantuin gue bantuin". Ucap Zee mendekat pada Alvian dan mencoba mengambil alih.


"Gua ke toilet dulu". Ucap Allenai tiba-tiba.


"Ehh mau ngapain?". Sahut Manaf.


Allena seketika menoleh dan langsung menatap Manaf tanpa ekspresi. Sedang Manaf hanya cengengesan sendiri karena pertanyaan konyolnya. Emangnya mau ngapain lagi ke toilet selain menuntaskan hajat.

__ADS_1


Sedetik kemudian Allena berbalik dan langsung melangkahkan kakinya dari sana tanpa menggubris perkataan Manaf.


"Weh, ngapain lu make nanya sih yang kek gituan. Bego banget jadi orang". Celetuk Gamma.


"Ya gue kan cuman bercanda". Sahut Manaf terkekeh.


"Duh.. lu tu emang bego. Ckckck!!". Cicit Gamma berdecak sambil mengeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu.


Sementara Allena segera menghampiri Bu Preti yang terlihat sedang mengamati kelompok lain.


"Bu! Boleh saya izin ke WC?". Seru Allena meminta izin.


"Oh iya, silahkan Allena. Tapi jangan lama-lama ya, soalnya mata pelajaran Ibu sebentar lagi mau selesai". Ucap Bu Preti mengizinkan.


"Baik Bu, terima kasih!". Allena kemudian segera keluar dari ruangan laboratorium.


Allena terus melangkahkan kakinya hingga dia sampai di toilet sekolah yang kebetulan dekat dengan ruang ganti pakaian.


"He! Lu buta apa gimana sih? Pake nabrak orang segala, lihat-lihat dong kalo jalan". Bentak orang itu sembari merapikan jersey basket yang dikenakannya.


Sedang Allena hanya diam sambil memandangi orang tersebut.


Orang itu kemudian mulai mengangkat kepalanya ingin melihat siapa yang telah berani menabraknya.


"Ooh ternyata lu". Cicit orang itu yang ternyata Aziel.


Aziel saat ini tengah bersama dengan teman-temannya. Mereka habis dari bermain basket dan ingin ke ruang ganti pakaian.


"Lu buta ya ampe nabrak gua". Cetus Aziel pada Allena yang tengah menatapnya datar.


"Lu tuh kenapa sih ha? Ngomong kalo diajak bicara. Jangan diam mulu kaya orang bisu". Ujar Aziel yang mulai emosi.

__ADS_1


"Udah EL jangan emosi. Kita pergi aja dari sini". Cegah Setya yang juga ada disana.


"Kenapa diem? Lu nggak bisa ngomong emang?". Sentak Aziel yang mulai terpancing emosinya.


Menurutnya gadis yang ada di hadapannya itu selalu saja membuatnya kesal karena selalu tak membalas perkataannya jika diajak bicara.


Sedang Allena tetap diam dengan terus menatap datar Aziel. Sedetik kemudian Allena langsung pergi tanpa mempedulikan Aziel yang mulai emosi.


"Woyy lu mau kemana? Awas lu". Teriak Aziel ingin mengejar Allena, namun segera ditahan oleh Setya.


"Udahlah EL, ngapain sih lo ngurusin tu cewe? Kita pergi aja dari sini ayoo". Ucap Setya mencegah sepupunya itu agar tak menyusul Allena.


Sedang Aziel terus melihat Allena yang perlahan mulai menjauh dari pandangannya.


"Sialan tuh cewek!". Umpat Aziel lalu melangkah pergi dari sana sambil menahan emosinya.


Sedang Setya hanya menggeleng melihat tingkah sepupunya itu.


"Kayanya Aziel kesel banget sama tuh cewek". Celetuk salah satu diantara mereka.


"Ya iyalah, tuh cewek ditanyain malah diem aja terus kaya batu. Mana Aziel lagi orangnya, macem-macem tuh cewek". Sahut salah satunya lagi.


"Dari kemarin gue lihat tuh cewek kaya nantangin banget, untung cantik". Ucap salah satunya lagi.


"Udah-udah! Ngapain kalian malah bahas tuh cewek. Lanjut jalan sono!". Cetus Setya ke arah mereka semua.


Sementara Allena saat ini sudah berada dalam kamar mandi sambil memandangi bayangan dirinya ke arah cermin besar yang tertempel di dinding kamar mandi di hadapannya.


Beberapa detik memandangi bayangan dirinya, Allena kemudian menjalankan kran air dari wastafel lalu mencuci mukanya.


Setelah itu Allena keluar dari dalam kamar mandi lalu kembali menuju laboratorium.

__ADS_1



__ADS_2