Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 7 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

...Menuju Hari-hari Terakhir MOS...


Hari-hari berlalu. Kegiatan MOS di SMA Negeri Nasional berjalan dengan lancar dan memasuki hari ke-4.


Saat ini semua murid-murid baru tengah dikumpulkan di aula besar yang ada di sekolah itu. Aziel memandu kegiatan dan memberi informasi.


"Pagi semuanya. Hari ini saya akan memberi tugas kepada kalian. Saya ingin meminta kepada kalian untuk mengumpulkan tanda tangan kakak kelas kalian dengan setiap orang harus mengumpulkan 5 tanda tangan. Baik dari kelas 11 maupun kelas 12". Terang Aziel pada mereka semua.


"Baik itu saja, namun sebelum itu saya memanggil Allena Gilmer Putri Albern untuk maju ke depan sekarang. Dan untuk yang lain, kalian silahkan mengerjakan tugas yang sudah saya berikan tadi". Ujar Aziel memerintahkan mereka semua.


Para murid-murid segera keluar dari dalam aula tersebut, hingga tersisa Allena dan juga beberapa anggota OSIS lainnya. Allena maju ke depan dan saling berhadapan dengan Aziel. Lelaki itu kemudian mulai berbicara pada Allena.


"Tau kenapa gua manggil lu?". Tanya Aziel pada Allena.


Allena tidak menjawab, dia hanya memandangi Aziel. Hal itu membuat Aziel geram dengan sikap Allena. Selalu seperti itu diam dan tidak menjawab. Apa begitu susah jika hanya untuk sekedar menjawab. Aziel pun mendekati Allena dengan geramnya.


"Lu itu kenapa sih ha? Bisu? Atau tuli?". Sentak Aziel pada Allena dengan amarah yang tertahan.


Allena menatap datar pada Aziel. Gadis itu tetap santai tak ada perasaan takut sama sekali dengan Aziel yang mulai emosi namun masi bisa tertahan.

__ADS_1


"Lu bisa nggak sih nggak usah dekat-dekat ama gua. Gua nggak suka?". Allena ikut menyentak dan langsung mendorong keras Aziel menjauh padanya.


Aziel yang didorong seperti itu tentu saja tak terima dengan apa yang dilakukan Allena terhadapnya. Pria itu kaget juga emosi, lalu mencoba kembali untuk mendekati Allena ingin memberi pelajaran, namun Brayen segera menahan Aziel agar tidak mendekati gadis itu.


"Jangan Bro! Sabar. Perempuan itu woi". Cegah Brayen menenangkan Aziel dan juga menahan lelaki itu.


Aziel berhenti dan menghela nafas panjang untuk meredakan amarahnya. Dia memandangi Allena dengan menahan emosi. Aziel kemudian kembali berbicara pada Allena.


"Lu masi ingatkan hukuman yang gua kasi ke lu. Gua suruh lo bawa satu barang. Tapi karena gua lupa dan belum sempat kasih tau, jadi gua mutusin hukuman lu itu masi berlaku dan gua bakalan kasi tau barang apa yang bakalan lu bawa. Dan barang itu harus sudah ada besok". Ucap Aziel panjang lebar pada Allena.


Allena kembali diam dan hanya menatap Aziel. Gadis itu sungguh-sungguh membuat Aziel ingin marah. Ada apa dengan gadis itu. Apa tidak bisa jika menjawab saja. Sebisa mungkin Aziel menahan emosinya pada Allena.


"Gadis ini benar-benar...". Aziel bergumam dalam hati sambil memandang serius Allena.


"Allena, gua mau lu besok bawa ikan. Terserah ikannya ikan apa yang penting harus ikan hias yang bagus beserta akuariumnya. Ikannya cukup 1 ekor saja. Lu bisakan? Lu kan orang kaya masa bawa yang begituan aja nggak bisa". Ucap Aziel tersenyum miring.


"Yaudah itu aja barang yang harus lu bawa besok. Tapi lu tetap nggak bisa nggak ngejalani tugas yang gua kasi tadi ke anak-anak yang lainnya. Lu harus tetap ngejalanin tugas itu. Jadi, sekarang lu keluar dan kerjain tugas itu. Lu udah taukan?". Ujar Aziel dengan sombongnya.


Mendengar hal itu membuat Allena menatap tidak suka pada Aziel. Dia benar-benar tidak suka akan sikap Aziel.

__ADS_1


Allena pun segera keluar dari dalam aula tersebut tanpa mempedulikan perkataan Aziel.


Aziel yang mendapati reaksi Allena seperti itu hampir kehilangan kesabarannya. Ini pertama kalinya ada orang yang berani melawannya.


"Sabar Bro! Cewek itu". Ucap Brayen sambil menepuk-nepuk pundak Aziel.


Aziel menoleh dengan sinisnya ke arah Brayen, "Berisik lu!



...******...


Semua murid-murid baru itu kini sudah kembali berkumpul di aula sekolah tersebut. Semuanya telah kembali dengan tugas pemberian dari Aziel yang sudah mereka kerjakan dengan baik.


Mereka berhasil mengumpulkan 5 tanda tangan dari kakak kelas mereka sesuai yang diminta. Namun begitu banyak drama yang mereka alami. Mulai dari kakak kelas yang tidak ingin memberi tanda tangan, pemaksaan, hingga kejar-kejaran sampai ada yang menabrak guru, dan kejar-kejaran di toilet.


Kegiatan pada hari itu selesai dengan waktu yang terbilang cepat. Aziel pun membubarkan barisan para murid baru tersebut. Mereka bersiap untuk pulang.


Allena yang ingin cepat pulang langsung berjalan keluar aula. Dia ingin mencari barang suruhan dari si Ketua OSIS belagu itu.

__ADS_1


Harusnya hari ini dia tengah bersantai dalam kamarnya tidak disibukkan dengan hukuman yang menurutnya mengganggu waktu santainya. Allena sungguh kesal pada Aziel.



__ADS_2