Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 23 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

Saat ini Allena sedang berjalan menuju parkiran sekolah. Setibanya dia dimobil, Allena yang ingin membuka pintu mobil tiba-tiba tanganya dicegat oleh seseorang.


"Lepasin tangan gua". Tepis Allena ketika dia mengetahui siapa yang telah mencegatnya.


"Nggak. Gua mau ngomong sebentar ama lu". Ucap orang itu dengan tetap tak melepaskan cekalannya ditangan Allena.


Saat ini Allena sedang menatap tajam orang yang telah mencegatnya. Orang itu adalah Aziel si Ketua OSIS.


"Lepasin nggak tangan gua. Gua nggak mau ngomong ama lu". Desis Allena.


"Lepasin gua bilang". Berontak Allena sehingga lengannya terlepas dari cengkraman Aziel.


Allena kemudian bergegas masuk kedalam mobilnya. Dipandanginya Aziel dengan tatapan tajam lewat kaca mobilnya. Lelaki itu tak berkutik dari tempatnya sambil memandangi Allena.


Allena tak peduli. Gadis itu dengan segera menjalankan mobilnya dan beranjak pergi dari sana.


Setelah mobil Allena hilang dari pandangannya, Aziel menghela nafas panjang. Lelaki itu kemudian berlari menuju mobilnya.


Brayen yang sedari tadi memperhatikan Allena dan Aziel dari kejauhan, mengepalkan kedua tangannya. Lelaki itu kemudian bergegas pergi dari sana ketika Allena dan Aziel pergi terlebih dahulu.


Allena yang saat ini sedang berada dalam mobilnya melaju dengan kecepatan sedang menuju rumahnya.


Diperjalan Allena terus memikirkan kejadian tadi. Kejadian dimana Aziel dengan beraninya mencium bibirnya. Dia tak habis pikir dengan apa yang dilakukan Aziel. Apa lagi itu di sekolahan. Gadis itu kemudian meraba bibirnya.


"Ishh...!". Desis Allena marah.


Gadis itu kemudian melajukan sedikit mobilnya. Sekitar 20 menit Allena sampai ke rumahnya. Gadis itu kemudian menuju keparkiran mobil dan memarkirkan mobilnya. Allena kemudian keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah.


"Non Lena udah pulang?". Ucap Bi Ratih yang muncul dari arah lain dan menghampiri Allena.


Bi Ratih adalah pembantu yang dipekerjakan oleh Mommy Tiara(Mommynya Allena) beberapa hari lalu. Bi Ratih berumur sekitar 56 tahunan.


"Non! Ibu Non Lena bilang nggak akan pulang malam ini. Lagi ada urusan katanya di luar kota. Mungkin 2 atau 3 hari Ibu Non Lena pulang". Ucap Bi Ratih memberitahu Allena.


Mendengar hal itu Allena seketika berhenti dan menghadap Bi Ratih. Gadis itu kemudian hanya menatap datar Bi Ratih. Sedetik kemudian Allena kembali melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang ada dilantai dua.


Mendapati reaksi Allena yang seperti itu Bi Ratih hanya mampu memakluminya. Bi Ratih tau Allena akan bereaksi seperti itu. Mommy Tiara yang mempekerjakannya juga sudah menjelaskan tentang bagaimana sifat dan sikap Allena. Apalagi terhadap orang baru seperti Bi Ratih yang baru bekerja beberapa hari lalu dirumah itu.


Sementara Allena yang saat ini sudah berada dalam kamarnya segera menuju ke tempat tidurnya. Allena lalu melepas tasnya dan melemparnya ketempat tidurnya lalu berbaring dikasur empuknya itu. Gadis itu lalu memejamkan matanya dengan lengannya dia letakan diatas pelipisnya.


Baru beberapa saat memejamkan matanya, Allena dikejutkan dengan suara pesan masuk dari ponselnya yang dia letakan disampingnya. Gadis itu kemudian meraih ponselnya dan mencoba melihat pesan tersebut. Ternyata pesan tersebut berasal dari Grub WA yang pernah dibuat oleh Zee waktu itu.


* Grub Kece :


Zee :


Oyy entar sore kita ke sekolah


Latihan


Gamma :


Iya


Kita juga bakalan datang buat latihan basket


Zee :


Allena Airin kalian harus datang


OK!


Airin :


Iya


Manaf :


Airin nanti gue jemput lo ya


Alvian :


Bebeb Zee mau gue jemput nggak?


Zee :


Boleh deh


Gue juga lagi males bawa mobil


Alvian :


OK deh Ayang Zee


Airin :


Entar jam berapa?


Manaf :


Jam 4 tan lah bagusnya


Gue jemput ya Rin?


Airin :


Iya Manaf


Zee :

__ADS_1


Allena mana nih?


Kok kaga nongol-nongol


Begitulah kira-kira isi pesan grub WA tersebut. Allena kemudian hanya membaca pesan grub tersebut tanpa berniat membalasnya.


Gadis itu lalu mematikan ponselnya dan meletakannya kembali disamping dirinya. Allena kemudian melanjutkan memejamkan matanya. Sekitar beberapa menit Allena pun tertidur.


SMAN Nasional Pukul 16.15 WIB


"Allena mana sih? Masa dia nggak datang". Tanya Zee.


"Coba lo telpon Zee!". Ucap Gamma memerintah.


"Gue udah coba telpon. Tapi nggak diangkat-angkat sama dianya". Ucap Zee frustasi.


"Kalo gitu kita latihan aja sekarang. Keburu gelap ini". Ucap Gamma lagi.


"Kitanya mau latihan gimana Gammaaaaa....!! Orang Allenanya nggak ada. Gimana sih?". Ketus Zee.


"Yaaa terus gimana? Kan nggak ada Allena. Udah latihan aja. Udah mau gelap ini".


"Yaudah Zee kita latihan aja. Nggak apa-apa kok". Ucap Airin.


Aziel yang ada disana dan melihat mereka segera menghampiri mereka.


"Gimana nih? Kapan kita latihannya?". Tanya Aziel.


"Anu Kak! Ini yang anggota cheerleadersnya ada yang nggak datang". Lapor Gamma.


"Siapa?". Tanya Brayen yang juga ada disitu.


"Ini Allena. Dia nggak datang Kak". Ucap Gamma lagi.


Brayen yang mendengar itu segera melirik Aziel sekilas. Lelaki itu seperti sedang memikirkan sesuatu. Sementara yang dilirik hanya diam dan seperti tengah berpikir.


"Umm.. Yaudah! Kalo kalian rasa bisa latihan, latihan aja dulu. Kalo emang nggak bisa, untuk hari ini kalian nggak latihan dulu". Ucap Brayen seketika memberi saran.


"Kita coba dulu deh Kak. Mungkin kita bisa. Iya nggak guyss?". Tanya Zee kepada semua anggota cheerleaders.


Semua anggota cheerleaders pun menyetujui saran dari Brayen. Mereka akan mencoba latihan dengan tanpa Allena. Mereka semua pun latihan. Baik dari anggota tim basket maupun tim anggota cheerleaders.


Pagi Hari di SMAN Nasional kelas 10 IPA 1


Pukul 08.15 WIB


"Allena lo kemaren kenapa nggak datang sih yaampun. Untung kemaren kita masih bisa latihannya". Ucap Zee pada Allena.


"Dan lo mau tau nggak? Alexa kemaren datang dan bilang mau gantiin posisi lo di tim cheerleaders. Iya nggak Rin?". Ucap Zee dengan nada yang serius.


"Iya Allena. Bener kata Zee". Ucap Airin mengangguk.


Sementara Allena hanya mendengarkan celotehan Zee dan umpatan-umpatan yang ditujukannya pada Alexa. Gadis itu hanya diam tak menggubris apapun yang dikatakan Zee.


"Eh guys guys! Kita disuruh ama Kak Brayen buat datang ke ruang aula. Sekarang!". Ucap Alvian sambil menunjuk ponselnya pada ke-5 temannya itu.


"Yaudah ayo". Ajak Gamma pada mereka semua.


Mereka ber-6 pun bergegas menuju ruang aula. Setibanya mereka disana, yang lain sudah pada berkumpul. Disana juga terdapat Alexa Chika dan juga Hera.


Alexa yang melihat kedatangan Allena kemudian menyindir gadis tersebut.


"Upss! Ada orang yang suka datang pergi seenaknya nih. Dikira sekolah ini punya dia kali ya?". Sindir Alexa yang ditujukannya pada Allena.


Allena yang mendengar itu tak peduli. Dia tau bahwa sindiran itu pasti ditujukan kepadanya. Allena tetap melanjutkan jalannya tanpa menggubris sindiran Alexa.


"Hee Allena! Ngapain lo disini? Lo kira ini sekolahan punya bokap lo bisa datang pergi seenaknya. Lo tu udah nggak dibutuhin disini". Celoteh Alexa.


"Woy Lex! Lo itu yang ngapain disini. Pergi sana sama geng lo itu dari sini. Kalian itu yang nggak dibutuhin tau nggak". Balas Zee.


"Lo mending diem deh! Dasar cewe bar-bar. Ikut campur aja lo". Teriak Hera menimpali.


"Apa lo? Dasar cewe kecentilan. Cari muka aja lo. Pergi sana!". Balas Zee lagi.


"Hee Zee! Harusnya lo berterima kasih ama gue. Kalo nggak ada gue kemarin gimana latihannya? Pasti kacaukan gara-gara si Allena itu. Marah-marah aja lo. Nggak tau terima kasih emang". Ucap Alexa sambil menatap sinis Allena.


"Yaudah! Sekarang Allena udah ada kan. Berarti lo udah udah nggak dibutuhin. Kalo gitu sekarang lo pergi sana". Teriak Zee.


"Udah udah! Kalian ini malah pada ribut. Kita disini itu buat latihan". Ucap Aziel tiba-tiba.


"Sekarang kalian semua ganti pakaian latihan kalian. Kita latihan sekarang. Perlombaan udah nggak lama lagi. Jadi kita harus nampilin yang terbaik. Apa lagi kita yang bakal jadi tuan rumahnya. Jangan malu-maluin. Paham kalian!". Ucap Aziel menerangkan dengan nada tegasnya.


"Yasudah! Gerak sekarang". Ucap Aziel lagi.


"Dan untuk kamu Allena. Kamu jangan seenaknya di sekolah ini. Gimana nantinya kalo kamu seperti itu terus?". Ucap Aziel sambil menatap Allena.


"Dengerin tu. Jangan cuman diem aja. Sok kecantikan sih lo jadi cewe". Celoteh Alexa.


Allena yang mendengar itu seketika menatap datar Aziel dan Alexa secara bergantian. Gadis itu kemudian beranjak dari tempatnya dan pergi begitu saja.


"Dih.. Apaan banget tu cewek. Sok iye banget". Sinis Alexa.


Mereka semua pun bergegas melakukan kegiatan mereka. Para atlit basket memulai latihan mereka. Para tim cheerleaders juga sudah memulai latihan.


Disaat Allena mulai bergerak naik ke atas dengan topangan para tim cheerleaders bagian bawah. Alexa yang memang punya niat jahat pada Allena segera melancarkan aksinya.


Alexa yang memang sengaja mengambil bagian topangan di bawah Allena dalam tim dengan sengaja melonggarkan topangannya, dan menggeser kaki Allena, lalu menariknya dengan kuat disaat Allena ingin melompat.


Allena yang kehilangan keseimbangan seketika terjatuh. Para tim lainnya mencoba menangkap Allena, namun karena sedikit terlambat sehingga membuat Allena tersungkur kebawah dan jatuh dengan lumayan keras, membuat Allena merasakan sakit dibagian kaki dan pinggangnya.

__ADS_1


Semua orang yang melihat kejadian itu seketika kaget dan berlari mengerumuni Allena.


"Allena! Yaampun! Ini kenapa lo bisa jatoh sampe kek gini sih?". Teriak Zee khawatir sambil menopang badan Allena.


"Ini siapa aja tolongin woyy!". Teriak Zee lagi.


Aziel yang melihat itu segera berlari menghampiri Allena.


"Biar gua yang bantu gedong". Ucap Aziel meraih tubuh Allena.


Aziel kemudian mengangkat tubuh Allena ala bride style. Sementara Allena saat ini tengah menangis menahan sakit yang luar biasa.


"Kak El cepat bawa Allena ke UKS! Takutnya Allena ada yang parah". Ucap Zee dengan nada khawatir.


Aziel kemudian dengan segera berjalan cepat menuju UKS sambil menggendong Allena yang sedang menangis menahan sakit yang dirasakannya.


"Sakit banget! Hu.. Hu.. Hu..!". Tangis Allena sambil mengeratkan kalungan tangannya dileher Aziel.


Sementara Aziel terus berjalan dengan cepat dan tanpa sadar terbesit ekspresi khawatir diwajahnya.


Setibanya di UKS, Aziel langsung menendang pintu UKS sehingga terbuka lebar. Aziel kemudian masuk bersama Allena digendongannya lalu menuju tempat tidur yang ada di ruang itu dan membaringkan Allena secara perlahan.


"Sabar ya!". Ucap Aziel sambil memandangi Allena.


"Petugasnya mana woy? Ada pasien ini. Lama bener". Teriak Aziel sambil mencari-cari petugas UKS.


"I-i-iya Kak! Maaf!". Ucap salah satu petugas UKS dengan berlari masuk ke dalam ruang UKS.


"Kalian dari mana aja? Ada pasien kalian lama sekali geraknya". Marah Aziel.


Beberapa anggota UKS segera menghampiri Allena dan memeriksa gadis itu. Terlihat Allena selalu menangis. Aziel yang melihat itu tiba-tiba merasa khawatir dengan keadaan Allena.


Para anggota UKS dengan lihai mengobat dan memasangkan perban di kaki Allena. Setelah selesai Allena segera berbaring kembali.


"Gimana keadaan Allena?". Tanya Aziel pada anggota UKS itu.


"Gini Kak. Allena mengalami cedera dibagian kaki kirinya dan pinggangnya. Kalo untuk kakinya udah kami obatin. Tapi kalo untuk pinggangnya lebih baik dibawa kerumah sakit biar diperiksa langsung sama dokter". Ucap salah satu petugas UKS.


"Yasudah kalo gitu kalian keluar sana! Lain kali kalian jangan lama". Ucap Aziel dengan tegasnya.


"Iya Kak kami minta maaf". Ucap salah satu petugas UKS. Mereka semua pun segera keluar.


Aziel kemudian menghampiri Allena yang saat ini tengah berbaring.


"Gimana keadaan lu? Apa ada yang masih sakit?". Tanya Aziel dihadapan Allena.


Allena tidak menjawab. Gadis itu hanya memandangi Aziel datar.


"Gua tanya Allena. Gimana keadaan lu?". Tanya Aziel lagi.


"Lu mending keluar. Ngapain lu disini?". Ucap Allena dengan tetap menatap datar Aziel.


"Ha?". Heran Aziel.


"Nggak tau terima kasih banget lu. Gua udah nolongin lu. Gendong lu bawa kesini. Tapi reaksi lu kek gitu. Nggak habis pikir gua. Kalo tau gitu gua biarin aja lu". Ucap Aziel heran dengan sikap Allena padanya.


"Emang gua ada minta tolong ama lu? Nggak kan. Yaudah lu keluar sono". Ketus Allena.


"Cihh.. Nggak tau terima kasih lu". Decak Aziel kesal.


Lelaki itu kemudian beranjak dari tempatnya meninggalkan Allena lalu keluar dari ruang UKS itu. Sementara Allena tak peduli dengan reaksi Aziel.


"Allenaaaaaa..... Lo nggak apa-apa kan? Gimana keadaan lo? Ada yang luka? Parah? Mana yang sakit?". Teriak Zee tiba-tiba muncul sambil berlari masuk ke ruang UKS dan menghampiri Allena.


"Eh Zee pelan-pelan napa. Yang ada tambah parah tu Allena". Ucap Gamma yang saat itu masuk bersama Zee, Airin, Manaf dan juga Alvian.


"Gimana keadaan lo Len?". Tanya Alvian.


"Katanya sih gua harus periksa ke dokter". Jawab Allena.


"Hah? Kenapa? Apa yang parah Allena?". Tanya Airin dengan nada khawatir.


"Nggak kok Rin. Gua cuman harus periksain pinggang gua ke dokter. Takutnya kenapa-napa". Jelas Allena.


"Jadi lo nggak bisa latihan lagi dong? Yaah.. Allena". Ucap Zee dengan nada sedih.


"Udah nggak apa-apa". Ucap Allena sambil tersenyum tipis.


"Semoga nggak parah banget ya Allena". Ucap Manaf.


"Iya". Ucap Allena


Tidak lama datang Brayen sambil menerobos masuk ke dalam ruang UKS.


"Allena gimana keadaan lo? Ada yang parah?". Tanya Brayen sambil memeriksa keadaan Allena.


"Brayen! gua ggak apa-apa. Cuman cedera aja dikit". Ucap Allena sambil menunjukan kaki kirinya yang diperban.


"Nggak apa-apa? Sampai kaki lo diperban kaya gini lo masih bilang nggak apa-apa". Ucap Brayen khawatir.


"Terus gimana?". Tanya Brayen lagi.


"Allena harus ke dokter Kak meriksain pinggangnya takutnya ada apa-apa". Ucap Gamma memberitahu.


"Ha? Yaudah kalo gitu kita ke rumah sakit sekarang. Biar gue yang gendong lo". Ucap Brayen menawarkan.


"Nggak usah. Gua bisa sendiri". Ucap Allena.


"Bisa gimana? Nanti tambah para tu pinggangnya. Udah ayo!". Paksa Brayen.

__ADS_1


Brayen segera menggendong Allena ala bride style dan Allena hanya menurut saja. Mereka semua pun keluar dari ruang UKS tersebut.


__ADS_2