Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 63 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

Saat ini Allena dan ke-3 temannya sudah berada di ruang makan. Disana juga ada Papah Robert, Mommy Tiara dan juga Louis. Mereka akan makan malam.


Terlihat mereka sedang makan dalam keadaan tenang dan hikmat. Tak ada yang berani bersuara. Sebab sudah menjadi kebiasaan dikeluarga itu jika masih dalam keadaan makan, tidak boleh ada yang berbicara.


Setelah mereka makan malam, Papah Robert mengajak mereka semua untuk berkumpul di ruang keluarga.


"Jadi kalian akan menginap disini malam ini?". Tanya Mommy Tiara membuka obrolan.


"Iya Tante. Nggak papa kan ya Tante, Om?". Ucap Zee sopan.


"Ya nggak papa dong. Tante malah senang kalian ada disini dan menginap disini. Biar Allena ada temannya. Iyakan Pah?". Ucap Mommy Tiara senang beralih menatap suaminya.


"Iya. Om juga senang kalian mau berkunjung. Biar Allena ada temannya nanti. Karena Om sama Mamahnya Allena bakalan ke Amerika besok lusa. Jadi bisa minta temanin kalian". Ucap Papah Robert ramah.


"Kalau itu sih Om sama Tante tenang aja. Kita bakalan mau kok temenin Allena disini. Iya nggak?". Timpal Tessa diangguki Zee.


Sementara Airin gadis itu hanya diam tak menjawab. Gadis itu masih sangat malu dan canggung terhadap kedua orang tua Allena. Apa lagi situasi seperti saat ini.


"Kalau begitu Om sama Tante kekamar duluan ya anak-anak. Kalian juga jangan larut malam tidurnya nanti. Allena. Besokan kalian ke sekolah". Ucap Papah Robert berdiri dari duduknya disusul Mommy Tiara.


"Iya Om, Tante. Makasih yah udah mau ngizinin kita buat nginap disini". Ucap Zee ramah.


"Iya, sama-sama anak cantik. Om sama Tante duluan ya". Senyum Mommy Tiara.


Kedua orang tua Allena pun pergi menuju kamar mereka.


"Nih cowo ngapain masih disini? Mau ikut gabung juga sama kita-kita cewe-cewe cantik ini". Tegur Tessa yang ditujukannya pada Louis yang sedari tadi diam duduk disofa tak jauh dari mereka.


Louis yang merasa ditegur langsung saja menoleh kearah Tessa.


"Hm? Gue?". Tanya Louis menunjuk dirinya sendiri sambil menaikan kedua alisnya.


"Ya elo lah. Emang siapa lagi cowo yang ada disini sekarang? Cuman lo kan. Pake nanya lagi". Ucap Tessa sewot.


"Cih, santai aja dong. Biasa aja kali". Balas Louis sinis.


"Ya ngapain lo disini? Mau jadi cewek lo?.


"Lagian ngapain sih lo disini dari tadi nggak balik-balik. Nggak punya tempat tinggal lo disini?". Balas Tessa tak bersahabat pada Louis.


"Harusnya gue yang bilang itu ke lo. Ngapain lo numpang tidur disini, nggak punya rumah lo?". Balas Louis tak mau kalah.


"Kalau gue sih emang tinggal disini. Mau apa lo?". Sambung Louis tak santai.


"Dih songongnya. Ternyata lo cowo yang nyebelin yah". Cibir Tessa.


"Suka-suka gue dong. Lagian yang mulai duluan kan elo.


"Makanya jadi cewe nggak usah sotoi. Jangan banyak ngomong". Ucap Louis.


"Dih lo ya min...". Ucap Tessa terhenti.


"DIAM!!". Potong Allena dengan cepat, membuat dua orang yang berseteru tadi langsung berhenti.


"Kalian mau sekalian berdua gua usir. Ngapain pake ribut segala. Sakit kuping gua dengar kalian berdua adu bacot kaya tadi". Sambung Allena ketus.


Sementara dua orang tadi hanya diam saling memberikan tatapan tajam satu sama lain.


"Dan buat lu Louis, harusnya lu merasa bersukur karena gua nggak ngusir lu dari sini.


"Jadi sebaiknya lu diem sebelum bener-bener itu terjadi. Paham lu?". Ucap Allena menekan kata-katanya.


Allena kemudian beranjak dari tempatnya dan melangkahkan kakinya pergi dari sana.


Ke-3 temannya itupun bergegas pergi menyusul Allena. Louis yang melihat itu hanya diam ditempatnya.


Saat Tessa berjalan tak jauh dari tempat Louis, gadis itu segera berbalik kearah Louis yang langsung melihatnya, lalu dengan berani menjulurkan lidahnya kepada pria itu dan menjulingkan matanya. Tessa mengejek Louis.


"Huu...". Gumam Tessa dengan jari tengah yang dia ancungkan kearah Louis, lalu dengan cepat berlari dari sana.


Sementara Louis yang diperlakukan seperti itu oleh Tessa hanya bisa menatap tajam Tessa yang berlari. Berani sekali gadis itu mengejeknya.

__ADS_1


Saat ini ke-4 gadis itu sudah berada dalam kamar.


"Ada tugas sekolah nggak?". Tanya Zee pada mereka semua.


"Nggak ada sih kayaknya. Len, ada tugas nggak?". Tanya Tessa beralih kearah Allena.


"Nggak ada". Jawab Allena.


"Nahh.. kalau emang nggak ada gimana kita foto-foto dulu". Ucap Zee antusias.


"Bener tuh bener. Setuju gue, ayo-ayo". Timpal Tessa setuju.


"Gua nggak mau". Jawab Allena seketika yang membuat Zee langsung memasang wajah memelasnya.


"Yahh ayolah Len, mau ya. Masa lo nggak mau sih foto-foto sama kita. Tega banget". Ucap Zee memelas.


"Ya gua nggak mau". Tolak Allena sambil berjalan kearah balkon kamarnya.


Tessa yang melihat segera mengikuti Allena kearah balkon.


"Mau dong Allena. Buat kenang-kenangan gitu, masa lo nggak mau. Lagian kita kan nggak ada foto berempat sekalipun. Ayolah Len, mau yah, yah yah yah". Paksa Tessa.


"Iya Len, ayolah. Gue sedih nih". Timpal Zee makin memasang wajah memelasnya.


Sementara Airin, gadis itu hanya tersenyum heran melihat tingkah kedua temannya yang terus memaksa Allena.


Airin kemudian menyusul mereka kearah balkon dan mendekati Allena sambil tersenyum lembut.


"Len, lo ikutin aja mau dua orang teman kita ini. Benar juga kok kata mereka, biar kita ber-4 ada foto kenang-kenangan kita juga. Foto doang kan, masa nggak bisa". Bujuk Airin.


"Nahh.. Airin aja mau, masa lo nggak. Mau ya Len, ayolah". Timpal Zee diangguki Tessa.


Allena kemudian hanya menarik nafasnya. "Huff.. Yaudah cepetan". Ucap Allena yang akhirnya mau diajak berfoto.


"Gitu dong, dari tadi kek Allena. Maunya dibujuk kasih sayang dulu sama Airin biar mau". Cibir Tessa.


"Udah nggak usah banyak omong. Jadi fotonya nggak nih". Ucap Allena malas.


Mereka kemudian berfoto dibalkon kamar Allena. Tampak sinar bulan menyinari mereka sehingga cahaya rembulan itu membuat foto mereka sangat bagus dan terkesan estetik.


Dengan visual kecantikan yang mereka miliki, terlihat mereka memang punya standar kecantikan mereka masing-masing. Sehingga foto yang mereka hasilkan sangat indah untuk dipandang.


Berbagai gaya mereka lakukan, namun Allena masih terlihat sangat kaku dengan gaya berfotonya. Namun tidak menapik bahwa Allena masih tetap terlihat sangat cantik dan mendominasi.


"Haha lihat nih foto Allena, kaku banget woy gayanya. Kaya orang mau foto buat KTP tau nggak. Gini nih lihat-lihat". Ucap Zee tertawa sambil menirukan gaya layaknya orang berfoto untuk KTP.


"Mana coba lihat.


"Haha ini beneran kaku banget loh Len, kaya orang yang nggak pernah foto". Timpal Tessa tertawa melihat foto Allena yang berada ditengah-tengah mereka.


Kedua gadis itu terus saja menertawakan gaya berfoto Allena yang terlihat begitu tegang ditengah-tengah mereka. Airin yang melihat foto Allena ikut tersenyum menahan tawa. Gadis itu tau Allena sedang manahan marah sekarang, terlihat dari ekspresi wajah Allena saat ini.


"Ketawa lu pada ketawa.


"Kalau sampai kalian nggak berhenti ketawa, gua usir kalian sekarang juga. Kalau nggak, gua lempar kalian dari atas balkon ini sekarang". Ucap Allena seketika dengan ekspresi wajah masamnya.


Ke-3 gadis itu yang mendengar ucapan Allena seketika langsung diam, tapi masih tetap menahan tawa. Pasalnya mereka berhasil mengejek Allena dan membuat Allena kesal dengan wajah masamnya. Habis Allena itu selalu datar dan dingin sih, jadi mereka sekarang merasa sangat lucu akan ekspresi Allena saat ini.


Berbeda dengan Allena, gadis itu semakin kesal karena Airin juga ikut-ikutan menertawakannya.


"Lu ikut-ikutan juga Rin?.


"OK, fine!!". Ucap Allena seketika sambil berbalik dan pergi dari balkon menuju ranjangnya dengan wajah masamnya.


Ke-3 teman Allena tadi seketika saling lirik satu sama lain dan langsung tertawa sambil menghampiri Allena yang masih tengah berada diranjangnya dengan posisi duduk melipat kedua tangannya, dan jangan lupa ekspresi masam yang dia tunjukan kepada ke-3 temannya itu.


"Lo itu ternyata lucu juga ya Len. Punya kepribadian ganda tau nggak". Ucap Tessa merasa sangat lucu akan Allena.


Mereka terus tertawa melihat tingkah Allena saat ini. Mereka baru menyadari ternyata Allena juga mempunyai sisi sikap yang lain selain datar dan cuek. Gadis itu juga ternyata bisa bersifat manja dan kekanak-kanakan.


"Kalian ketawa aja terus. Kalau bukan temen, gua udah usir dah kalian sekarang". Ucap Allena masih dengan sikapnya.

__ADS_1


Zee yang melihat itu segera mendekat pada Allena dan memeluk gadis itu. "Utututu tayang tayang.. bercanda doang kok Len, gitu aja kok ngambek. Lucu tau kalau lo kaya gini". Ucap Zee masih memeluk Allena, gemas akan sikap gadis itu.


"Jangan ditekuk gitu mukanya dong Len, nanti nggak cantik lagi dong elo nya. Lihat tuh muka cemberut kaya gitu". Timpal Airin menahan tawa.


"Airin.. lu bener-bener ya. Jadi lu ikutan mereka juga buat ngejek gua". Ucap Allena menatap masam Airin.


"Bukan gitu Len, masalahnya lo itu sekarang beda banget nggak kaya biasanya. Iya nggak?". Ucap Tessa diangguki Zee dan Airin.


"Terus kenapa? Biarin dong, emang masalah?". Ucap Allena jutek.


"Iya iya Allena. Becanda doang kok, udah atuh ngambeknya Neng Lena". Rayu Zee.


"Iya Allena, kita kan cuman bercanda. Udah dong ngambeknya". Timpal Airin membujuk Allena yang terus memasang wajah cemberutnya.


Allena menarik nafasnya. Bagaimanapun dia sangat merasa senang saat ini. Baru kali ini dia merasakan perhatian dari yang disebut dengan sahabat. Ke-3 gadis dihadapannya saat ini membuat dirinya tidak merasakan yang namanya sendiri lagi.


"Hmm.. yaudah gua maafin. Orang gua juga cuman bercandaan doang kok ngambeknya". Ucap Allena santai.


"Dih Allena bisanya. Lo beneran udah mulai rada-rada ya kayanya". Cibir Zee.


"Yakan diajarin sama lu berdua". Balas Allena yang ditujukannya pada Zee dan Tessa.


"Kita berdua doang gitu, Airin nggak?". Timpal Tessa tak terima, masa hanya dirinya dan Zee yang sangkut pautkan. Sementara disitu ada Airin yang juga ikut-ikutan.


"Ya Airin sama kaya gua, ketularan kalian berdua". Jawab Allena sekenaknya.


"Yee Allena, bisa-bisanya lo ya". Ucap Zee tak terima.


Sementara Allena, gadis itu tak peduli. Allena mulai menaikan kakinya diatas ranjang.


"Uda ah, gua mau tidur. Kalian kalau belum mau tidur minggir sana". Ucap Allena, tetapi dengan cepat Tessa menarik lengan Allena agar tidak berbaring.


"Eh eh tunggu tunggu. Jangan tidur dulu dong. Kita ini dulu". Cegat Tessa kemudian berjalan mengambil tasnya yang dia letakan disofa.


Gadis itu kemudian membuka tasnya dan mengeluarkan barang yang dia cari.


"Nahh ini nih yang gue cari-cari". Girang Tessa mengeluarkan barang yang ternyata adalah laptop miliknya.


"Gue mau nunjukin kalian sesuatu yang wahh banget dah pokoknya. Kalian pasti ketagihan. Kalian harus lihat". Sambung Tessa dengan senyum misterius kepada ke-3 sahabatnya.


"Apaan sih Sa? Cepetan! Gue kepo nih". Ucap Zee yang tak sabar.


Tessa kemudian melangkah naik keatas ranjang Allena, lalu membuka laptopnya.


"Kalian sini cepetan! Gue mau nunjukin sesuatu". Ajak Tessa.


Ke-3 gadis itu kemudian naik keatas ranjang dan mendekati Tessa yang terlihat serius mengutak-atik laptopnya. Mereka terus memandangi layar laptop tersebut mendekati Tessa.


Tessa kemudian membuka file video yang ada dilaptopnya, memilih salah satu video dan langsung memutarnya. Ke-3 gadis itu langsung membulatkan mata setelah beberapa menit video terputar.


"KYAAA...!!". Airin tiba-tiba berteriak kencang dengan apa yang terpampang dilayar laptop.


Dengan cepat Tessa mendekat dan membekap mulut Airin menggunakan tangannya.


"Duh Airin, lo apa-apaan sih. Ngapain pake teriak segala. Entar didengar gimana? Berabe nantinya yaampun, lo tuh ya". Ucap Tessa gemas.


Yang benar saja. Gimana Airin nggak berteriak? Saat ini dilayar laptop terpampang video adegan panas dua orang berlawanan jenis, dan itu sontak membuat mereka kaget dengan apa yang mereka lihat.


Tessa benar-benar ya, gadis itu ternyata mengajak mereka untuk menonton film dewasa(por*no), bahkan video itu masih terputar saat ini.


"Lo yang apaan Sa? Ngapain lo nunjukin ke kita-kita video yang begituan sih. Gue nggak mau lihat ah". Tolak Airin yang saat ini sudah menutup matanya menggunakan tangannya. Jujur saja gadis itu terlihat sangat syok.


"Yaelah Rin, lo nggak usah muna, nggak papa kali. Lagian videonya juga bagus kan". Goda Tessa.


"Pokoknya gue nggak mau". Tolak Airin masih menutup mata.


"Udah udah nggak usah peduliin Airin, kita lanjut aja nonton Sa, kali ini gue setuju ama lo. Kayaknya seru nih. Iya nggak Len?". Ucap Zee yang ternyata saat ini sudah sangat penasaran dengan video dewasa itu.


Allena yang merasa bingung dilemah saat ini. Sebenarnya dia tak ingin melanjutkan acara nobar itu, tapi dia juga sangat penasaran sekarang.


Video yang masih terputar itu masih ingin dia tau kelanjutannya. Gadis itu benar-benar terhasut sekarang.

__ADS_1


__ADS_2