
Dua minggu berlalu. Semenjak kejadian yang menimpa Allena, gadis itu tidak lagi mengikuti latihan. Semenjak kejadian itu juga Allena jadi semakin dekat dengan Brayen. Lelaki itu akan selalu ada dan akan selalu membantu Allena jika gadis itu membutuhkan bantuan.
Seperti saat ini, Allena sedang mengikuti pelajaran. Sementara ke-5 temannya sedang berada di ruang aula untuk latihan. Bu Preti yang selaku wali kelas itu kemudian maju ke depan.
"Selamat pagi anak-anak! Hari ini kita kedatangan murid baru. Dan anak tersebut akan satu kelas bersama kalian. Jadi Bu Guru harap kalian semua harus bersikap baik kepadanya". Ucap Bu Preti menginformasikan sambil berdiri di depan.
Para siswa yang mendengar itu seketika terlihat antusias dari ekspresi mereka. Mereka sangat penasaran seperti apa rupa anak baru itu.
Berbeda dengan Allena gadis itu hanya diam memasang tampang datarnya sambil mendengarkan informasi dari Bu Preti.
"Baik silahkan masuk kedalam nak". Ucap Bu Preti menghampiri murid baru tersebut.
Anak baru itu pun segera masuk ke dalam kelas. Terlihat tampang heran dari para siswa yang ada disitu. Bagaimana tidak? Terlihat seorang murid baru perempuan dengan gaya tomboinya dan pakaian sedikit urak-urakan. Baju yang sebelah dimasukan ke dalam rok dan sebelah lagi dikeluarkan. Memakai anting hitam satu disebelah kanan telinganya. Kalung rantai yang dipakainya. Ditambah lagi dengan gelang hitam yang dipakai murid perempuan tersebut.
Gaya perempuan tersebut terkesan berantakan dan tomboi. Namun masih terlihat cantik dengan rambut lurus sebahu yang diikat sedikit berantakan. Dan kulit putih bersihnya.
"Silahkan perkenalkan diri kamu". Titah Bu Preti.
"Halo gaiss!! Perkenalkan nama gue Tessa Amelia Atnan Jaya. Gue pindahan dari SMA Putri Bangsa". Ujar Tessa dengan lantangnya.
"Terima kasih Tessa. Kalau begitu silahkan kamu duduk dibangku kosong yang ada disana". Ucap Bu Preti sambil menunjuk bangku kosong yang ada di belakang tempat duduk Zee.
"Oke Buu!!". Ucap Tessa menuju tempat duduknya.
"Satu lagi Tessa. Coba kamu perbaiki sedikit penampilan kamu. Kamu ini anak sekolahan. Tunjukan yang bahwa kamu ini anak sekolah". Ucap Bu Preti menasihati.
"Iya Buuu!!". Jawab Tessa.
"Oke anak-anak! Kita lanjutkan materi kita yang minggu lalu". Ucap Bu Preti memulai pelajaran.
"Tessa kamu nanti tanya ya ke teman-teman kamu materi-materi apa saja yang sudah kamu lewatkan". Ucap Bu Preti lagi.
"Siap Bu Guru". Ujar Tessa sambil bergaya hormat pada Bu Preti.
Bu Preti pun memulai pelajarannya. Para siswa mengikuti pelajaran dengan baik dan tenang sesuai arahan dari Bu Preti.
Kring.. Kring.. Kring...
Jam istirahat berbunyi anak-anak SMAN Nasional mulai berhamburan keluar kelas. Berbeda dengan Allena, gadis itu tetap berada dalam kelas.
"Eh.. lo nggak keluar?". Tanya Tessa tiba-tiba menghampiri Allena dan duduk dikursi dekat Allena.
Allena tidak menjawab. Gadis itu hanya diam sambil memainkan ponselnya tanpa berbalik ke arah Tessa.
Tessa yang tidak dijawab kemudian memperhatikan Allena. Gadis itu kemudian menyadari kaki Allena yang diperban.
"Ooo... Pantas". Tessa berkata dalam hati sambil memperhatikan kaki Allena.
"Yaudah kalo gitu gue bantuin. Lo mau gue titipin apa? Kebetulan gue mau ke kantin nih. Biar sekalian gitu". Ucap Tessa menawarkan.
Allena kemudian berbalik dan hanya menatap datar Tessa. Gadis itu sama sekali tidak menggubris perkataan Tessa. Beberapa saat kemudian Allena kembali memainkan ponselnya tanpa mempedulikan Tessa.
"Yaampun ni cewe gitu amat reaksinya. Padahal kan gue mau berbuat baik". Tessa berkata dalam hati.
Tidak lama datang Zee dan juga yang lainnya. Mereka kemudian masuk ke dalam kelas. Disitu juga ada Brayen.
"Allenaaaa....!! Lo nggak apa-apa kan? Lo nggak kesepian kan tanpa gue?". Teriak Zee sambil berlari menghampiri Allena.
__ADS_1
Begitulah Zee. Dia akan selalu seperti itu kepada Allena jika habis dari latihan.
"Eh ini siapa? Lo ngapain dekat-dekat ama temen gue Allena?". Tanya Zee dengan ekspresi curiga.
"Ohh Hai!! Perkenalkan nama gue Tessa Amelia Atnan Jaya. Panggil aja gue Tessa. Gue murid baru di kelas ini". Jelas Tessa.
"Ohh.. Murid baru too!! Terus lo ngapain dekat-dekat Allena?". Tanya Zee lagi.
"Gue cuman mau bantuin dia nitipin beli sesuatu kok. Kebetulan gue mau ke kantin". Jelas Tessa.
"Ohh..! Kirain". Ucap Zee.
"Hai semuanya kenalin gue Tessa Amelia Atnan Jaya. Panggil aja Tessa". Ucap Tessa memperkenalkan diri pada mereka semua.
"Hai gue Airin". Ucap Airin ramah.
"Gue Manaf". Ucap Manaf.
"Gue Alvian". Ucap Alvian.
"Gue Zee. Dan maaf gue udah bersikap curigaan ama lo". Ucap Zee merasa bersalah.
"Nggak apa-apa kok. Gue paham". Ucap Tessa sambil tersenyum.
"Dan gue Brayen. Panggil aja Kak Brayen. Karena gue kakak kelas lo". Ucap Brayen sambil menaikan kedua alisnya.
"Udah tau. Nggak perlu disebutin". Ucap Gamma dengan ekspresi jutek ketika Tessa meliriknya.
"Yaudah sih". Ucap Tessa tak peduli.
"Ini Allena". Ucap Zee memberitahu.
"Dan gue cuman mau kasih tau sama lo. Allena emang kek gitu. Jutek banget orangnya. Apalagi sama orang baru. Serem pokoknya". Ucap Zee menghampiri Tessa dan berbisik di telinganya sambil cekikikan.
"Ooohh... Iya iya. Sipp!!". Ucap Tessa sambil tersenyum dan mengangkat jempolnya. OK!!.
"Kalo gitu kita ke kantin sekarang. Gue dah lapar banget nih". Ucap Manaf tiba-tiba.
Brayen kemudian membantu Allena terlebih dahulu. Gadis itu sebenarnya sudah bisa sedikit berjalan. Namun masih harus bertopang. Mereka semua kemudian keluar menuju kantin sekolah.
"Aduhh.. Gue ke toilet dulu ya! Urgent banget ini". Ucap Zee tiba-tiba.
"Ayang Zee mau gue temanin nggak?". Sarkas Alvian.
"Lo minta gue tonjok". Ucap Zee sambil menunjukan kepalan tangannya dihadapan Alvian.
"Udah gue pergi. Kalian duluan aja". Teriak Zee sambil berlari.
Gadis itu kemudian segera berlari dengan cepat menuju toilet. Setelah tiba disana, Zee kemudian segera masuk dan menuntaskan masalah urgentnya.
Beberapa saat kemudian Zee keluar dari dalam toilet. Gadis itu kemudian segera berjalan menuju kantin. Disaat dia tengah berjalan tidak sengaja Zee melihat Setya berjalan bersama Hera dengan sambil bergandengan tangan.
Zee yang melihat itu seketika merasakan sakit di hatinya. Sudah lama dia menyimpan rasa suka terhadap Setya. Tapi dengan apa yang dilihatnya mampu membuat perasaan Zee menjadi berkecamuk. Dia beranggapan Setya dan Hera sedang menjalin hubungan dengan kedekatan mereka seperti itu.
Gadis itu kemudian pergi dari tempat itu dengan berlari. Zee tidak ingin berlama-lama melihat kedekatan Setya dan Hera.
Sementara di kantin Alexa yang saat ini sedang menunggu pesanan makanannya tiba-tiba dikagetkan dengan seseorang yang menerobos tempatnya berdiri. Seseorang itu ternyata adalah Tessa.
__ADS_1
"Aduh! Woyy siapa sih ini? Main terobos aja. Ngantri dong". Teriak Alexa pada Tessa.
"Oh nggak bisa. Gue udah laper banget nih". Ucap Tessa tak peduli dan tetap berdiri ditempatnya.
"Lo kira cuman lo ajak yang lapar? Gue juga kali. Minggir sana". Ucap Alexa sambil mendorong Tessa.
"Nggak usah dorong-dorong dong. Biasa aja kali". Ucap Tessa sambil balas mendorong Alexa kuat.
"Nyari ribut lo ama gue?". Ucap Alexa menghampiri Tessa.
Mereka berdua pun saling bertengkar. Anak-anak yang ada disitu mencoba melerai keduanya. Namun sulit untuk melerai mereka berdua. Diantara keduanya tidak ada yang mau mengalah. Mereka saling menjambak rambut. Saling cakar-mencakar. Dan saling dorong mendorong.
Gamma yang melihat itu segera menghampiri mereka dan menerobos masuk. Lelaki itu mencoba memisahkan keduanya. Gamma dengan sekuat tenaga melepaskan cengkraman tangan Alexa dirambut Tessa. Gamma kemudian menarik Tessa menjauh dari Alexa dan menahan gadis itu.
"Udah woy udah. Ngapa pada berantem sih?". Ucap Gamma melerai dengan menahan tubuh Tessa.
"Cewe itu duluan. Main terobos aja. Ngantri dong. Dikata kantin ini miliknya kali". Teriak Alexa marah.
"Lo tu duluan. Biasa aja kali nggak usah main dorong segala". Balas Tessa.
"Udah-udah. Nggak usah berantem. Tessa lu duduk aja lagi disana. Biar gue yang ambilin makanan lo". Ucap Gamma.
"Yaudah cepetan. Gue udah laper nih". Ucap Tessa berlalu pergi sambil memandang sinis Alexa.
"Apa lo?". Ucap Alexa sambil melotot pada Tessa.
"Lo yang apaan. Gue tonjok juga lo. Wuu..!". Balas Tessa sambil menunjukan kepalan tinjunya pada Alexa.
"Udah Tessa! Pergi sana". Ucap Gamma sambil mendorong pelan Tessa.
Gadis itu kemudian menuju ke tempat dimana Allena dan yang lainnya berada. Tessa kemudian duduk sambil memasang wajah cemberutnya.
"Siapa sih cewe yang gayanya kaya tante-tante itu? Sok banget. Pengen ku tonjok rasanya". Ucap Tessa tetap cemberut.
"Cewe itu namanya Alexa. Dia emang kek gitu anaknya. Harusnya lo nggak ngeladenin dia". Ucap Alvian memberitahu.
"Yaa.. emang sih gue juga yang salah. Tapi kan tu cewe nggak harus pake ngedorong gue segala. Bisakan dia biasa aja. Belagu banget". Celoteh Tessa.
"Harusnya lo nggak usah berantem Tessa. Soalnya lo itu masih siswa baru disini. Baru hari pertama sekolah lo udah buat keributan". Ucap Alvian lagi.
"Ya maaf! Sori sori. Habis gue orangnya emosian". Ucap Tessa.
"Kelihatan sih dari penampilan lo". Sarkas Manaf tiba-tiba.
"Apa lo bilang? Kenapa emang penampilan gue?". Cicit Tessa tak terima dengan perkataan Manaf.
"Udah udah! Disini kita mau makan. Bukan buat jadi tempat berantem. Tessa lo bisa tenang kan?". Ucap Airin dengan tenang pada Tessa.
"Iyaaaa....!!". Jawab Tessa dengan ekspresi manjalita.
Tidak berapa lama datang Gamma sambil membawa makanan untuk Tessa. Lelaki itu kemudian memberikannya pada Tessa.
"Nih makanan lo. Makan tu". Ucap Gamma meletakan makanan tersebut dihadapan Tessa.
"Wahh..! Makasih Gammaaaa". Ucap Tessa girang.
"Iyaaa..! Makan tu, nggak usah ribut". Ucap Gamma sambil kembali ketempat duduknya.
__ADS_1
Mereka semua pun makan makanan yang telah mereka pesan masing-masing. Sesekali mereka mengobrol sambil bercanda ria. Berbeda dengan Allena. Gadis itu hanya diam menjadi pendengar tanpa berniat ikut menambahkan.