Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 150 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

SATU MINGGU KEMUDIAN...


Kediaman Keluarga Rajasa


Kriieeett...!!


Suara pintu kamar dibuka.


"Aziel, Nak!". Mamah Rani perlahan berjalan masuk ke dalam kamar anaknya itu, menghampiri Aziel yang terlihat berada di window seat sambil menatap keadaan luar dari jendela kamarnya.


"Aziel!". Panggil Mamah Rani lagi, namun Aziel tetap tak bergeming dari tempatnya.


Melihat anaknya seperti itu, Mamah Rani hanya bisa menatap Aziel sendu.


Sudah satu minggu ini kepergian Allena, dan sudah satu minggu pula Aziel tak berniat sedikit pun mau untuk keluar dari kamarnya.


Yapss betul sekali, setelah satu minggu kepergian Allena dari dunia ini, Aziel menjadi anak yang lebih pendiam. Tak mau keluar kamar dan makan tidak teratur.


Satu minggu pula dia tak ke sekolah setelah kejadian itu. Kejadian dimana Allena meninggalkan dirinya untuk selama-selamanya. Semua anak buah gengnya sampai Setya sendiri pun tak bisa membujuk Aziel.


Aziel benar-benar kehilangan sosok gadis yang sangat dicintainya. Hati dan hidupnya benar-benar hancur sekarang.


"Aziel ada yang mau ketemu sama kamu Nak?". Ucap Mamah Rani. Tapi tetap sama, Aziel tetap tak bergeming dari posisinya dan terus memandang ke arah luar.

__ADS_1


"Aziel, ini ada hubungannya dengan Allena, Nak". Ucap Mamah Rani lagi.


DEG!


Aziel langsung menoleh ke arah Mamah Rani dengan mata sembabnya. Mamah Rani benar-benar sedih melihat kondisi Aziel sekarang. Anaknya itu seperti tidak pernah terurus. Mata bengkak dan rambut acak-acakan.


"Allena?". Gumam Aziel dengan suara yang serak.


Seorang pria paru bayah yang berdiri tak jauh di belakang Mamah Rani terlihat berjalan menghampiri Aziel, lalu menyodorkan sebuah kotak berukuran sedang ke arah Aziel.


Aziel menerima kotak tersebut dengan alis yang berkerut.


"Ini dari Almarhum Nona Allena. Saya ditugaskan untuk memberikan kotak ini kepada Anda". Terang pria paruh baya itu.


"Iya, saya asisten pribadinya Almarhum Nona Allena, dan saya ditugaskan untuk memberikan kotak itu kepada Anda". Terang pria paruh baya yang mengaku asisten pribadi Allena.


Aziel terlihat semakin mengerutkan alisnya sembari menatap pria paruh baya itu, sesaat kemudian Aziel menunduk memperhatikan kotak yang ada di tangannya.


...******...


TUT


TUT

__ADS_1


TUT


"Eh bentar-bentar! Tunggu bentar ya, gue ini dulu... Aahh ini baru oke. Udah ready kan ya kameranya? Oohh udah ya...


"Ehem ehem... Hai Cowok Rese! Eh Cowok Rese kan ya? Benerkan julukan lu Cowok Rese? Udah ah nggak usah peduliin itu, yang penting sekarang gua mau buat video ini untuk orang yang paaaaaaling paling paling gua sayangin yaitu elu, Aziel. Putra Aziel Bardy Rajasa, yeee horeee... eeehh tapi tapi tunggu-tunggu, bener kan ya nama panjang lu kaya gitu? Alahh pasti bener tuh masa nama orang yang paaaaaaling paling paling gua sayangin gua nggak tau nama panjangnya, eh eh upss! Kok gua jadi ngegombal gini sih. Tapi nggak papa deh, asalkan gua ngegombalnya ama lu doang, Aziel. Iya kan? Bener kan? Nggak papa dong sama orang yang disayangi mah nggak masalah dong, cie ciee Aziel... digombalin nih yee sama Allena ciee! Pasti sekarang lu lagi senyum-senyum kan nonton ini, iya kan? iya kan? ngaku aja dah pasti sekarang lu lagi senyum-senyum, nggak usah malu-malu! Hehe! Oh iya! Sekarang hari apa? Oh iya iya sekarang kita lagi bertengkar ya, udah berapa kali ya kita bertengkar sama yang ini? Haahh.. sebenarnya capek tau aku bertengkar sama kamu terus Aziel, tapi mau gimana lagi gua harus lakuin itu. Padahal kalau lu mau tau, gua pengeeeeen banget meluk lu sekarang, gua pengen lu meluk gua lagi kaya dulu, gua bener-bener kangen tau ama lu. Tapi hadehh gimana ya, kita udah nggak bisa sama-sama lagi. Lu sihh nggak peka banget jadi cowok, masa nggak tau gua marah ama lu, gua ngambek ama lu, malah lu ikutan ngambek mana ngejauhin gua lagi kan sakit nih ati. Tega banget sih lu ama gua EL. Tapi nggak papa kok, gua nggak nyalahin lu emang gua yang salah disini karena gua terlalu berharap. Harusnya gua nggak berharap karena dari awal kita emang nggak bisa sama-sama, nggak bisa bareng-bereng. Tapi nggak papa, yang penting sekarang lu harus tau gua tuh bener-bener sayang ama lu, gua selalu nyaman didekat lu, gua paling suka tiap lu meluk gua. Kalau cium.... gimana ya? suka sih kalau lu cium gua, cuman kadang-kadang lu nafsuan orangnya, kan gua nggak bisa nafas jadinya. Tapi tenang aja kok, gua suka rasanya, kenyel-kenyel gimana gitu, hihi! Kok gua jadi mesum gini ya, kayanya ketularan mesumnya lu deh, tapi...nggak papa dah pokoknya nggak papa lu nggak usah mikirin itu, yang paling penting buat lu mikirin itu adalah....... Bye Bye Bye Azieeeeelll gua sayang banget ama lu, bener-bener sangat sayang, realy realy love you Aziel, semoga lu tetep bahagia ya walaupun tanpa gua, gua nggak kuat soalnya lama-lama di dunia ini, jadi kayanya bakalan cepet pergi, tapi nggak tau kapan, jadi lebih baik gua bikin video ini dari sekarang aja biar bisa bilang kalau gua sayang and cinta ama lu, bye bye Aziel! I LOVE YOU....umachh..umachh...umachh bye I LOVE YOU I LOVE YOU!!


TUT


TUT


TUT


Seketika layar laptop Aziel pause sendiri ketika video yang di tontonnya selesai.


Kalian mau tau itu video apa? Video itu adalah video dokumenter yang Allena buat untuk Aziel sebelum dia meninggal. Allena telah mempersiapkannya dari dulu. Hanya saja tidak menyangka Allena pergi secepat ini.


Tapi tidak apa, setidaknya Allena tidak terlambat dan kotak itu sampai ke tangan Aziel langsung.


Aziel menunduk, menatap kotak yang ada di genggamannya dengan air mata yang kembali keluar hingga air matanya mengenai kotak tersebut.


"Gimana gua bisa bahagia Allena? Sementara gua menderita disini, dan lu dengan teganya ninggalin gua!!


...💎TAMAT💎...

__ADS_1


__ADS_2