
Setelah menghabiskan waktu di Mall dengan makan, berbelanja, dan juga bermain, kini Aziel mengajak Allena untuk masuk kedalam sebuah ruangan photobox yang ada di disana.
"Ini tuh buat kenang-kenangan Len, mau aja napa".
Aziel terus memaksa Allena yang tidak ingin diajak berfoto. Gadis itu terus saja menolak ajakan Aziel untuk yang satu itu.
"Gua nggak mau, pokoknya gua nggak mau". Tolak Allena dengan tegas.
"Nih anak batu banget dibilangin. Cepetan kameranya udah ready tuh". Aziel menarik lengan Allena agar bediri disampingnya.
Dengan segera kamera mengambil foto kedua sejoli itu.
Aziel lalu meraih hasil jepretan foto tersebut dan memperhatikannya. Ada beberapa hasil foto disana.
"Dih, ini lu gaya apaan? Tegang banget kelihatannya, mau buat KTP lu". Aziel tertawa melihat gaya Allena difoto itu.
"Ngatain gua lu". Allena langsung menatap kesal kearah Aziel. "Udah ah, gua mau pergi!!
Namun dengan cepat Aziel menahan Allena.
"Eh mau kemana? Bercanda doang kali, cepet banget ngambeknya.
"Ya lu ngatain gua. Gua nggak suka".Ucap Allena sambil memasang tampang cemberutnya.
"Jangan gitu mukanya, mau gua cium". Goda Aziel.
"Apaan sih?". Allena mendelik, "Udah kita pergi aja dari sini. Sekarang!!". Sambungnya memaksa.
"Oke-oke kita pergi sekarang. Galak amat perasaan.
"Yaudah cepetan!!
Allena dan Aziel kemudian keluar dari ruangan kecil itu dan segera berjalan keluar menuju parkiran.
"Udah selesaikan? Kalau gitu gua balik sekarang". Allena mulai membuka pintu mobilnya.
"Et et tunggu dulu dong! Siapa yang nyuruh lu balik? Gua belum ngizinin lu buat balik sekarang". Aziel menahan Allena yang ingin masuk kedalam mobilnya.
"Lah terus apa lagi? Ini udah mau gelap loh.
"Ya justru itu yang gua tunggu-tunggu. Gua mau ngajak lu kesuatu tempat". Ucap Aziel kemudian.
"Kemana lagi sih gua..
"Eh lu nggak boleh nolak. Lu udah kalah dan lu udah terima buat jalan ama gua hari ini.
Allena yang mendengar itu seketika berdecak dan menghela nafas.
"Oke-oke". Ucap Allena pasrah. "Yaudah kalau gitu kita pergi sekarang.
"Tapi untuk yang ini lu harus satu mobil ama gua.
"Lah terus mobil gua gimana? Gua tinggalin gitu disini?
"Udah nggak papa. Nggak bakalan hilang mobil lu kalau disini. Entar gua nyuruh orang buat jagain mobil lu.
"Sekarang lu ikut gua". Aziel kemudian menarik lengan Allena lalu masuk kedalam mobilnya.
Kedua orang itu kemudian pergi dari sana.
Hingga sekitar 20 menit Aziel dan Allena tiba di salah satu pantai yang ada di Kota tersebut. Disana sangat sepi, hanya ada beberapa pengunjung yang datang.
Aziel dan Allena kemudian mengambil tempat disisi lain pantai yang hanya ada mereka berdua disana.
Allena membuka hodiee dan juga alas kaki yang dikenakannya. Rasanya begitu nyaman ketika dia menginjakan kakinya ditanah pasir itu, juga angin sore yang bertiup kencang menerpa dirinya membuatnya merasa tentram dan damai.
Allena merentangkan kedua tangannya kearah laut, "Hahh...!". Allena menghebuskan nafasnya tat kala semilir angin sejuk menerpa rambutnya.
Aziel yang melihat Allena segera mengabadikan momen tersebut di ponselnya. Beberapa foto Allena diambilnya dari arah belakang membuat hasilnya sangat estetik dan indah dengan pemandangan juga sunset yang mulai muncul di langit sana.
Aziel meletakan ponselnya disakunya dan mulai berjalan mendekati Allena, berdiri disamping gadis itu.
"Bagus ya sunsetnya?". Ucap Aziel kemudian tanpa mengalihkan pandangannya kearah laut. Kedua tangannya dimasukan kedalam saku celananya.
Allena menoleh kearah Aziel, "Hmm". Hanya itu yang keluar dari mulut Allena. Gadis itu lalu berjongkok dengan senyum miring dibibirnya.
Sedetik kemudian Allena kembali mengangkat badannya dan langsung membuang pasir yang diambilnya tadi kearah Aziel. Gadis itu kemudian segera berlari setelah melakukan aksinya.
"Allena...! Kotor baju gua woyy!!". Aziel berteriak pada Allena sembari membersihkan bajunya dari pasir akibat ulah gadis itu.
"Bodoh!! Wlee...!!". Allena tak peduli dan malah menjulurkan lidahnya mengejek Aziel. Gadis itu kemudian kembali berlari.
"Awas lu ya!!". Aziel dengan segera berlari mengejar Allena.
Sementara Allena terus berlari menjauh dengan suara tawanya yang terdengar.
"Kejar gua kalau bisa. Dasar lamban!!". Allena kembali mengejek Aziel dan berlari.
"Oohh nantangin gua lu ya. Awas aja!!". Aziel semakin mempercepat larinya untuk mengejar Allena.
Aziel terus berlari mengejar Allena dengan sekuat tenaga dan...
HAP!!
Pria itu berhasil mengejar Allena.
"Mau kemana lu, nggak bisa lari lagikan? Ternyata lu bisa jail juga ya". Aziel menahan Allena yang berusaha ingin berlari lagi.
"Sorry sorry!! Gua cuman bercanda doang". Allena terus tertawa sambil berusaha melepas cegatan Aziel.
__ADS_1
"Nggak bisa, dan lu harus terima konsekuensinya karena udah jailin gua". Tanpa babibu lagi, Aziel langsung menggelitiki Allena membuat gadis itu kegelian dan tertawa.
"Geli El geli udah! Berhenti! Gua nggak jailin lu lagi kok udah haha berhenti, geli!!
"Nggak akan". Aziel tak berhenti menggelitiki Allena.
"Iya iya ampun ampun nggak lagi-lagi kok!! Berhenti haha geli El.. iya ampun ampun, nggak lagi". Allena terus tertawa dengan Aziel yang terus menggelitiki dirinya.
Gadis itu sampai terjungkir dipasir karena Aziel.
Setelah puas Aziel kemudian berhenti menggelitiki Allena.
"Berhenti udah iya udah, nggak lagi kok!". Allena berusaha menarik nafas karena terus tertawa dari tadi.
Gadis itu kemudian bangun dan duduk diatas pasir mencari udara.
"Mangkanya lain kali jangan jail jadi orang, mulai-mulai jail lu ternyata". Ucap Aziel kemudian.
"Iya iya, orang gua cuman bercanda doang kok". Balas Allena.
Aziel lalu ikut duduk diatas pasir samping Allena.
Kedua orang itu kemudian duduk berdampingan sambil mengarah kearah laut.
Mereka diam sebentar dan hanya terdengar desiran ombak air laut dan juga angin yang menerpa mereka.
"Ngapain lu liatin gua kaya gitu?". Allena berbicara saat Aziel menoleh kearahnya dengan tatapan aneh.
"Ternyata lu ini emang cantik ya". Ucap Aziel seketika.
"Emang". Balas Allena.
"Iya cantik, tapi bisa jail juga ternyata". Cibir Aziel.
"Ya nggak papa dong, suka-suka gua. Kenapa emang? Masalah?".
"Dih.. Ngomongnya". Aziel geleng-geleng dengan sikap Allena.
Kedua orang itu kemudian kembali saling diam tak ada yang berbicara.
"Yaudah kita balik sekarang, keburu malam nih entar". Allena mulai berdiri dan melangkahkan kakinya.
"Allena bentar!!". Teriak Aziel berdiri dari duduknya.
Allena seketika berbalik kearah Aziel, "Kenapa?.
Tanpa Allena duga Aziel berjalan cepat kearahnya dan langsung meraih tengkuknya mencium bibirnya. Dilu*matnya bibir Allena sebanyak 3x lalu melepaskannya.
Dipandanginya wajah Allena yang terlihat sedikit kaget karena ulahnya tadi. Pria itu kemudian merengkuh tubuh Allena kedekapannya.
"Lu tau, gua seneng banget bisa ngabisin waktu gua hari ini sama lu". Ucap Aziel seketika.
Diangkatnya wajahnya keatas menatap langit sore yang begitu indah tapi mulai gelap itu. Ujung matanya melirik kearah Aziel yang terus memeluknya.
"Udah sembuh lukanya?". Tanya Allena sambil tangannya yang satu mengelus lembut punggung Aziel yang terdapat luka disana.
"Hmm". Hanya itu yang keluar dari mulut Aziel.
Kedua orang itu kemudian saling diam tak ada yang berbicara. Mereka masih terus saling berpelukan menyalurkan rasa nyaman satu sama lain.
"Len". Aziel kembali bersuara. Tapi pria itu tak berniat sekalipun melepaskan pelukannya.
"Ya". Jawab Allena.
1 detik
2 detik
3 detik
"I Love You!!". Desis Aziel kemudian.
Aziel tak merasakan pergerakan apapun dari Allena.
"I Love You Allena!!". Ucap Aziel sekali lagi. "Gua sayang banget ama lu". Sambungnya lagi.
Allena tiba-tiba melonggarkan pelukannya pada Aziel dan menghadap pria itu.
"Sejak kapan?". Tanya Allena sambil menatap wajah pria tampan yang ada dihadapannya saat ini.
"Nggak tau". Jawab Aziel. "Tapi yang jelas gua takut kehilangan lu, takut banget Len". Desis Aziel membalas tatapan Allena padanya.
Allena hanya tersenyum mendengar perkataan Aziel. Gadis itu kemudian kembali memeluk Aziel.
"Oke". Ucap Allena kemudian.
"Jadi gimana, lu terima pernyataan cinta gua?". Tanya Aziel.
"Gua ngehargain yang lu udah ngungkapin perasaan lu ke gua. Tapi kita jalanin seperti yang biasanya aja dulu ya, kasih gua waktu. Gua masih kaget dengan lu yang tiba-tiba ngomong kaya gini ke gua". Jawab Allena.
"Hmm oke. Mungkin lu emang perlu waktu buat mikirin semuanya. Gua paham itu". Aziel kemudian melepaskan pelukannya. "Tapi lu jangan kelamaan mikirnya. Entar lu PHP-in gua lagi". Sambungnya lagi.
Allena tidak menjawab. Gadis itu hanya tersenyum menahan tawanya melihat tingkah Aziel yang terlihat tak sabaran.
"Lu tuh cantik banget sih kalau senyum. Jangan keseringan senyum, nanti ada cowo lain lagi yang kecantol sama lu.
"Ya biarin lah. Gua mah nggak masalah.
"Eh jangan lah. Nggak ridho gua kalau sampai ada yang ngerebut lu dari gua.
__ADS_1
"Dih apaan sih". Allena mendelik mendengar perkataan Aziel yang terkesan lebay. Bisa lebay juga ternyata Aziel ini.
Aziel tiba-tiba mencubit pipi Allena". Duhh cantik banget sih gebetan gua. Gemes tau nggak.
"Aziel jangan, sakit tau nggak lu nyubitin gua kaya gitu". Ringis Allena.
"Yaa siapa suruh lu gemesin. Kayanya gua khilaf deh waktu dulu. Makanya gua sayang banget ama lu sekarang.
Aziel kemudian berhenti mencubit pipi Allena.
"Nggak usah berlebihan kalau sayang sama orang. Entar ujung-ujungnya sakit hati lagi". Ucap Allena kemudian.
"Ya nggak lah, lu kan nggak bakalan nyakitin gua, iyakan Baby.
"Lu tuh kenapa sih ngarep banget ama gua? Gua aja nggak ngarep ama lu.
"Yang bener? Yakin lu nggak suka ama gua? Gua tampan gini lu nggak suka". Ucap Aziel dengan PD nya.
"Lu itu harusnya merasa beruntung disukain ama gua. Karena apa? Karena banyak cewe-cewe yang ngejar-ngejar gua tapi gua maunya ama lu doang. Harusnya lu seneng dong gua sukain, sayang banget malah". Sambungnya.
"Dih, baru banget gua ketemu sama orang yang tingkat kepedeannya tinggi kaya lu". Ucap Allena mencebik. Aziel ini PD parah ternyata.
"Gua ngomong karena emang faktanyakan kaya gitu kan
"Ckckck.. Terserah lu dah". Allena tidak mau berdebat dengan Aziel jika sudah PD seperti itu.
Aziel kemudian tiba-tiba menarik pinggang Allena membawa gadis itu kearahnya, "Len, boleh lagi kan ya?". Tanya Aziel kemudian.
"Apaan?
"Ini". Aziel menunjuk bibirnya dan bibir Allena.
"Dih, gila lu". Allena tentu saja tau maksud Aziel.
"Bentaran doang Len, masa nggak bisa. Lanjutin yang tadi, tanggung".
"Nggak mau, pokoknya gua nggak mau. No!.
"Ayolah Allena!!". Aziel terus memaksa.
"Nggak mau Aziel". Tolak Allena.
"Lu tuh kenapa sih suka nyiumin gua mulu? Nggak tau tempat lagi.
"Kan gua pernah bilang gua suka sama bibir lu. Ya mau gimana lagi, namanya juga ketagihan". Ucap Aziel tak tahu malu.
"Udah ah kita balik sekarang. Bisa stres gua dengar omongan lu yang mesum". Allena segera cepat melepas rangkulan Aziel dipinggangnya dan berlari meninggalkan Aziel.
Lama-lama Allena bisa ikutan mesum lagi karena Aziel. Pria itu terus saja menggodanya.
...*****...
"Habis dari mana?". Terlihat Louis muncul dari ruang tengah saat Allena berjalan masuk kedalam rumah.
"Jalan-jalan". Jawab Allena santai.
"Sama siapa?". Terlihat Louis begitu dingin memandangi Allena.
"Pengen tau aja lu gua kemana". Allena mulai tidak suka dengan reaksi Louis saat ini.
"ALLENAAA WHERE ARE YOU BESTI!!
Tiba-tiba terdengar suara teriakan Tessa yang menggema didalam rumah itu.
"YUHUU... BESTIE DIMANA KAMU??
Tessa terus berteriak membuat yang empunya rumah hanya memutar bola matanya jengah karena tingkah sahabatnya itu.
"Gua disini, nggak usah teriak-teriak kek gitu. Mau gua lakban mulut lu". Seru Allena kearah Tessa yang mulai muncul.
"Allena bestikuuu...!!". Tessa berlari kearah Allena dan memeluk gadis itu.
"Gue nginap disini ya malam ini Len, bosan gue di rumah". Ucap Tessa kemudian.
"Iya terserah luu...
"Hehe gitu dong. Thank's bestiku Allena yang paling cantik.
Tessa kemudian mendongak kearah Louis yang masih berdiri disana dengan tampang datarnya.
"Dih nih Cowo Nyebelin ngapain disini". Ucap Tessa seketika sambil memandang Louis dengan sinisnya.
Louis tidak meladeni seperti biasa. Pria itu hanya diam dengan posisinya. Sedetik kemudian Louis berbalik dan pergi dari sana.
"Dih, kenapa tuh cowo Len? Sok banget". Tessa heran dengan sikap Louis tadi. Biasanyakan Louis akan membalas perkataannya sampai mereka beradu monyong tak ada yang mau mengalah.
Tapi tadi Louis langsung pergi begitu saja tanpa berkata apapun membalas perkataanya.
"Nggak tau, bukan urusan gua juga kan". Jawab Allena tak peduli.
"Yaudah kita ke kamar sekarang". Ucap Allena lagi.
"Oky doky besti". Balas Tessa.
Gadis itu kemudian berjalan pergi dari sana menuju tangga diikuti Tessa.
__ADS_1